
Semua orang merasa kecewa karena telah memberikan
kepercayaan kepada Nick untuk melakukan serangan. Seharusnya sejak awal mereka
tidak membiarkan pria itu melakukannya. Lihat saja sekarang bagaimana jadinya.
Kacau tak beraturan.
“Sepertinya ekspektasiku terhadap Nick terlalu besar,” batin
Nhea dalam hati.
Dari sini sudah bisa
disimpulkan jika sebenarnya serangan tadi gagal. Nick berhasil merusak
kepercayaan mereka. Menghancurkan satu-satunya harapan terakhir yang mereka
miliki. Kini Reodal unggul, dan sudah dapat dipastikan jika mereka adalah pemenangnya.
Sejauh ini sudah dua tim dari akademi sihir Mooneta yang tersingkir. Hal ini
tidak sebanding sama sekali jika dibandingkan dengan tim dari akademi sihir
lainnya yang bahkan sudah tersisih nyaris setengahnya.
Dari segi jumlah, mereka masih jauh lebih unggul. Kesempatan
untuk mengumpulkan lebih banyak poin ada di tangan mereka. Namun, tetap tidak
menutup kemungkinan pula jika lawan bisa menyusul ketertinggalan tersebut.
Mereka terkenal cukup handal dalam memanfaatkan situasi, serta mencari celah sempit
sekali pun.
__ADS_1
Sepertinya bukan hanya anggota tim saja yang merasa kecewa.
Nyaris seluruh orang yang berada di tempat ini juga merasakan hal yang sama.
Eun Ji Hae pasti menjadi pihak yang paling merasa bersalah di sini. Sebab, ia
tidak bisa mempertahankan formasinya. Sejauh ini mereka sudah kehilangan dua
tim.
Di antara keriuhan suasana, hanya pendukung akademi sihir
Reodal yang bersorak. Mereka tampak begitu antusias menyambut kemenangan yang
sudah di depan mata. Pihak Reodal mendadak menjadi begitu girang sekarang.
Tapi, hal itu sebenarnya wajar saja. Mereka juga berhak untuk mendapatkan
kemenangan. Memangnya kata siapa hanya akademi sihir Mooneta yang berhak atas
itu semua.
hati Nhea. Tidak bisa dipungkiri memang. Menerima kenyataan yang tidak sesuai
dengan ekspektasi, pada dasarnya ada hal paling sulit untuk dilakukan. Fase
hidup yang tidak pernah baik-baik saja. Ada begitu banyak pertentangan yang
terjadi di dalam diri. Tak jarang membuat si pemiliknya merasa kegaduhan.
Jang Eunbi bahkan sampai mencampakkan pelindung kepalanya
dengan sembarang. Benda tersebut berhasil menghantam permukaan tanah dengan
cukup keras. Di sisi lain, Nick merasa frustrasi. Ia menggerutu sebal. Bahkan
__ADS_1
tak jarang ia juga mengumpat. Pria itu merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa
ia sebodoh itu? Bukankah selama ini mereka sudah cukup terlatih untuk
melakukannya.
“Dasar payah! Melakukan hal seperti itu saja tidak bisa!”
sarkas Nick.
Tampak jelas jika saat ini ia benar-benar kesal dengan
dirinya sendiri. Diam-diam Nhea merasa bersalah kepada semua orang. Hal seperti
ini tidak akan terjadi jika ia tetap mempertahankan posisinya sebagai penyerang
utama. Jika saja Nick tidak pernah berada di posisi itu. Mungkin, hal serupa
tidak akan terjadi.
“Andai aku bisa memutar balik waktu. Maka, bisa dipastikan
jika aku akan bersi keras untuk tidak menyerahkan posisi tersebut kepada siapa
pun,” gumamnya dengan penuh rasa penyesalan.
Prinsipnya memang seperti itu. Penyesalan selalu datang di
akhir. Jika di awal, maka akan berbeda lagi namanya.
“Sudahlah, lupakan! Lagipula, memangnya ada kekuatan sihir
yang bisa mengatur waktu seperti itu?” ucapnya lagi.
Kini gadis itu sudah mulai memasuki fase penerimaan. Sulit
__ADS_1
memang. Siapa yang mengatakan jika ini mudah? Tidak sama sekali. Bahkan bagi
beberapa orang, nyaris mustahil untuk dilakukan.