Mooneta High School

Mooneta High School
Janggal


__ADS_3

Suasana di pusat kota kurang lebih masih sama seperti yang


kemarin. Tidak jauh berbeda. Mungkin sekarang jalanan terasa sedikit lebih


lengang. Karena tidak banyak orang yang melakukan aktivitas di jalanan seperti


kemarin. Masyarakat kota sudah tidak seantusias kemarin lagi. Tidak bisa dipungkiri


jika mereka memang tetap harus kembali ke realita.


Semeriah dan sepenting apa pun festival kali ini, pekerjaan


dan kehidupan mereka tetap menjadi yang utama. Mereka tidak bisa melupakan hal


tersebut. Tanpa bekerja, merka tidak akan bisa mengisi perutnya. Perekonomian


di kota ini juga pasti akan mati jika warganya tidak melakukan aktivitas yang


bisa menggerakkan perekonomian.


Sebagian besar dari masyarakat kota sudah kembali bekerja.


Hari ini tidak terlalu banyak cabang lomba yang dipertandingkan. Hanya


beberapa. Tepat pada hari ini pula akhir dari babak penyisihan. Sekaligus


menjadi babak penentuan siapa saja yang akan menuju babak selanjutnya.


Biasanya, tiga akademi sihir terbesar itu akan tetap bertahan sampai hari


terakhir. Bahkan nama mereka pasti ada di daftar pemenang nantinya. Hanya


tinggal penentuan posisi saja. Siapa yang akan menjadi peringkat pertama pada


festival kali ini. Apakah akademi sihir Mooneta lagi, atau bukan.


Sebetulnya mereka tidak pantas untuk cemas secara


berlebihan. Semua orang mengakui kehebatan anak-anak Mooneta. Posisi mereka pati


akan aman sampai babak final. Tapi, di sisi lain mereka juga tidak boleh


bersikap terlalu tenang sampai meremehkan yang lain. Terkadang manusia memang


mudah merasa puas dengan pencapaiannya yang tidak seberapa.


“Akademi sihir Mooneta


adalah ancaman nyata bagi akademi sihir lain.”


Beberapa waktu lalu Paman Johnson sempat mengatakan kalimat


tersebut saat disambangi ke tokonya. Nhea dan Oliver memang sempat melarikan


diri dari barisan secara diam-diam untuk berkunjung ke toko pria itu. Beruntung


mereka tidak tertangkap. Kalau tidak, bisa habis mereka dibuat dewan keamanan


akademi. Kemungkinan terburuknya tidak ada yang tahu. Tapi, yang jelas Bibi Ga


Eun dan Eun Ji Hae pasti akan ikut ambil bagian dalam proses pemutusan hukuman.


Mereka bukan sembarang orang. Tidak ada yang bisa meremehkan keduanya. Bahkan


termasuk Nhea sendiri. Padahal gadis itu termasuk kepada salah satu anggota


keluarga.


“Dimana kita harus duduk?” tanya Oliver.


Gadis itu hanya menggidikkan bahunya saat ditanya begitu.


Dia sedang tidak ingin banyak bicara. Karena memang hari ini suasana hatinya

__ADS_1


sedang tidak baik-baik saja. Sejak tadi pagi wajahnya memang tampak datar.


Seolah tidak memiliki ekspresi sama sekali.


Tak lama kemudian, Oliver menemukan salah satu kursi yang


masih kosong. Ia yakin jika mereka bisa menggunakannya. Tempat yang tersedia


masih cukup untuk menampung dua orang lagi. Hal tersebut sontak membuat isi


kepala gadis itu buyar. Untuk yang kesekian kalinya Nhea terpaksa membuntuti


langkah gadis itu dari belakang. Bukan ia tidak ingin berjalan sejajar dengan Oliver.


Hanya saja, Oliver tampaknya memang sedang bersemangat hari ini. Dia penuh


energi. Sehingga sulit bagi Nhea untuk mengimbangi kecepatannya.


“Ku rasa aku akan bosan berada di sini sampai siang nanti,”


ungap Nhea dengan apa adanya.


“Kau tidak boleh memberikan sugesti buruk seperti itu kepada


dirimu sendiri!” peringati Oliver dengan nada bicara serius.


“Terserah kau saja!” balas Nhea acuh tak acuh.


