
🌈🌈🌈🌈🌈
“Maaf, aku sudah menyakiti kamu “. Rasa sesal terdalam yang begitu membuat hatinya hancur. Kristo tidak bisa berada di bawah satu atap lagi bersama Resya. Dirinya sudah tidak sanggup lagi menahan luka ini.
“Dan maaf juga Sya, aku sudah lancang mencintai kamu. Padahal kamu tidak suka itu “. Berbalik badan.
Kan, apa aku bilang, kamu sudah mencintai sese....Membatin sambil berpikir.
“Apa, kamu gomong apa tadi ?” Merasa ada yang salah dalam situasi ini.
“Pendengaran kamu gak salah, dan jangan buat aku semakin terpojok dengan penolakan kamu ! Aku pamit “. Berjalan meninggalkan Resya.
“Tunggu “. Resya mengapai tangan Kristo. “Sepertinya, sepertinya kamu dan aku, kita berdua harus meluruskan sesuatu !”
“Apa lagi Sya. Toh kamu sendiri yang bilang tadi kamu sudah tahu semuanya, bahkan kamu sudah nolak aku. Kamu bilang cinta aku ini jahatkan ?” Menatap tajam pada Resya.
“Aku, aku..... !” Bingung sendiri.
“Kamu bahkan menangis Sya “. Kristo memegang pipi Resya. Menghapus sisa air mata di sana.
“Begitu tidak pantaskan aku bagimu Sya ?”
“Aku........”, kehilangan kata-kata.
“Aku sendiri tidak pernah tahu Sya, bagaimana semua ini bisa terjadi ? Aku juga sulit menjelaskannya. Tetapi, entah sejak kapan aku memiliki perasaan ini. Resya ?” mengangkat dagu Resya. “Aku jatuh cinta padamu “.
“Bagaimana bisa Pak ? Bapak dan aku itu. Kita berbeda Pak “. Perasaan Resya campur aduk. Kaget dan senang juga takut dan minder. Semua teraduk rata.
“Lantas, kalau kita beda kita tidak layak bersama ?” Menatap dalam mata Resya. “Dan karena itu kamu nolak saya ? Kamu menangis karena itu ?”
“Aku, aku “. Semakin merasa terpojok.
“Kemarilah !” Kristo membawa Resya kembali ke ruang tamu. Mereka duduk berhadapan di atas karpet.
“Aku cinta kamu Resya Maynarti “. Dengan sepenuh jiwa, Kristo mengutarakan perasaannya. “Aku mohon, lihatlah perasaan suci aku ini pada kamu !”
“Pak “. Menarik nafas dalam.
“Aku, aku sejujurnya juga mencintai Bapak “. Mendengar itu, Kristo begitu kegirangan.
“Tapi, Bapakkan sudah punya seseorang yang spesial. Bapak hanya mau mainkan perasaan aku ajakan ?” Bertanya dengan begitu sedih.
“Maksud kamu apa ?” Bingung.
“Bapak sendiri yang bilang di depan manajer toko perhiasan tadi. Bapak jangan berkilah !” Marah. “Bapak jahat “. Melepaskan tangannya dari genggaman Kristo.
“Apa Bapak tahu gimana hancurnya perasaan aku mendengar semua itu ? Bapak sengajakan bawa aku ke sana supaya aku berhenti berharap. Dan sekarang, setelah Bapak merasa kehilangan mainan penghibur hati, Bapak datang ke sini buat yakitin aku. Bapak jahat !” Berbicara penuh emosi.
__ADS_1
Gadis bodoh. Membatin dengan senyum simpul.
“Apa senyum-senyum ? Senang lihat aku merasa sakit seperti ini ?” Menatang Kristo saking marahnya.
“Ckckckc...Sudah dramanya ?” Melipat kedua tangan di depan dada. “Kalau belum, aku tungguin deh sampe episode berikutnya !”
“Kamuuuuuuuuuu....!!!!!” Berteriak kesal, kedua tangan terkepal, bergerak-gerak kesal di depan Kristo.
“Pake telinganya bagus-bagus ! Dengerin nih aku mau gomong !” Menatap wajah Resya yang nampak masih menahan marah padanya.
“Aku cinta kamu, hanya kamu dan cuma kamu, TITIK ! Sejak kapan ? Aku juga tidak tahu, yang jelas semua yang ada pada diri kamu membuat aku sangat ingin memiliki kamu. Aku sangat ingin melindungi kamu dan membuat kamu bahagia. Semua terasa agak aneh, karena rasanya antara kita tidak saling kenal selama ini, tetapi demi mendapatkan cinta kamu, aku rela melalui keanehan itu “. Kristo diam sesaat, mengamati wajah Resya yang menggambarkan keterkejutan di sana.
“Karena itu, aku berusaha menjadi teman yang baik buat kamu. Aku berharap kamu mau melihat keberadaan aku di sisimu ! Dan 2 bulan ini, aku rasa sudah lebih dari cukup bagi aku untuk menyakikan kamu, karena itu aku ingin mengikat kamu, Resya “. Kristo mengeluarkan kotak cincin cokelat yang tadi di lihat Resya di toko perhiasan.
“Resya Maynarti. Aku sayang padamu, aku tergila-gila padamu, aku jatuh cinta padamu “. Kristo membuka kotak cincin.
“Resya, maukah kamu menjadi milikku selamanya ? Dan mengizinkan aku menjadi milikmu selamanya pula ?” Mendekatkan cincin emas bertahta permata pada Resya.
