
Ada begitu banyak masalah yang terjadi akhir-akhir ini. Sangking
banyaknya, mereka sampai tidak tahu harus menyelesaikan yang mana satu. Mereka
bahkan tak tahu harus memulai dari mana. Untuk sementara waktu, ruangan
observasi mendadak dipenuhi oleh berbagai macam hal aneh. Mulai dari manusia
yang membeku, mayat korban pembunuhan yang sedang diawetkan, hingga siluman
ular. Mereka semua berkumpul di dalam satu tempat yang sama.
Setelah melakukan proses autopsi, jasad Shin Nara segera
diawetkan untuk mencegah proses pembusukan dan kerusakan organ lainnya. Jasanya
harus tetap utuh sampai kasusnya terungkap dan pembunuhnya ditemukan.
Ada beberapa kesimpulan yang bisa mereka temukan dari hasil
pemeriksaan tadi. Terdapat bekas luka lebam di lehernya yang tampak di
sekeliling leher. Lebih tepatnya jika bekas luka itu seperti membekas
dimana-mana. Kemungkinan, Shin Nara telah dicekik oleh seseorang hingga ia
kehabisan napas. Tapi bisajadi yang mencekiknya juga bukan seorang manusia.
Melainkan mahluk lainnya. Bisa jadi mahluk hidup atau bahkan mahluk gaib.
Pasalnya, sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda yang
merujuk kepada perbuatan manusia di sana. Tidak ada bekas cengkraman tangan
yang tertinggal di sana. jadi sejauuh ini mereka belum bisa memastikan
perbuatan siapa itu.
Bukan hanya hal itu saja yang berhasil mereka temukan.
Mereka juga mendapatkan luka pada tengkorak kepala bagian belakang. Kemungkinan
disebabkan oleh benturan benda tumpul yang tejadi dengan sangat keras. Ada dua
opsi yang sama-sama berpotensi di sini. Pilihan pertama adalah, mungkin saja
Shin Nara tak sengaja menghantam sesuatu. Atau bisa jadi juga malah ia yang
dihantam oleh seseorang dengan menggunakan benda tertentu. Tapi mereka sama
sekali tidak menemukan benda yang digunakan pelaku pada saat menyerang di
tempat kejadian. Mereka tidak bisa menemukan apa pun di sana selain jasad Shin
Nara yang sudah berlumuran darah.
Sejauh ini, mereka hanya bisa menyimpulkan jika serangan
yang diterima oleh Shin Nara hanya terfokus pada bagian kepala saja. Semua
orang tahu kalau kepala adalah salah satu bagian tubuh yang vital. Melukai
bagian kepala sama saja akan berakibat fatal.
Tim kesehatan sekolah yang tengah melakukan autopsy tadi
hanya bisa menyimpulkan beberapa hal yang sama sekali belum terbukti. Mereka
hanya bisa membuat dugaan sementara saja, sampai menemukan titik terang dari
kasus ini.
Pertama, Shin Nara berpotensi mengalami serangan fisik dan
pembantaian. Kedua, pelaku sengaja melumpuhkan gadis itu tepat pada bagian
kepalanya. Ketiga, pelaku tahu betul harus menyerang dibagian mana, sehingga
bisa membuat gadis itu meregang nyawa dalam waktu yang terbilangg cukup
singkat.
Tapi pada dasarnya, bukan itu poin pentingnya di sini.
Melainkan, pelakunya. Tidak bisa dipungkiri, jika kemampuan pelaku dalam
melancarkan aksi ini cukup hebat. Ia telah merencanakan hal ini dengan
sedemikian rupa. Berbuat dengan sangat hati-hati, sehingga tidak meninggalkan
jejak yang sama sekali terlihat mencurigakan.
***
Untuk malam ini kelas akan ditiadakan untuk sementara waktu.
Akbiat dari adanya rapat yang telah dijadwalkan sebelumnya untuk dilaksanakan
malam ini juga. Ini menyangkut tentang keputusan para petinggi sekolah soal
tawaran bantuan dari Sekolah Reodal. Keputusannya sepenuhnya ada di tangan
mereka. Seluruh sekolah telah mempercayakan mereka untuk keputusan yang
dianggap terbaik bagi semua orang.