Gadis itu kemudian melemparkan pandangannya ke sembarang


arah. Kemana saja, asal bukan melihat Oliver. Mendadak gadis itu terasa


menyebalkan baginya. Padahal Oliver tidak melakukan kesalahan sama sekali. Ia


hanya memberikan nasihat saja. Tidak ada yang salah dengan sikap atau bahkan


perkataannya hari ini. Semua baik-baik saja. Hanya memang perasaan Nhea saja


yang sedang sensitif.


terkontrol. Padahal kendali penuh atas emosi merupakan salah satu hal penting


bagi seorang penyihir. Selain dari pada fokus. Mereka tentu tahu betul untuk


apa mempelajari semua aspek tersebut.


Menyadari pentingnya kendali emosi yang baik, pihak akademi


berinisiatif untuk membuat suatu malam khusus. Dimana semua siswa akan


bermeditasi. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari sana.


“Sepertinya nanti malam aku harus melakukan penetralan


energi lagi di kamar,” cicit Oliver.


Gadis itu beranggapan jika Nhea menjadi seperti ini akibat


efek samping dari vibrasi energi negatif yang berada di kamar mereka. Sudah


lama mereka tidak melakukan pembersihan energi dengan membakar dupa. Seharusnya


hal tersebut dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.


“Omong-omong, apa kau pernah merasakan sesuatu yang aneh


terjadi selama beberapa hari belakangan ini?” tanya Oliver secara tiba-tiba.


Mendapati pertanyaan seperti itu, Nhea tidak langsung


menjawab. Ia mengamati kedua bola mata Oliver dengan lamat-lamat terlebih


dahulu. Rasanya sedikit agak aneh memang. Karena, tidak biasanya Oliver

__ADS_1


menanyakan hal seperti itu. Terlebih sekarang mereka semua sedang fokus kepada


festival. Bagaimana bisa hal tersebut terlintas di dalam pikirannya.


“Hal aneh bagaimana maksudmu?” tanya Nhea balik sembari


mengerutkan dahinya.


“Apa pun itu. Yang jelas terasa janggal saja. Seperti tidak


biasanya terjadi,” jelas Oliver dengan singkat. Ia hanya memberikan intinya


saja. Kemudian gadis itu bisa menjabarkannya sendiri nanti.


“Entahlah, aku tidak terlalu yakin,” balas Nhea sembari


menggidikkan bahunya.


“Memangnya kenapa tiba-tiba kau menanyakan hal seperti itu?


Apa ada sesuatu yang terjadi?” lanjutnya yang kemudian dibalas dengan anggukan


oleh Oliver.


Fokus mereka terbagi menjadi dua atau lebih kini.


Pertandingan yang sedang berlangsung bukan lagi menjadi sebuah sorotan penting.


Perhatian Nhea dan Oliver teralihkan ke topik pembicaraan terbaru mereka.


Oliver menjadi satu-satunya pihak yang membawa mereka ke dalam suasana ini.


Sepertinya topik terbaru mereka jauh lebih menarik perhatian dari pada


pertandingan festival.


“Memangnya apa yang terjadi?”


Nhea kembali mengulangi pertanyaan yang sama. Kali ini ia


hanya bermaksud untuk mempertegas kalimatnya berusan. Ini adalah salah satu


cara yang biasa ia gunakan untuk menuntut penjelasan selain menatapnya dengan


tajam.


Sementara itu, gadis yang ditanyai hanya bisa menarik


napasnya panjang-panjang sebelum mulai berbicara. Tidak ada yang tahu seberapa


panjang penjelasan yang akan ia paparkan. Sampai Oliver melakukan persiapan


yang tampak meyakinkan.


“Apa kau masih ingat soal penemuan kalung misterius pada


waktu itu?” tanya Oliver untuk memastikan.


Tidak ada jawaban lain dari Nhea selain anggukan. Tampaknya


ia cukup yakin dengan jawabannya barusan.


“Aku mengembalikannya ke dalam nakas tempat benda tersebut


ditemukan setelahnya,” ungkap Nhea kemudian.


Berdasarkan penuturan gadis itu, maka bisa disimpulkan jika


kalung tersebut sekarang masih berada di tempat yang sama. Mereka memutuskan


untuk tetapa menyimpannya, karena tidak akan pernah tahu siapa pemiliknya.


Bahkan Oliver sendiri tidak tahu. Padahal ia telah menempati kamar tersebut

__ADS_1


selama lebih dari lima tahun. Lebih tepatnya bersamaan dengan hari pertama ia


diterima menjadi salah satu siswa di akademi sihir Mooneta.


__ADS_2