
Hari ini seharusnya mereka kembali bertanding. Bisa dipastikan
jika seluruh tim dari akademi sihir Mooneta akan masuk ke nominasi peserta yang
lolos ke babak selanjutnya. Untuk tahap pertama kemarin, mereka berhasil
menguasai pertandingan dengan meraih skor nyaris mendekati sempurna. Sebuah awal
yang bagus untuk akademi sihir Mooneta. Mereka berhasil menyingkirkan
lawan-lawannya dengan sangat mudah.
Ini bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Mungkin mereka
juga akan tetap menang jika bertanding satu lawan satu. Kekuatan individual
mereka memang tidak bisa diragukan lagi. Apalagi jika digabungkan pada tim yang
sama. Tentu mereka akan menjadi semakin kuat. Hanya ada satu hal yang dipegang teguh
oleh ketiga akademi tersebut. Sehingga mereka selalu bisa menempati posisi tiga
teratas. Taktik serta srategi yang mereka gunakan berbeda dengan yang lainnya. Kuncinya
ada di sana.
“Kejadian kemarin malam benar-benar membuatku tidak bisa
fokus,” gumam Nhea.
Meski bukan gadis itu yang mengalaminya, ia bahkan tidak
pernah melihat kejadian secara langsung. Karena pada saat itu, jelas Nhea masih
terlelap di kamar.
Kemarin malam tepat beberapa detik setelah kejadian, semua
orang langsung terjaga dari tidurnya. Tidak ada yang berada di dalam kamarnya. Mereka
semua mendadak jadi lebih waspada dari pada biasanya. Bahkan Bibi Ga Eun dan Eun
Ji Hae juga sampai turun tangan. Mereka datang ke tempat kejadian untuk
meninjau secara langsung apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Namun, tidak ada seorang pun yang dibiarkan untuk ikut
campur dalam proses menyelesaikan masalahnya. Hanya Bibi Ga Eun dan Eun Ji Hae
yang berhak atas segalanya. Orang lain termasuk Nhea sama sekali tidak
diizinkan untuk ikut campur. Bahkan mereka belum memberikan keterangan atas
kejadian tersebut sampai tadi pagi. Padahal, ia yakin bukan hanya Nhea yang
ingin menuntut penjelasan lebih lanjut di sini. Bisa dikatakan jika seisi
sekolah juga diam-diam menginginkan hal yang sama. Kedua wanita itu berhutang
penjelasan kepada semua orang.
Raut wajah mereka kali ini sama sekali tidak mencerminkan
bagaimana perasaan seseorang yang lolos ke babak selanjutnya. Meski sebenarnya
tidak perlu usaha yang cukup keras untuk berhasil sampai di titik ini. Mereka semua
adalah anak-anak yang cukup berbakat. Dunia hanya akan memihak kepada mereka
__ADS_1
yang jauh lebih unggul.
“Ayolah!” ajak Oliver sambil menyenggol lengan gadis itu.
Nhea yang sedang tidak terlalu bersemangat hanya bisa
menoleh sekilas. Kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Ia harus
memperhatikan jalanan di depannya dengan baik jika tidak ingin tersandung atau
semacamnya.
Seperti biasanya, mereka selalu pergi ke pusat kota dengan
cara berjalan kaki. Tidak ada transportasi atau semacamnya. Kendaraan terlalu
sulit untuk beroperasi di jalanan kota pada saat seperti ini. Jalanan penuh
sesak. Sehngga sulit untuk bergerak. Jangankan bagi kendaraan beroda. Pergerakan
manusia di sini saja seperti dibatasi.
Ada satu hal yang tidak ia sukai dari sekian banyak hal
menyenangkan yang telah didapatkanya sejauh ini. Yaitu, ketenangan. Tidak mudah
bagi mereka untuk beradaptasi dengan suasana yang baru saja terjadi. Kabar soal
festival sihir ini sudah menyebar ke seluruh penjuru negeri. Banyak orang yang
rela datang ke sini, meski jaraknya sangat jauh. Terutama para peserta lomba
dari berbagai akademi.
