Mooneta High School

Mooneta High School
The Rule


__ADS_3

Nhea dan Oliver terpaksa harus berpisah pada saat latihan.


Nyaris seperti itu setiap hari. Karena mereka telah terdaftar namanya dalam


cabang perlombaan yang berbeda. Seperti yang diketahui oleh banyak orang, jika setiap


cabang perlombaan akan menyelenggarakan latihan di tempat terpisah. Beberapa


mungkin latihan di luar ruangan. Seperti panahan contohnya. Sementara itu,


sisanya dilakukan di dalam ruangan. Termasuk Oliver yang mengiktui cabang lomba


mantra. Tidak bisa dipungkiri jika mereka perlu konsentrasi tinggi untuk


merapalkan mantra.


Mereka semua berada di tempat yang terpisah untuk saat ini.


Latihan akan langsung dimulai begitu mereka selesai sarapan. Kemudian akan


selesai setelah beberapa menit mendekati jam makan siang. Latihan hanya akan


berlangsung selama satu kali saja dalam sehari.


Nhea sudah memutuskan untuk tidak membuat janji temu dengan


Jang Eunbi sebelumnya. Mereka akan langsung bertemu begitu sampai di arena


latihan. Lagipula tidak ada gunanya saling menunggu di tempat tertentu. Hanya akan


buang-buang waktu saja.


Gadis itu langsung menuju halaman belakang untuk  bergabung bersama dengan teman-temannya yang


lain. Mereka pasti sudah berada di sana sejak tadi. Memang latihannya tidak


akan langsung dimulai. Mereka baru akan latihan begitu peserta lengkap, atau


paling tidak jam sudah menunjukkan waktu yang seharusnya.


Nhea memutuskan untuk pergi lebih dulu. Meninggalkan Oliver


yang masih bersiap dai dalam kamar. Bukan masalah yang terlalu serius. Malah


tidak perlu dipermasalahkan sama sekali. Mereka dituntut untuk bertindak dengan


cepat. Tidak boleh datang terlambat ke arena latihan. Dengan kata lain sama


saja dengan harus tepat waktu.


Sama seperti kebanyakan orang, mereka tentu akan melakukan


pemanasan terlabih dahulu sebelum benar –benar berlatih.


Sekarang Nhea sudah berada di lapangan belakang asrama


bersama beberapa orang lainnya. Ada sekitar dua puluh orang yang diikut


sertakan dalam cabang perlombaan yang satu ini. Sudah termasuk dengan Jang Eunbi


tentunya. Ternyata kepindahan gadis itu kemari tidak hanya mengejutkan Nhea


saja. Tapi, juga menggemparkan seluruh peserta latihan memanah.


Nhea mendengar ada banyak desas-desus di antara teman-teman


satu timnya saat ini. Tentu saja mereka sedang membicarakan tentang Jang Eunbi.


Memangnya siapa lagi. Gadis itu telah banyak menyita perhatian sejak berita


soal kepindahannya ke departemen lain dalam waktu yang terkesan mendadak

__ADS_1


tersebar luas. Tidak perlu waktu lama bagi mereka untuuk menyebarkan informasi


tersebut hingga ke penjuru akademi.


“Omong-omong, dimana Jang Eunbi? Apa dia belum datang?”


tanya Nhea kepada salah satu temannya.


“Apa dia sungguh-sungguh akan pindah ke departemen kita?”


tanya gadis itu balik.


Nhea hanya bisa membalasnya dengan anggukan untuk mengiyakan


perkataan temannya tadi. Sebenarnya dia tidak tahu betul. Gadis itu sama sekali


tidak bisa memastikan apakah Jang Eunbi benar-benar akan pindah ke departemen


mereka. Ia sendiri sejauh ini hanya mendengar desas-desus begitu saja. Tapi, karena


dari awal Oliver sudah menjelaskan semua itu kepadanya, maka tidak ada alasan


lagi untuk tidak percaya. Oliver tidak pernah menyembunyikan sesuatu darinya


sejauh ini. Mungkin Nhea memang sempat kehilangan rasa percaya kepada gadis itu


sebelumnya. Tapi, kejadian yang hari ini adalah sebuah pengecualian.


