Mooneta High School

Mooneta High School
Berpikir


__ADS_3

Ini bukan pertama kalinya Nhea mendengar kalimat tersebut.


Kalau ia tidak salah, wanita yang berada di dalam mimpinya juga mengatakan hal


yang sama persis. Mereka berdua menyinggung soal mahkota itu. rasanya tidak


masuk akal saja. Sulit untuk dipercaya. Tapi, bagaimana bisa orang asing


seperti mereka mengetahui soal keberadaan mahkota tersebut. Sementara letaknya


sendiri bersifat rahasia.


Bukankah akademi sihir Mooneta memang sengaja menyimpannya


di sana? Mereka mencoba untuk menyembunyikan sesuatu. Mahkota tersebut pasti


bukan sekedar mehkota biasa. Ada cerita di baliknya yang membuat penghuni


asrama menjaga ketat keberadaannya. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui


hal tersebut.


Pasti mahkota tersebut sudha lumayan lama tersimpan di sana.


Bisa dilihat dari kotak penyimpanan kacanya yang tampak mulai buram. Tidak


transparan dan jernih seperti dulu lagi.


“Hanya itu yang ingin ku sampaikan. Jadi, sampai jumpa


lagi!” pamitnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan tempat tersebut.


Nhea sama sekali tidak berniat untuk menghentikan wanita


bernama Sofia itu. Ia masih terlalu sibuk berkutat dengan isi kepalanya


sendiri. Sulit untuk dipahami kenapa belakangan ini semua orang selalu


membicarakan perlihal mahkota tersebut. Dan yang semakin membuatnya merasa


curiga di sini adalah, kenapa harus orang asing yang tidak pernah ia jumpai


sebelumnya yang membocorkan rahasia tersebut. Padahal Nhea merupakan salah satu


anggota keluarga juga, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk


memberikan penjelasan.


Sedikit terasa mengecewakan. Ia seperti tidak dianggap


sebagai salah satu anggota keluarga. Namun, mau bagaimana lagi. Nhea sendiri


tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan tidak ada pembelaan yang bisa ia berikan


untuk dirinya sendiri. Terkadang gadis ini memang begitu payah dan tidak bisa


diandalkan. Berbanding terbalik dengan yang biasanya.


“Dia bilang sering berkunjung ke ruang penyimpanan jauh


;ebih sering dari pada aku?” gumamnya.


Setelah dipikir-pikir, hal itu nyaris tidak mungkin sama


sekali. Kecil kemungkinan jika ia bisa memiliki akses untuk masuk ke gedung


utama. Tidak sembarang orang bisa pergi ke sana. Bahkan para staff tertentu


saja belum tentu bisa menyelinap masuk ke dalam ruang penyimpanan. Terlebih,

__ADS_1


kabarnya beberapa tahun yang lalu ruang penyimpanan sempat dijaga oleh dua ekor


griffin. Mustahil untuk keluar masuk ke sana dengan bebas.


“Apa mungkin jika ia juga merupakan salah satu dari anggota


keluarga?” tebaknya.


Sejauh ini semua itu hanya asumsi belaka. Belum ada yang


terbukti benar atau tidak. Nhea bahkan tidak bisa membuktikannya sekarang.


Sofia sudah pergi. Sekarang pasti sulit baginya untuk mengumpulkan informasi


sebanyak-banyaknya mengenai hal tersebut. Sebab, hanya Sofia lah satu-satunya


orang yang paling berhubungan erat dengan informasi tersebut.


Gadis itu menggaruuk kepalanya yang tidak gatal. Semakin ke


sini semakin banyak pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya. Ia mengalami


kesulitan untuk membedakan mana yang benar ada dan mana yang tidak ada.


Terlalu banyak hal baru yang ia ketahui hari ini. Dan yang


lebih mengejutkannya lagi, semua itu adalah rahasia besar. Entah kenapa


orang-orang asing itu bisa mempercayakan hal semacam itu kepada dirinya. Nhea


sama sekali tidak habis pikir.


Untuk yang kesekian kalinya ia merasa bingung. Kali ini


tentang apakah ia harus mempercayai perkataan mereka yang belum tentu benar


atau tidak sama sekali. Ada terlalu banyak pilihan yang disuguhkan untuk


yang bisa memutuskan segala sesuatunya dengan tepat dan cepat.