__ADS_1
Sementara para pejabat dan petinggi sekolah ini melakukan
rapat, setiap murid diberikan tugas untuk melakukan ritual penjernihan. Mereka
harus membersihkan aura-aura negatif yang berada di tempat ini. Bibi Ga Eun
merasakan ada banyak tekanan yang muncul dari energi itu belakangan ini. Hal
tersebut bisa saja menjadi salah satu faktor utama kenapa mereka selalu
kedatangan masalah. Nyaris setiap hari.
Bukan hanya pembersihan aura dari tempat ini saja. Mereka
juga harus membersihkan kristal yang mereka masing-masing. Setiap murid yang
berada di sini setidaknya memiliki satu kristal atau rubi. Batu kristal pertama
didapatkan secara percuma begitu mereka resmi menjadi bagian dari sekolah ini.
Bisa dibilang jika kristal tersebut akan menjadi tanda
pengenal bagi mereka. Sekaligus pusaka yang harus dijaga. Karena setiap
kepribadian mereka akan tercermin dari warna batu kristal yang mereka miliki.
Jika sampai kristal tersebut jatuh ke tangan yang salah, maka mereka bisa
dikendalikan dengan mudah.
Malam ini seluruh penjuru ruangan dipenuhi oleh aroma khas
dupa yang sedang dibakar. Baunya memenuhi setiap tempat, bahkan sampai ke sudut
terkecil dan tersempit sekali pun.
Ini adalah pertama kalinya bagi Nhea untuk membakar dupa
sendiri. Biasanya ia selalu menjadi orang yang menyaksikan proses ini saja.
tidak sampai melakukannya sendiri. Karena memang, Nhea sama sekali tidak paham
bagaimana caranya.
“Kapan terakhit kali lau membersihkan kristalmu?” tanya
Nhea.
“Sudah lama. Mungkin tahun lalu?” balas Oliver.
Gadis itu terlihat tak terlalu yakin dengan jawabannya
sendiri. Pasalnya ia sungguh tak tahu kapan terakhir kali ia melakukan ritual
Agar tidak mudah hilang, biasanya mereka menjadikan kristal
tersebut sebagai kalung dan akan dipakai setiap hari. Dengan begitu, mereka
tidak perlu repot-repot memikirkan tempat penyimpanan yang paling aman untuk
menyimpan kristal tersebut. Selama benda itu masih berada bersama dengan
mereka, maka tak perlu khawatir.
“Haruskah kita membersihkan aura di depan pintu kamar kita
juga?” usul Nhea.
“Ide bagus!” balas Oliver.
Mereka memutuskan untuk membersihkan setiap sudut ruangan
ini, bahkan sampai keluar dari kamar. Oliver meletakkan beberapa batang dupa di
depan pintu kamarnya. Hal tersebut akan menghalangi roh jahat untuk masusk ke
dalam. Tidak lupa, ia juga meletakkan satu di jendela kemarin. Sampai sekarang
ia masih belum bisa melupakan kejadian tersebut. Terlepas dari itu halusinasi
atau bukan.
Darah merupakan salah satu hal yang bisa menarik energi
negatif sampai roh jahat sekali pun. Dia tidak ingin jika sampai kejadian
kemarin malam sampai terulang lagi. Membayangkannya saja sudah berhasil membuat
bulu kuduknya meremang seketika. Apa lagi jika sampai harus kembali terjadi
untuk yang kedua kalinya di depan mata kepalanya sendiri. Mungkin Oliver akan
langsung kehilangan kesadarannya.
Semua orang tahu jika akademi sihir selalu identic dengan
hal-hal mistik, dan gaib. Bahkan tidak jarang jika hal aneh tampak lebih sering
terjadi dari pada hal yang masuk akal. Semuanya yang berada di sini memang
berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di dunia manusia normal pada
umumnya. Mereka hidup di dimensi lain pada alam semesta ini yang tidak semua
orang tahu. Menjadi perantara antara dunia biasa dengan kehidupan luar biasa.
__ADS_1
Jangan heran apa lagi sampai terkejut jika menemukan hal-hal
tidak masuk akal yang tidka bisa dijelaskan dengan logika di akademi ini.
