
Vallery dan Ga Eun langsung menghentikan kegiatannya seketika. Kalimat yang dilontarkan oleh pria itu barusan, mampu membuat kedua wanita itu terpaku seketika. Sebuah kalimat yang telah membungkam mulut dan meredam amarah Vallery dan Wilson.
“Jong Dae, cepat bantu kami. Nyonya Vallery dan Tuan Wilson telah kembali,” ujar salah satu siswa sambil mengguncang-guncang tubuh pria tersebut.
“Itu hal yang bagus bukan? Lalu apa yang membuatmu meminta bantuan kepadaku seperti ini?” tanya Jong Dae yang masih tak mengerti dengan keadaannya.
Pria itu dan Oliver barusaja keluar dari ruang kesiswaan. Belakangan ini mereka harus menghabiskan lebih banyak waktunya di tempat itu. Kabar soal kedatangan Vallery dan Wilson ini juga barusaja ia terima dari guru penjaga perpusatakaan. Itu sebabnya ia dan Oliver segera keluar dari sana. Kabar ini diterima oleh seluruh orang di sekolah secara mendadak, ketika salah satu siswa melihat mereka saat hendak memasuki gerbang.
Beruntung sekolah itu telah meyiapkan kosep acara untuk menyambut kedatangan mereka. Meskipun pada dasarnya semua persiapan itu belum rampung dengan sepenuhnya, seetidaknya sudah mencapai tahap delapan puluh persen. Ga Eun mengira jika mereka akan tiba di sini satu atau dua hari lagi. Tapi ternyata hal itu jauh lebih cepat dari perkiraannya selama ini. Di satu sisi itu merupakan satu hal yang baik, namun di sisi lain Sekolah Mooneta tak pernah mengira jika akan seperti ini pada akhirnya.
“Mereka semua sedang bertengkar di dalam aula. Dan yang lebih parahnya lagi, Tuan Wilson telah membuat seuah portal perlindungan di dalam sana,” jelas siswa tersebut.
“Apakah kau serius?” tanya Jong Dae yang terkejut bukan main.
“Iya, aku benar. Jadi cepat tolong cegah mereka agar tak terjadi sesuatu yang tak kita inginkan,” ucap siswa tersebut dengan nafas yang memburu.
Tanpa banyak tanya lagi, Jong Dae segera menghampiri para petinggi di sekolah itu yang konon katanya sedang berkelahi. Dan yang benar saja seperti kata siswa itu tadi, pintunya sama sekali tak bisa dibuka, sama sekali tak ada celah sedikitpun untuk masuk ke sana. Portal yang diciptakan Wilson itu benar-benar sangat sulit untuk ditembus. Kekuatan Jong Dae belum cukup kuat untuk mengimbangi kekuatan Wilson yang tak akan pernah bisa diimbangi olehnya. Tapi meskipun begitu, Jong Dae harus bisa mencari jalan keluar. Ia tak ingin jika para orang-orang penting di sekolah ini, yang tak lain dan tak bukan adalah keluarga pendiri sekolah ini terpecah belah. Di masa-masa terancam seperti ini, mereka tak boleh saling renggang ikatannya satu sama lain.Bisa-bisa malah sekolah ini yang menjadi terancam keselamatannya. Mereka tak tahu kapan pastinya Ify akan datang ke sini untuk menyerang sekolah ini. Jadi seluruh sekolah harus selalu bersiap dua puluh empat jam non stop.
__ADS_1
‘KRIETT!!!’
Pintu kayu jati tebal itu mendadak bergerak, karena ada seseorang yang menariknya dari salah satu sisinya. Tak lupa dengan suara khas tiap pintu di bangunan tua ini. Semuanya pasti selalu mengeluarkan suara deritan nyaring yang sudah taka sing lagi bagi seluruh penghuni di sini. Terdengar agak mengilukan dan membawa kesan sedikit menyeramkan tentunya, namun hal itu tak masalah bagi orang-orang di sini.
“Apa kau menguping pembicaraan kami barusan?” tanya Eun Ji Hae yang langsung dibuat curiga ketika mendapati pria tersebut berada tepat di depan pintu masuk..
