
Setelah kejadian kemarin malam, Nhea memutuskan untuk tidak
berkeliaran di malam hari. Meski kemarin ia tidak bertemu dengan hantu atau
sejenisnya, tapi tetap saja atmosfir pada jam-jam tersebut memang terasa kurang
nyaman.
Yang kemarin cukup sebagai pengalaman terakhirnya. Sekali
pun nanti malam ia kembali tak bisa tidur dengan tenang, setidaknya Nhea tidak
akan pernah keluar dari kamarnya lagi pada tengah malam. Minimal, seseorang
harus menemaninya. Entah sejak kapan ia menjadi anak yang penakut seperti itu. Ia
tidak mau kalau sampai ada hal buruk yang terjadi kepada dirinya sendiri. Masih
jauh lebih baik jika dirinya bisa diandalkan. Namun, mengetahui sebuah fakta
jika ia tidak bisa diharapkan sama sekali, membuat Nhea merasa putus asa
terhadap dirinya sendiri.
Setelah dipikir-pikir kembali, ternyata ia cukup memalukan.
Tingkah lakunya begitu konyol. Ia bahkan tidak habis pikir sama sekali.
Bagaimana bisa dirinya berubah menjadi seorang pecundang. Sungguh memalukan.
Gadis itu tak henti-hentinya menggerutu kepada dirinya sendiri. Ada penyesalan
yang teramat di dalam dirinya.
“Apa kau masih tidak mau memakan makananmu juga?” tanya
Oliver yang kebetulan tengah berada di samping gadis itu.
Ada banyak pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya
sebenarnya ketika melihat Nhea tak kunjung menyentuh makannya sedikit pun. Ia
tidak akan memiliki tenaga yang cukup untuk beraktivitas sampai tengah hari
__ADS_1
nanti jika perutnya tak terisi. Setelah ini mereka tidak akan diberi kesempatan
untuk makan lagi sampai jamnya tiba. Yaitu, tepat pada pukul dua belas siang
nanti.
Tidak masalah jika mereka hanya sekedar bersantai. Atau
mungkin hanya melakukan beberapa pekerjaan yang tidak terlalu membutuhkan
tenaga ekstra. Tapi, pada faktanya mereka harus kembali ke arena pertandingan
lagi hari ini. Tidak semua orang akan bertanding. Sebagian besar di antaranya
hanya akan menonton dari tribun. Mereka telah melaksanakan babak penyisihan
kemarin. Hari ini hanya khusus bagi mereka yang belum sempat kebagian slot
pertandingan saja kemarin.
Nhea dan Oliver memang tidak akan bertanding lagi kali ini.
Mereka berdua sudah menyelesaikan semuanya kemarin. Akan jauh lebih baik jika
mereka menyelesaikannya lebih cepat. Terlebih jika hasil yang diterima telah
“Cepat habiskan makananmu!” titah Oliver. Tampaknya gadis
itu tidak menerima penolakan sama sekali.
Mendapati perintah seperti itu, Nhea lantas berdecak sebal.
Ia sedang tidak mau melakukannya. Tapi, bagaimana bisa orang lain memaksanya
dengan seenaknya. Tidak bisa dibiarkan. Nhea juga berhak untuk melakukan apa
saja yang ia mau. Namun, karena mengingat jika ini adalah perjamuan makan, maka
gadis itu tidak mungkin membantah perintah dari Oliver. Bisa-bisa Nhea tidak
diizinkan untuk keluar dari ruangan ini jika makanannya belum habis. Jangankan
untuk pergi keluar. Beranjak dari tempat duduknya saja mungkin tidak bisa.
__ADS_1
Bibi Ga Eun dan Eun Ji Hae pasti akan memperhatikan apa pun
yang terjadi di sini. Sekecil apa pun itu. Kali ini ia tidak bisa lolos dengan
mudah jika tidak menghabiskan makanannya. Mau tak mau Nhea terpaksa melakukan
permintaan Oliver. Meksi ia harus makan dengan keadaan terpaksa.
Suasana hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Berbeda seperti biasanya. Kejadian kemarin berhasil merusak suasana hatinya
hingga pagi ini. Gadis itu terus saja memikirkan bagaimana konyolnya ia
kemarin. Beruntung tidak ada seorang pun yang melihatnya kala itu. Nhea ingin
menghilang dari muka bumi saja rasanya jika sampai hal tersebut terjadi.
Tak membuang waktu lebih lama lagi, Nhea segera meraih
sendoknya yang sama sekali belum sempat tersentuh sejak tadi. Terlepas dari
semua masalah yang ia miliki sejauh ini, Nhea ingin mengesampingkan semuanya.
Sekarang ia hanya ingin menikmati waktunya. Menikmati sarapannya dengan tenang
lebih tepatnya. Tidak baik memang jika kita terlalu memikirkan maslaah secara
berlebihan. Pada intinya, setiap hal yang berlebihan itu tidak baik sama
sekali.
Semua orang kini menikmati makanan mereka dengan khidmat.
Bahkan termasuk Nhea. Gadis itu sudah mulai berdamai dengan dirinya sendiri.
Jika tidak bisa selamanya, setidaknya untuk sementara waktu saja. Tidak
apa-apa. Yang penting ia sudah berdamai. Dan itu adalah sebuah hal baik.
Suasana di ruang makan yang bertempatkan di lantai dasar
gedung utama terasa begitu tenang. Hanya ada beberapa suara dentingan dari alat
__ADS_1
makan yang saling beradu satu sama lain. Namun, tidak berisik sama sekali.
Malah, suara seperti itu terasa begitu menenangkan di telinga.