SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 121


__ADS_3

Cerita Aisakha (2)


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Mendengar pertanyaan Nia, sontak Aisakha menghentikan jemarinya membelai rambut Nia, kegiatan yang tanpa di sadari Aisakha mulai di gemarinya itu serta merta terhenti.


γ€€


Nia memandang lekat wajah lelaki tampan yang sekarang telah menjadi kekasihnya itu, terlihat guratan ragu di mata biru Aisakha.Β Apakah wanita itu begitu luar biasa? Kenapa dirimu terlihat ragu untuk menceritakannya?


γ€€


Aisakha memejamkan matanya, menarik nafas panjang satu kali, menghembuskannya dan kemudian mengulang lagi menarik nafas panjang kembali untuk kedua kalinya. Hingga menghembuskannya lagi. "Apa yang ingin kamu tau?" Tanya Aisakha tanpa menatap Nia.


γ€€


Ke-kenapa enggak lihat aku? Apa aku salah bertanya? Atau mungkin.....?


γ€€


"Siapa dia dan seperti apa sosoknya?" Nia masih menatap wajah lelaki yang jujur, sangat dicintai oleh dirinya.


γ€€


"Kamu yakin ingin mendengar kisahku?" Terlihat jelas memang ada keraguan pada diri Aisakha.


γ€€


Ah, kenapa ragu? Apakah wanita itu masih memiliki ruang kusus di hatimu? Perasaan Nia mulai tidak menentu.


γ€€


"Kalau memang kamu keberatan, aku tidak masalah". Nia berhenti menatap Aisakha, tangannya mulai menyentuh dada sebelah kirinya.Β Ke-kenapa terasa sakit.


γ€€


"Tentu saja aku mau, apa pun yang kamu ingin tau tentang aku, kamu bebas bertanya". Aisakha kembali membelai rambut Nia, menyisir pelan rambut panjang Nia.


γ€€


Nia hanya diam, rasa sakit masih tertinggal di hatinya.


γ€€


"Jauh sebelum perjumpaan kita tiga tahun lalu, aku pernah dekat dengan seorang wanita". Aisakha menatap ke arah Nia, terlihat ada kesedihan di wajah wanitanya itu.


γ€€


"Sayang", Aisakha memaksa Nia melihat ke arahnya. "Niaaaaa". Nia hanya diam masih dengan tangan kanan memegang dadanya.


γ€€


"Nia, lihat aku!" Aisakha terlihat sedikit gusar. "Heyyy, ada apa?"


γ€€


"Ke-kenapa kamu terlihat berat menceritakan tentang wanita itu? Apa, apakah dia masih mengisi salah satu ruang istimewa di hatimu?" Mendung makin menghitam di mata Nia. Entah kenapa dia bisa merasa sangat sakit hanya dengan membayangkan kalau kekasih hatinya itu masih memiliki kenangan spesial dengan wanita dari masa lalunya.

__ADS_1


γ€€


Spontan Aisakha tertawa, tawa lepas yang memenuhi ruangan hingga membuat tubuhnya terguncang. Nia manatap heran pada Aisakha, dia benar-benar heran melihat lelaki itu tertawa senang. Hingga beberapa saat kemudian keheranannya berubah menjadi kekesalan. "Apa yang lucu". Mendadak Nia mengangkat kepalnya dari pangkuan Aisakha, berganti duduk dengan bersandar ke dinding.


γ€€


"Kamu, hahaha". Masih ada sisa tawa terdengar.Β Kamu sedang cemburu sayang.


γ€€


"Aku? Apa maksudmu?" Nia mulai mencebek. Bisa-bisanya di saat sedang serius, kamu malah menertawakan aku. "Jadi benar, kamu masih menyimpan ruang kusus di hatimu untuknya?" Nia sangat kesal, sampai-sampai dia harus membuang muka kearah lain.


γ€€


"Sayang". Aisakha berusaha menyentuh tangan Nia. Tetapi cepat Nia menepisnya.


