Mooneta High School

Mooneta High School
LOSER


__ADS_3

“Mereka kembali!” sorak murid-muurid tersebut dengan antusias.


Seluruh sekolah menyambut kedatangan mereka dengan begitu antusias. Mereka bertiga adalah sosok pembesar di tempat ini. Yang membuat sekolah ini begitu terkenal di seluruh benua. Bahkan tak jarang Sekolah Mooneta diundang untuk rapat tahunan di Benua Eropa. Tempat sejarah mereka bermula, dari sanalah sekolah akademi sihir dipelopori.


Semua siswa dari tahu ajaran terbaru atau pun yang sudah lama, berbaris di luar asrama. Tak lupa dengan para guru yang mengajar di sekolah ini, ataupun para staff lainnya. Termasuk wanita satu itu, yang dipercaya oleh Vallery untuk mengambil alih ssekolah ini sementara ia pergi. Siapa lagi jika Bukan Ga Eun yang telah merusak kepercayaannya begitu saja.


‘Plakk!!!’


Seluruh sekolah yang tadinya begitu bahagia, langsung berubah seratus delapan puluh derajat dibuat oleh Vallery. Semuanya terkejut bukan main, setelah tiba-tiba Vallery menampar Ga Eun dengan perasaan geram. Seluruh sekolah dibuat kebingungan dan memiliki satu pertanyaan besar, yaitu kenapa Vallery melakukan itu kepada wanita tersebut. Kini hal itu menjadi gosip terbaru di sekolah ini. Kabar hangat yang begitu menegangkan, entah hal apa yang membuat Vallerry menampar Ga Eun dengan tiba-tiba. Sebelumnya hubungan mereka berdua baik-baik saja dan tidak sedang cekcok atau mengalami perselisihan lainnya. Sebenarnya apa yang telah terjadi sehingga membuat Vallery terlihat begitu marah besar.


“Ada apa denganmu?” tanya Ga Eun sambil memegangi pipinya yang meninggalkan bekas merah.


“Dasar pengkhianat!” teriak Vallery dengan emosi yang sudah berada di puncak ubun-ubun.


“Hei! Apa maksudmu dengan mengatakan hal rendahan semacam itu padaku?!” bentak Ga Eun dengan nada bicara yang tak kalah jauh lebih tinggi.


Tentu saja ia tak terima jika dirinya harus diperlakukan seperti itu oleh orang terdekatnya sendiri. Terlebih taka da alasan yang jelas bagi Vallery untuk melakukan ini padanya. Atas dasar apa wanita itu tiba-tiba memperlakukannya dengan begitu kasar dan rendahan seperti ini. Apa ini yang dilakukan oleh seorang yang begitu terpandang dan disegani di seluruh sekolah ini. Setelah sambutan hangat yang telah ia buat dengan susah payah, apakah ini balasan yang pantas diterima oleh Ga Eun.

__ADS_1


“Aku tak menyangka jika kau akan mengkhianatiku,” jelas Vallery.


“Sudah hentikan, apa kalian tidak malu menjadi tontonan seluruh sekolah ini?” ucap Wilson yang mencoba melerai keduanya.


Para pria terkadang memang jauh lebih bijak dan mampi bersikap lebih dewasa. Itu sebebnya tak jarang jika mereka ditunjuk sebagai seorang pemimpi. Di muka bumi ini kaum pria lah yang sering kita temui sebagai seorang pemimpin. Mereka jauh lebih bisa mengontrol dirinya sendiri dan mengalahkan sifat egonya.


Wilson menyeret kedua wanita itu untuk masuk ke dalam aula, sementara itu Eun Ji Hae terlihat membuntutui mereka dari belakang. Pria itu membuat satu portal perlindungan lagi di dalam ruangan raksasa tersebut. Tak sembarang orang bisa menembus portal yang ia buat itu, sehingga para siswa ataupun para pengajar tak bisa mendengar semua percakapan mereka. Apapun masalahnya harus di selesaikan dengan kepala dingin.


“Sekarang kalian bisa bicara sepuasnya,” ujar Wilson yang terlihat jauh lebih tenang.


“Selesaikan masalah kalian tanpa kekerasan sedikitpun. Aku tak suka jika keluargaku saling menyakiti satu sama lain,” lanjutnya.


