
Nhea sendiri tahu secara tidak langsung ketika dia diminta
untuk menghadap Bibi Ga Eun ke ruangannya. Tak sengaja ia melewati ruangan
penyimpanan khusus saat perjalanan pulang. Kebetulan sedang tidak ada
siapa-siapa di sana pada saat itu. Mereka sedang sibuk bekerja biasanya.
Sehingga tidak perlu merassa cemas jika ia akan tertangkap basa nantinya.
Lorong yang mengarah langsung ke ruangan penyimpanan bukan
jalanan utama. Sehingga akan sangat jarang dilewati orang-orang. Tempatnya
memang sengaja diletakkan pada sudut terpencil seperti itu agar tidak mudah
ditemukan. Mereka harus berjaga-jaga kapan saja. Sesuai dengan namanya. Ruangan
penyimpanan memiliki banyak hal penting di dalamnya.
Sebenarnya tidak masalah jika Nhea masuk ke dalam sana.
Lagipula statusnya sebagai salah satu anggota keluarga membuat kedudukannya
cukup kuat di akademi sihir Mooneta. Bukan hanya itu saja. Bahkan, ia
digadang-gadang sebagai pemimpin berikutnya.
Nhea berhak untuk masuk ke dalam dan mengetahui apa saja
yang tersimpan di dalamnya. Termasuk soal sejarah tempat ini. Tidak ada yang
bisa melarangnya. Tidak peduli siapa pun dia. Nhea yang paling berhak atas tempat
tersebut sekarang.
Meski begitu, Nhea tetap saja tidak bisa menganggap remeh
penjagaan ketat yang mereka terapkan. Nhea harus masuk dengan menyelinap
diam-diam. Persis seperti seorang pencuri. Padahal ia sama sekali tidak
bermaksud untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji seperti itu
Beruntung ia berhasil masuk ke dalam ruangan penyimpanan
dengan selamat. Tidak ada seorang pun yang merasa curiga. Karena kebetulan
memang tidak ada orang saat itu di sana. Rencana gadis itu berjalan dengan
mulus. Tidak ada rintangan sama sekali.
Setelah sampai di dalam sana, ia mengedarkan pandangannya ke
seluruh penjuru ruangan. Untuk pertama kalinya Nhea melihat tempat seindah ini.
Tidak bisa dipungkiri jika ia merasa kagum dengan desain interiornya pada saat
itu. Bahkan rasa kagumnya melebihi rasa kagum ketika pertama kali ia melihat
pelataran akademi sihir Mooneta.
Ruangan penyimpanan yang satu ini tampaknya telah dirancang
secara khusus. Masih mengusung konsep yang sama dengan bangunan lain. Tema era
Victoria terasa beitu kuat di sini. Mewah dan kuno adalah dua hal yang paling
menonjol di sini.
Gadis itu menghabiskan waktunya selama kurang lebih dua jam
untuk berkutat di dalam ruangan tersebut. Ia memilih untu membaca buku sejarah
__ADS_1
akademi sihir Mooneta dari awal sampai akhir. Tidak ada yang ia lewatkan sama
sekali. Nhea membacanya tepat di sebuah sudut terpencil yang berada di sebelah
jendela. Sehingga ia tidak perlu merasa takut akan kekurangan pasokan cahaya.
Wajar saja jika Nhea mendadak tahu segalanya tentang akademi
sihir Mooneta. Bahkan termasuk rahasia-rahasia besar yang mereka sembunyikan
dari banyak orang. Jangan salahkan Nhea jika ia tahu segalanya. Termasuk sisi
gelap akademi ini. Siapa suruh mereka menaruh bukunya di tempat yang mudah
untuk ditemukan. Jika ingin menyembunyikan fakta dengan aman, kenapa tidak
dibakar saja. Selain mudah, kemanannya juga terjamin.
Bayangkan saja ketika Nhea membaca penuh isi buku tersebut. Ia
seperti diajak berpetualang kembali ke masa lalu. Mundur beberapa tahun silam.
Menguak setiap kisah mencengangkan yang tak pernah ia dengar dari mulut siapa
pun sebelumnya. Hanya buku ini yang berkata begitu. Tapi, dengan mudahnya Nhea
merasa percaya dengan semua hal yang tertuang di sana. Nhea yakin dengan setiap
tulisan di dalam buku itu.
