Mooneta High School

Mooneta High School
Result Of


__ADS_3

Hari ini seharusnya mereka kembali bertanding. Bisa dipastikan


jika seluruh tim dari akademi sihir Mooneta akan masuk ke nominasi peserta yang


lolos ke babak selanjutnya. Untuk tahap pertama kemarin, mereka berhasil


menguasai pertandingan dengan meraih skor nyaris mendekati sempurna. Sebuah awal


yang bagus untuk akademi sihir Mooneta. Mereka berhasil menyingkirkan


lawan-lawannya dengan sangat mudah.


Ini bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Mungkin mereka


juga akan tetap menang jika bertanding satu lawan satu. Kekuatan individual


mereka memang tidak bisa diragukan lagi. Apalagi jika digabungkan pada tim yang


sama. Tentu mereka akan menjadi semakin kuat. Hanya ada satu hal yang dipegang teguh


oleh ketiga akademi tersebut. Sehingga mereka selalu bisa menempati posisi tiga


teratas. Taktik serta srategi yang mereka gunakan berbeda dengan yang lainnya. Kuncinya


ada di sana.


“Kejadian kemarin malam benar-benar membuatku tidak bisa


fokus,” gumam Nhea.


Meski bukan gadis itu yang mengalaminya, ia bahkan tidak


pernah melihat kejadian secara langsung. Karena pada saat itu, jelas Nhea masih


terlelap di kamar.


Kemarin malam tepat beberapa detik setelah kejadian, semua


orang langsung terjaga dari tidurnya. Tidak ada yang berada di dalam kamarnya. Mereka


semua mendadak jadi lebih waspada dari pada biasanya. Bahkan Bibi Ga Eun dan Eun


Ji Hae juga sampai turun tangan. Mereka datang ke tempat kejadian untuk


meninjau secara langsung apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Namun, tidak ada seorang pun yang dibiarkan untuk ikut


campur dalam proses menyelesaikan masalahnya. Hanya Bibi Ga Eun dan Eun Ji Hae


yang berhak atas segalanya. Orang lain termasuk Nhea sama sekali tidak


diizinkan untuk ikut campur. Bahkan mereka belum memberikan keterangan atas


kejadian tersebut sampai tadi pagi. Padahal, ia yakin bukan hanya Nhea yang


ingin menuntut penjelasan lebih lanjut di sini. Bisa dikatakan jika seisi


sekolah juga diam-diam menginginkan hal yang sama. Kedua wanita itu berhutang


penjelasan kepada semua orang.


Raut wajah mereka kali ini sama sekali tidak mencerminkan


bagaimana perasaan seseorang yang lolos ke babak selanjutnya. Meski sebenarnya


tidak perlu usaha yang cukup keras untuk berhasil sampai di titik ini. Mereka semua


adalah anak-anak yang cukup berbakat. Dunia hanya akan memihak kepada mereka

__ADS_1


yang jauh lebih unggul.


“Ayolah!” ajak Oliver sambil menyenggol lengan gadis itu.


Nhea yang sedang tidak terlalu bersemangat hanya bisa


menoleh sekilas. Kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke depan. Ia harus


memperhatikan jalanan di depannya dengan baik jika tidak ingin tersandung atau


semacamnya.


Seperti biasanya, mereka selalu pergi ke pusat kota dengan


cara berjalan kaki. Tidak ada transportasi atau semacamnya. Kendaraan terlalu


sulit untuk beroperasi di jalanan kota pada saat seperti ini. Jalanan penuh


sesak. Sehngga sulit untuk bergerak. Jangankan bagi kendaraan beroda. Pergerakan


manusia di sini saja seperti dibatasi.


Ada satu hal yang tidak ia sukai dari sekian banyak hal


menyenangkan yang telah didapatkanya sejauh ini. Yaitu, ketenangan. Tidak mudah


bagi mereka untuk beradaptasi dengan suasana yang baru saja terjadi. Kabar soal


festival sihir ini sudah menyebar ke seluruh penjuru negeri. Banyak orang yang


rela datang ke sini, meski jaraknya sangat jauh. Terutama para peserta lomba


dari berbagai akademi.


