Mooneta High School

Mooneta High School
Enter


__ADS_3

 


 


Kini mereka berempat berada di dalam ruang kerja Bibi Ga


Eun. Hanya ada mereka saja di dalam ruangan ini. Karena bisa dibilang jika


pembicaraan mereka kali ini akan cukup bersifat rahasia. Sebelum masuk, Eun Ji


Hae bahkan memastikan terlebih dahulu jika tidak ada seorang pun yang mengikuti


mereka ke sini.


Hanya ada Eun Ji Hae, bersama kedua saksi serta salah satu


teman dekat Shin Nara. Ia memang tidak terlalu berbakat dalam mengungkap sebuah


kasus. Tapi untuk kasus yang kali ini, Eun Ji Hae akan melakukan usaha


semaksimal mungkin. Pasalnya, yang terjadi kali ini bukan sekedar kasus biasa.


Melainkan terjadi percobaan pembunuhan terhadap salah satu siswa di sekolah


ini. Dan yang lebih buruknya lagi adalah, telah jatuh satu orang korban jiwa.


Hal tersebut telah menjadi sebuah indikasi jika saat ini


kondisi mereka sedang tidak baik-baik saja. Tidak memungkinkan lagi rasanya


bagi mereka semua untuk tetap bertahan di tempat seperti ini. Ada terlalu


banyak bahaya yang sedang mengancam. Situasinya sudah tidak aman lagi.

__ADS_1


Satu-satunya cara untuk keluar dari masalah ini adalah


dengan meninggalkan sekolah untuk selamanya. Tidak ada cara atau bahkan pilihan


lain lagi. Mau tidak mau mereka harus tetap melakukannya. Ini demi kebaikan


bersama. Tapi, sampai saat ini mereka bahkan sama sekali belum membuat


keputusan soal hal itu.


Eun Ji Hae duduk di kursi kerja Bibi Ga Eun. Bersikap santai


seolah ruangan ini adalah miliknya. Lagi pula wanita tu tidak akan marah hanya


karena Eun Ji Hae menggunakan ruangannya untuk keperluan penyelidikan.


Sementara itu, ketiga orang lainnya mengambil posis tepat di


depan Eun Ji Hae. Ketiganya duduk dalam satu garis yang sejajar. Hal tersebut


yang kebanyakan orang tahu jika Eun Ji Hae adalah orang yang cukup teliti. Tidak


akan mudah untuk mengelabui gadis ini. Bahkan jika mereka berbohong sekali pun,


Eun Ji Hae tetap akan mengetahui hal tersebut dengan mudah. Jadi jangan pernah


mencoba untuk bermain-main dengannya.


Semua orang mulai terbawa suasana. Raut wajah mereka


terlihat begitu kaku. Bukan hanya itu, bahkan mereka bertiga menjadi gugup


sekarang ini.

__ADS_1


“Baiklah, mari kita mulai,” ujar Eun Ji Hae.


Gadis itu menghela napas panjang untuk menghilangkan semua


beban yang bertumpu pada pundaknya sekarang. Rasanya sudah terlalu banyak hal


yang harus ia tangan hari ini. Ada terlalu banyak tugas dan keputusan yang


harus disegerakan.


Eun Ji Hae melipat kedua tangannya di depan dada. Sorot matanya


berubah menjadi tajam. Auranya cukup mendominasi. Bahkan atmosfir tempat ini mendadak


ikut berubah seketika. Kepribadian Eun Ji Hae memang cukup mengintimidasi


setiap orang yang berada di sekitarnya.


Mereka semua mengakui hal tersebut. Fakta yang satu itu


memang tidak bisa dipungkiri sama sekali. Semua orang setuju dengannya.


“Katakan saja semuanya dengan jujur. Jangan mempersulit masalah


ini. Aku tidak ingin berurusan dengan kalian terlalu lama,” papar gadis itu


sebelum memulai proses interogasi.


“Dan yang terpenting, jangan mencoba untuk mempersulit


pekerjaanku. Ada banyak hal yang harus ku kerjakan. Jadi jangan pernah mencoba


untuk memancing emosiku,” lanjutnya.

__ADS_1


“Ku harap kalian semua bisa diajak untuk bekerja sama secara


sportif,” tukas Eun Ji Hae.


__ADS_2