Karena memang begitulah semestinya dunia sihir. Misterius. Orang-orang yang
berada di dalamnya juga memiliki aura serupa. Wajah mereka terlihat begitu
tegas. Tatapannya tajam. Siapa saja yang berada di dekat mereka pasti akan
langsung merasa tertindas.
***
Setelah selesai melakukan ritual pembersihan aura tersebut,
mereka segera masuk untuk bergegas tidur. Tidak bisa dipungkiri jika mereka
juga memerplukan yang namanya istirahat. Akhirnya malam ini Oliver bisa
tertidur dengan tenang tanpa perlu merasa takut akan apa pun lagi. setidaknya
it sudah aman sekarang. Asap dari dupa tadi berhil membangkitkan aura positif
di seluruh penjuru tempat ini. Sehingga ia merasa jau lebih tenang. Bukan hanya
gadis ini saja sebenarnya. Tapi hampir semua orang juga merasakan hal yang sama
malam ini. Mereka merasa jauh lebih tenang, meski sedang banyak masalah dan
ancaman.
Sementara para siswa mulai pergi tidur satu-persatu, rapat
tetap berlangsung hingga lewat tengah malam. Mereka baru memulainya pada pukul
sembilan malam. Diundur satu jam dari jadwal yang seharusnya. Ada satu dan lain
hal yang menyebabkan hal itu terjadi. Tapi tenang saja. rapat tetap akan
dilaksanakan hingga selesai. Dengan begitu, maka besok bisa dipastikan jika
mereka akan segera mengumumkan hasilnya.
Rapat pada malam hari ini hanya dihadiri oleh para petinggi
sekolah dan juga Vallery beserta dengan Wilson. Pesertanya sedikit lebih
sedikit dari pada rapat yang mereka selenggarakan tadi pagi. Eun Ji Hae serta
beberapa siswa lain yang sempat mengikuti rapat tadi pagi tidak mengikuti rapat
sesi kedua yang dilaksanakan pada malam ini. Mereka tidak ingin melibatkan
anak-anak itu dalam menentukan keputusan yang serba salah ini. Ada banyak hal
yang perlii dipikirkan dan mereka memang harus mempertimbangkan setiap hal
tersebut dengan matang-matang. Sehingga diharapkan jika keputusan apa pun yang
diputuskan malam ini adalah hasil dari usaha terbaik mereka.
Eun Ji Hae melakukan ritual yang sama seperti para siswa
lainnya. Dia juga membakar beberapa dupa dan meletakkannya di berbagai sudut
ruangan. Hingga saat ini kamarnya tercium aroma khas dari bekas dupa yang
dibakar itu. Dia tidak ingin kalau sampai kejadian seperti tadi pagi kembali
terulang. Energi negatif yang bermunculan di sekitar sekolah akhir-akhir ini
sungguh menguras habis energinya. Itu sebabnya mengapa belakangan ini Eun Ji
Hae sering terlihat tidak bersemangat sama sekali untuk menjalani hari.
Gadis itu meletakkan dupa terakhir di dekat ttempat
tidurnya. Ia akan tidur dengan jauh lebih nyenak malam ini. Eun Ji Hae telah
optimis lebih dulu, bahkan sebelum hal tersebut terjadi kepadanya.
Eun Ji Hae menghempaskan dirinya ke atas kasur. Menenggelamkan
wajahnya pada tumpukan bantal yang mulai terasa dingin karena hawa sekitar. Bukan
hanya bantalnya saja. Melainkan hampir seluruh dari permukaan tempat tidurnya.
Hanya tersisa kurang lebih sepuluh hari lagi sebelum malam
tahun baru. Sementara itu, musim dingin maish akan berakhir pada dua bulan ke
depan. Itu pun jika musim dingin ini akan benar-benar berakhir. Pasalnya,
mereka tidak terlalu yakin jika salju abadi akan turut menghilang begitu
pergantian musim. Sepertinya perubahan iklim sama sekali tak memiliki pengaruh
apa pun terhadap fenomena salju abadi. Sesuai dengan namanya. Salju itu
bersifat abadi dan mungkin memang tidak akan pernah hilang untuk selamanya. Jika
saja ada cara untuk mematahkan kutukan salju abadi. Mereka pasti akan
melakukannya, tidak peduli seberat apa pun itu.
__ADS_1