
Untuk beberpa saat, mereka hanya saling bertatapan tanpa ada satupun dari mereka yang mengambil tindakan. Hingga pada akhirnya si pangeran vampir ini menyadari jika ada sesuatu yang salah.
“Apa kau memerlukan bantuanku?” tanya Chanwo sambil mengulurkan salah satu tangannya.
“Kenapa tidak dari tadi!” bentak gadis itu geram.
Nhea segera bangkit dengan sedikit bantuan dari pria misterius sekaligus aneh yang ia jumpai tadi siang juga. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, pria itu selalu muncul secara tiba-tiba di tempat yang sama, yaitu kamar gadis ini.
__ADS_1
“Jadi kau lagi?” tanya Nhea sambil mengumpulkan kembali bukunya yang berserakan di lantai.
“Bagaimana kabarmu? Apa sudah merasa baikan?” ucap Chanwo yang malah bertanya balik.
“Kenapa kau terus mengikutiku? Jika kau memang penyusup, masuk saja dan cari apa yang kau mau. Aku tak akan melaporkanmu kepada siapapun, meski aku telah mengetahui jika ada seorang penyusup yang berkeliaran di sini,” jelas Nhea dengan panjang lebar.
“Jika kau tertangkap karena kecerobohanmu sendiri, maka itu adalah sebuah pengecualian. Lagipula aku tak perlu khawatir jika ada seorang penyusup sepertimu yang menerobos masuk ke sini. Bangunan ini sudah terlalu tua dan kuno, tempat ini sama sekali tak memiliki barang yang berharga,” lanjutnya dengan mulut yang masih tetap mengoceh.
__ADS_1
Chanwo hanya menatap punggung gadis itu yang perlahan menjauh darinya dan meninggalkan dirinya dengan langkah yang sudah tertinggal cukup banyak. Ia sama sekali tak habis pikir bagaimana bisa ia kepikiran untuk menolong seorang gadis seperti Nhea. Jujur saja ternyata Nhea jauh lebih buruk dari apa yang pernah ia kira sebelumnya.
Menurutnya Nhea adalah orang yang terlalu banyak bicara, galak dan tertutup terhadap orang asing. Berbeda dengan kakak angkatnya Eun Ji Hae yang terlihat jauh lebih anggun dan menawan. Gadis yang satu itu tahu betul bagaimana caranya bersikap dan memposisikan dirinya. Jika ditinjau kembali, kelihatannya Eun Ji Hae jauh lebih unggul beberapa poin dari Nhea.
“Dasar! Dua gadis itu benar-benar telah membuatku pusing!” gumam Chanwo sambil tersenyum miring.
Tiba-tiba saja pria itu mulai teringat dengan keadaan kerajaannya serta bangsanya yang ia pimpin selama ini. Padahal baru sebentar saja ia meninggalkan tempat itu, tapi rasanya Chanwo mulai sedikit cemas dengan keadaan di sana. Ia tak yakin jika adik semata wayangnya itu dan Hwang Ji Na bisa menangani semuanya. Chanwo memang tak bisa meragukan kemampuan mereka berdua lagi. Namun, entah hal apa yang membuatnya menjadi begitu khawatir.
__ADS_1
Kini pria itu mulai dirundung rasa gusar dan gelisah. Antara kembali ke kerajaan yang menjadi tempat paling aman baginya, atau tetap berada di sini untuk mengawasi kedua gadis itu. DNA kaum kegelapan yang dimiliki Nhea kini semakin pekat dan mendominasi di dalam tubuhnya. Sejak pertama kali Chanwo mulai menyuntikkan cairan menjijikkan itu ke tubuh gadis ini, saat itu pula semua reaksi kimianya akan mulai bekerja.
Perlahan namun pasti, akan selalu terjadi perubahan pada tubuh Nhea dengan ia sadari atau tidak. Hanya ini satu-satunya cara yang bisa membuat gadis itu untuk tetap bertahan hidup. Meskipun Chanwo sendiri tak tahu apakah setelah semuanya terbongkar, Nhea akan bisa beradaptasi dengan jiwanya yang baru atau malah sebaliknya.