Mooneta High School

Mooneta High School
Abu


__ADS_3

Eun Ji Hae berhasil melakukan apa yang seharusnya ia lakukan


sejak awal. Meskipun dengan rasa terpaksa dan juga berat hati. Namun, ini


adalah satu-satunya cara yang paling layak untuk mengebumikan Ify. Tidak ada


cara lain yang bisa mereka lakukan untuk sekarang. Mengingat situasinya yang


juga tidak memungkinkan. Mungkin ini adalah cara terbaik baginya untuk


pergi  menuju alam baka.


Seteleh proses kremasi yang memakan waktu kurang lebih Selma


tiga jam, pada akhirnya jasad Ify telah berubah sutuhnya menjadi abu. Yang


tersisa hanya tulang-belulang yang tidak bisa terbakar habis oleh api. Sosoknya


menghilang, bersamaan dengan perginya jiwa tersebut ke angkasa. Kini yang


tersisa hanya kesedihan mendalam bagi para anggota keluarga. Terutama Bibi Ga


Eun dia adalah orang yang paling merasa sakit di sini. Namun di sisi lain,


ternyata Nhea juga rupanya menjadi orang yang paling merasa bersalah di sini. Mereka


semua sama-sama sedih dengan alasan yang berbeda. Namun penyebab utamanya tetap


saja sama. Yaitu karena kepergian Ify yang mendadak. Tidak ada yang mengira


jika kali ini Ify yang akan menjadi korban atas keganasannya sendiri. Pasalnya


selama ini selalu para siswa sekolah yang menjadi korban. Setiap musim dingin,

__ADS_1


pasti selalu ada korban jiwa. Banyak orang yang berguguran.


Itu adalah hal yang manusiawi. Wjar jika kita merasa sedih


saat ditinggal pergi oleh seseorang. Terutama jika orang tersebut sangat


berarti bagi kita. Pasti tidak akan mudah untuk melepaskannya.


Sekarang sudah pukul tiga lewat. Masih ada waktu beberapa


jam lagi sampai matahari benar-benar terbit dan keluar dari sarangnya. Karena


sekarang sedang musim dingin, matahari akan terbit sedikit lebih lambat


daripada biasanya. Dan begitu pula sebaliknya. Durasi matahari terbenam akan


sedikit lebih cepat dari biasanya. Bisa dibilang, waktu malam hari akan jau


Para siswa yang telah ditugaskan sejak awal, langsung


membereskan semua kekacauan itu. Abu dari jenazah Ify langsung dimasukkan ke


dalam sebuah guci khusus untuk abu. Setelah ini, keluarga inti akan pergi


mengantarkan abu tersebut ke tempat peristirahatan abadinya. Sebuah ruangan


khusus untuk para jiwa yang telah abadi. Tidak aakan ada upacara apa-apa lagi


setelahnya. Prosesnya akan berhenti sampai di situ. Guci tersebut akan di


simpan di ruangan tersebut, sampai waktu yang tidak ditentukan. Mungkin


selamanya mereka akan tetap berada di sana. Itu adalah tempat terbaik menurut

__ADS_1


para anggota keluarga.


“Ini abunya nyonya kepala sekolah,” ucap salah satu murid


sembari menyodorkan guci abu tersebut.


Bibi Ga Eun langsung menerimanya, tanpa pikir panjang lagi.


Ia tetap harus membawa puterinya ke tempat peristirahatan terakhirnya itu. Meskipun


sebenarnya ia masih terpukul dan tidak percaya. Tangannya bergetar hebat. Tapi


wanita itu berusaha untuk tetap kuat. Ia tidak ingin menjatuhkan guji abu ini


dan membuat kekacauan yang hanya akan merepotkan orang-orang.


Abunya pasti akan berserakan di lantai jika sampai gucinya


pecah. Oleh sebab itu, Bibi Ga Eun harus memegang benda tersebut dengan


erat-erat sampai di ruangan penyimpanan abu. Akan sulit untuk membereskannya


lagi setelah itu. Karena abunya pasti akan bercampur dengan pecahan kaca. Pasti


tidak mudah untuk memisahkannya. Terlebih ukurannya yang memang sangat kecil.


Mikro bahkan.


“Mari kita antar Ify!” ajak Vallery.


Seluruh anggota keluarga mengangguki perkataannya, termasuk


Nhea. Kemudian segera menyusul langkah Bibi Ga Eun dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2