Mooneta High School

Mooneta High School
Can't


__ADS_3

Seharusnya sekarang para siswa


sudah terlelap. Terbuai dengan bunga-bunga mimpinya. Tapi, tidak dengan Nhea.


Malah terjadi kebalikannya kepada gadis yang satu itu. Ya, benar. Dia malah


masih terjaga. Padahal sekarang jarum jam hampir menyentuh pukul tiga pagi.


Kalian salah besar jika


mengiranya tidak bisa tidur sama sekali sejak tengah malam tadi. Justru, Nhea


merasa jika dirinya adalah orang yang paling nyenyak tidurnya. Ia baru


terbangun beberapa saat yang lalu. Entah kenapa. Sepertinya tidak semua hal


yang terjadi di dunia ini harus didasari oleh sebuah alasan. Karena, terkadang


memang ada kondisi tertentu yang tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata saja.


Beberapa hari belakangan ini


tampaknya dia memang sedang mengalami gangguan tidur. Berbeda dengan Eun Ji Hae


yang jam tidurnya berantakan karena disengaja oleh kesibukannya. Entah ini


memang suatu ikatan batin antara adik dan kakak atau hanya kebetulan saja.


Nhea lantas bangkit dari posisinya


hingga menghadap ke arah jendela. Kemudian membuang pandangannya keluar jendela


kaca. Menara pengawas adalah salah satu objek yang bisa ia tangkap dari


ketinggian di lantai tiga. Tidak ada lagi yang tersisa di malam hari seperti


ini kecuali gulita yang memeluk setiap insan dari berbagai penjuru.


Sekarang bukan malam hari lagi


sebenarnya. Bahkan sudah lewat dari tengah malam. Sudah memasuki dini hari


lebih tepatnya.  Tidak ada siapa pun yang


masih melakukan kegiatan pada jam segini. Sebagian besar dari mereka sudah terlelap.


Terjebak bersama bunga-bunga tidur di dalam alam bawah sadarnya masing-masing.


Sepertinya Nhea adalah satu-satunya orang yang masih terjaga pada jam segini.


Bahkan Eun Ji Hae saja sudah terlelap sejak beberapa jam yang lalu.


Kesepian merengkuhnya dari jauh. Suasana


sunyi yang menjelma menjadi mencekam perlahan mulai mencekiknya. Sangking


sepinya, Nhea bahkan bisa mendengar deruan napasnya sendiri. Namun, gadis itu


sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Entah apa yang ada di dalam


pikirannya. Sangat sulit baginya akhir-akhir ini untuk mengontrol isi kepalanya


sendiri. Jiwanya lebih sering berkelana daripada menetap di dalam raganya.


Hantu atau hal lain semacamnya


sama sekali bukan sesuatu yang bisa mengusiknya saat ini. Nhea jauh lebih fokus


kepada isi pikirannya yang tidak jelas. Bahkan gadis itu sudah tidak


mempedulikan apa yang terjadi di sekitarnya saat ini.

__ADS_1


Setelah selesai bergulat dengan


isi kepalanya sendiri, pada akhirnya Nhea memilih untuk berdamai dengan


dirinya. Tidak ada jalan lain yang bisa ia andalkan pasalnya. Gadis itu


menghela napasnya dengan kasar. Menyadari tidak ada yang bisa ia temui di sini,


gadis itu beralih menuju jendela. Dia sama sekali tidak ingin pergi tidur untuk


saat ini. Rasa kantuk sudah tidak lagi berada padanya.


Ia lebih memilih untuk


menghabiskan waktu dengan duduk di depan jendela. Melemparkan pandangannya ke


luar ruangan. Mengamati satu-persatu objek yang berhasil ia tangkap pada saat


itu. Matanya memandang sampai ke batas cakrawala.


Untuk yang kesekian kalinya Nhea


kembali menghela napasnya. Tidak ada alasan tertentu. Bernapas adalah hal


paling umum yang akan dilakukan oleh semua orang. Jadi, tidak perlu ada


penjelasan lebih lagi. Semua orang pasti tahu jelas apa alasan orang lain


melakukan hal tersebut.


“Kenapa belakangan ini tidak


berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan?” batinnya dalam hati.


Sebenarnya tidak selalu begitu.