Resya mengerjapkan mata tidak percaya, semua dugaannya salah. Kristo memang mencintai dirinya. Perasaan mereka sama, rasa cinta mereka sama tulusnya.
“Aku mohon jawablah !” Kristo menyadari Resya hanya diam penuh ketidak percayaan.
“Aku, aku juga sangat mencintai kamu “. Jawab Resya dengan pipi merona malu.
“Benarkah ?” Kristo terperanjat tidak menduga.
“Ya Tuhan “. Refleks memeluk Resya. “Kekasihku, sayangku, cintaku “.
“Iya, aku mencintaimu “. Membalas pelukan Kristo. Menghirup aroma sabun yang melekat di tubuh lelaki itu, tersenyum bahagia bersama cinta di dalam hatinya.
“Pakai cincin ini ya !” Kristo melepaskan pelukan mereka, mengangkat cincin itu kehadapan Resya.
Resya mengangguk, Kristo tidak buang waktu. Segera cincin cantik itu tersemat indah di jari manis Resya.
Kristo mengangkat tangan kanan Resya ke arah bibirnya, mengecup lama jemari yang telah ia pasangi tanda cintanya. Membuat Resya melayang entah kemana, hatinya terlalu bahagia.
***************
“Jam malam di sini sampai jam berapa ?” Kristo masih mengusap rambut Resya. Resya bersandar di lengan kanannya. Angin malam mulai memberi sensasi rasa dingin di kulit karena pintu ruang tamu Resya yang di biarkan terbuka. Hujan telah berhenti, malam kian pasti.
“Jam 11 Pak “. Jawab Resy kemudian.
“Kok masih Bapak sih ?” Protes Kristo.
“Maaf, soalnya sudah kebiasaan “. Resya tertawa pelan.
“Kalau gituh harus di rubah perlahan, biar nanti kamu juga bisa terbiasa !”
__ADS_1
“Iya Kak “. Menjawab dengan sapaan baru.
“Gak sayang saja ?” Lagi-lagi Kristo protes.
“Sayang itu kalau kita sudah nikah “. Memberi sebuah pemberitahuan.
“Ya sudah, aku nginap sini saja, besok pagi kita pasti sudah berubah status jadi suami istri, sayang “. Tersenyum penuh keisengan.
“Enggak boleh. Enggak, enggak, enggak “. Menolak keras.
“Awas kalau kamu sekejam itu sama aku !”
“Iya, aku hanya bercanda Sya “. Menguyel-uyel rambut Resya.
“Sya, minggu depan aku akan kerumah kamu. Aku mau ketemu orang tua kamu !” Menatap jam dinding Resya. Masih ada satu jam kurang sebelum sampai di angka sebelas.
“Maksudnya mau ketemu Papa dan Mama aku, kak ?” Agak tidak percaya.
“Iya “. Menaikkan kedua alis.
“Mau ngapain ?”
“Mau meminta memperkenalkan diri pada calon mertua dong, trus mau minta kamu untuk jadi istri aku “. Yakin dalam berbicara.
“Oooooo “. Resya memganggukkan kepala.
“Ehhh, tunggu dulu !” Mendadak sadar ada yang salah dalam ucapan O nya tadi.
“Kakak mau ngapain tadi ?”
“Mau melamar kamu, kekasihku “. Memegang pipi Resya.
“Hah, lamaran ? Tapi, tapi, kita belum satu jam jadiannya kak. Masa udah lamaran saja ?” Mulai ragu lagi.
“Kenapa harus menunggu jadian kita bertahun-tahun dulu Sya ? Aku sudah sangat yakin sama kamu. Lagi pula, semakin lama kita menunda pernikahan, maka semakin besar peluang lelaki lain merebut kamu dari aku !” Kesal.
“Kak, Kakak ini gomong apa ? Yang mau sama aku itu mana ada, cuma Kakak saja, dan itu juga aku heran kenapa bisa ?” Menggelengkan kepala. “Kakak itu orang hebat, sementara aku orang biasa. Kita itu jauh berbeda kak “.
“Berhenti bilang seperti itu lagi. Kita sama Sya, sama-sama saling mencintai, sama-sama mahluk Tuhan yang saling mengasihi. Aku juga hanya orang biasa andai tuan Aisakha tidak memperkerjakam aku di perusahaannya “.
“Kakak yakin ?” Bertanya sungguh-sungguh.
“Sangat “. Menjawab cepat. “Menikahlah denganku, Sya. Dampingi aku seumur hidupku, dan jadilah ibu dari anak-anakku “. Tersenyum pada Resya.
“Aku kasih kamu waktu satu kali 24 jam buat cerita tentang aku pada orang tuamu. Dan sabtu depan, aku akan ke Bogor bersama orang tuaku. Aku akan melamar kamu Sya “.
Resya membalas senyuman Kristo, anggukan kepala pun diberikannya pada lelaki yang baru beberapa saat tadi menembak dirinya. Dalam sekejab hidup Resya berubah, semua terlalu indah, terlalu menakjubkan hatinya.
__ADS_1
Dalam diam Resya berdoa, semoga Kristo adalah segala pengharapan terbaik Resya untuk melalui bahtera rumah tangga kelak. Resya membalas genggaman tangan Kristo, memandang teduhnya mata indah itu memancarkan aura cinta untuk dirinya. Rasanya Resya sangat bahagia.