Mooneta High School

Mooneta High School
2nd Round


__ADS_3

Sejauh ini belum ada yang menyerang sama sekali. Mereka


masih saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain. Entah untuk memperingati


lawan atau untuk menindas lawan. Bicara soal intimidasi, anak-anak dari akademi


sihir Mooneta bisa melakukannya dengan jauh lebih baik.


‘SYUT!!!’


Secara tidak terduga, sebuah anak panah melesat ke arah


Nhea. Membuat gadis itu kelabakan. Ia bahkan menyerang tanpa peringatan sama


sekali. Sepertinya mereka harus segera memulai pertandingannya. Membakar api


semangat yang berada di dalam diri merkea masing-masing dengan cara apa pun


itu.


Beruntung bidikannya tidak benar-benar mengenai sasaran.


Hanya jarak beberapa centi lagi saja ia berhasil mengenai pergelangan tangan


gadis itu. Nhea berada pada satu langkah lebih dekat menuju maut pada saat


pertandingan berlangsung.


“Tim!” sorak kapten.


Sepertinya semua orang sudah tahu apa artinya. Beberapa saat


sebelum pertandingan dimulai, mereka sudah melakukan berbagai macam persiapan.


Termasuk soal komando.


Seluruh anggota tim mengalihkan padangannya ke arah pria


itu. Namun, hanya sekilas saja. Kemudian mereka buru-buru memfokuskan lagi


pandangannya ke arah lawan. Mereka tidak boleh memberikan celah sedikit pun


kepada lawan. Dengan kata lain, tim ini tidak boleh lengah.


Setelah menerima perintah, mereka buru-buru terbang naik ke


atas. Tanpa aba-aba sama sekali, mereka melesatkan masing-masing anak panahnya


tepat ke arah sasaran. Tidak ada yang meleset. Wajar saja jika mereka kerap dianggap


sebagai pembidik mata elang. Titiknya sungguh akurat meski mereka membidik dari


kejauhan sekali pun.


Sebagian besar dari tim lawan berjatuhan ke permukaan tanah.


Bukan karena terluka. Tidak sama sekali. Mereka hanya kehilangan keseimbangan


akibat kaget karena mendapatkan serangan tak terduga seperti ini. Mungkin lain


kali mereka perlu lebih waspada dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.


Bisa dipastikan jika tidak akan ada yang terluka dalam


serangan pertama dari tim akademi sihir Mooneta. Mereka tahu betul mana titik


fatalnya. Jelas mereka tidak akan melakukan hhal konyol seperti itu. Tidak


masuk akal saja. Kecuali jika memang mereka benar ingin mencari masalah dengan


orang lain.

__ADS_1


“Kerja yang bagus!” desis sang kapten.


Mungkin anggota lain tidak bisa mendengarnya. Tapi, berbeda


dengan Nhea. Gadis itu berada tepat di sampingnya saat ini. Sehingga ia bisa


mendengar suara sekecil apa pun yang keluar dari dalam mulutnya. Tidak peduli


sedang seberisik apa kondisi di sana pada saat ini.


Rencana selanjutnya adalah menghindari serangan lawan.


Jangan menyerang balik. Ulur waktu pertandingan. Buat mereka merasa kesal dan


kehabisan energi. Serang balik ketika mereka mulai tampak kehilangan


semangatnya. Waktu akhir menjelang penghujung pertandingan adalah waktu yang


tepat untuk menyerang balik. Dengan memanfaatkan situasi seperti ini.


Kerja sama tim adalah salah satu hal paling dasar yang harus


mereka miliki sebagai pondasi. Tanpa kerja sama, usaha mereka selama ini tidak


akan berbuah apa-apa. Kecuali jika memang takdir sudah bersi keras sejak awal.


Kemampuan personal adalah urusan nomer dua. Ketepatan dan


kecepatan adalah urusan nomer kesekian. Sebuah tim memang dibentuk atas


beberapa komponen penting di dalamnya. Kita tidak bisa melupakan salah satunya.


Atau jika tidak maka semuanya akan sia-sia. Hancur berantakan. Sama seperti


sebuah aksi tanpa rencana yang tersusun rapih. Tidak ada artinya sama sekali.


