
Sejauh ini belum ada yang menyerang sama sekali. Mereka
masih saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain. Entah untuk memperingati
lawan atau untuk menindas lawan. Bicara soal intimidasi, anak-anak dari akademi
sihir Mooneta bisa melakukannya dengan jauh lebih baik.
‘SYUT!!!’
Secara tidak terduga, sebuah anak panah melesat ke arah
Nhea. Membuat gadis itu kelabakan. Ia bahkan menyerang tanpa peringatan sama
sekali. Sepertinya mereka harus segera memulai pertandingannya. Membakar api
semangat yang berada di dalam diri merkea masing-masing dengan cara apa pun
itu.
Beruntung bidikannya tidak benar-benar mengenai sasaran.
Hanya jarak beberapa centi lagi saja ia berhasil mengenai pergelangan tangan
gadis itu. Nhea berada pada satu langkah lebih dekat menuju maut pada saat
pertandingan berlangsung.
“Tim!” sorak kapten.
Sepertinya semua orang sudah tahu apa artinya. Beberapa saat
sebelum pertandingan dimulai, mereka sudah melakukan berbagai macam persiapan.
Termasuk soal komando.
Seluruh anggota tim mengalihkan padangannya ke arah pria
itu. Namun, hanya sekilas saja. Kemudian mereka buru-buru memfokuskan lagi
pandangannya ke arah lawan. Mereka tidak boleh memberikan celah sedikit pun
kepada lawan. Dengan kata lain, tim ini tidak boleh lengah.
Setelah menerima perintah, mereka buru-buru terbang naik ke
atas. Tanpa aba-aba sama sekali, mereka melesatkan masing-masing anak panahnya
tepat ke arah sasaran. Tidak ada yang meleset. Wajar saja jika mereka kerap dianggap
sebagai pembidik mata elang. Titiknya sungguh akurat meski mereka membidik dari
kejauhan sekali pun.
Sebagian besar dari tim lawan berjatuhan ke permukaan tanah.
Bukan karena terluka. Tidak sama sekali. Mereka hanya kehilangan keseimbangan
akibat kaget karena mendapatkan serangan tak terduga seperti ini. Mungkin lain
kali mereka perlu lebih waspada dan peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Bisa dipastikan jika tidak akan ada yang terluka dalam
serangan pertama dari tim akademi sihir Mooneta. Mereka tahu betul mana titik
fatalnya. Jelas mereka tidak akan melakukan hhal konyol seperti itu. Tidak
masuk akal saja. Kecuali jika memang mereka benar ingin mencari masalah dengan
orang lain.
__ADS_1
“Kerja yang bagus!” desis sang kapten.
Mungkin anggota lain tidak bisa mendengarnya. Tapi, berbeda
dengan Nhea. Gadis itu berada tepat di sampingnya saat ini. Sehingga ia bisa
mendengar suara sekecil apa pun yang keluar dari dalam mulutnya. Tidak peduli
sedang seberisik apa kondisi di sana pada saat ini.
Rencana selanjutnya adalah menghindari serangan lawan.
Jangan menyerang balik. Ulur waktu pertandingan. Buat mereka merasa kesal dan
kehabisan energi. Serang balik ketika mereka mulai tampak kehilangan
semangatnya. Waktu akhir menjelang penghujung pertandingan adalah waktu yang
tepat untuk menyerang balik. Dengan memanfaatkan situasi seperti ini.
Kerja sama tim adalah salah satu hal paling dasar yang harus
mereka miliki sebagai pondasi. Tanpa kerja sama, usaha mereka selama ini tidak
akan berbuah apa-apa. Kecuali jika memang takdir sudah bersi keras sejak awal.
Kemampuan personal adalah urusan nomer dua. Ketepatan dan
kecepatan adalah urusan nomer kesekian. Sebuah tim memang dibentuk atas
beberapa komponen penting di dalamnya. Kita tidak bisa melupakan salah satunya.
Atau jika tidak maka semuanya akan sia-sia. Hancur berantakan. Sama seperti
sebuah aksi tanpa rencana yang tersusun rapih. Tidak ada artinya sama sekali.
