
🌈🌈🌈🌈🌈
 
 
"Indahnya ". Seru Nia kagum saat Aisakh menuntunnya ke sebuah dermaga. Nia berlari bebas menuju ujung dermaga, dia berputar-putar riang. Mereka tiba tepat di saat senja akan menjelang.
 
"Nyonya Aisakha ". Panggil Aisakha sambil mengulurkan tangannya pada Nia.
 
"Ini indah sayang, indah sekali ". Nia mengengam erat jemari Aisakha. "Terima kasih untuk hadiahnya ". Ucap Nia sambil berjinjit mengecup pipi sang suami.
 
Aisakha cukup kaget, senyum senang menghias bibirnya. Aisakha tidak menduga Nia cukup berani menunjukkan rasa senangnya.
 
"Ini bukanlah hadiah dariku, ini ". Tunjuk Aisakha pada senja jingga yang kemilau megah. "Ini merupakan dirimu isteriku ". Aisakha merangkul Nia.
 
"Be, benarkah ?" Tanya Nia ragu.
 
"Nia, isteriku ". Aisakha merubah posisi berdiri mereka saling berhadapan. "Kamu lihat begitu indahnya senja itu. Itu adalah senjamu, Nia. Senja baru untuk Syania. Senja yang menjadi saksi awal perjalanan biduk rumah tangga kita. Senja yang akan berkilau indah di wajahmu. Senja yang akan menuntuku pulang padamu. Syania, isteriku...senja itu adalah milikmu. Hapus air mata duka dalam hidupmu ! Dan bersama senja baru milikmu, kita melangkah bersama sayang. Tetaplah di sisiku Nia, hingga akhir hidupku !"
 
Nia mentap mata Aisakha bergantian. Jiwanya sangat tidak percaya. Ini bukanlah kado pernikahannya, ini bukan hadiah Aisakha untuknya. Tetapi ini adalah senja baru hanya miliknya ! Nia terlalu kaget, bahkan dalam mimpipun dirinya tidak pernah berani untuk bisa memiliki senja yang begitu menawan.
 
Nia tidak kuasa mencegah air matanya jatuh, dia terlalu bahagia. Hatinya terlalu senang hingga serta merta masuk dalam pelukan Aiskha.
__ADS_1
 
"Terima kasih sayang, terima kasih telah memilihku menjadi isterimu. Aku cinta padamu Aisakha ". Ucap Nia sambil mendongak menatap wajah bahagia sang suami.
 
Perlahan dan sangat hati-hati, Aisakha mendekatkan wajahnya pada Nia. Menghilangkan jarak di antara mereka. Aisakha ingin senja baru milik Syania, menjadi saksi bersatunya bibir mereka dalam cinta yang tulus, selamanya.
 
********************
 
"Tuan dan nona sangat bahagia ya Pak ?" Sekilas sopir kepercayaan Aisakha mencuri lihat adegan berpelukan para majikannya itu.
 
"Iya ", jawab Kristo singkat.
 
"Saya jadi iri plus terharu ". Aku si sopir sambil memandang lurus ke deburan ombak melalui kaca mobil.
 
 
"Hati-hati memuji nona, kamu belum bosan berkerjakan ?" Kristo terdengar serius.
 
"Maaf Pak, saya hanya kagum saja. Nona begitu tulus pada tuan, cintanya bukan pada materi atau latar belakang tuan. Tetapi hanya pada sosok tuan. Nona itu bagai manusia berhati murni Pak ". Ucap si sopir yang hanya mendapat anggukan singkat dari Kristo.
 
"Apa Bapak tidak iri melihat mereka ? Apa Bapak tidak kepikiran buat memiliki seseorang ?" Tanya si sopir menatap wajah bagian samping Kristo yang duduk di sebelahnya.
 
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu !" Jawab Kristo kesal sambil membesarkan bola matanya.
 
Kau pikir aku gak normal apa, sampei tidak mau memiliki seseorang yang begitu tulus mencintaiku. Hanya melihat diriku, bukan pada siapa aku atau isi tabunganku. Sayangnya aku tidak seberuntung tuan, jelas sosok seperti nona itu tidak banyak, langka, jangan-jangan nona malah yang terakhir.
Ah, kasihannya aku...aku nanti sama siapa ya ? Padahalkan, aku juga pengen menikah. Batin Kristo sambil mengusap kasar wajahnya.
 
**********************
 
"Saya bilang nyonya ya non ?" Seorang pelayan wanita Kemala, terlihat sangat khawatir melihat Kemala terduduk lemas di bawah wastafel kamar mandinya. Ini sudah yang ke 6 kalinya Kemala muntah-muntah sore ini. Padahal isi perutnya sudah tidak ada lagi yang mau di keluarkan. Wajahnya sudah sangat pucat, tubuhnya lemah dan lelah.
 
"Jangan ". Suara pelan Kemala membuat si pelayan semakin khawatir saja.
 
"Tapi nona sudah sangat lemah, nanti kalau kenapa-kenapa gimana ?" Si pelayan mencoba menyibak rambut yang menutupi wajah pucat Kemala.
 
"Jangan buat orang tuaku khawatir. Aku nggak apa-apa kok. Aku cuma kelelahan saja ".
 
"Kalau begitu saya telepon dokter ya non ? Biar nona di kasih obat. Jadi cepat hilang lelahnya ". Bujuk si pelayan kembali.
 
Dokter? Jangan...jangan dokter. Bagaimana kalau dokter nanti bilang aku gak sakit. Bagaimana kalau dokter malah bilang aku sebenarnya tertekan batin. Kasihan Papa dan Mama, mereka enggak boleh tahu penderitaan hidupku yang di tinggal suami demi wanita masa lalunya.
 
"Tidak usah, saya hanya perlu istirahat saja ". Tolak Kemala halus. "Tolong bantu saya kembali ke kamar, terus tolong masakin saya udang krispi sama oseng kangkung ya. Saya ke pengen banget makan itu !"
__ADS_1