Pasti ada alasan tersendiri kenapa pihak akademi sihir
memilih untuk menyembunyikan buku sejarah tersebut. Memangnya apa yang salah
jika buku tersebut tetap dibiarkan berada di perpustakaan utama. Itu berarti,
kini tidak sembarang orang yang bisa mengakses kebenaran. Hanya mereka yang
beruntung saja.
Pertandingan hari ini selesai sekitar pukul tiga sore.
Mereka langsung mengumumkan skor akhirnya setelah acara selesai. Tapi, untuk
peringkat setiap akademinya akan diumumkan besok. Sepertinya mereka harus
datang lebih pagi dari biasanya besok.
“Mau pergi ke tepi kota?” tawar Oliver.
“Memangnya kita diperbolehkan untuk bepergian?” tanya Nhea
balik.
Dia hanya ingin berjaga-jaga. Tidak lucu jika mereka sampai
harus dihukum karena melanggar peraturan yang telh disepakatai bersama.
“Tenang saja, apa kau lupa jika kita seharusnya kembali jam
berapa?” balas Oliver dengan gamblang.
“Benar juga,” gumam Nhea sembari menepuk jidatnya pelan.
“Ayolah! Lagipula anak-anak yang lain juga tidak akan
langsung kembali ke akademi,” bujuk Oliver.
Ia akan melakukan apa saja agar gadis itu mau ikut
dengannya. Sekarang, Nhea hanya teman satu-satunya bagi Oliver. Dia tidak
memiliki siapa pun selain Nhea. Semua orang sudah berubah sejak kejadian itu.
__ADS_1
Bahkan Jongdae yang merupakan kakak kandungnya sendiri sudah tidak seperti dulu
lagi. Entah sejak kapan mereka berubah menjadi orang asing seperti itu.
Tak ingin membuang waktu terlalu lama dengan berpikir, Nhea
memutuskan untuk mengiyakan perkataan gadis itu. Lagipula tidak ada salahnya
untuk pergi menjelajahi kota sekali lagi. Ini adalah kesempatan langka.
Benar apa yang dikatakan Oliver tadi. Anak-anak dari akademi
sihir Mooneta tidak langsung kembali ke akademi setelah pertandinganya selesai.
Meski tidak bisa mengenali semuanya, setidaknya Nhea tahu sebagian besar dari
mereka.
Kalau pun kegiatan mereka saat ini memang dilarang oleh Bibi
Ga Eun selaku kepala sekolah mereka saat ini, paling tidak mereka akan dihukum
secara bersamaan. Nhea tidak harus menahan malu sendirian. Ada banyak siswa
yang masih berkeliaran di pusat kota sampai saat ini.
“Memangnya ada apa di tepi kota sampai kau mengajakku ke
sana?” tanya Nhea di tengah-tengah perjalanan.
“Kita bisa menemukan banyak pedagang makanan di sana,” jawab
Oliver.
“Selain itu, aku juga akan menunjukkanmu anak sungai yang
mengalir melalui belakang gedung utama akademi,” lanjutnya kemudian.
Mendengar jawaban dari gadis itu membuat Nhea merasa jauh
lebih antusias dari pada sebelumnya. Ia tidak pernah bersemangat seperti ini. Sulit
dipercaya jika perlahan Nhea kembali mendapatkan kebebasannya yang dulu sempat
ia rasakan.
Tidak bisa dipungkiri jika Nhea merasa terkurung begitu
memasuki akademi. Tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain belajar.
Bahkan pemandangan di dalam akademi sihir Mooneta sudah tidak lagi terasa
menarik. Semuanya berubah menjadi membosankan hanya dalam hitungan hari. Nhea
memang tipikal orang yang mudah merasa bosan.
Gadis itu merasa kegirangan sekarang. Karena pada akhirnya
ia kembali melihat pemandanganluar setelah sekian lama.
“Omong-omong bagaiman akau bisa tahu seluk-beluk kota ini?”
tanya Nhea secara tiba-tiba.
“Padahal kau sama saja sepertiku. Kita tidak pernah
diizinkan untuk keluar dari akademi barang sekali saja,” jelasnya kemudian.
“Otakku memiliki kemampuan untuk mengingat hal baru dengan
cepat. Aku menjelajahi kota saat dibawa untuk menemai staff dapur berbelanja.
Kemudian otakku berusaha keras untuk mengingat semuanya dalam waktu yang
__ADS_1
terbatas. Sejak saat itu aku mulai terbiasa untuk mengingat setiap seluk-beluk
sisi kota,” bebernya dengan panjang lebar.