
Setelah menyelesaikan urusan yang
satu itu, Nhea dan Oliver berniat untuk segera kembali ke kamar asramanya
masing-masing. Tidak ada alagi alasan untuk tetap berada di sini.
“Kita harus mengembalikan kunci ini
terlebih dahulu,” ucap Oliver Sembari menunjuk benda tersebut.
Sejak tadi kuncinya sudah berada di
tangan Nhea. Sebenarnya, ia tidak harus mengembalikannya hari ini. Kunci
tersebut jarang digunakan. Hanya akan dipakai saat kunci utama mengalami
gangguan atau tidak bisa dipakai saja. Sehingga tidak akan ada orang yang
menyadari jika kunci cadangannya menghilang dan tidak berada di tempat yang
semestinya.
“Sebaiknya kau pergi ke luar lebih
dulu saja. Tunggu aku di pintu keluar atau dimana saja, asal bukan di dalam
gedung ini. Mereka bisa mencurigai kita jika tetap berada di dalam gedung utama
pada waktu yang tidak seharusnya,” jelas Nhea dengan panjang lebar.
Gadis itu memberikan intruksi
singkat kepada Oliver untuk meninggalkan tempat ini. Paling tidak, berada di
luar gedung akan membuatnya tetap aman. Mungkin akan sama-sama berbahaya. Tapi,
resikonya tidak sebesar saat mereka masih berada di dalam gedung tersebut.
“Apakah tidak apa-apa jika aku pergi
meninggalkanmu sendirian di sini?” tanya Oliver. Dia tidak pernah benar-benar
yakin untuk meninggalkan gadis itu.
“Tenang saja. Tidak akan ada apa pun
yang terjadi kepadaku,” balas Nhea secara gamblang.
Entah bagaimana caranya gadis itu
bisa bersikap begitu santai. Padahal, Oliver sendiri sudah mulai merasa panik. Tenang
adalah kuncinya. Kau tidak akan bisa berpikir jernih untuk memecahkan suatu
masalah jika sedang dilanda kepanikan. Apalagi sampai panik berlebih.
“Pergilah!” titah Nhea.
“Sekarang!” tegasnya sekali lagi.
Jika diperhatikan dari kata-katanya
barusan, gadis itu sama sekali tidak menerima penolakan dalam bentuk apa pun.
Nhea akan terus mendesak Oliver untuk melakukan perintahnya. Lagipula ia sama
sekali tidak salah. Nhea hanya tidak ingin sesuatu yang buruk sampai menimpa
temannya yang satu itu.
Penjagaan di sekitar gedung utama
bisa dikatakan tidak terlalu ketat memang. Tidak ada prajurit atau bahkan
__ADS_1
pasukan khusus untuk berjaga. Mereka hanya menetapkan peraturan klasik untuk
menjaga keamanannya. Tidak sembarang orang bisa memasuki area tersebut. Gedung utama
menjadi area terlarang bagi sebagian besar orang. Hanya mereka yang sudah
ditetapkan sejak awal yang memiliki akses untuk masuk ke sana.
Tak ingin membuat gadis itu menunggu
lebih lama lagi, Oliver bergegas pergi dari sana. Meninggalkan Nhea sendirian
di belakangnya. Dengan langkah yang terkesan terburu-buru, ia berusaha untuk
tidak menciptakan suara sekecil apa pun. Bahkan, suara jarum jatuh pun bisa
terasa begitu menggelegar di malam yang kian sunyi seperti ini. Jadi, Oliver
harus berhati-hati jika memang tidak ingin tertangkap. Sekali lagi, waspada
akan membuatnya tetap aman.
Oliver harus bergerak dengan
hati-hati. Satu kesalahan kecil saja bisa membuatnya terjebak di dalam masalah
besar. Manusia mungkin memang tidak bisa memastikan hal macam apa yang akan
terjadi kepada mereka di masa depan. Namun, beberapa dari mereka telah dibekali
naluri alami untuk memprediksi. Tidak selamanya benar, tapi intuisi memang
sudah terbukti berperan banyak sejak dulu.