“Selama ini aku mengira jika kau bisa mempercayaimu dengan sepenuhnya,” ujar Vallery sambil menunjuk-nunjuk wajah Ga Eun.


Walaupun perlakuannya barusan kepada Vallery terksan sangat tidak sopan, namun itulah yang sedang di rasakan olehnya sekarang.


“Tapi kenapa kau malah mengurung Eun Ji Hae dan membuatnya terjebak di patung itu selama bertahun-tahun,” ucapnya sekali lagi dengan nada bicara yang lebih tinggi.

__ADS_1


Ga Eun terbelalak bukan main ketika mengetahui jika hal it yang akan dibahas oleh Vallery. Wanita paruh baya itu menatap Eun Ji Hae dengan sorort mata yang begitu sinis. Sementara Eun Ji Hae sendiri hanya membalas tatapan wanita yang maha durjana itu dengan tersenyum miring. Sebuah senyum licik yang melambangkan pembalasannya saat ini. Eun Ji Hae melipat tangannya di depan dada, dengan wajah yang sedikit dinaikkan ke atas. Tatapan Eun Ji Hae seolah sedang merendahkan bibinya sendiri yang tak lain dan tak bukan adalah Ga Eun. Sekarang Eun Ji Hae sedang berada di puncak kekuasaannya, merasa dirinya telah menang setelah diperbudak selam bertahun-tahun.


Tak sepantasnya Eun Ji Hae menerima semua ini meskipun dia hanyalah anak angkat yang tak berasal dari keluarga bangsawan yang terhormat ini sama sekali. Tapi ia telah dibesarkan dan di didik sedemikian rupa oleh keluarga ini, agar memiliki perilaku sopan santun layaknya keluarga bangsawan yang terpandang dan disegani oleh siapapun. Malah Eun Ji Hae sendiri tak paham, bagaiman bisa bibinya sendiri yang berbuat seperti orang rendahan itu kepadanya. Padahal wanita itu jauh lebih lama tinggal di sini dan memang sudah ditakdirkan untuk hal itu. Sekarang sama saja seperti Ga Eun sendiri lah yang telah memilih untuk merusak citra keluarga besar penyihir ini.


“Tapi kau harus tau satu hal tentang anak angkatmu ini Vallery,” jelas Ga Eun dengan nada setenang mungkin, meskipun saat ini posisinya sudah terpojok seperti ini.


“Aku ibunya, dan aku yang telah membesarkannya. Jadi akulah yang tahu semua hal tentang Eun Ji Hae,” ujar Vallery.


“Kau salah besar, aku lah yang tahu lebih banyak tentang mereka. Sementara kau hanyalah seorang wanita yang mengaku-ngaku sebagai ibunya, namun tak pernah paham sama sekali tentang anak-anaknya. Ingat Vallery, status mu sebagai seorang ibu tak akan merubah kenyataan jika aku lah yang sela ini telah membesarkan anak-anakmu,” jelas Ga Eun dengan panjang lebar.


“Jaga mulutmu!” peringati Vallery kepada wanita tersebut.


“Justru kau lah yang telah mendidik mereka dengan cara yang salah! Aku menyesal telah mempercayaimu selama ini!” lanjutnya dengan perkataan yang tak kalah pedas.


“Jika menurutmu selam ini aku telah salah dalam mendidik mereka, lalau apa kabar denganmu yang sama sekali tak pernah mendidik mereka,” sindir Ga Eun dengan tajam.


Nyaris saja Vallery akan menghabisi Ga Eun saat itu juga, setelah mengatainya dengan sangat tidak pantas seperti itu. Beruntung Wilson dan Eun Ji Hae segera menahan emosi wanita tersebut, jika mereka tidak mencegah Vallery mungkin akakn sangat fatal akibatnya.

__ADS_1


“Sebaiknya kalian berdamai dengan ego kalian masing-masing,” ucap Wilson sembari mengingatkan keduanya.


“Jika kalian hanya mementingkan isi kepala kalian saat ini, maka nyawa Nhea lah yang akan menjadi taruhannya,” jelas Eun Ji Hae yang mulai ikut buka suara.


__ADS_2