
Pencarian kembali dilakukan. Beberapa hari belakangan ini
mahkota tersebut memang selalu berhasil untuk menarik perhatian Nhea. Mungkin
jika mereka tidak pernah memberitahunya, Nhea tidak akan pernah tahu jika ada
mahkota yang disimpan di sana.
Setelah mendengar penjelasan dari Sofia tadi, Nhea masih
belum benar-benar yakin. Dia belum bisa mempercayai perkataan wanita itu
sepenuhnya. Entah itu benar atau tidak. Oleh sebab itu, Nhea belum bisa
mengklaim mahkota tersebut sebagai miliknya.
Pertama-tama, Nhea harus membuktikan hal tersebut terlebih
dahulu. Setelah itu, baru ia bisa percaya. Kali ini Nhea tidak mau bertindak
ceroboh lagi. Atau jika tidak, seluruh akademi pasti akan menyalahkannya.
Terkadang melihat kesalahan orang lain terasa jauh lebih menyenangkan, daripada
harus melihat kesalahan sendiri.
Sepertinya untuk saat ini sampai beberapa hari ke depan,
ruang penyimpanan akan menjadi tempat paling aman baginya untuk bersembunyi.
Tidak ada yang akan pergi ke sana.
Sebelum menutup pintu kayu jati tersebut, Nhea kembali
mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Hanya untuk memastikan
apakah situasinya benar-benar aman. Untungnya semua sesuai dengan ekpektasinya.
Tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Seperti orang yang diam-diam mengikuti
langkahnya sampai kemari atau berbagai tindakan lain sejenisnya.
Karena sering berkunjung kemari, Nhea menjadi salah satu
orang yang berhasil memegang kunci ruang penyimpanan. Tidak akan masalah selama
tidak ada yang tahu. Semuanya akan tetap aman selama ia tetap pada rencana.
Setelah memastikan situasi benar-benar aman untuknya, Nhea
langsung mengunci pintu masuk. Tentu untuk mencegah orang lain datang kemari.
Hanya Nhea yang berhak mengakses tempat ini sampai beberapa hari ke depan.
Tidak ada yang bisa mengganggu gugat yang satu itu.
Ia mulai mengitari ruangan itu lagi. Mengamati setiap
sudutnya dengan begitu teliti. Tidak ada satu sisi pun yang terlewatkan oleh
pandangannya. Semua berhasil ia sapu bersih. Kegiatan yang ia lakukan kali ini
sama persis seperti saat pertama kali ia datang kemari.
Begitu sampai di dalam ruangan, mahkota tidak menjadi
incarannya lagi. Meski begitu bukan berarti ia akan melupakannya begitu saja.
Nhea hanya sedang ingin mengeksplor sudut-sudut terpencil yang belum sempat
__ADS_1
terjamah olehnya.
Sebenarnya ruang penyimpanan tidak terlalu besar jika
dibandingkan dengan ruang jamuan makan. Hanya saja, waktu yang terbatas tidak
memungkinkan Nhea untuk menyelesaikan semuanya. Mengingat jumlah barang yang
tersimpan di sini juga tidak sedikit. Ia yakin jika setiap barang yang
tersimpan di tempat ini pasti memiliki sejarah. Setidaknya harus ada alasan
kenapa ia harus disembunyikan dari banyak orang.
Ada beberapa pedang, tongkat sihir dan berbagai macam benda
lainnya yang disimpan pad arak paling belakang. Namun alih-alih mengamati benda
tersebut secara satu-persatu, Nhea malah jauh lebih tertarik kepada rak paling
belakang yang memuat susunan buku-buku. Ia tidak tahu pasti buku jenis apa yang
mereka sembunyikan di sana. Bukankah seharusnya diletakkan di perpustakan umum
akademi?
Mendadak ia teringat jika tidak semua buku bisa dipajang di
perpustakaan umum akademi. Pada faktanya memang ada beberapa buku yang
dikecualikan. Seperti buku sejarah akademi sihir Mooneta yang sempat ia temukan
beberapa saat lalu.
Sekarang ia mengerti. Buku itu pasti tidak layak untuk
dibiarkan di perpustakaan. Sehingga mereka menyimpannya di sini.
memuncak. Ada beberapa deretan buku dengan saampul berbeda di sana.
