Mooneta High School

Mooneta High School
Snake


__ADS_3

Nhea dan yang lainnya memutuskan untuk menyingkirkan ular


itu dari sana. Pasalnya, hanya ada mereka saja di tempat itu sekarang. Tidak ada


siapa-siapa lagi. akan sangat berbahaya jika sampai ada seekor ular yang


berkeliaran di sekolan ini. Bukan hanya sekedar takut tergigit atau sebagainya.


Tapi memungkinkan bagi masalah lain juga untuk datang.


Seekor ular bisa membawa  banyak masalah jika tetap dibiarkan begitu saja. Mungkin saat ini ia


tidak terlihat mengganggu dan malah bersikap sebaliknya. Tenang. Hal tersebut


sama sekali tidak menjamin jika ia tetap akan bersikap tenang seperti itu.


Mungkin saja apa yang berada di hadapan mereka saat ini


bukanlah ular sungguhan. Melainkan siluman ular yang sengaja dikirimkan oleh


seseorang untuk memata-matai mereka semua. Sangat mungkin untuk terjadi. Dulu mereka


juga pernah mengalami hal yang sama persis. Namun bedanya, kemarin mereka


mengirim mata-matanya dalam wujug burung gereja. Tentu saja tidak ada yang


merasa curiga. Hampir lebih dari puluhan burung gereja yang singgaj dan


bertengger di atap sekolah ini setiap harinya.


Sampai salah satu dari mereka tidak sengaja tertangkap basa


tengah berada di dalam ruangan penyimpanan pada malam hari. Bukankah sangat

__ADS_1


aneh mendapati burung gereja yang masih berkeliaran di tengah malam. Dan yang


lebih anehnya lagi, ia berada di dalam ruangan yang cukup rahasia. Mustahil jika


terjebak. Tidak ada jalan masuk yang memungkinkan. Satu-satunya akses untuk


masuk ke sini adalah pintu. Jendela sama sekali tidak pernah dibuka untuk


mencegah hal-hal seperti itu terjadi.


Bibi Ga Eun yang menemukannya saat itu pada saat baru saja


selesai bekerja. Ia pergi ke sana untuk mengambil buku mantra miliknya. Begitu masuk,


Bibi Ga Eun langsung merasakan sesuatu yang aneh. Ada yang tidak beres di sini.


Auranya mendadak terasa gelap dan mencekam.


Tepat pada saat itu juge penyamaran mereka terbongkar. Sia-sia


untuk pergi. Semua aksees telah ditutup. Bibi Ga Eun jelas tidak akan


membiarkan sang mata-mata itu lolo dengan begitu saja.


Pada akhirnya sudah bisa ditebak siapa yang akan menang. Tentu


saja Bibi Ga Eun. Penguntit yang menjelma menjadi seekor burung gereja itu


telah habis di tangannya.


Mereka tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali. Sudah


terlalu banyak masalah yang timbul akhir-akhir ini. Belum ada satu pun yang

__ADS_1


selesai. Semuanya masih dalam proses yang tak kunjung usai. Jangan sampai ada


masalah baru hanya karena ular ini.


“Bagaimana cara kita meraihnya?”


tanya Oliver.


Posisi hewan tersebut terlalu tinggi. Dia melilitkan dirinya


pada lampu gantung. Berpegangan dengan erat agar tidak jatuh.


“Gunakan saja sesuatu yang cukup panjang untuk meraihnya,”


usul Jang Eunbi.


“Bagaimana jika malah lampu gantungnya yang jatuh? Bisa-bisa


kita yang akan digantung oleh Bibi Ga Eun,” jelas Nhea yang tampak tidak setuju


dengan saran dari gadis itu.


Mereka harus menggunakan cara yang paling tepat untuk


mengurangi resiko. Meskipun tidak dapat dipungkiri, jika resiko pasti selalu


ada saja dalam setiap perbuatan kita. Hanya tinggal seberapa besar saja resiko


yang harus kita terima..


“Mari kita gunakan sihir kita!” seru Jongdae.


Kali ini giliran pria itu yang memberikan saran kepada

__ADS_1


mereka semua.


__ADS_2