Mooneta High School

Mooneta High School
Sofia


__ADS_3

Pencarian kembali dilakukan. Beberapa hari belakangan ini


mahkota tersebut memang selalu berhasil untuk menarik perhatian Nhea. Mungkin


jika mereka tidak pernah memberitahunya, Nhea tidak akan pernah tahu jika ada


mahkota yang disimpan di sana.


Setelah mendengar penjelasan dari Sofia tadi, Nhea masih


belum benar-benar yakin. Dia belum bisa mempercayai perkataan wanita itu


sepenuhnya. Entah itu benar atau tidak. Oleh sebab itu, Nhea belum bisa


mengklaim mahkota tersebut sebagai miliknya.


Pertama-tama, Nhea harus membuktikan hal tersebut terlebih


dahulu. Setelah itu, baru ia bisa percaya. Kali ini Nhea tidak mau bertindak


ceroboh lagi. Atau jika tidak, seluruh akademi pasti akan menyalahkannya.


Terkadang melihat kesalahan orang lain terasa jauh lebih menyenangkan, daripada


harus melihat kesalahan sendiri.


Sepertinya untuk saat ini sampai beberapa hari ke depan,


ruang penyimpanan akan menjadi tempat paling aman baginya untuk bersembunyi.


Tidak ada yang akan pergi ke sana.


Sebelum menutup pintu kayu jati tersebut, Nhea kembali


mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Hanya untuk memastikan


apakah situasinya benar-benar aman. Untungnya semua sesuai dengan ekpektasinya.


Tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Seperti orang yang diam-diam mengikuti


langkahnya sampai kemari atau berbagai tindakan lain sejenisnya.


Karena sering berkunjung kemari, Nhea menjadi salah satu


orang yang berhasil memegang kunci ruang penyimpanan. Tidak akan masalah selama


tidak ada yang tahu. Semuanya akan tetap aman selama ia tetap pada rencana.


Setelah memastikan situasi benar-benar aman untuknya, Nhea


langsung mengunci pintu masuk. Tentu untuk mencegah orang lain datang kemari.


Hanya Nhea yang berhak mengakses tempat ini sampai beberapa hari ke depan.


Tidak ada yang bisa mengganggu gugat yang satu itu.


Ia mulai mengitari ruangan itu lagi. Mengamati setiap


sudutnya dengan begitu teliti. Tidak ada satu sisi pun yang terlewatkan oleh


pandangannya. Semua berhasil ia sapu bersih. Kegiatan yang ia lakukan kali ini


sama persis seperti saat pertama kali ia datang kemari.


Begitu sampai di dalam ruangan, mahkota tidak menjadi


incarannya lagi. Meski begitu bukan berarti ia akan melupakannya begitu saja.


Nhea hanya sedang ingin mengeksplor sudut-sudut terpencil yang belum sempat

__ADS_1


terjamah olehnya.


Sebenarnya ruang penyimpanan tidak terlalu besar jika


dibandingkan dengan ruang jamuan makan. Hanya saja, waktu yang terbatas tidak


memungkinkan Nhea untuk menyelesaikan semuanya. Mengingat jumlah barang yang


tersimpan di sini juga tidak sedikit. Ia yakin jika setiap barang yang


tersimpan di tempat ini pasti memiliki sejarah. Setidaknya harus ada alasan


kenapa ia harus disembunyikan dari banyak orang.


Ada beberapa pedang, tongkat sihir dan berbagai macam benda


lainnya yang disimpan pad arak paling belakang. Namun alih-alih mengamati benda


tersebut secara satu-persatu, Nhea malah jauh lebih tertarik kepada rak paling


belakang yang memuat susunan buku-buku. Ia tidak tahu pasti buku jenis apa yang


mereka sembunyikan di sana. Bukankah seharusnya diletakkan di perpustakan umum


akademi?


Mendadak ia teringat jika tidak semua buku bisa dipajang di


perpustakaan umum akademi. Pada faktanya memang ada beberapa buku yang


dikecualikan. Seperti buku sejarah akademi sihir Mooneta yang sempat ia temukan


beberapa saat lalu.


Sekarang ia mengerti. Buku itu pasti tidak layak untuk


dibiarkan di perpustakaan. Sehingga mereka menyimpannya di sini.


memuncak. Ada beberapa deretan buku dengan saampul berbeda di sana.