Mereka akan saling membutuhkan satu sama lain. Tidak peduli


sekecil apa peran mereka dalam tim. Pada akhirnya, setiap orang pasti akan


secercah harapan dari semesta.


***


Semuanya berjalan sesuai dengan dugaan. Lagi-lagi akademi


sihir Mooneta bisa jauh lebih unggul dari pada akademi yang lainnya. Anak-anak


ini berhasil menciptakan kerja sama tim yang bagus. Mereka membuat tipuan kecil


di awal. Sedikit manipulative untuk mengalihkan perhatian tim lawan. Setidaknya


mereka tidak akan mendapatkan pelanggaran atau bahkan dikeluarkan hanya karena


melakukan salah satu trik yang sudah terdapat di dalam rencana. Lagipula mereka


tindakan mereka yang satu ini tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran.


Tepat setelah tim panahan selesai bertanding, mereka


melaksanakan istirahat secara umum. Memberikan jeda selama kurang lebih tiga


puluh menit kepada setiap orang, sebelum pada akhirnya perlombaannya kembali


dilanjutkan.


Peserta bukan menjadi satu-satunya orang yang merasa paling


kelelahan di sini. Melainkan pihak penyelenggara juga merasakan hal yang sama. Beban


mereka tidak jauh berbeda. Bukankan setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing?

__ADS_1


Tidak sembarang hal bisa dipukul rata seperti itu. Ringkasnya, tidak semua


orang sama. Baik dari segi kemampuan sampai hal biasa yang paling kecil sekali


pun.


Selesai bertanding, Nhea dan timnya langsung menuju ke


belakang panggung untuk menghampiri pelatih mereka. Entah komentar macam apa


lagi yang akan keluar dari mulutnya kali ini. Pasalnya, setiap hal yang mereka


lakukan rasanya selalu salah saja di mata pelatih. Wanita itu bahkan belum


perna memberikan pujian sama sekali kepada timnya. Padahal kerja keras mereka


sudah terbukti dengan lolos di seleksi babak pertama.


Itu bukan apa-apa. Pencapaian kecil tidak pantas untuk


mendapatkan pujian. Kau akan terlalu cepat merasa puas dan bangga. Terkadang hal


seperti itu lah yang bisa menghancurkan hidupmu secara diam-diam.


Mungkin itu pula sebabnya kenapa kebanyakan dari mereka


tidak pernah mendapatkan pujian dari pencapaiannya. Tidak peduli seberapa keras


usaha yang telah dilakukan. Proses bukan sesuatu yang perlu diperhatikan. Karena


pada akhirnya, hasil selalu menjadi sorotan.


Orang-orang tidak akan peduli seperti apa perjuanganmu. Mereka


bahkan tidak ingin tahu sama sekali. Tertarik saja tidak. Alih-alih


mendengarkan cerita soal prosesmu mencapai sesuatu, mereka jauh lebih suka jika


kau menceritakan soal pencapaian apa saja yang sudah kau lakukan sejauh ini. Tapi,


di sisi lain itu belum tentu mereka akan memberikanmu pujian.


“Kalian telah melakukan kerja bagus untuk hari ini!” puji


pelatih untuk yang pertama kalinya.


Kedua sudut bibir Nhea terangkat. Sehingga membentuk


senyuman tipis yang amat jarang ia tampakkan. Pada akhirnya, ia mendengar


kalimat tersebut untuk yang pertama kalinya. Untuk pertama kalinya pula ia


mulai percaya pada sebuah pepatah lama.


“Hasil tidak akan


pernah mengkhianati usaha.”


Jalan pikirnya berubah cepat. Kejadian hari ini berhasil


mematahkan ratusan asumsi di dalam otaknya. Gadis itu baru menyadari jika


sebuah hal bisa berubah dalam waktu yang begitu cepat. Tidak ada yang pernah


bisa memprediksinya. Mungkin, itu sebabnya kenapa orang-orang berkata jika


manusia tidak bisa menentukan apa pun yang akan terjadi di masa depan. Sebab,


ada banyak hal yang berubah dalam waktu singkat. Tidak perlu dijelaskan apa-apa


saja. Terlalu banyak jika dijelaskan secara satu-persatu.

__ADS_1


“Apa semesta selalu tentang berubah?” batinnya dalam hati


sambil tersenyum tipis.


__ADS_2