
Abu gadis itu adalah satu-satunya yang mereka bawa saat ini. Entah kenapa si pembuat onar itu jauh lebih dikenang dari pada mereka yang lebih berjasa. Tidak ada hal baik yang bisa mereka ambil dari Ify. Sejak hari pertamanya lahir di muka bumi, ia hanya bisa membawa bencana. Kehadirannya seolah malapetaka bagi semua orang. Ia seperti telah ditakdirkan sebagai dewi pembawa kesialan bagi semua orang. Komentar ini memang terasa agak kasar dan kurang pantas untuk diungkapkan secara terang-terangan. Namun, jika boleh jujur ini adalah kebebarannya. Semua berlandaskan atas fakta.
"Apakah Ify sepenting itu?" tanya Eun Ji Hae.
Gadis itu mulai meninggikan nada bicaranya. Sehingga kini semua mata tertuju kepada mereka. Menatap dengan penuh rasa penasaran. Mencoba untuk menerka apa yang sedang terjadi saat ini. Untuk yang kesekian kalinya, Eun Ji Hae berhasil menarik atensi semua orang. Bahkan hutan ikut hening seketika. Seluruh alam tengah menyaksikan perdebatan mereka berdua.
Satu detik, dua detik, tiga detik, Bibi Ga Eun masih belum menjawab. Ia kehabisan kata-kata. Lidahnya mendadak kelu. Sampai wanita itu berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk mulai buka suara.
“Dia adalah segalanya bagiku!” celetuk Bibi Ga Eun. Ia tampak begitu yakin saat mengucapkan kalimat tersebut.
“Memangnya apa yang membuatnya menjadi begitu berharga di mata bibi?” tanya gadis itu sekali lagi.
__ADS_1
“Karena dia adalah anakku!” tukas Bibi Ga Eun.
“Ify adalah anak semata wayangku!” tegasnya sekali lagi.
“Apa hanya hal itu yang bisa bibi banggakan darinya?!” cerca Eun Ji Hae.
Emosinya sudah tak terbendung lagi. Ia menyerang Bibi Ga Eun secara habis-habisan. Kali ini Eun Ji Hae tidak akan mengalah dengan mudah. Hanya dengan alasan Bibi Ga Eun jauh lebih tua darinya dan ia harus menjaga sikap di depannya.
“Dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang lain. Lantas, kenapa bibi memilih untuk menyelamatkan Ify dari pada abu lainnya?!” sarkas Eun Ji Hae.
Terlalu banyak hal yang tertahan di dalam dirinya saat ini. Termasuk kebenaran yang selama ini memang sengaja disembunyikan dengan sedemikian rupa.
__ADS_1
Entah hal apa yang membuat Eun Ji Hae tampak tak setuju dengan persoalan abu Ify. Selama ini ia tampak tenang. Tapi, tiba-tiba saja ia berubah pikiran setelah melangkah sejauh ini. Seharusnya ia protes sejak awal.
“Tenang dulu!” ujar Wilson berusaha untuk melerai keduanya.
Eun Ji Hae adalah pihak yang memulai semuanya terlebih dahulu. Ia sama sekali tidak bisa memungkiri hal tersebut. Gadis itu mengakui semuanya dengan senang hati.
“Bagaimana aku bisa tenang saat mereka bertindak tidak adil seperti ini!” protes Eun Ji hae yang merasa tak terima saat ditenangkan oleh ayahnya.
“Tidak adil bagaimana maksudmu?” tanya Wilson.
“Apakah ayah tidak melihat ini?” tanya gadis itu balik sambil menunjuk ke arah guci abu milik Ify.
__ADS_1
Bibi Ga Eun mendekap erat benda tersebut. Untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Eun ji Hae berani bertindak di luar kendali. Ia bisa melakukan apa saja. Termasuk menyerang secara brutal. Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi satu detik ke depan.