γ€€


"Niaaaaa". Panggil Aisakha lembut.Β Wah, susah juga ya di bujuk kalau lagi cemburu. Tapi kok kamu ngemesin sih, boleh aku menikmati bibir yang mencebek itu. Kok rasanya sangat mengoda.


γ€€


"Apa?" Nada suara Nia berubah serak. Jujur dia sangat tidak terima, hatinya tidak rela jikalau kekasih yang sangat dicintainya itu masih menyimpan kenangan spesial dengan wanita lain. Walaupun itu hanya masa lalu, Nia tidak pernah bisa terima itu, sekarang Aisakha adalah miliknya. Dia tentu tidak ingin membagi kekasih hatinya dengan wanita lain, apa lagi wanita itu hanyalah sebentuk masa lalu.Β Kenapa aku sampai harus marah? Aku ini kenapa ya?


γ€€


"Nia". Cepat Aisakha berdiri di hadapan Nia, suara serak Nia sangat membuat dirinya terkejut. "Sayang lihat aku!" Aisakha memegang dagu Nia dan memaksa Nia menatap kerahnya. Mata coklat Nia terlihat berkaca-kaca, ada gumpalan awan hitam yang menutupi kilau mata indah itu.


γ€€


"Dengar, aku tidak pernah memiliki ruang spesial di hati ini untuk wanita itu". Aisakha mengangkat tangan Nia dan meletakkannya di dadanya. "Tidak dulu tidak sekarang. Tidak wanita itu atau wanita manapun, percayalah ! Aku akui, jauh sebelum perjumpaan kita tiga tahun lalu, aku memiliki sebentuk rasa pada seseorang. Tapi kalau kamu tanya apakah itu rasa cinta? Aku tidak tau, sungguh. Dan kalau saat ini kamu tanya, apakah dulu aku mencintainya, maka jujur jawabanku adalah tidak. Setelah mengenal dan mendambakan dirimu, selalu setiap hembusan nafasku selama bertahun-tahun. Aku barulah mengerti, aku tidak pernah mencintainya". Aisakha masih memaksa Nia menatap matanya.


γ€€


γ€€


"Kamu cemburu?" Bukan menjawab pertanyaan Nia, Aisakha malah balik bertanya.


γ€€


Cemburu? Benarkah?


"Aku, aku.....?" Nia tidak bisa memberikan jawaban pasti untuk Aisakha. Apakah arti sakit di hati ini karena aku cemburu?


γ€€


"Jawab aku, apakah kamu cemburu?"


γ€€


"Aku, aku..emmmm". Nia berhenti berbicara. Dia tengah mencoba mencari pengertian kata cemburu dan mencocokkannya dengan rasa yang tengah memderanya saat ini.


γ€€


"Aku tidak tau, yang jelas aku merasa sakit di sini". Tunjuk Nia pada dada kirinya. "Sesaat aku lihat, kamu ragu untuk bercerita. Jadi aku pikir kamu masih menyimpan dia dalam hatimu. Kamu masih memberi tempat special untuk dia. Dan aku tidak suka, rasanya sakit membayangkan kalau semua itu benar".


γ€€


"Benar dugaanku. Kamu cemburu Nia". Aisakha mengunyel-unyel kepala Nia. "Rasa sakit di dadamu itu timbul karena kamu cemburu". Aisakha tersenyum senang.

__ADS_1


γ€€


"Benarkah?" Nia masih belum bisa terima. "Ka-kalau iya itu artinya cemburu, kenapa kamu terlihat senang?" Nia malah semakin ragu.


γ€€


"Niaaaaa...kekasih mana yang tidak senang mengetahui pasangannya mencemburuinya. Apa lagi yang dicemburui adalah sosok masa lalu yang tidak penting. Tentu aku senang, itu artinya kamu benar-benar mencintaiku. Makanya kamu cemburu. Kamu tidak mau ada wanita lain yang memiliki hatiku. Iyakan?" Aisakha memegang wajah Nia dengan kedua tangannya.


γ€€


Aku cemburu terhadap sosok wanita tidak penting dari masa lalunya, aku benar-benar mencintainya, aku takut kehilangan dia, aku tidak ingin ada wanita lain yang mengisi relung kalbunya. Nia tengah mengulang semua ucapan Aisakha tadi padanya.