“Ternyata mereke mengecualikan cukup banyak buku dari
perpustakaan,” ucap Nhea sambil berdecak kagum.
Sepertinya waktu satu malam tidak akan cukup untuk membaca
semua buku-buku ini. Setiap bukunya memiliki jumlah halaman yang berkisar
antara dua ratus hinggga tiga ratus halaman. Jika kau ingin tahu tentang
rahasia akademi sihir Mooneta yang disembunyikan, maka kau harus datang kemari.
Sebab semua jawaban dari petanyaanmu itu tersedia di sini.
Mereka tahu betul bagaimana cara melindungi diri. Secara tidak
langsung, sebenarnya akademi sihir Mooneta tengah menutup diri dari dunia luar.
Bahkan tidak semua orang yang ada di sini tahu soal rahasia besar Mooneta. Hanya
mereka yang mendapatkan kepercayaan yang bisa mengetahuinya.
Untuk saat ini, Nhea sama sekali belum termasuk ke dalam
daftar orang kepercayaan. Namun, semesta menakdirkannya untuk tahu lebih cepat
dari yang seharusnya. Ternyata akademi sihir paling hebat di seluruh negeri
sekali pun memiliki sisi gelap.
__ADS_1
“Buku-buku apa saja ini?” tanya Nhea kepada dirinya sendiri.
Pandangannya menyapu setiap buku yang berjejer di rak. Ada
berbagai judul yang bisa ia baca. Terdiri dari beberapa buku lokal. Sisanya
dituli dengan bahasa asing, seperti bahasa Jerman. Hal terseut membuat Nhea mengurungkan
niatnya. Ia melewatkan jajaran buku berbahasa asing dengan begitu saja.
Karena percuma saja, ia tetap tidak akan mengerti. Jadi untuk
apa mengambilnya. Kecuali jika ia paham setidaknya dasar bahasa Jerman. Maka hal
itu pasti akan sangat membantu. Namun, sayangnya Nhea tidak pernah mempelajari
hal tersebut sebelumnya.
Gadis itu mengalihkan pandangannya ke judul buku yang lain.
Kini perhatiannya tertuju kepada jajaran buku lokal. Mungkin ia bisa memilih
salah satu dari mereka untuk dibaca. Berdiam diri di tempat ini sendirian pasti
akan sangat membosankan. Setidaknya dengan membaca beberapa buku, ia bisa
menghindari situasi tersebut. Ia akan terus menyibukkan dirinya selama berada
di sini. Karena sebenarnya ada begitu banyak hal yang bisa ia lakukan.
“Sofia,” ucap Nhea.
Gadis itu mengeja sebuah judul buku yang berada di sana. Buku
bersampul maroon tersebut berhasil mencuri perhatian Nhea dalam waktu kurang
dari satu detik. Nhea yang merasa penasaran lantas langsung menarik buku itu
keluar dari dalam rak. Kebetulan buku ini ditulis dalam bahasa lokal. Sehingga sudah
pasti jika Nhea akan mengerti dengan mudah setiap hal yang tertulis di dalam
sana.
Tanpa pikir panjang lagi, ia segera membawwa buku tersebut
bersamanya. Gadis itu mencari tempat paling aman sekaligus paling nyaman
baginya untuk membaca. Sepertinya buku ini akan menarik. Meski sebenarnya ia
tidak tahu apa isi ceritanya. Tapi, Nhea memang tidak berharap banyak. Tidak apa
jika isi buku ini sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasinya.
Sebelu mulai membaca, ia mengamtai sampul buku terlebih
dahulu. Kemudian setelahnya baru ia beralih ke halaman pertama. Di sana
tertulis “Sofia Von Riera” yang berarti “Sofia dari Riera”. Riera bukan nama
tempat atau bahkan daerah. Sebab, Nhea belum pernah mendengar nama daerah
tersebut sebelumnya. Ia yakin jika Riera adalah nama keluarganya.
Dari judulnya saja sudah jelas
jika buku tersebut memiliki unsur Jerman. Namun sama sekali tidak dituli dalam
bahasa Jerman. Melainkan sebaliknya. Dari judulnya saja Nhea sudah bisa
__ADS_1
menyimpulkan jika buku ini berisi tentang Sofia yang berasal dari keluarga
Riera.