
“Kau tidak bisa pergi kemana-mana. Tapi, mau kuberi tahu
sesuatu?” tanya wanita tersebut.
Ia malah menawarkan opsi lain karena tidak bisa membantu
Nhea untuk pergi dari sini. Tapi, di sisi lain Nhea juga belum bisa memutuskan.
Entah ia harus menerima tawaran tersebut atau malah menolaknya. Apa pun itu, yang
terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar dirinya bisa pergi dari
tempat ini secepat mungkin.
Untuk sekarang sebenarnya ia tidak memerlukan bantuan lain
selain petunjuk jalan. Nhea tidak bsa berlama-lama di sini. Bagaimanapun juga,
ia harus segera kembali ke akademi sihir Mooneta. Padahal sebelumnya ia menjadi
salah satu orang yang memiliki ambisi paling besar untuk pergi meninggalkan
akademi tersebut.
Tapi, untuk sekarang sebaiknya lupakan saja persoalan itu.
Ia harus segera kembali. Mengingat hari ini Nhea dan timnya akan bertanding di
babak final. Untuk yang terakhir kalinya ia akan kembali memainkan busur
panahnya. Tapi, setelah itu semuanya akan usai. Berakhir.
Setelah semua urusannya dirasa selesai, Nhea akan memikirkan
cara lain lagi untuk pergi. Sementara ini, ia tidak ingin membuat timnya merasa
__ADS_1
kesulitan hanya karena dirinya tidak berada di tempat saat pertandingan. Akan
sangat memalukan jika sampai akademi sihir Mooneta kehilangan salah satu
personilnya. Mau ditaruh dimana wajah mereka.
Secara tidak langsung, Nhea sudah mengecewakan banyak orang.
Bukan hanya timnya saja. Namun, seluruh orang yang berada di akademi sihir
Mooneta. Baik ia terlibat secara langsung maupun tidak sama sekali.
“Baiklah, tapi apakah hal itu penting untuk kuketahui?”
tanya Nhea dengarn ragu.
“Kau bisa menilainya sendiri nanti,” jawab wanita tersebut
secara gamblang.
Bukannya mengerti, Nhea malah dibuat semakin kebingungan
sepakat untuk menyetujui tawaran tersebut. Entah informasi itu akan berguna
nantinya atau tidak, yang terpenting sekarang ia harus memanfaatkan segala
kesempatan yang ada.
Mungkin saja ia bisa keluar dari tempat ini hanya dengan menggunakan
petunjuk tersebut. Selama ia masih bisa mengambil celah dalam setiap
kesempatan, hal sekecil apa pun bisa dijadikan sebagai batu pijakan untuk
melompat.
__ADS_1
“Kalau begitu, beri tahu aku sekarang!” titah Nhea.
Tidak ada waktu untuk berbasa-basi lagi. Ia harus segera
kembali ke akademi. Sekarang semua orang pasti sudah bangun. Kemungkinan besar mereka sedang sarapan. Oliver pasti
menjadi orang yang paling awal menyadari jika Nhea menghilang. Pasalnya, mereka
berdua sekamar.
“Semoga tidak ada masalah yang terjadi di sana selama aku pergi,”
batin Nhea dalam hati sambil harap-harap cemas.
“Kemari!” ujar wanita tersebut sambil melambai-lambaikan
tangannya ke arah Nhea.
Tanpa pikir panjang, Nhea segera menuruti perkataannya.
Gadis itu maju beberapa langkah untuk mendekati wanita tersebut. Tampaknya hal
ini bersifat cukup rahasia. Tidak sembarang orang bisa tahu. Namun, pada
faktanya hanya ada mereka berdua di hamparan rerumputan luas ini. Tidak ada
siapa-siapa. Jadi, tidak perlu takut jika informasi tersebut akan bocor. Tidak
akan mungkin terjadi.
Tapi, Nhea sama sekali tidak menolak hal tersebut. Ia tetap
mendekat untuk menerima bisikan informasi darinya. Menurutnya, kenapa harus
mencari masalah saat kau bisa membuat segalanya menjadi baik-baik saja. Masalah
__ADS_1
tidak perlu dicari. Karena ia akan datang dengan sendirinya. Nhea bahkan sudah
terlalu lelah untuk menghadapi yang namanya masalah lagi.