“Untuk menjadi seorang pemimpin, kau harus bisa memutuskan


sesuatu dengan cepat dan tepat.”


Beberapa waktu yang lalu, Chanwo pernah mengutarakan kelimat


tersebut. Tidak ada tujuan tertentu. Semua orang bisa mendengarkannya tanpa


terkecuali. Karena memang sedang tidak ditujukan kepada siapa pun.


“Ah, sudahlah!” gerutu Nhea sebal.


Ia memilih untuk menyerah. Kepalanya sudah tidak sanggup


lagi untuk diajak berpikir labih dalam. Bisa-bisa nanti malah tidak berfungsi


sama sekali. Lagipula juga tidak baik untuk terlalu memaksakan diri. Kali ini


dia tidak ingin ambil pusing soal hal tersebut. Selama kebenarannya belum


terbukti, kenapa ia harus mencemaskannya.


Selama ini sudah terlalu banyak hal yang ia pikirkan. Dan sebagian


besar dari mereka adalah hal yang tidak penting. Nhea terlalu sibuk memikirkan


urusan orang lain, daripada dirinya sendiri.


Sekarang bahkan suasana di atas sini sudah tidak lagi terasa

__ADS_1


menenangkan baginya. Atau bahkan paling tidak bisa menghibur dirinya sedikit


saja. Semua mendadak berubah tepat setelah Sofia datang. Ia mendadak merasa


malas berlama-lama di sini. Padahal sekarang belum ada setengah jam sejak awal


pertama kali ia datang.


Nhea memutuskan untuk kembali ke kamar asramanya. Gadis itu


meninggalkan upacara penutupan festival begitu saja. Padahal acaranya belum


selesai. Namun, ia sama sekali tidak tertarik dengan hal yang satu itu lagi.


Satu-satunya hal yang ia inginkan saat ini adalah beristirahat.


Mungkin sebentar lagi Oliver akan sampai di kamar.


Seharusnya sebentar lagi mereka akan kembali. Karena saat Nhea pergi meninggalkan


atap, sudah memasuki acara terakhir. Setidaknya membutuhkan waktu sekitar tiga


puluh menit untuk sampai ke sini. Mereka masih harus membereskan


barang-barangnya yang berada di tenda dan arena lomba. Dengan kata lain, mereka


tidak bisa langsung kembali ke akademi meski acaranya sudah selesai.


Nhea masih bisa menggunakan waktu tersebut untuk


beristirahat di kamar asrama. Kemudian ia berencana untuk kembali lagi ke ruang


penyimpanan. Gadis itu harus bergerak sebelum ada seorang pun yang memasuki area


akademi. Dengan begitu, semuanya akan tetap aman.


Gadis itu telah merencanakan semuanya dengan sedemikian


rupa. Bahkan setiap hal kecil sudah ia pikirkan dengan baik-baik. Nhea tidak


akan melarikan diri. Dia hanya menghilang untuk sementara waktu. Kemudian kembali


lagi setelah semua masalahnya sudah selesai. Bukan orang lain yang


menyelesaikan masalah tersebut. Melainkan dirinya sendiri.


***


Begitu sampai di dalam kamar, ia langsung merobohkan dirinya


sendiri di atas kasur. Tempat ini benar-benar sepi. Suasana mencekam bahkan


terasa lebih dominan sekarang. Namun, hal tersebut sama sekali bukan sebuah


masalah yang cukup serius baginya. Tinggal di akademi sihir Mooneta, itu


berarti harus terbiasa dengan segala hal yang terasa tidak masuk akal. Karena memang


di sini mereka percaya jika ada dunia lain yang hidup berdampingan dengan


mereka. Roh dan arwah bukan sesuatu yang asing lagi di sini.


Kalau ditanya apakah Nhea merasa


takut atau tidak, pada awalnya memang iya. Tidak dapat dipungkiri. Namun,


semakin ke sini dirinya mulai terbiasa. Bahkan di dunia nyata saja tempat ia


tinggal sebelumnya juga sama saja. Sebagian besar orang mempercayai sesuatu

__ADS_1


yang berasal dari alam gaib. Termasuk Nhea sendiri.


__ADS_2