
Kini mereka berempat berada di dalam ruang kerja Bibi Ga
Eun. Hanya ada mereka saja di dalam ruangan ini. Karena bisa dibilang jika
pembicaraan mereka kali ini akan cukup bersifat rahasia. Sebelum masuk, Eun Ji
Hae bahkan memastikan terlebih dahulu jika tidak ada seorang pun yang mengikuti
mereka ke sini.
Hanya ada Eun Ji Hae, bersama kedua saksi serta salah satu
teman dekat Shin Nara. Ia memang tidak terlalu berbakat dalam mengungkap sebuah
kasus. Tapi untuk kasus yang kali ini, Eun Ji Hae akan melakukan usaha
semaksimal mungkin. Pasalnya, yang terjadi kali ini bukan sekedar kasus biasa.
Melainkan terjadi percobaan pembunuhan terhadap salah satu siswa di sekolah
ini. Dan yang lebih buruknya lagi adalah, telah jatuh satu orang korban jiwa.
Hal tersebut telah menjadi sebuah indikasi jika saat ini
kondisi mereka sedang tidak baik-baik saja. Tidak memungkinkan lagi rasanya
bagi mereka semua untuk tetap bertahan di tempat seperti ini. Ada terlalu
banyak bahaya yang sedang mengancam. Situasinya sudah tidak aman lagi.
__ADS_1
Satu-satunya cara untuk keluar dari masalah ini adalah
dengan meninggalkan sekolah untuk selamanya. Tidak ada cara atau bahkan pilihan
lain lagi. Mau tidak mau mereka harus tetap melakukannya. Ini demi kebaikan
bersama. Tapi, sampai saat ini mereka bahkan sama sekali belum membuat
keputusan soal hal itu.
Eun Ji Hae duduk di kursi kerja Bibi Ga Eun. Bersikap santai
seolah ruangan ini adalah miliknya. Lagi pula wanita tu tidak akan marah hanya
karena Eun Ji Hae menggunakan ruangannya untuk keperluan penyelidikan.
Sementara itu, ketiga orang lainnya mengambil posis tepat di
depan Eun Ji Hae. Ketiganya duduk dalam satu garis yang sejajar. Hal tersebut
yang kebanyakan orang tahu jika Eun Ji Hae adalah orang yang cukup teliti. Tidak
akan mudah untuk mengelabui gadis ini. Bahkan jika mereka berbohong sekali pun,
Eun Ji Hae tetap akan mengetahui hal tersebut dengan mudah. Jadi jangan pernah
mencoba untuk bermain-main dengannya.
Semua orang mulai terbawa suasana. Raut wajah mereka
terlihat begitu kaku. Bukan hanya itu, bahkan mereka bertiga menjadi gugup
sekarang ini.
__ADS_1
“Baiklah, mari kita mulai,” ujar Eun Ji Hae.
Gadis itu menghela napas panjang untuk menghilangkan semua
beban yang bertumpu pada pundaknya sekarang. Rasanya sudah terlalu banyak hal
yang harus ia tangan hari ini. Ada terlalu banyak tugas dan keputusan yang
harus disegerakan.
Eun Ji Hae melipat kedua tangannya di depan dada. Sorot matanya
berubah menjadi tajam. Auranya cukup mendominasi. Bahkan atmosfir tempat ini mendadak
ikut berubah seketika. Kepribadian Eun Ji Hae memang cukup mengintimidasi
setiap orang yang berada di sekitarnya.
Mereka semua mengakui hal tersebut. Fakta yang satu itu
memang tidak bisa dipungkiri sama sekali. Semua orang setuju dengannya.
“Katakan saja semuanya dengan jujur. Jangan mempersulit masalah
ini. Aku tidak ingin berurusan dengan kalian terlalu lama,” papar gadis itu
sebelum memulai proses interogasi.
“Dan yang terpenting, jangan mencoba untuk mempersulit
pekerjaanku. Ada banyak hal yang harus ku kerjakan. Jadi jangan pernah mencoba
untuk memancing emosiku,” lanjutnya.
__ADS_1
“Ku harap kalian semua bisa diajak untuk bekerja sama secara
sportif,” tukas Eun Ji Hae.