Kepindahan sementara orang-orang dari kota lain ke kota
mereka membuat tempat kecil ini terasa semakin sempit. Mungkin ia bisa lebih
suasananya sedikit lebih lengang. Nhea yakin bukan hanya dirinya saja yang
mengharapkan hal seperti itu untuk terjadi.
***
Sesampainya mereka di sana, arena pertandingan memang sudah
cukup ramai. Dipadati oleh ratusan manusia yang entah datang dari mana saja.
Mereka semua berkumpul di dalam satu tempat yang sama. Termasuk Nhea dan Oliver
juga ada di dalamnya. Berdesak-desakan di antara ratusan orang juga menjadi salah
satu hal yang tidak bisa dihindari. Bukan hanya berebut tempat. Rasanya juga
tidak menutup kemungkinan jika mereka akan ikut berebut napas. Pasokan udara
yang ada di tempat ini tidak cukup untuk disalurkan ke semua orang.
Dari awal kedatangannya kemari, perasaan Nhea sudah tidak
baik-baik saja. Suasana hatinya sedang tidak seperti biasanya. Belakangan ini memang
banyak hal buruk yang terjadi. Tapi, setidaknya tidak jauh lebih buruk dari
yang kemarin. Persis ketika bencana yang digadang-gadang sebagai salju abadi
datang.
“Kita tidak perlu cemas sama sekali. Mereka lah yang
__ADS_1
seharusnya cemas karena tidak bisa mempertahankan posisinya di babak awal,”
ujar Oliver secara gamblang sambil menunjuk ke arah salah satu logo akademi.
Untuk babak penentuan, bendera logo setiap akademi akan
dipampang di depan saja. Mereka yang lolos, maka logonya akan tetap bertahan di
sana. Begitu pula sebaliknya.
“Harus ku akui jika mereka memiliki keberanian yang cukup
besar untuk maju dalam festival bergengsi seperti ini,” cicitnya pelan.
“Bukankah semua orang memiliki hak yang sama untuk
bertanding di sini?” tanya Nhea untuk memastikan.
“Kau benar,” balas gadis itu acuh tak acuh.
Sepertinya Oliver tidak suka jika ada akademi sihir lain
yang juga ikut terlibat di dalam sini. Bukan merasa paling hebat atau
semacamnya karena akademi sihir Mooneta telah berkuasa sejauh ini. Tapi, jika
semakin banyak akademi sihir yang ikut berpartisi pasti, maka pasti proses
pertandingannya akan memakan waktu yang tidak sebentar.
Juri perlu memutuskan dengan baik-baik. Siapa yang pantas
untuk melaju ke babak selanjutnya dan tidak. Jika saja hanya ada sedikit
akademi yang berpartisipasi. Pasti, mereka tidak perlu berdesark-desakan
seperti ini.
“Untuk apa tetap berdiri di sini sambil menunggu pengumuman,
jika mereka sudah tahu dari awal kalau dirinya tidak akan lolos,” sarkas
Oliver.
“Sebaiknya kau jaga bicaramu! Ada banyak orang di sini,”
peringati Nhea.
“Kau mungkin bisa melukai hati salah satu dari mereka. Tidak
ada yang tahu soal itu,” lanjutnya.
Apa yang baru saja dikatakan oleh gadis itu ada benarnya
juga. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi korban atas perkataan Oliver
sebelumnya. ada terlalu banyak orang di sini. mereka semua memiliki potensi
yang sama besar untuk mengalami kejadian serupa. Bisa jadi jika salah satu dari
mereka yang sedang dibicarakan saat ini ternyata sedang berdiri tak jauh dari
Nhea dan Oliver. Tidak peduli seberisik apa pun suasana saat ini. Telinga mereka
bisa menjadi sangat tajam dam peka pada saat-saat tertentu.
“Lain kali kau harus lebih berhati-hati saat berbicara di
tempat umum seperti ini,” ujar Nhea dengan penuh penekanan.
__ADS_1
“Tidak akan ada yang sudi membantumu saat kau terjebak di
dalam masalah yang kau ciptakan sendiri,” jelasnya kemudian.