
Soal urutan bukanlah sebuah masalah lagi. Anak-anak dari
akademi sihir Mooneta akan siap kapan saja mereka dipanggil. Tidak masalah jika
memang mereka harus mendapatkan urutan pertama dan bertanding lebih awal dari
akademi sihir yang lainnya. Sekarang Nhea sudah kembali bersama timnya. Jadi,
tidak ada yang perlu dicemaskan lagi.
Omong-omong soal kejadian tidak masuk akal yang menimpa Nhea
tadi, sama sekali tidak ada yang tahu kecuali Oliver. Semua orang hanya menganggap
tidak terjadi apa-apa. Bahkan tidak ada seorang pun di sana yang menyadari jika
Nhea nyaris tak bisa keluar dari dalam bilik kamar mandi. Beruntung Oliver
datang di saat yang tepat. Sehingga Nhea tidak perlu menunggu terlalu lama di
sana.
Setelah selesai makan siang, mereka semua pergi ke hall
utama. Sama seperti rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebenarnya, nomer
urut peserta baru akan diumumkan sekitar dua puluh menit lagi jika dilihat
melalui jadwal yang sebenarnya. Namun, tidak ada salahnya jika mereka datang
lebih cepat.
Mooneta tidak menjadi satu-satunya akademi sihir yang
pertama kali sampai di tempat itu. Ada beberapa akademi lain yang ternyata
sudah berada di sana jauh sebelum mereka datang. Mungkin mereka juga sudah
makan siang di sana.
“Ayo!” ajak Oliver sembari menarik tangan gadis itu.
Memangnya siapa lagi jika bukan Nhea. Semenjak kejadian di
kamar mandi tadi, Oliver tidak akan pernah membiarkan Nhea terlepas dari
jangkauannya. Gadis itu masih cukup muda. Dia tidak tahu apa-apa soal dimensi
ini yang jelas-jelas berbeda jauh dengan dunia nyata pada umumnya.
Tidak mudah untuk beradaptasi dengan dimensi yang satu ini. Terlebih
bagi orang biasa seperti Nhea. Lebih tepatnya tidak sembarang orang bisa
bertahan hidup. Hanya mereka yang terpilih saja. Mungkin Nhea adalah salah
satunya. Pasalnya, gadis itu masih bisa bertahan hingga titik ini. Bukan pekara
mudah untuk bisa sampai pada fase tertentu. Ada banyak rintangan yang
memungkinkan untuk membuat nyawamu hilang.
“Bagaimana kalau kita duduk di sana?” tanya Oliver yang
kemudian dibalas dengan anggukan oleh Nhea.
Tanpa pikir panjang lagi, mereka segera menuju salah satu
tempat yang masih cukup lengang di sudut ruangan. Sepertinya tempat ini tidak
terlalu besar jika dilihat sekilas. Namun, pada kenyataannya, hall utama bisa
__ADS_1
menampung hingga lebih dari lima ribu orang.
Belum sempat mereka mendaratkan bokongnya di tempat duduk
yang tersedia, sudah ada orang lain yang duduk di sana lebih dulu. Sontak hal
tersebut berhasil memancing emosi kedua gadis itu secara tidak langsung.
“Apa yang kalian lakukan di tempat duduk kami?” tanya Oliver
dengan tatapan sinis.
“Apa maksudmu?” tanya orang itu balik.
“Sudah jelas-jelas jika kami yang sampai dan duduk di sini
lebih dulu. Kau tidak memiliki ha katas tempat ini sama sekali,” timpal
temannya yang lain beberapa detik kemudian.
“Sudahlah, lebih baik kita cari tempat duduk yang lain saja,”
bujuk Nhea.
Gadis itu berusaha untuk tetap terlihat tenang meskipun
tidak bisa dipungkiri jika saat ini mereka tengah dilanda rasa kesal. Tapi, di
sisi lain apa yang dikatakan oleh orang-orang tadi itu ada benarnya juga. Mereka
tidak seharusnya bersikap seperti itu. Bagaimanapun juga, siapa yang berhasil
sampai di tempat ini lebih awal, maka ia adalah orang yang paling berhak.
