Mooneta High School

Mooneta High School
Information


__ADS_3

“Kau tidak bisa pergi kemana-mana. Tapi, mau kuberi tahu


sesuatu?” tanya wanita tersebut.


Ia malah menawarkan opsi lain karena tidak bisa membantu


Nhea untuk pergi dari sini. Tapi, di sisi lain Nhea juga belum bisa memutuskan.


Entah ia harus menerima tawaran tersebut atau malah menolaknya. Apa pun itu, yang


terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar dirinya bisa pergi dari


tempat ini secepat mungkin.


Untuk sekarang sebenarnya ia tidak memerlukan bantuan lain


selain petunjuk jalan. Nhea tidak bsa berlama-lama di sini. Bagaimanapun juga,


ia harus segera kembali ke akademi sihir Mooneta. Padahal sebelumnya ia menjadi


salah satu orang yang memiliki ambisi paling besar untuk pergi meninggalkan


akademi tersebut.


Tapi, untuk sekarang sebaiknya lupakan saja persoalan itu.


Ia harus segera kembali. Mengingat hari ini Nhea dan timnya akan bertanding di


babak final. Untuk yang terakhir kalinya ia akan kembali memainkan busur


panahnya. Tapi, setelah itu semuanya akan usai. Berakhir.


Setelah semua urusannya dirasa selesai, Nhea akan memikirkan


cara lain lagi untuk pergi. Sementara ini, ia tidak ingin membuat timnya merasa

__ADS_1


kesulitan hanya karena dirinya tidak berada di tempat saat pertandingan. Akan


sangat memalukan jika sampai akademi sihir Mooneta kehilangan salah satu


personilnya. Mau ditaruh dimana wajah mereka.


Secara tidak langsung, Nhea sudah mengecewakan banyak orang.


Bukan hanya timnya saja. Namun, seluruh orang yang berada di akademi sihir


Mooneta. Baik ia terlibat secara langsung maupun tidak sama sekali.


“Baiklah, tapi apakah hal itu penting untuk kuketahui?”


tanya Nhea dengarn ragu.


“Kau bisa menilainya sendiri nanti,” jawab wanita tersebut


secara gamblang.


Bukannya mengerti, Nhea malah dibuat semakin kebingungan


sepakat untuk menyetujui tawaran tersebut. Entah informasi itu akan berguna


nantinya atau tidak, yang terpenting sekarang ia harus memanfaatkan segala


kesempatan yang ada.


Mungkin saja ia bisa keluar dari tempat ini hanya dengan menggunakan


petunjuk tersebut. Selama ia masih bisa mengambil celah dalam setiap


kesempatan, hal sekecil apa pun bisa dijadikan sebagai batu pijakan untuk


melompat.

__ADS_1


“Kalau begitu, beri tahu aku sekarang!” titah Nhea.


Tidak ada waktu untuk berbasa-basi lagi. Ia harus segera


kembali ke akademi. Sekarang semua orang pasti sudah bangun. Kemungkinan  besar mereka sedang sarapan. Oliver pasti


menjadi orang yang paling awal menyadari jika Nhea menghilang. Pasalnya, mereka


berdua sekamar.


“Semoga tidak ada masalah yang terjadi di sana selama aku pergi,”


batin Nhea dalam hati sambil harap-harap cemas.


“Kemari!” ujar wanita tersebut sambil melambai-lambaikan


tangannya ke arah Nhea.


Tanpa pikir panjang, Nhea segera menuruti perkataannya.


Gadis itu maju beberapa langkah untuk mendekati wanita tersebut. Tampaknya hal


ini bersifat cukup rahasia. Tidak sembarang orang bisa tahu. Namun, pada


faktanya hanya ada mereka berdua di hamparan rerumputan luas ini. Tidak ada


siapa-siapa. Jadi, tidak perlu takut jika informasi tersebut akan bocor. Tidak


akan mungkin terjadi.


Tapi, Nhea sama sekali tidak menolak hal tersebut. Ia tetap


mendekat untuk menerima bisikan informasi darinya. Menurutnya, kenapa harus


mencari masalah saat kau bisa membuat segalanya menjadi baik-baik saja. Masalah

__ADS_1


tidak perlu dicari. Karena ia akan datang dengan sendirinya. Nhea bahkan sudah


terlalu lelah untuk menghadapi yang namanya masalah lagi.


__ADS_2