
Ini bukan pertama kalinya Nhea mendengar kalimat tersebut.
Kalau ia tidak salah, wanita yang berada di dalam mimpinya juga mengatakan hal
yang sama persis. Mereka berdua menyinggung soal mahkota itu. rasanya tidak
masuk akal saja. Sulit untuk dipercaya. Tapi, bagaimana bisa orang asing
seperti mereka mengetahui soal keberadaan mahkota tersebut. Sementara letaknya
sendiri bersifat rahasia.
Bukankah akademi sihir Mooneta memang sengaja menyimpannya
di sana? Mereka mencoba untuk menyembunyikan sesuatu. Mahkota tersebut pasti
bukan sekedar mehkota biasa. Ada cerita di baliknya yang membuat penghuni
asrama menjaga ketat keberadaannya. Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui
hal tersebut.
Pasti mahkota tersebut sudha lumayan lama tersimpan di sana.
Bisa dilihat dari kotak penyimpanan kacanya yang tampak mulai buram. Tidak
transparan dan jernih seperti dulu lagi.
“Hanya itu yang ingin ku sampaikan. Jadi, sampai jumpa
lagi!” pamitnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan tempat tersebut.
Nhea sama sekali tidak berniat untuk menghentikan wanita
bernama Sofia itu. Ia masih terlalu sibuk berkutat dengan isi kepalanya
sendiri. Sulit untuk dipahami kenapa belakangan ini semua orang selalu
membicarakan perlihal mahkota tersebut. Dan yang semakin membuatnya merasa
curiga di sini adalah, kenapa harus orang asing yang tidak pernah ia jumpai
sebelumnya yang membocorkan rahasia tersebut. Padahal Nhea merupakan salah satu
anggota keluarga juga, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk
memberikan penjelasan.
Sedikit terasa mengecewakan. Ia seperti tidak dianggap
sebagai salah satu anggota keluarga. Namun, mau bagaimana lagi. Nhea sendiri
tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan tidak ada pembelaan yang bisa ia berikan
untuk dirinya sendiri. Terkadang gadis ini memang begitu payah dan tidak bisa
diandalkan. Berbanding terbalik dengan yang biasanya.
“Dia bilang sering berkunjung ke ruang penyimpanan jauh
;ebih sering dari pada aku?” gumamnya.
Setelah dipikir-pikir, hal itu nyaris tidak mungkin sama
sekali. Kecil kemungkinan jika ia bisa memiliki akses untuk masuk ke gedung
utama. Tidak sembarang orang bisa pergi ke sana. Bahkan para staff tertentu
saja belum tentu bisa menyelinap masuk ke dalam ruang penyimpanan. Terlebih,
__ADS_1
kabarnya beberapa tahun yang lalu ruang penyimpanan sempat dijaga oleh dua ekor
griffin. Mustahil untuk keluar masuk ke sana dengan bebas.
“Apa mungkin jika ia juga merupakan salah satu dari anggota
keluarga?” tebaknya.
Sejauh ini semua itu hanya asumsi belaka. Belum ada yang
terbukti benar atau tidak. Nhea bahkan tidak bisa membuktikannya sekarang.
Sofia sudah pergi. Sekarang pasti sulit baginya untuk mengumpulkan informasi
sebanyak-banyaknya mengenai hal tersebut. Sebab, hanya Sofia lah satu-satunya
orang yang paling berhubungan erat dengan informasi tersebut.
Gadis itu menggaruuk kepalanya yang tidak gatal. Semakin ke
sini semakin banyak pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya. Ia mengalami
kesulitan untuk membedakan mana yang benar ada dan mana yang tidak ada.
Terlalu banyak hal baru yang ia ketahui hari ini. Dan yang
lebih mengejutkannya lagi, semua itu adalah rahasia besar. Entah kenapa
orang-orang asing itu bisa mempercayakan hal semacam itu kepada dirinya. Nhea
sama sekali tidak habis pikir.
Untuk yang kesekian kalinya ia merasa bingung. Kali ini
tentang apakah ia harus mempercayai perkataan mereka yang belum tentu benar
atau tidak sama sekali. Ada terlalu banyak pilihan yang disuguhkan untuk
yang bisa memutuskan segala sesuatunya dengan tepat dan cepat.
