
Pada akhirnya Nhea berhasil keluar dari sana dengan bantuan Oliver. Mereka melakukan kerja sama tim yang cukup baik untuk yang kesekian kalinya. Ternyata tadi Olvier pergi ke gudang untuk mengambil sapu terbang. Kenapa ia tidak kepikiran hal tersebut sama sekali sejak tadi.
Andai ia bergerak lebih cepat, maka Nhea tidak perlu menunggu terlalu lama di atas sana. Akan jauh lebih baik lagi jika mereka tidak perlu bersusah payah keluar dari gedung dengan hati-hati. Untuk pertama kalinya Nhea mengendap-endap seperti ini di dalam gedung utama. Padahal, itu juga rumahnya. Nhea bebas untuk melakukan apa saja di sana. Tidak akan ada yang melarangnya.
Begitu berhasil turun dari lantai tiga gedung utama, kedua gadis tersebut tidak langsung kembali ke asramanya. Melainkan menghabiskan waktu terlebih dahulu di taman. Suasana barusan terasa cukup menegangkan. Sehingga tempo detak jantung mereka meningkat secara perlahan. Hal tersebut berhasil membuat Nhea dan Oliver jadi tidak mengantuk. Mereka berhasil kehilangan rasa kantuk tersebut dalam sekejap.
“Sepertinya lain kali kita perlu tepat waktu dalam mengantar daftar hadir, agar tidak begini jadinya,” ujar Nhea sambil menyugar rambutnya.
Entah kenapa ia merasa gerah di tengah malam seperti ini. Mungkin karena adrenalinnya merasa terpacu tadi. Detak jantungnya juga meningkat naik. Hal tersebut pasti membuat suhu tubuhnya ikut naik secara tidak langsung.
Mungkin perlu beberapa saat bagi tubuhnya untuk beradaptasi dengan situasi terbaru. Ia perlu jeda untuk kembali seperti semula. Nhea sama sekali tidak mempermasalahkan jika malam ini harus kembali terjaga sampai pagi. Lagipula tidak ada jadwal bertanding hari ini. Timnya sudah menyelesaikan pertandingan mereka kemarin. Beruntung Nhea dan timnya mendapatkan urutan awal. Bukankah semakin cepat akan semakin baik pula?
Besok hanya beberapa tim yang tersisa. Mereka baru akan menyelesaikan pertandingannya besok. Tepat sebelum pengumuman siapa saja yang akan lolos menuju babak final. Di antara sekian banyak tim yang akan bertanding besok, Nhea dan Oliver sama sekali tidak termasuk di dalamnya.
“Ini pasti sudah lewat tengah malam,” tebak Nhea.
“Tentu saja!” balas Oliver.
Gadis itu tampak begitu yakin dengan jawabannya barusan.
“Memangnya sudah berapa banyak waktu yang kuhabiskan di dalam sana?” gumam Nhea.
“Coba pikirkan saja sendiri!” jawab Oliver dengan ketus.
__ADS_1
Padahal di awalnya ia sama skeali tidak berniat untuk mendengar jawaban dari gadis itu. Nhea hanya sedang melemparkan pertanyaan kepada dirinya sendiri. Bukan kepada Oliver. Jadi, ia sama sekali tidak mengharapkan jawaban seperti apa pun di awalnya.
Dari sini saja Nhea sudah bisa menebak jika diam-diam Oliver sedang menaruh rasa kesal terhadap gadis itu. Nhea tidak bisa mengelak. Dia memang bersalah di sini. Tapi, Nhea sungguh sama sekali tidak memiliki niat untuk membuat mereka berdua terjebak dalam kesulitan. Sejak awal, ia sama sekali tidak pernah menyangka jika akan seperti ini pada akhirnya.
“Maafkan aku,” ucap Nhea secara tiba-tiba.
Tampaknya kali ini ia sungguh tulus dalam mengatakannya. Tidak ada paksaan sama sekali. Mungkin ekspresinya bisa berbohong. Tapi, sorot matanya tidak pernah menipu.