“Ternyata mereke mengecualikan cukup banyak buku dari


perpustakaan,” ucap Nhea sambil berdecak kagum.


Sepertinya waktu satu malam tidak akan cukup untuk membaca


semua buku-buku ini. Setiap bukunya memiliki jumlah halaman yang berkisar


antara dua ratus hinggga tiga ratus halaman. Jika kau ingin tahu tentang


rahasia akademi sihir Mooneta yang disembunyikan, maka kau harus datang kemari.


Sebab semua jawaban dari petanyaanmu itu tersedia di sini.


Mereka tahu betul bagaimana cara melindungi diri. Secara tidak


langsung, sebenarnya akademi sihir Mooneta tengah menutup diri dari dunia luar.


Bahkan tidak semua orang yang ada di sini tahu soal rahasia besar Mooneta. Hanya


mereka yang mendapatkan kepercayaan yang bisa mengetahuinya.


Untuk saat ini, Nhea sama sekali belum termasuk ke dalam


daftar orang kepercayaan. Namun, semesta menakdirkannya untuk tahu lebih cepat


dari yang seharusnya. Ternyata akademi sihir paling hebat di seluruh negeri


sekali pun memiliki sisi gelap.

__ADS_1


“Buku-buku apa saja ini?” tanya Nhea kepada dirinya sendiri.


Pandangannya menyapu setiap buku yang berjejer di rak. Ada


berbagai judul yang bisa ia baca. Terdiri dari beberapa buku lokal. Sisanya


dituli dengan bahasa asing, seperti bahasa Jerman. Hal terseut membuat Nhea mengurungkan


niatnya. Ia melewatkan jajaran buku berbahasa asing dengan begitu saja.


Karena percuma saja, ia tetap tidak akan mengerti. Jadi untuk


apa mengambilnya. Kecuali jika ia paham setidaknya dasar bahasa Jerman. Maka hal


itu pasti akan sangat membantu. Namun, sayangnya Nhea tidak pernah mempelajari


hal tersebut sebelumnya.


Gadis itu mengalihkan pandangannya ke judul buku yang lain.


Kini perhatiannya tertuju kepada jajaran buku lokal. Mungkin ia bisa memilih


salah satu dari mereka untuk dibaca. Berdiam diri di tempat ini sendirian pasti


akan sangat membosankan. Setidaknya dengan membaca beberapa buku, ia bisa


menghindari situasi tersebut. Ia akan terus menyibukkan dirinya selama berada


di sini. Karena sebenarnya ada begitu banyak hal yang bisa ia lakukan.


“Sofia,” ucap Nhea.


Gadis itu mengeja sebuah judul buku yang berada di sana. Buku


bersampul maroon tersebut berhasil mencuri perhatian Nhea dalam waktu kurang


dari satu detik. Nhea yang merasa penasaran lantas langsung menarik buku itu


keluar dari dalam rak. Kebetulan buku ini ditulis dalam bahasa lokal. Sehingga sudah


pasti jika Nhea akan mengerti dengan mudah setiap hal yang tertulis di dalam


sana.


Tanpa pikir panjang lagi, ia segera membawwa buku tersebut


bersamanya. Gadis itu mencari tempat paling aman sekaligus paling nyaman


baginya untuk membaca. Sepertinya buku ini akan menarik. Meski sebenarnya ia


tidak tahu apa isi ceritanya. Tapi, Nhea memang tidak berharap banyak. Tidak apa


jika isi buku ini sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Sebelu mulai membaca, ia mengamtai sampul buku terlebih


dahulu. Kemudian setelahnya baru ia beralih ke halaman pertama. Di sana


tertulis “Sofia Von Riera” yang berarti “Sofia dari Riera”. Riera bukan nama


tempat atau bahkan daerah. Sebab, Nhea belum pernah mendengar nama daerah


tersebut sebelumnya. Ia yakin jika Riera adalah nama keluarganya.


Dari judulnya saja sudah jelas


jika buku tersebut memiliki unsur Jerman. Namun sama sekali tidak dituli dalam


bahasa Jerman. Melainkan sebaliknya. Dari judulnya saja Nhea sudah bisa

__ADS_1


menyimpulkan jika buku ini berisi tentang Sofia yang berasal dari keluarga


Riera.


__ADS_2