Setelah berhasil menenangkan Oliver, pada akhirnya mereka
memutuskan untuk duduk di bangku belakang saja. Posisinya tepat berada di
“Hari ini sungguh ada banyak hal yang membuatku merasa
kesal,” cicit Oliver.
“Kau harus mengontrol emosimu sendiri,” balas Nhea.
“Bukankah kau yang sering mengatakan hal tersebut kepadaku?”
lanjutnya kemudian.
Nhea tidak pernah tahu jika mereka memiliki cukup banyak
musuh. Ringkasnya, ada beberapa orang yang tidak menyukai mereka. Padahal Nhea
dan Oliver tidak pernah berbuat salah kepada mereka sebelumnya. Atau bahkan
sampai mencari gara-gara.
Sepertinya ini bukan soal personal. Melainkan karena mereka
merupakan salah satu bagian dari akademi sihir Mooneta. Menjadi yang terbaik
memang tidak selamanya tentang hal baik. Tidak selalu positif. Terkadang juga
terjadi sebaliknya. Tidak jarang yang terbaik malah mendapatkan perlakuan yang
tidak sepantasnya.
“Mereka selalu iri
dengan yang terbaik.”
“Aku terlahir tanpa
__ADS_1
bakat. Tapi, untuk sampai ke titik sekarang ini juga bukan pekara yang mudah.”
Untuk pertama kalinya kalimat tersebut kembali dimainkan
ulang oleh otaknya. Beberapa saat yang lalu Nhea pernah mendengarkannya
langsung dari Eun Ji Hae. Tepat sebelum pembagian tim untuk perlombaan. Nhea
pernah diminta untuk menemui Eun Ji Hae ke ruangan Bibi Ga Eun.
Sepertinya gadis yang satu itu memang mengetahui banyak hal
soal hidup. Tidak hanya turan dasar sebagai manusia saja. Bahkan, ia juga turut
mengungkap beberapa hal yang tidak seharussnya diketahui oleh manusia lainnya. Dengan
dalih kebaikan katanya.
“Aku penasaran, dengan siapa aku akan bertanding nantinya,”
gumam Oliver.
“Apa kau begitu berambisi untuk mengalahkan mereka semua?”
tanya Nhea secara mendadak.
“Kenapa tidak?” tanya gadis itu balik.
Nhea hanya menggidikkan bahunya. Mereka mengakhiri
percakapannya secara spontan. Tanpa ada aba-aba sama sekali.
Wajar saja jika Oliver memiliki tujuan demikian. Diamemang
tipikal orang yang cukup ambisius jika dibandingkan dengan orang lain. Terutama
di akademi sihir Mooneta. Bisa dikatakan jika ia termasuk ke dalam barisan
murid yang paling ambisius. Bukan hanya itu saja. ia bahkan juga sering
membuktikan potensinya kepada orang lain hanya demi mendapatkan pengakuan dari
orang lain. Padahal ia tidak memerlukan hal itu lagi. Semua orang juga tahu
jika ia adalah yang terbaik dari terbaik.
Nhea menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Beberapa hari
ini terasa terlalu melelahkan baginya. Mereka terus ditekan habis-habisan. Tidak
dibiarkan untuk bebas bahkan sekali saja. Bagi Nhea sendiri, sangat sulit untuk
tetap menjaga pola tidurnya.
Mereka semua berlatih keras demi memberikan hasil yang
terbaik pada kompetisi kali ini. Meski sebenarnya festival sihir hanya untuk
hiburan, tapi perlombaan tetap menjadi sorotan utama orang-orang.
Masyarakat kota selalu menantikan hari pembukaan dan hari
penutupan. Tapi, biasanya hari terakhir selalu menjadi yang paling berkesan. Sebab
pada saat itu pula mereka akan mengetahui siapa pemenangnya. Mooneta selalu
berada di posisi pertama biasanya. Mereka cukup konsisten untuk mempertahankan
posisinya dari tahun ke tahun.
Namun, untuk posisi ke dua dan seterusnya bisa saja berubah.
__ADS_1
Tergantung performa mereka pada saat itu.