Kepindahan sementara orang-orang dari kota lain ke kota


mereka membuat tempat kecil ini terasa semakin sempit. Mungkin ia bisa lebih


suasananya sedikit lebih lengang. Nhea yakin bukan hanya dirinya saja yang


mengharapkan hal seperti itu untuk terjadi.


***


Sesampainya mereka di sana, arena pertandingan memang sudah


cukup ramai. Dipadati oleh ratusan manusia yang entah datang dari mana saja.


Mereka semua berkumpul di dalam satu tempat yang sama. Termasuk Nhea dan Oliver


juga ada di dalamnya. Berdesak-desakan di antara ratusan orang juga menjadi salah


satu hal yang tidak bisa dihindari. Bukan hanya berebut tempat. Rasanya juga


tidak menutup kemungkinan jika mereka akan ikut berebut napas. Pasokan udara


yang ada di tempat ini tidak cukup untuk disalurkan ke semua orang.


Dari awal kedatangannya kemari, perasaan Nhea sudah tidak


baik-baik saja. Suasana hatinya sedang tidak seperti biasanya. Belakangan ini memang


banyak hal buruk yang terjadi. Tapi, setidaknya tidak jauh lebih buruk dari


yang kemarin. Persis ketika bencana yang digadang-gadang sebagai salju abadi


datang.


“Kita tidak perlu cemas sama sekali. Mereka lah yang

__ADS_1


seharusnya cemas karena tidak bisa mempertahankan posisinya di babak awal,”


ujar Oliver secara gamblang sambil menunjuk ke arah salah satu logo akademi.


Untuk babak penentuan, bendera logo setiap akademi akan


dipampang di depan saja. Mereka yang lolos, maka logonya akan tetap bertahan di


sana. Begitu pula sebaliknya.


“Harus ku akui jika mereka memiliki keberanian yang cukup


besar untuk maju dalam festival bergengsi seperti ini,” cicitnya pelan.


“Bukankah semua orang memiliki hak yang sama untuk


bertanding di sini?” tanya Nhea untuk memastikan.


“Kau benar,” balas gadis itu acuh tak acuh.


Sepertinya Oliver tidak suka jika ada akademi sihir lain


yang juga ikut terlibat di dalam sini. Bukan merasa paling hebat atau


semacamnya karena akademi sihir Mooneta telah berkuasa sejauh ini. Tapi, jika


semakin banyak akademi sihir yang ikut berpartisi pasti, maka pasti proses


pertandingannya akan memakan waktu yang tidak sebentar.


Juri perlu memutuskan dengan baik-baik. Siapa yang pantas


untuk melaju ke babak selanjutnya dan tidak. Jika saja hanya ada sedikit


akademi yang berpartisipasi. Pasti, mereka tidak perlu berdesark-desakan


seperti ini.


“Untuk apa tetap berdiri di sini sambil menunggu pengumuman,


jika mereka sudah tahu dari awal kalau dirinya tidak akan lolos,” sarkas


Oliver.


“Sebaiknya kau jaga bicaramu! Ada banyak orang di sini,”


peringati Nhea.


“Kau mungkin bisa melukai hati salah satu dari mereka. Tidak


ada yang tahu soal itu,” lanjutnya.


Apa yang baru saja dikatakan oleh gadis itu ada benarnya


juga. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menjadi korban atas perkataan Oliver


sebelumnya. ada terlalu banyak orang di sini. mereka semua memiliki potensi


yang sama besar untuk mengalami kejadian serupa. Bisa jadi jika salah satu dari


mereka yang sedang dibicarakan saat ini ternyata sedang berdiri tak jauh dari


Nhea dan Oliver. Tidak peduli seberisik apa pun suasana saat ini. Telinga mereka


bisa menjadi sangat tajam dam peka pada saat-saat tertentu.


“Lain kali kau harus lebih berhati-hati saat berbicara di


tempat umum seperti ini,” ujar Nhea dengan penuh penekanan.

__ADS_1


“Tidak akan ada yang sudi membantumu saat kau terjebak di


dalam masalah yang kau ciptakan sendiri,” jelasnya kemudian.


__ADS_2