
Ada banyak hal yang perlu diwaspadai di sini. tidak peduli seberapa besar atau kecil hal tersebut. Ukuran tidak menjadi permasalahannya di sini. Namun, potensi yang ia miliki untuk menciptakan masalah baru. Kemungkinan masalah tersebut bisa jauh lebih besar dari apa yang telah mereka hadapi sejauh ini.
Semua orang tengah bersiap untuk berangkat meninggalkan gua ini. Mereka harus segera sampai ke Sekolah Reodal secepat mungkin yang mereka bisa. Tidak ada waktu untuk bersantai-santai lagi. bahkan Eun Ji Hae sudah tidak bisa beristirahat hanya sekedar untuk menutup mata sejenak. Situasinya sudah tidak mendukung lagi.
Keadaan di luar sana tidak terlalu kacau seperti apa yang mereka bayangkan. Ternyata badai besar kemarin sama sekali tidak memiliki dampak apa-apa. Tidak ada hal serius yang terjadi di sini. Lagi pula, memang hanya ada tanah ksong berlapiskan salju yang cukup luas. Itu sebabnya, angin badai sama sekali tidak akan merusak apa pun. Pasalnya, memang tidak ada apa-apa di daerah sana.
“Apa semua orang telah siap?” tanya Bibi Ga Eun.
Wanita itu perlu memastikan satu hal lagi sebelum berangkat. Dan biasanya sekaligus menjadi yang paling penting di sini.
__ADS_1
“Pastikan semua telah aman dan tidak ada yang tertinggal,” timpal Eun Ji Hae.
Setelah merasa semuanya baik-baik saja, tidak ada hal buruk di luar perkiraan yang terjadi. Sesuai dengan rencana mereka pada sebelumnya tadi, mereka akan meninggalkan tempat ini dan mulai berjalan ke arah selatan untuk kembali melanjutkan perjalanan.
“Apakah masih jauh lagi?” tanya Hwang Ji Na.
Chanwo adalah orang pertama yang berdecak sebal karena tingkah laku gadis itu. Ia tidak bisa diam sebentar saja. Paling tidak memberikan jeda untuk dirinya untuk beristirahat. Tapi gadis itu benar-benar tidak memberikannya sama sekali. Dia telah kelelahan secara emosional. Tidak ada alasan lagi untuk tidak beristirahat.
Selama perjalanan, tidak ada seorangpun yang berani buka suara. Dari pada energinya habis dengan sia-sia, mereka lebih memilih untuk tetap tenang dan diam. Berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada situasi yang membutuhkan tenaga ekstra.
__ADS_1
Sejak kemarin malam sampai detik ini, Hwang Ji Na masih tetap memperhatikan Nhea. Gadis itu tidak akan pernah terlepas dari pengawasanya. Sejak awal, Hwang Ji Na sudah merasa curiga jika ada sesuatu yang salah dengan Nhea. Pasalnya, sungguh tidak biasa jika gadis itu memakai sarung tangan pada cuaca seperti ini. Hanya Nhea yang melakukan hal tersebut. Saat ini cuaca sedang tidak dingin. Bahkan hari ini kelihatannya beberapa derajat lebih hangat dari pada kemarin. Tidak ada seorangpun yang
Belakangan ini setiap hal yang dilakukan oleh Nhea selalu berhasil menarik perhatian Hwang Ji Na. bahkan hal paling kecil dan tidak berguna sekalipun. Tidak ada yang terlewat oleh gadis itu. Hwang Ji Na sungguh teliti. Hal tersebut tidak bisa diragukan lagi. Dia sungguh bisa diandalkan untuk segala urusan yang mengandalkan ketelitian.
“Apakah kau sungguh yakin jika gadis itu baik-baik saja?” tanya Hwang Ji Na kepada seorag pria yang berada tepat di sampingnya. Siapa lagi jika bukan Chanwo. Mereka selalu berjalan beriringan sejak melangkah keluar dari gua.
Sementara itu, sosok yang ditanya hanya bisa menghela napasnya dengan kasar. Ia sudah jenuh mendengar pertanyaan yang sama untuk kesekian kalinya dalam hari ini. Bahkan bukan hanya hari ini saja. Ia sudah mendengar hal serupa sejak kemarin malam. Entah harus berapa kali lagi ia menerima pertanyaan yang sama.
"Kau bisa bertanya langsung kepada Nhea agar semuanya jelas," ucap Chanwo sambil berdecak sebal.
__ADS_1
Hwang Ji Na memutar bola matanya malas. Ia sungguh merasa khawatir dengan gadis itu sekarang. Hwang Ji Na takut jika sampai ada sesuatu yang buruk terjadi.