Benar juga. Sudah hampir beberapa menit sejak Nhea pertama


kali sampai ke sini, tapi sama sekali tidak ada tanda-tanda jika Jang Eunbi


akan tiba. Sejak tadi pagi gadis itu sama sekali tidak menampakkan batang


hidungnya. Bahkan Nhea saja tidak dapat menemuinya pada saat acara jamuan makan


tadi. Padahal mereka semua berada di dalam ruangan yang sama. Tidak ada sekat


pembatas sama sekali. Mungkin Jang Eunbi berada di tempat terpisah dan


Entahlah, hubungan mereka akhir-akhir ini memang tidak


pernah sebaik dulu lagi. Tapi setidaknya mereka sudah berbaikan sejak kejadian


di hari itu. Keadaan sama sekali tidak pernah menjadi jauh lebih buruk dari


pada itu setelahnya. Permintaan maaf yang sempat ia lontarkan beberapa saat


lalu ternyata memang cukup membantu. Padahal sebenarnya Nhea sudah memaafkan


mereka semua. Bahkan tanpa perlu meminta maaf.


Sejadk hari dimana mereka tak lagi seperti dulu, ada banyak


hal yang berubah. Jang Eunbi mulai membatasi interaksinya terhadap orang-orang.


Bukan hanya memberi jarak kepada Nhea saja. Bahkan orang lain juga. Entahlah,


ia seperti menghindar secara sengaja dari keramaian. Mengasingkan dirinya dari


hiruk pikuk suasana.


“Apakah semua orang sudah berkumpul di sini?” tanya salah


satu orang yang baru saja datang. Ternyata itu adalah guru yang selama ini


bertindak sebagai pelatih mereka.


Kalimat barusan berhasil membuat isi kepala Nhea buyar


seketika. Lagi-lagi ia melamun. Memikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan sama

__ADS_1


sekali.


“Jang Eunbi belum sampai di sini Bu!” sahut salah satu siswa


yang berinisiatif untuk menjawab pertanyaan tersebut.


“Jang Eunbi?” gumamnya.


“Ah! Apakah dia siswa yang baru dipindahkan ke departemen


ini beberapa saat yang lalu?” tanya guru tersebut yang kemudian mendapatkan


anggukan dari para siswa.


“Tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya di gedung utama.


Katanya ia akan pergi menemui Nyonya kepala sekolah,” ungkap wanita itu secara


gamblang.


“Kelihatannya mereka ada urusan mendadak yang cukup penting


untuk dibicarakan. Nyonya Ga Eun pasti adalah orang yang memintanya untuk


datang ke sana setelah acara jamuan makan,” jelasnya dengan panjang lebar.


Para siswa lainnya yang mendengarkan hanya bisa mengangguk


pelan untuk mengiyakan perkataan wanita tersebut. Mereka tidak bisa memberika


reaksi lebih dari itu. Bahkan mereka tidak tahu harus bereaksi bagaimana.


Latihan hari ini langsung dimulai tanpa Jang Eunbi sama


sekali. Guru meminta mereka untuk tetap melanjutkan latihan seperti biasanya.


Gaids itu akan segera menyusul nantinya. Lagipula ia sudah berpesan kepada Jang


Eunbi untuk langsung datang ke arena latihan setelah menyelesaikan urusannya


dengan Bibi Ga Eun.


“Pertama-tama, apakah kalian sudah melakukan pemanasaan


sebelumnya?” tanya sang guru.


“Belum Bu!” balas seluruh siswa secara bersamaan.


Mendapati pertanyaan seperti itu, wanita tersebut hanya bisa


menghela napasnya dengan pasrah. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan. Mendadak


lidahnya kelu. Ia kehabisan stok kata-kata hanya dalam waktu beberapa menit


saja.


“Baiklah, kalau begitu lakukan pemanasan terlebih dahulu,”


ujar wanita tersebut.


“Aku akan memberikan kalian waktu selama sepuluh menit,”


lanjutnya sebelum beralih ke tepi lapangan.


“Seharusnya itu cukup bagi mereka untuk merenggangkan


seluruh otot yang ada di tubuhnya,” gumamnya.


Ini bukan pertama kalinya bagi mereka untuk melakukan


pemanasan. Hampir setiap hari mereka selalu melakukan hal yang sama sebelum

__ADS_1


memulai latihan. Jadi, anak-anak ini tidak perlu dibimbing lagi untuk melakukan


pemanasan. Mereka sudah tahu apa-apa saja yang perlu dilakukan dan tidak.


__ADS_2