
Hari ini semua orang sedang beraktivitas seperti biasanya.
Satu hari setelah peperangan, kekacauan tampak dimana-mana. Tidak satupun sudut
dari sekolah ini yang luput dari kekacauan. Bahkan sangking kacaunya, sampai
tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata lagi. Mereka bangun pagi-pagi sekali
untuk membereskan semua ini. Termasuk Eun Ji Hae dan seluruh anggota keluarga
lainnya. Memiliki jabatan dan posisi khusus di sekolah ini, bukan berarti
mereka akan diperlakukan secara khusus pula. Hal tersebut mungkin berlaku di
beberapa tempat tertentu. Tapi tidak dengan di sekolah ini. Mereka berusaha
keras untuk menciptakan lingkungan yang seadil mungkin. Tentu saja agar semua
orang merasa nyaman karena mendapatkan haknya masing-masing.
Choi Ara sengaja bangun lebih awal dari pada semua orang. Ia
harus segera kembali ke kamar asramanya, sebelum ada orang lain yang
mengetahuinya. Kemarin malam Eun Ji Hae sempat berpesan kepada gadis ini untuk
meninggalkan kamar pagi-pagi sekali. Karena ia sadar jika tidak baik kalau Choi
Ara berlama-lama berada di sini. Mungkin mereka para keluarga yang tinggal di
lantai atas akan mengerti dengan situasinya saat itu. Tapi Eun Ji Hae paling
__ADS_1
merasa malas jika harus menjawab semua pertanyaan dari mereka. Hanya itulah
satu-satunya cara untuk membuat mereka semua mengerti.
Sebenarnya kondisi Choi Ara belum terlalu baik. Kemarin
malam ia ia hampir saja mati membeku di atas sana. Ia tidak akan melupakan
pengalaman buruk itu seumur hidupnya. Untuk pertama kalinya ia merasakan
bagaimana rasnaya hampir mendekati maut. Mungkin saat ini dirinya telah
menyusul Ify jika Eun Ji Hae tidak segera menemukannya di sana.
Choi Ara berhutang budi kepada Eun Ji Hae. Lebih tepatnya ia
sedang berhutang nyawa saat ini. Rasanya tidak cukup jika ia hanya mengucapkan
kata terima kasih. Sudah terlalu klasik dan banyak digunakan. Mengingat hal
berarti. Karena Eun Ji Hae berhasil menyelamatkan hidupnya.
***
Semua orang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing
saat ini. Ada yang membereskan bagian pelataran dan ada juga yang
menanggungjawabi titik-titik lain yang telah ditetapkan sebelumnya. Semua orang
memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Sehingga tidak ada yang bisa berbuat
dengan sesuka hatinya di sini. Mereka semua memiliki posisi yang sama rata.
Bahkan para petinggi dan pejabat sekolah sekalipun ikut ambil bagian secara
__ADS_1
langsung. Tidak terkecuali kepada para anggota keluarga yang merupakan posisi
paling tinggi di sekolah ini.
Sebenarnya hari ini mereka masih dalam suasana berduka atas
kepergian Ify. Sama sekali tidak ada yang mengangka jika ia akan pergi secepat
itu. Apalagi cara kematiannya yang terbilang cukup tragis kemarin. Bagaimana
bisa satu anak panah berhasil membunuhnya. Bukankah selama ini ia selalu
berhasil menghindari hal tersebut. Lantas siapa orang yang berhasil membidiknya
dengan tepat, sehingga anak panah itu berhasi mengenai tepati di jantungnya.
Sejauh ini sama sekali belum ada yang mengetahui soal fakta
tersebut. Kecuali Nhea dan Chanwo. Pasalnya, mereka berdua adalah pemilik dari
rahasia besar itu. Sampai saat ini belum ada yang mengetahui perihal
kebenarannya. Mereka hanya bisa menebak-nebak dan memprediksi seberapa banyak
kemungkinannya.
Nhea bahkan sepetinya memang akan tetap menyimpan rahasia
tersebut selama yang ia mampu. Gadis itu sama sekali tidak berniat untuk
menyampaikan kebenarnannya. Ia masih takut. Nhea takut jika ia malah akan
disalahkan atas sebuah kebenaran yang selama ini terus ia perjuangkan. Nhea
tidak ingin perjuangannya berakhir sia-sia. Ia telah banyak berkorban untuk
__ADS_1
mereka semua. Termasuk nyawanya sekalipun tak segan-segan untuk ia pertaruhkan.