γ€€


Melihat Nia hanya sibuk dengan pikirannya sendiri, Aisakha mulai membawa wajah Nia mendekat kewajahnya. Perlahan, semakin mendekat, tetapi Nia tetap diam. Kemudian Aisakha kembali lagi, perlahan tengah mendekatkan wajah Nia ke arah wajahnya, hingga hanya terpaut beberapa centi saja, sangat-sangat dekat. Saking dekatnya, hembusan nafas hangat Aisakha bisa merasuki kulit wajah Nia, membuat Nia sadar kalau jarak bibir mereka sebentar lagi akan hilang.


γ€€


Nia menatap bibir tegas milik Aisakha, sesaat dirinya ingat khayalannya tadi. Astaga, sejak kenapa bibir itu sudah berada di depan bibirku?


γ€€


"Jadi, apakah kamu cemburu?" Dengan bibir nyaris bersentuhan, Aisakha kembali mengajukan pertanyaan pada Nia.


γ€€


"I-iya, aku cemburu. Aku tidak pernah bisa terima ada wanita lain di dalam hatimu, walaupun itu hanya ruang kecil saja, aku tidak terima". Nia terlihat mulai merona. Sungguh besar kekuatan cinta, sehingga berani membuat Nia yang walaupun terlihat malu, tetapi dengan sepenuh jiwa sekarang dia jujur mengutarakan isi hatinya.


γ€€


"Kenapa, kenapa kamu harus cemburu?" Aisakha menatap mata Nia.


γ€€


"Karena kamu milikku, kamu kekasih hatiku. Karena seorang Aisakha adalah lelakinya Syania". Dengan lantang Nia mengucapkan semua perasaanya.


γ€€


"Gadis pintar. Kedepan ingat itu ya, aku hanya milikmu, aku lelaki yang diciptakan untukmu. Jadi jangan pernah berpikir akan ada wanita lain yang bisa memiliki aku, apa lagi mengisi hatiku selain kamu". Aisakha mengakhiri kalimatnya di bibir Nia. Nia terlihat memejamkam matanya, dia tengah menyerap rasa bibir yang seakan menepel sangat pas di bibir tipisnya.


γ€€


Lama Aisakha bertahan dalam kecupan dalamnya, entah kenapa dirinya mulai merasa candu dengan kenikmatan yang di suguhkan bibir pink yang tengah diresapnya. Awalnya, Aisakha hanya ingin memberitahua Nia bahwa dialah pemilik seutuhnya seorang Aisakha. Tetapi, siapa yang sangka. Aisakha mulai memiliki keinginan lebih, dia tidak ingin hanya memberitahu Nia, dia ingin Nia membalas. Aisakha ingin Nia juga membalasnya sebesar keinginan hatinya. Dan akhirnya, Aisakha menjadi lebih berani, dia mulai meminta lebih. Dia meminta Nia membalas bibirnya yang terlihat sangat mendamba.


γ€€


Nia ragu, ini kali kedua dia merasakan bibir kekasihnya itu. Dan ini merupakan pengalaman kedua dirinya tengelam dengan adegan berciuman bibir dengan lelaki yang sama. Tentu saja dia bukan pencium ulung, dia sangat tidak tahu harus apa. Dia tidak memiliki pengetahuan apa lagi pengalaman yang bisa menjadi rekomendasi dirinya saat ini.


γ€€


"Balas aku sayang!" Aisakha melepas sesaat bibirnya dari bibir Nia.


γ€€


Nia hanya bisa terdiam, sungguh dia tidak mengerti harus membalas seperti apa. Dirinya benar-benar bodoh untuk urusan pertautan sepasang bibir. Seumur-umur baru pagi tadi dia merasakan seperti apa arti bibirnya di kecup seorang lelaki dan sekarang di saat kali kedua lelaki yang sama mengulang hal yang sama, bahkan menuntutnya membalas. Dia mulai merasa bodoh, tidak tahu harus seperti apa memberi respon terbaik.


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2