“Untuk menjadi seorang pemimpin, kau harus bisa memutuskan
sesuatu dengan cepat dan tepat.”
Beberapa waktu yang lalu, Chanwo pernah mengutarakan kelimat
tersebut. Tidak ada tujuan tertentu. Semua orang bisa mendengarkannya tanpa
terkecuali. Karena memang sedang tidak ditujukan kepada siapa pun.
“Ah, sudahlah!” gerutu Nhea sebal.
Ia memilih untuk menyerah. Kepalanya sudah tidak sanggup
lagi untuk diajak berpikir labih dalam. Bisa-bisa nanti malah tidak berfungsi
sama sekali. Lagipula juga tidak baik untuk terlalu memaksakan diri. Kali ini
dia tidak ingin ambil pusing soal hal tersebut. Selama kebenarannya belum
terbukti, kenapa ia harus mencemaskannya.
Selama ini sudah terlalu banyak hal yang ia pikirkan. Dan sebagian
besar dari mereka adalah hal yang tidak penting. Nhea terlalu sibuk memikirkan
urusan orang lain, daripada dirinya sendiri.
Sekarang bahkan suasana di atas sini sudah tidak lagi terasa
__ADS_1
menenangkan baginya. Atau bahkan paling tidak bisa menghibur dirinya sedikit
saja. Semua mendadak berubah tepat setelah Sofia datang. Ia mendadak merasa
malas berlama-lama di sini. Padahal sekarang belum ada setengah jam sejak awal
pertama kali ia datang.
Nhea memutuskan untuk kembali ke kamar asramanya. Gadis itu
meninggalkan upacara penutupan festival begitu saja. Padahal acaranya belum
selesai. Namun, ia sama sekali tidak tertarik dengan hal yang satu itu lagi.
Satu-satunya hal yang ia inginkan saat ini adalah beristirahat.
Mungkin sebentar lagi Oliver akan sampai di kamar.
Seharusnya sebentar lagi mereka akan kembali. Karena saat Nhea pergi meninggalkan
atap, sudah memasuki acara terakhir. Setidaknya membutuhkan waktu sekitar tiga
puluh menit untuk sampai ke sini. Mereka masih harus membereskan
barang-barangnya yang berada di tenda dan arena lomba. Dengan kata lain, mereka
tidak bisa langsung kembali ke akademi meski acaranya sudah selesai.
Nhea masih bisa menggunakan waktu tersebut untuk
beristirahat di kamar asrama. Kemudian ia berencana untuk kembali lagi ke ruang
penyimpanan. Gadis itu harus bergerak sebelum ada seorang pun yang memasuki area
akademi. Dengan begitu, semuanya akan tetap aman.
Gadis itu telah merencanakan semuanya dengan sedemikian
rupa. Bahkan setiap hal kecil sudah ia pikirkan dengan baik-baik. Nhea tidak
akan melarikan diri. Dia hanya menghilang untuk sementara waktu. Kemudian kembali
lagi setelah semua masalahnya sudah selesai. Bukan orang lain yang
menyelesaikan masalah tersebut. Melainkan dirinya sendiri.
***
Begitu sampai di dalam kamar, ia langsung merobohkan dirinya
sendiri di atas kasur. Tempat ini benar-benar sepi. Suasana mencekam bahkan
terasa lebih dominan sekarang. Namun, hal tersebut sama sekali bukan sebuah
masalah yang cukup serius baginya. Tinggal di akademi sihir Mooneta, itu
berarti harus terbiasa dengan segala hal yang terasa tidak masuk akal. Karena memang
di sini mereka percaya jika ada dunia lain yang hidup berdampingan dengan
mereka. Roh dan arwah bukan sesuatu yang asing lagi di sini.
Kalau ditanya apakah Nhea merasa
takut atau tidak, pada awalnya memang iya. Tidak dapat dipungkiri. Namun,
semakin ke sini dirinya mulai terbiasa. Bahkan di dunia nyata saja tempat ia
tinggal sebelumnya juga sama saja. Sebagian besar orang mempercayai sesuatu
__ADS_1
yang berasal dari alam gaib. Termasuk Nhea sendiri.