Mooneta High School

Mooneta High School
Countless Secret


__ADS_3

‘ARGH!!!’


Terdengar suara teriakan geram dari dalam ruangan Do Yen


Sae. Sudah bisa dipastikan jika pelakunya adalah gadis itu sendiri. Beruntung


sedang tidak ada orang yang melintas di sekitar ruangan tersebut. Jika tidak,


pasti ia sudah menarik perhatian orang lain pada saat itu.


Do Yen Sae benar-benar frustrasi setelah kejadian tadi. Ia


gagal membuat kesepakatan dengan Eun Ji Hae. Ia tahu betul jika tidak semudah


itu untuk mempengaruhi para tetua. Jadi, Eun Ji Hae adalah sasaran pertamanya.


Tapi, sayangnya gadis itu juga tidak mudah untuk terpengaruh. Tidak bisa


dipungkiri jika mereka semua memiliki pertahanan yang cukup kuat. Bukan sembarang


orang yang bisa menembusnya dengan mudah. Orang sekelas Do Yen Sae saja tidak


bisa menaklukkan anggota keluarga yang dirasanya sebagai yang paling lemah.


“Aku harus membujuk mereka dengan berbagai macam cara pada


saat rapat malam nanti,” gumamnya.


Ia terus meyakinkan dirinya sendiri jika ia bisa melakukan


hal tersebut. Selama ini Do Yen Sae selalu bisa diandalkan dalam urusan apa


pun. Harga dirinya akan dipertaruhkan di hadapan keluarga besarnya nanti jika


mengendalikan situasi seperti ini saja ia tidak bisa.


Gadis itu hanya tinggal melanjutkan permainan yang telah


dimulai oleh kedua orang tuanya lebih dulu. Benar, mereka memulai semua ini


lebih dulu. Membuat orang-orang Mooneta menyerah dengan keadaan dan membawa


semuanya untuk masuk ke dalam jebakan mereka. Sejauh ini belum ada yang


menyadari hal tersebut. Beberapa kecurigaan tanpa bukti tidak akan menjadi


apa-apa. Memangnya siapa yang mau percaya dengan omong kosong seperti itu.


Setelah kegagalannya dalam membujuk Eun Ji Hae tadi, kini ia


harus menyiapkan amunisi baru. Do Yen Sae tidak boleh kalah lagi dalam berdu argumen


dengan para anggota keluarga Mooneta. Mereka pasti akan menyerang Do Yen Sae


habis-habisan. Sebelum hal itu terjadi, ia akan berusaha untuk mengantisipasi


semuanya. Setiap kemungkinan terburuk yang ada di dalam kepalanya harus ia


pikirkan jalan keluarnya.


Do Yen Sae akan bertindak sendirian seperti biasanya. Ia


tidak mau melibatkan orang lain dalam rencananya kali ini. Pasalnya, gadis ini


tidak bisa percaya dengan sembarang orang. Bahkan orang yang menurutnya paling


tepat sendiri tidak bisa untuk mengemban hal itu. Waspada akan membuatnya tetap

__ADS_1


aman.


***


Salju abadi yang turun beberapa saat lalu di derah sekitar


akademi sihir Mooneta dan nyaris mengubur bangunan sekolah itu sebenarnya bukan


salju abadi seperti yang mereka pikirkan. Semua itu adalah perbuatan pimpinan


Reodal. Lebih tepatnya ayah dan ibu Do Yen Sae. Mereka telah merencanakannya


sejak lama. Namun, baru kemarinlah rencananya benar-benar rampung dan matang.


Suddah seribu tahun yan glalu sejak peristiwa salju abadi


terakhir kali terjadi. Seperti yang tercatat dalam sejarah, jika salju abadi akan


turun dalam seribu tahun sekali. Oleh sebab itu kenapa peristiwa tersebut


disebut juga sebagai siklus seribu tahun sekali.


Jika ditinjau kembali, maka kita akan menemukan beberapa hal


yang terasa janggal dalam peristiwa kali ini. Di dalam buku sejarah dituliskan


jika salju abadi amat mematikan. Mereka tidak hanya menyerang manusia saja.


Salju abadi akan membekukan setiap hal yang bersentuhan secara langsung


dengannya. Baik mahluk hidup maupun benda mati. Semua aakan mengalami reaksi


yang sama jika terkena serbuk salju abadi.


Sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang menyadari soal


salju abadi juga tidak benar-benar berwarna putih bersih seperti salju pada


umumnya. Warnanya akan agak kekuningan. Hampir mendenkati warna putih gading. Semua


itu disebabkan akibat serbuk salju yang menyerap cahaya rembulan.


Salju abadi akan turun dalan jangka waktu seribu tahun


sekali. Lebih tepatnya ketika malam bulan purnama. Jika memori mereka dibawa


kembali ke masa beberapa hari yang lalu, pasti mereka masih bisa mengingat


dengan jelas bagaimana kronologinya. Pagi itu mendadak salju turun untuk


pertama kalinya dalam musim ini. Tapi, itu adalah salju mematikan yang akan


membawa petaka kepada mereka semua. Tidak ada yang pernah menduga hal itu akan


terjadi sebelumnya.


Pada faktanya, salju abadi tidak akan pernah turun pada saat


matahari sedang bertengger di angkasa. Peristiwa tersebut baru akan terjadi


hanya pada saat malam bulan purnama musim dingin. Sangat mustahil bagi salju


abadi untuk turun selain pada waktu yang telah ditentukan.


Seharusnya mereka telah menjadikan semua ini sebagai


patokan. Terlihat jelas jika semua itu hanya tipuan belaka. Reodal tengah

__ADS_1


berusaha untuk memanipulasi mereka dengan berbagai cara. Tentu saja untuk


mendapatkan kekuasaan. Mereka akan lebih mudah dalam melakukan segalanya jika


telah berhasil menaklukkan Mooneta. Keduanya sudah lama saling bersaing.


Harusnya sejak awal mereka sduah curiga dengan hal tersebut.


Ada banyak bukti yang sudah mereka kumpulkan sejauh ini. Harusnya sudah cukup


kuat untuk meyakinkan orang-orang jika itu bukan salju abadi.


Mungkin saja kejadian pembunuhan, siluman ular dan berbagai


peristiwa lainnya adalah ulah dari orang yang sama juga. Pelakunya tidak akan


pernah mau mengaku lebih dulu sebelum tertangkap basa. Memang begitu prinsipnya


sejak awal. Jadi, salah satu dari mereka harus mengungkap faktanya terlebih


dahulu. Terutama setiap perbuatan dan sikap busuk para petinggi akademi ini.


Bagaimana bisa mereka tetap membuat akademi Reodal berdiri di atas rasa


tamak.  Apa pun yang tidak berdasarkan


kejujuran tentu tidak akan berhasil.


***


Terlepas dari semua hal yang sudah mereka lalui sampai hari


ini, semuanya masih baik-baik saja. Tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan jika


bahaya akan menyerang sebentar lagi. Terbukti jika mereka akan jauh lebih aman


kalau berada serta menetap di suatu tempat. Seperti asrama ini misalnya. Bukan


dengan berkeliaran di hutan belantara sendirian. Kemudian menemukan berbagai


macam masalah yang tak terduga. Mulai dari naga danau tawar hingga kawanan


serigala. Sama sekali tidak lucu. Tak ada satupun dari mereka yang mau


mengalami hal tersebut. Itu adalah pengalaman paling buruk di dalam hidup


mereka sejauh ini. Tidak ada yang bisa menandinginya.


Semua orang tengah sibuk untuk mempersiapkan kedatangan sang


malam. Gulita yang hampir menyelimuti kota sudah berada di ujung cakrawala. Matahari


bahkan nyaris menghilang di balik bebukitan itu. Ia akan kembali lagi besok


kalau masih mendapat kesempatan. Semua peristiwa itu diakhiri dengan rembulan


yang keluar dari sangkarnya. Bersamaan dengan munculnya benda-benda langit.


Mereka tidak bisa beraktifitas


jika kondisi ruangannya gelap seperti ini. Oleh sebab itu, semuanya tampak


sibuk menyakan lilin di atas pasak-pasak yang telah ditetapkan. Kondisinya akan


jauh lebih baik begitu ada seberkas cahaya yang menyapa indera pengelihatan


mereka. Setidaknya mereka tak perlu seperti orang buta saat beraktifitas.

__ADS_1


__ADS_2