“Te-tentu saja tidak begitu,” bantah Jong Dae yang tak terima atas tuduhan yang ditujukan kepadany tersebut.
“Tenang saja, ayah telah membuat perlindungan berlapis dengan portal yang itu tadi. Jadi tidak mungkin baginya untuk menembus portal yang ayah buat,” ujar Wilson sambil menepuk-nepuk pundak Eun Ji Hae.
“Omong-omong, senang bisa bertemu denganmu lagi Nyonya Vallery dan Tuan Wilson yang terhormat,” lanjutnya sembari membungkukan tubuhnya.
“Lagipula siapa dia hingga bisa seenaknya menembus portal yang ku buat dengan begitu mudahnya,” ujar Wilson dengan tatapan seolah sedang merendahkan pria muda di hadapannya itu.
“Aku dengar dia dan kakaknya adalah ketua asrama untuk angkatan tahun ini,” jelas Eun Ji Hae kepada ayahnya tersebut.
“Apa dia berasal dari keluarga penyihir?” tanya Wilson sekali lagi.
__ADS_1
“Ku rasa tidak begitu, katanya ia dan kakak nya itu berasal dari sebuah keluarga yang terkena dampak negatif sihir,” jelas Eun Ji Hae untuk yang kesekian kalinya pula.
Jong Dae mengepal tangannya kuat-kuat, dan tengah berusaha untuk menahan emosinya yang telah meledak-ledak di puncak ubun-ubunnya. Jong Dae tak menyangka jika keluarga yang terkenal akan kekuasaannya itu tak bisa menjaga etika seperti ini. Meskipun seperti itu, pria ini harus bisa mengendalikan dirinya sendiri. Jong Dae tak bisa kelepasan hanya dengan ejekan kecil seperti itu. Jika Jomg Dae melawan dan membalas balik mereka, lalu apa bedanya ia dengan mereka. Yang katanya keluarga terdidik, namun pada kenyatannya tak seperti itu sama sekali.
“Kalian harus segera pergi untuk menemui Nhea, itu kan tujuan utama kalian untuk kembali ke tempat ini?” ucap Jong Dae yang berusaha membujuk mereka semua.
“Benar apa kata Jong Dae,” ujar Ga Eun yang ikut menambahi perkataan Jong Dae barusan.
Tanpa menggubris ucapan mereka sedikitpun, Vallery langsung berlalu pergi dengan langah angkuhnya itu. Tak lupa disusul dengan Eun Ji Hae dan Wilson yang membuntutui langkah wanita tersebut dari belakang. Hanya tatapan sinis itu yang mereka tinggalkan di sini, Ga Eun dan Jong Dae masih tak habis pikir dengan kelakuan mereka.
“Ayo kita susul mereka!” ajak Ga Eun untuk segera menyusul langkah mereka yang telah tertinggal bebrapa langkah itu.
Tak banyak omong, Jong Dae segera menganggukkan kepalanya untuk mengiyakan ucapan Ga Eun barusan. Pada akhirnya Jong Dae telah berhasil untuk tetap menjaga sikapnya, meskipun telah diperlakukan dengan begitu rendahan oleh mereka.
Setelah melewati beberapa anak tangga dan koridor yang tak pernah terlihat terang tersebut, akhirnya mererka sampai dimana Nhea selama ini terbaring lemah. Sekolah ini tak pernah menyukai suasana yang terlalu terang, sama seperti kaum kegelapan pada umumnya. Namun para penyihir masih bisa menerima kehadiran seberkas cahaya tersebut yang sedikit banyaknya bisa membantu mereka, tidak dengan kaum kegelapan yang tak bisa mentolerir cahaya sama sekali. Kaum kegelapan sering kali menganggap yang satu itu sebagai sebuah bahaya yang dapat mengancam kelangsungan hidup mereka.
Sesampainya mereka di ruangan tersebut, Vallery dan Wilson melihat Nhea yang sedang terbaring di tempat tidur. Di sekitarnya tak lupa diberikan bunga lili yang mereka anggap sebagai bentuk perlindungan. Bunga lili ini akan tetap menjaga Nhea selama di sini, agar jiwanya tak dibawa oleh roh jahat.
__ADS_1