Hanya saja memang akhir-akhir ini lebih banyak terjadi hal-hal yang di luar


perlu berdamai dengan semesta. Akan jauh lebih baik jika lebih cepat.


Nhea menarik napas dalam-dalam.


Memenuhi seluruh rongga paru-parunya dengan pasokan oksigen. Cukup baginya


untuk bertahan selama beberapa saat ke depan. Udara malam hari yang sedikit


dingin berhasil menciptakan sensasi sejuk pada organ pernapasan yang


dilaluinya. Nhea menikmati hal itu. Karena setidaknya dia bisa merasa jauh


lebih baik.


Tidak ada sesuatu yang aneh


terjadi belakangan ini. Hanya saja, suasananya memang tidak senyaman dulu.


Berbeda jauh dengan awal kedatangannya kemari. Entahlah. Sulit untuk


dideskripsikan dengan kata-kata. Yang jelas, atmosfirnya pasti berbeda jauh.


Mungkin ini adalah salah satu dampak negatif dari beberapa kejadian buruk yang


pernah terjadi di sini. Mungkin energinya belum benar-benar bersih. Buktinya


auranya saja masih berbeda.


Nhea sebenarnya sudah lama merasa


tidak nyaman berada di sini. Bahkan, beberapa kali ia sempat merencanakan untuk


melarikan diri dari akademi. Tapi, itu semua hanya wacana. Tidak pernah bisa

__ADS_1


terealisasikan olehnya. Gadis itu terlalu takut untuk mengambil sebuah langkah


pasti.


Masalahnya, Nhea sama sekali


tidak tahu bagaimana caranya keluar dari dimensi ini dan kembali ke kota


asalnya. Gadis itu bahkan tidak tahu dari mana ia pertama kali memasuki tempat


tersebut. Semua terjadi begitu saja. tanpa diduga-duga. Nhea sendiri juga tidak


menyangka sebelumnya jika ia akan berakhir di tempat seperti ini bersama


orang-orang yang terkesan aneh. Yang ia tinggali sekarang adalah tempat lain.


Apa saja bisa terjadi di tempat


ini. Tidak terkecuali kepada hal yang tidak masuk akal sekali pun. Karena saat


tempat yang mereka tinggali saat ini bukanlah tempat yang sama dengan dunia


yang sempat ia tinggali dulu.


“Bagaimana caranya agar aku dapat


keluar dari tempat ini?”


“Tidak adakah sebuah portal yang


bisa membantuku untuk melarikan diri?”


Nhea terus bermonolog. Ia


berbicara kepada dirinya sendiri sejak tadi. Volume suaranya cukup pelan.


Sehingga, sangat tidak mungkin jika Oliver sampai terbangun karenanya. Meskipun


sebenarnya pasti ia masih bisa mendengar suara gadis ini secara samar-samar.


Menurutnya, lebih baik hidup


sendirian di dunia nyata dari pada harus terjebak bersama banyak orang aneh di


dimensi lain. Sempat terbesit di dalam benaknya rasa menyesal karena telah


mengikuti perkataan Bibi Ga Eun. Untuk pertama kalinya gadis itu merasa terkhianati.


Padahal sampai sekarang, Bibi Ga Eun adalah salah satu orang yang paling ia


percaya. Selain dirinya sendiri. Ada banyak hal yang bisa dijadikan sebagai


alasan sebenarnya. Jadi, tidak hanya sebatas karena kemurahan hatinya untuk


mengurusi Nhea selama ini saja. Tapi, lebih dari itu.


Sebenarnya Nhea sudah tidak


betah. Ia ingin kembali, tapi tak tahu bagaimana caranya. Semesta terlalu


kejam. Semua orang ingin menjebaknya di dalam dimensi tak berujung ini. Bahkan


Dewi Fortuna sudah tak berpihak lagi kepadanya. Mereka semua sudah berpaling.


Berbalik menyerang dirinya secara tiba-tiba. Tidak ada peringatan sama sekali.


Pantas saja ia merasa kewalahan.


Nhea tidak bisa menghadapi


semuanya sendiri. Tapi, ia adalah orang yang paling diharapkan di akademi sihir

__ADS_1


ini. Mooneta sedang membutuhkan orang seperti dirinya sekarang.


__ADS_2