Sejauh ini sama sekali tidak ada
masalah yang terjadi. Semua tampak baik-baik saja. Oliver bahkan nyaris
menyelesaikan misi kecilnya malam ini. Sekarang ia hampir mencapai pintu keluar
khawatir akan tertangkap. Tidak ada orang yang berkeliaran di sekitar pintu
keluar seharusnya. Apalagi pada waktu selarut ini. Sebagian besar dari mereka
pasti mulai terlelap dan tenggelam dalam alam bawah sadarnya.
Semua terjadi sesuai dengan
dugaannya. Kali ini Oliver sudah berada di luar gedung. Ia memilih untuk menepi
ke arah taman. Tidak terlalu jauh jaraknya dari pintu keluar. Oliver bisa tetap
mengawasi Nhea dari sini. Gadis itu pasti akan menemukan Oliver jika
sewaktu-waktu ia keluar dari pintu yang sama setelah menyelesaikan urusannya.
Sejauh ini semuanya masih berjalan
dengan lancar. Tidak ada hal buruk yang terjadi di luar dugaan. Semoga akan
tetap seperti ini sampai selesai. Dewi Fortuna tampaknya sedang berpihak kepada
mereka. Semesta mendukung aksinya.
Oliver memutuskan untuk duduk di
bangku taman sambil mengatur napasnya yang terasa memburu. Tidak bisa
dipungkiri jika berjalan dengan kecepatan ekstra membuatnya nyaris kehabisan
napas. Bukan hanya paru-parunya saja yang harus bekerja lebih keras untuk
mengumpulkan pasokan oksigen dalam jumlah banyak. Jantungnya pun ikut dipaksa
__ADS_1
bekerja keras.
Sekarang, Oliver sudah bisa bernapas
dengan tenang. Tidak ada hal yang perlu ia cemaskan lagi. Kini semuanya
baik-baik saja. Gadis itu sudah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Sekarang,
tinggal giliran Nhea yang akan menyelesaikan sisanya.
Oliver melayangkan pandangannya ke
salah satu jendela yang masih tampak terang benderang. Sepertinya Nhea tengah
berada di sana sekarang. Meski terbilang jarang berkunjung ke gedung utama,
Oliver tetap hapal posisi setiap ruangan dengan jelas.
Deretan kamar dan ruangan lainnya
berada di sisi lain dari gedung ini yang langsung menghadap ke timur. Sementara
itu, ruangan penyimpanan berada tepat di tengah-tengah gedung. Letaknya cukup
srategis. Berada di pusat gedung, namun tetap terkesan tersembunyi. Sehingga tidak
sembarang orang bisa mengaksesnya.
“Semoga dia tidak tertangkap,” gumam
Oliver masih dengan napas yang terengah-engah.
Gadis itu sama sekali tidak habis
pikir jika akan begini resikonya. Terlambat mengumpulkan daftar hadir satu
menit saja, bisa mengubah segalanya. Contohnya seperti sekarang. Hidup mereka
tengah dipertaruhnya. Ralat. Bukan mereka, tapi Oliver. Tidak akan masalah bagi
Nhea jika ia tertangkap basa oleh seseorang tengah berkeliaran di gedung utama
pada jam segini. Mereka tidak akan mempermasalahkan hal tersebut sama sekali. Bagaimanapun
juga, gadis itu memang memiliki hak penuh untuk mengakses tempat tersebut.
Kali ini Oliver sudah tidak peduli
sama sekali soal dirinya. Yang ia tahu, jika dirinya sudah aman sekarang. Satu-satunya
hal yang ia cemaskan adalah Nhea. Entah hal macam apa yang akan terjadi kepada
gadis itu sekarang. Oliver tidak akan bisa membantunya jika Nhea sungguh
terjebak dalam masalah.
Posisi Oliver saat ini sudah tidak
memungkinkan lagi bagi dirinya untuk kembali. Terlalu berbahaya. Oliver belum
siap dengan resiko yang ditawarkan kepadanya. Tidak masalah jika orang-orang menyebutnya
dengan sebutan si pengecut. Oliver tidak akan marah. Apalagi sampai
membantahnya karena tak terima.
Oliver memang tidak bisa berbuat
apa-apa. Karena memang begitu adanya. Untuk saat ini ia hanya bisa berharap
yang terbaik. Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi di dalam sana. Lagipula
mereka juga sama sekali tidak berniat baik pada awalnya. Seharusnya, tidak akan
__ADS_1
ada masalah yang berarti di sini.