
Nhea dan yang lainnya memutuskan untuk menyingkirkan ular
itu dari sana. Pasalnya, hanya ada mereka saja di tempat itu sekarang. Tidak ada
siapa-siapa lagi. akan sangat berbahaya jika sampai ada seekor ular yang
berkeliaran di sekolan ini. Bukan hanya sekedar takut tergigit atau sebagainya.
Tapi memungkinkan bagi masalah lain juga untuk datang.
Seekor ular bisa membawa banyak masalah jika tetap dibiarkan begitu saja. Mungkin saat ini ia
tidak terlihat mengganggu dan malah bersikap sebaliknya. Tenang. Hal tersebut
sama sekali tidak menjamin jika ia tetap akan bersikap tenang seperti itu.
Mungkin saja apa yang berada di hadapan mereka saat ini
bukanlah ular sungguhan. Melainkan siluman ular yang sengaja dikirimkan oleh
seseorang untuk memata-matai mereka semua. Sangat mungkin untuk terjadi. Dulu mereka
juga pernah mengalami hal yang sama persis. Namun bedanya, kemarin mereka
mengirim mata-matanya dalam wujug burung gereja. Tentu saja tidak ada yang
merasa curiga. Hampir lebih dari puluhan burung gereja yang singgaj dan
bertengger di atap sekolah ini setiap harinya.
Sampai salah satu dari mereka tidak sengaja tertangkap basa
tengah berada di dalam ruangan penyimpanan pada malam hari. Bukankah sangat
__ADS_1
aneh mendapati burung gereja yang masih berkeliaran di tengah malam. Dan yang
lebih anehnya lagi, ia berada di dalam ruangan yang cukup rahasia. Mustahil jika
terjebak. Tidak ada jalan masuk yang memungkinkan. Satu-satunya akses untuk
masuk ke sini adalah pintu. Jendela sama sekali tidak pernah dibuka untuk
mencegah hal-hal seperti itu terjadi.
Bibi Ga Eun yang menemukannya saat itu pada saat baru saja
selesai bekerja. Ia pergi ke sana untuk mengambil buku mantra miliknya. Begitu masuk,
Bibi Ga Eun langsung merasakan sesuatu yang aneh. Ada yang tidak beres di sini.
Auranya mendadak terasa gelap dan mencekam.
Tepat pada saat itu juge penyamaran mereka terbongkar. Sia-sia
untuk pergi. Semua aksees telah ditutup. Bibi Ga Eun jelas tidak akan
membiarkan sang mata-mata itu lolo dengan begitu saja.
Pada akhirnya sudah bisa ditebak siapa yang akan menang. Tentu
saja Bibi Ga Eun. Penguntit yang menjelma menjadi seekor burung gereja itu
telah habis di tangannya.
Mereka tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali. Sudah
terlalu banyak masalah yang timbul akhir-akhir ini. Belum ada satu pun yang
__ADS_1
selesai. Semuanya masih dalam proses yang tak kunjung usai. Jangan sampai ada
masalah baru hanya karena ular ini.
“Bagaimana cara kita meraihnya?”
tanya Oliver.
Posisi hewan tersebut terlalu tinggi. Dia melilitkan dirinya
pada lampu gantung. Berpegangan dengan erat agar tidak jatuh.
“Gunakan saja sesuatu yang cukup panjang untuk meraihnya,”
usul Jang Eunbi.
“Bagaimana jika malah lampu gantungnya yang jatuh? Bisa-bisa
kita yang akan digantung oleh Bibi Ga Eun,” jelas Nhea yang tampak tidak setuju
dengan saran dari gadis itu.
Mereka harus menggunakan cara yang paling tepat untuk
mengurangi resiko. Meskipun tidak dapat dipungkiri, jika resiko pasti selalu
ada saja dalam setiap perbuatan kita. Hanya tinggal seberapa besar saja resiko
yang harus kita terima..
“Mari kita gunakan sihir kita!” seru Jongdae.
Kali ini giliran pria itu yang memberikan saran kepada
__ADS_1
mereka semua.