Mooneta High School

Mooneta High School
My Fault


__ADS_3

Nhea hanya bisa berdiri mematung di sana. Kedua bola matanya


terpaku pada sebuah pemandangan menyedihkan yang berada di seberang sana. Ia


tidak bisa memahami apapun di sini. Semuanya menjadi serba salah. Bahkan tujuan


utama mereka saat ini, adalah untuk menghentikan akhis gadis itu. Bahkan tidak


jarang terlintas sebuah rencana di dalam pikiran mereka untuk melenyapkan gadis


itu. Sekarang semuanya sudah terjadi tepat di depan mata semua orang. Tujuan


mereka terealisasikan sudah.


Ketakutan yang selama ini menghantui mereka sepanjang musim


dingin, telah tiada. Ikut menguap kee udara, bersama dengan sisa nyawa Ify. Nhea


telah melakukan semuanya yang ia bisa. Mereka memerintahkan dirinya untuk


menghabisi Ify, maka dia akan melakukan hal itu tanpa segan-segan. Melakukan


semuanya sesuai perintah. Dan sekarang semua orang malah berbalik menyerangnya.


Bukankah kematian Ify adalah sesuatu yang selalu mereka


impikan selama ini? Lantas kenapa setelah Ify tiada, mereka malah bersedih.


Sama sekali tidak masuk akal. Nhea tengah bersusah payah untuk mencerna semua


peristiwa dan sikap mereka yang membingungkan ini.


“Apakah sekarang aku yang bersalah?” gumamnya.

__ADS_1


Gadis itu tertawa sarkas, sebelum akhirnya menyeringai


tajam. Dia bisa gila lama-lama jika terus berada di tempat ini. Kesehatan


mentalnya pasti telah terganggu. Bibi Ga Eun sengaja mengirimnya ke tempat ini,


karena ia sudah gila. Nhea tidak akan bertahan lama di tempat ini. Dia tahu


soal hal itu. Bahkan sebelum dirinya menginjakkan kaki di tempat ini.


Nhea yang telah membunuh Ify dengan tangannya sendiri. Jadi,


apakah itu artinya jika Neha bersalah? Apakah ia akan menerima hukuman yang


setimpal dengan perbuatannya ini? Memangnya dia salah apa sampai harus di hukum


seperti itu. Yang benar saja. Ia bahkan tidak bersalah. Semua orang seharusnya


Nhea.


Jika tahu akan seperti ini pada akhirnya, Nhea tidak akan


mau turut serta dalam pertempuran ini. Dari pada buang-buang tenaga, lebih baik


ia bersembunyi dan berlindung di sebuah tempat. Tidak peduli jika mereka akan


menyebutnya sebagai pengecut.


Percuma saja kemarin ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk


membangun portal. Jika pada akhirnya semua orang hanya bisa menyalahkannya. Padahal


waktu itu, nyawa gadis itu sendiri lah yang menjadi taruhannya.Dia sempat tak

__ADS_1


sadarkan diri karena hal itu. Tapi, apa balasan yang ia terima sekarang. Apa


semuanya akan baik-baik saja? Mungkin tidak. Sesuatu yang buruk akan


menimpanya.


Nhea telah terperangkap dalam sesuatu yang bahkan ia sendiri


tidak tahu itu apa. Mencekiknya dan membuat Nhea tidak berdaya. Ia tidak bisa


berkutik sedikitpun. Apalagi melarikan diri. Sungguh tidak mungkin.


“Apa dia akan dimakamkan?” tanya Nhea dengan nada datar.


“Entah lah, aku juga tidak tahu,” balas Oliver.


“Kita akan menggelar upacara pemakaman untuknya,” ucap Nhea


dengan yakin.


Bibi Ga Eun akan melakukan apa saja untuk puterinya. Apalagi


sebagai salam perpisahan untuk yang terakhir kalinya. Wanita itu pasti sama


sekali tidak mengira jika anak semata wayangnya akan meninggal dengan cara yang


kejam seperti itu. Sungguh miris.


Nhea bertanya-tanya, bagaimana reaksi semua orang nanti saat


mengetahui jika ialah pelakunya. Terutama Bibi Ga Eun. Dia pasti akan sangat


marah. Mungkin dia juga tidak mengangka jika gadis itu benar pembunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2