Atmosfer di antara mereka berdua berubah drastis. Entah kenapa mendadak Oliver merasa canggung. Padahal ia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Berhadapan dengan Nhea adalah sesuatu yang biasa. Lantas, kenapa ia masih bisa-bisanya merasa gugup seperti ini.
“Tidak usah terlalu dipikirkan,” ucap Oliver dengan ragu.
“Itu bukan apa-apa,” katanya kemudian.
Nhea sama sekali tidak berniat untuk membalas perkataan gadis itu barusan. Semuanya sudah cukup jelas. Sehingga tidak ada yang perlu diperjelas lagi olehnya.
Nhea menarik napas dalam-dalam. Mengisi paru-parunya dengan pasokan oksigen. Udara malam ternyata terasa jauh lebih menyegarkan dari apa yang pernah ia bayangkan sebelumnya. Cukup menenangkan rasanya. Kepala gadis ini ikut mendingin juga jadinya.
“Apa pusat kota masih sama ramainya dengan siang hari?” gumam Nhea.
Ia benar-benar penasaran kali ini. Entah bagaimana suasana di pusat kota sekarang. Sepertinya berkeliling kota di tengah malam adalah pilihan terbaik. Daripada harus berjalan di bawah teriknya sinar matahari.
Sekarang Nhea sama sekali sudah tidak memikirkan tentang rasa kantuknya. Tidak masalah jika ia benar-benar akan tetap terjaga sampai pagi tiba. Untuk saat ini yang ada di dalam pikirannya hanyalah ketenangan. Nhea belum pernah merasakan pengalaman serupa. Ini adalah pertama kali baginya mencapai titik paling tenang.
__ADS_1
Nhea tidak akan membiarkan siapa pun merusak momen tersebut. Pasalnya, tidak setiap hari ia bisa merasakan hal serupa. Ternyata benar apa kata orang. Di balik setiap hal buruk, pasti ada hal baik yang terselip. Mereka menyebutnya sebagai hikmah.
Jika bukan karena terjebak di ruangan penyimpanan, Nhea mungkin sekarang tidak akan berada di sini. Pada dasarnya, beberapa rintangan memang sengaja dibuat untuk mendapatkan hal yang lebih. Nhea dan Oliver berhak untuk mendapatkannya.
“Sepertinya kita akan tetap berada di sini untuk beberapa saat ke depan,” ujar Oliver sembari menyandarkan tubuhnya di kursi taman.
Nhea yang mendengar kalimat tersebut lantas menoleh sambil berkata, “Tidak masalah jika kau ingin kembali ke kamar asrama lebih dulu.”
“Nanti aku akan menyusul,” lanjutnya.
Setelah menuntaskan kalimatnya, Nhea segera mengalihkan pandangannya kembali.
Pemandangan langit malam ini sukses untuk memanjakan matanya. Dapat disimpulkan jika Nhea mulai merasa kecanduan. Sepertinya ia tidak akan beranjak dari tempat ini sampai matahari keluar dari sangkarnya.
“Siapa bilang jika aku akan kembali ke kamar asrama lebih dulu?” tepis Oliver.
“Kita akan kembali bersama-sama nanti,”
lanjutnya.
“Sudah kukatakan sejak awal jika kau akan selallu berada di bawah pengawasanku mulai hari ini. Anak ceroboh sepertimu tidak bisa dibiarkan berkeliaran sendiri,” celoteh Oliver dengan panjang lebar.
Nhea mendengus sebal, sebab dirinya disebut sebagai anak yang ceroboh. Padahal ia tidak selalu begitu. Nhea memang mengakui jika dirinya sempat melakukan beberapa kesalahan. Tapi, semua itu tidak disengaja sama sekali.
__ADS_1
Gadis itu memutar pandangannya dengan malas. Mendadak suasana hatinya berubah. Tapi, hal tersebut sama sekali tidak berari banyak baginya. Langit malam tetap menjadi sorotan utama kali ini. Perhatiannya masih tidak bisa teralihkan dari yang satu itu.
Tak ingin ambil pusing soal hal tersebut, Nhea kembali melanjutkan kegiatannya untuk menikmati suasana malam. Ia harus memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, tidak setiap hari ia bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Orang bilang, kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali. Jadi, jangan pernah melewatkannya dengan begitu saja.