Mooneta High School

Mooneta High School
Told Her


__ADS_3

Kemungkinan terburuknya bisa saja terjadi. Tidak ada yang


tahu. Tapi, satu hal yang pasti. Waspada akan membuat mereka aman.


“Jadi, maksudmu kejadian pertama adalah penyebab peristiwa


kedua dan seterusnya. Begitu bukan?” simpul Eun Ji Hae.


“Tepat sekali!” seru Nhea.


Eun Ji Haemulai mendapatkan poin pentingnya di sini. Gadis


itu mengangguk-anggukkan kepalanya, pertanda ia paham dengan situasi yang


tengah terjadi saat ini.


“Itu artinya, apa yang terjadi hari ini memiliki hubungan


erat dengan kematian Ify begitu?” tanya Eun Ji Hae kepada seorang gadis yang


lebih muda darinya itu.


“Menurutku pasti begitu. Tapi, aku tidak tahu pasti apa  hubungannya dan kenapa alasaanya,”jelas Nhea.


Kini keduanya mulai terbawa suasana. Jika dipikir-pikir,


sepertinya apa yang dikatakan oleh Nhea tadi tidak sepenuhnya salah. Meski itu


hanya asumsi tanpa bukti. Mereka perlu mencari beberapa bukti untuk semakin


memperkuat asumsinya.


“Kita harus melakukan sesuatu!” usul Nhea.


Eun Ji Hae tampak tak ingin menanggapinya sama sekali. Ia lebih


memilih untuk menyimak perkataan gadis itu saja. Apa yang akan ia katakan


selanjutnya. Eun Ji Hae terlihat menuntut jawaban dari Nhea. dia tidak bisa


mengandalkan otaknya untuk bekerja sepenuhnya hari ini.


“Beberapa hari yang lalu, aku menemui seorang pria asing. Dia


berada di lingkungan sekolah ini. Tapi aku yakin jika pria itu bukanlah salah

__ADS_1


satu siswa,” jelas Nhea dengan panjang lebar.


“Dia sepertinya sedang menyusup ke tempat ini dengan suatu


tujuan tertentu,” tukasnya.


Eun Ji Hae terlihat mengerutkan dahinya. Sehingga kedua alis


gadis itu tampak seperti menyatu.


“Apa kau masih mengingat seperti apa wajahnya?” tanya Eun Ji


Hae.


Gadis itu mulai terbawa suasana. Kini mereka berdua


benar-benar serius, mengikuti topik pembicaraannya.


Nhea hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak


terlalu yakin dengan daya ingatnya.


“Kenapa kau tak mencegahnya?!” protes Eun Ji Hae tak terima.


balas Nhea yang tak ingin kalah.


Nhea tau jika dirinya salah pada saat itu. Bagaimana bisa ia


membiarkan seorang penyusup masuk ke wilayahnya tanpa menaruh rasa curiga sama


sekali. Ia bahkan telah membiarkan pria itu untuk mengacau beberapa kali. Namun


tetap saja, Nhea tidak ingin disalahkan seperti itu.


Bukankah ini menjadi tanggung jawab sekolah. Kenapa harus


Nhea yang disalahkan seorang diri. Lagi pula ia masih terlalu awam. Dia tidak


tahu apa-apa dan tidak tahu harus berbuat apa. Bagaimana bisa mereka berharap


agar ia menangkap seorang penyusup yang jelas-jelas jauh lebih hebat darinya.


“Kita harus bicarakan ini kepada Bibi Ga Eun. Dia pasti bisa


membantu,” usul Eun Ji Hae.

__ADS_1


“Tapi, bagaimana cara kita menjelaskannya?” tanya Nhea.


“Jelaskan saja sebagaimana kau menjelaskan kepadaku tadi. Aku


yakin jika ia pasti akan memahaminya,” jelas gadis itu.


“Tapi jagan sekarang!” cegah Nhea.


“Kenapa?” tanya Eun Ji Hae.


Pasalnya, kenapa mereka sampai harus mengulur waktu. Sementara


saat ini sisa waktu yang mereka miliki tidak banyak lagi. Salju semakin menebal


setiap saatnya dan siap untuk mengubur seluruh bangunan sekolah ini. Mereka harus


bergerak cepat. Siapa tahu apa yang diceritakan oleh Nhea bisa menjadi jalan


keluar bagi semua orang.


Permasalahan yang tengah terjadi di Sekolah Mooneta saat ini


harus segera dicari jalan keluarnya. Secepat mungkin yang mereka bisa. Jalan


keluar terbaik tanpa harus mengorbankan apa pun.


“Tadi, aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Bibi Ga Eun


dengan Ibu sewaktu berada di perpustakaan,” ujar Nhea.


“Mereka terdengar seperti tengah beradu argument,”


ungkapnya.


“Saat ini pasti Bibi Ga Eun sedang dalam kondisi yang tidak


baik-baik saja. Jadi, sebaiknya kita tunggu dulu sampai setidaknya kondisi


emosional bibi stabil,” papar gadis itu dengan panjang lebar.


Jadi ternyata itu alasannya kenapa Bibi Ga Eun terlihat aneh


saat berpapasan dengan Eun Ji Hae tadi. Ternyata ia baru saja berselisih


pendapat dengan Vallery.

__ADS_1


__ADS_2