Mereka akan saling membutuhkan satu sama lain. Tidak peduli
sekecil apa peran mereka dalam tim. Pada akhirnya, setiap orang pasti akan
secercah harapan dari semesta.
***
Semuanya berjalan sesuai dengan dugaan. Lagi-lagi akademi
sihir Mooneta bisa jauh lebih unggul dari pada akademi yang lainnya. Anak-anak
ini berhasil menciptakan kerja sama tim yang bagus. Mereka membuat tipuan kecil
di awal. Sedikit manipulative untuk mengalihkan perhatian tim lawan. Setidaknya
mereka tidak akan mendapatkan pelanggaran atau bahkan dikeluarkan hanya karena
melakukan salah satu trik yang sudah terdapat di dalam rencana. Lagipula mereka
tindakan mereka yang satu ini tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran.
Tepat setelah tim panahan selesai bertanding, mereka
melaksanakan istirahat secara umum. Memberikan jeda selama kurang lebih tiga
puluh menit kepada setiap orang, sebelum pada akhirnya perlombaannya kembali
dilanjutkan.
Peserta bukan menjadi satu-satunya orang yang merasa paling
kelelahan di sini. Melainkan pihak penyelenggara juga merasakan hal yang sama. Beban
mereka tidak jauh berbeda. Bukankan setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing?
__ADS_1
Tidak sembarang hal bisa dipukul rata seperti itu. Ringkasnya, tidak semua
orang sama. Baik dari segi kemampuan sampai hal biasa yang paling kecil sekali
pun.
Selesai bertanding, Nhea dan timnya langsung menuju ke
belakang panggung untuk menghampiri pelatih mereka. Entah komentar macam apa
lagi yang akan keluar dari mulutnya kali ini. Pasalnya, setiap hal yang mereka
lakukan rasanya selalu salah saja di mata pelatih. Wanita itu bahkan belum
perna memberikan pujian sama sekali kepada timnya. Padahal kerja keras mereka
sudah terbukti dengan lolos di seleksi babak pertama.
Itu bukan apa-apa. Pencapaian kecil tidak pantas untuk
mendapatkan pujian. Kau akan terlalu cepat merasa puas dan bangga. Terkadang hal
seperti itu lah yang bisa menghancurkan hidupmu secara diam-diam.
Mungkin itu pula sebabnya kenapa kebanyakan dari mereka
tidak pernah mendapatkan pujian dari pencapaiannya. Tidak peduli seberapa keras
usaha yang telah dilakukan. Proses bukan sesuatu yang perlu diperhatikan. Karena
pada akhirnya, hasil selalu menjadi sorotan.
Orang-orang tidak akan peduli seperti apa perjuanganmu. Mereka
bahkan tidak ingin tahu sama sekali. Tertarik saja tidak. Alih-alih
mendengarkan cerita soal prosesmu mencapai sesuatu, mereka jauh lebih suka jika
kau menceritakan soal pencapaian apa saja yang sudah kau lakukan sejauh ini. Tapi,
di sisi lain itu belum tentu mereka akan memberikanmu pujian.
“Kalian telah melakukan kerja bagus untuk hari ini!” puji
pelatih untuk yang pertama kalinya.
Kedua sudut bibir Nhea terangkat. Sehingga membentuk
senyuman tipis yang amat jarang ia tampakkan. Pada akhirnya, ia mendengar
kalimat tersebut untuk yang pertama kalinya. Untuk pertama kalinya pula ia
mulai percaya pada sebuah pepatah lama.
“Hasil tidak akan
pernah mengkhianati usaha.”
Jalan pikirnya berubah cepat. Kejadian hari ini berhasil
mematahkan ratusan asumsi di dalam otaknya. Gadis itu baru menyadari jika
sebuah hal bisa berubah dalam waktu yang begitu cepat. Tidak ada yang pernah
bisa memprediksinya. Mungkin, itu sebabnya kenapa orang-orang berkata jika
manusia tidak bisa menentukan apa pun yang akan terjadi di masa depan. Sebab,
ada banyak hal yang berubah dalam waktu singkat. Tidak perlu dijelaskan apa-apa
saja. Terlalu banyak jika dijelaskan secara satu-persatu.
__ADS_1
“Apa semesta selalu tentang berubah?” batinnya dalam hati
sambil tersenyum tipis.