Mooneta High School

Mooneta High School
Curious


__ADS_3

Eun Ji Hae hampir saja kelepasan dan akan menghabisi gadis


itu sekarang. Tapi untungnya ia memiliki kendali yang bagus atas dirinya


sendiri.


“Lupakan soal itu,” ucap Eun Ji Hae sambil menahan marah.


“Lain kali bawakan aku kabar baik,” lanjutnya.


Gadis yang menjadi lawan bicaranya pada saat itu hanya


mengangguk pelan. Ia tidak berani untuk buka suara sedikitpun. Choi Ara mati


ketakutan. Tangannya bergetar hebat saat ini. Dengan bersusah payah ia berusaha


untuk menenangkan dirinya sendiri.


Malam itu berlalu dengan begitu saja. Baik Eun Ji Hae maupun


Choi Ara, mereka tenggelam di dalam pikirannya masing-masing hingga terlelap.


Jika kalian pikir semua orang telah pergi tidur pada saat ini, maka kalian


salah besar. Biar ku beritahu sebuah fatka mengejutkan. Ada satu orang lagi


yang masih belum terlelap pada jam segini. Bukan Bibi Ga Eun. Tapi yang


lainnya. Dia bukan penghuni asli tempat ini.


Jika kalian masih belum bisa menebaknya, biar ku beri tahu


saja siapa namanya. Chanwo. Benar, priaitu akan berjaga sepanjang malam


menggantikan para griffin. Tadi ia sempat melihat Eun Ji Hae membebaskan gadis


itu dari menara pengawas. Tanpa pikir panjang lagi, Chanwo segera mengikuti


langkah mereka. Seperti biasanya, ia bersembunyi di dalam bayangan orang lain


agar tidak ada yang merasa curiga. Sejauh ini penyamarannya masih belum


terbongkar. Tidak ada satupun yang menyadari hal tersebut.


Chanwo memutuskan untuk mengikuti mereka berdua, karena tahu


jika ada sesuatu yang tidak beres di sini. Eun Ji Hae tengan berusaha untuk


menyembunyikan sesuatu. Dan yang benar saja, semua dugaan pria itu benar. Tidak


ada yang meleset sedikitpun. Ia masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa Eun Ji


Hae memiliki niat tidak baik kepada Nhea. Padahal gadis itu adalah adiknya


sendiri. Meskipun bukan adik kandung yang memiliki hubungan darah, tapi tetap


saja mereka dibesarkan di dalam keluarga yang sama.


Chanwo sempat mengira jika gadis itu adalah orang yang baik.


Tapi ternyata apa yang selama ini apa yang ia lihat tidak melulu benar. Benar


apa yang orang katakan. Kita tidak bisa menilai sesuatu hanya dari tampak


luarnya saja. Karena apa yang tampak di luar belum tentu sama dengan yang di

__ADS_1


dalam. Tak jarang mereka malam memiliki kepribadian  yang bertolak belakang.


Mungkin Chanwo mengira jika dirinya akan tetap aman selama


berada di sini. Tapi tidak sampai ia tahu kenyataannya, jika Wilson sama dengan


dirinya. Mereka berdua berasal dari klan yang sama. Jadi jangan salahkan Wilson


jika suatu saat nanti ia berhasil tertangkap oleh pria itu. Semoga saja Wilson


tidak akan mengungkap kebenaran soal latar belakang Chanwo. Meskipun Chanwo


adalah seorang pemimpin pada saat ini, Wilson tidak akan mempedulikan soal hal


tersebut. Baginya, Chanwo bukan apa-apa saat ini. Ancamannya tidak berlaku di


sini. Karena sesungguhnya, ini bukan daerah kekuasaan Chanwo. Ia tidak berhak


untuk memerintah, apalagi bertindak dengan sesuka hati sini. Pria itu tidak


memiliki hak apapun. Tempat ini sepenuhnya telah menjadi daerah kekuasan


Wilson. Sehingga jika ia berani macam-macam di sini, maka tamatlah riwayatnya


di tangan Wilson. Satu hal yang perlu ia ingat di sini. Chanwo harus tetap


berhati-hati selama masih berada di Sekolah Mooneta.


Apa yang ditakutkan selama ini benar terjadi. Wilson mulai


menyadari keberadaan sang pangeran. Indera penciumannya berhasil menangkap


sesuatu. Ia terus mengendus dengan mata yang masih tertutup. Memastikan aroma


Wilson bangkit dari posisinya saat ini. Ia langsung terjaga


dengan cepat. Tidak perlu waktu lama untuk mengumpulkan kembali semua


kesadarannya. Kedua bola matanya membulat dengan sempurna. Wilson mengedarkan


pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Ia hanya mendapati istrinya yang


tengah terlelap tepat di sampingnya. Tidak ada yang terlihat aneh sedikitpun.


Namun kenapa ia merasa jika ada orang lain di tempat ini.


“Bukankah ini aroma klan?” gumamnya.


Pria itu menyingkirkan selimut yang semula menutupi


tubuhnya. Ia beranjak dari tempat tidur, kemudian berjalan ke arah pintu. Awalnya


ia sempat merasa ragu untuk keluar. Rasanya tidak mungkin jika ada anggota klan


lain yang bisa sampai berada di sini. Mereka telah mendapatkan kutukan abadi


untuk tetap berada di hutan terlarang. Hal itu membuat mereka tidak mungkin


bisa kemana-mana. Terlebih para klan tidak akan bertahan lama di bawah sinar


matahari secara langsung.


Tapi di satu sisi, ia masih merasa khawatir sekaligus


penasaran. Jika ada bau klan yang tercium olehnya, itu artinya mereka sedang

__ADS_1


berada tak jauh dari sini. Ia harus tetap berhati-hati. Wilson telah memutuskan


untuk keluar dan mencari tahu darimana sumber aroma ini berasal. Jika benar


dari klan, maka ia tidak akan segan-segan untuk menghabisinya.


Baginya, saat ini mereka bukan lagi sebuah keluarga. Para


anggota klan membuangnya begitu saja begitu tahu jika ia tengah jatuh cinta


kepada seorang gadis. Memang apa salahnya. Dia juga berhask untuk jatuh cinta.


Meskipun sebenarnya hal itu dilarang. Para anggota klan tidak boleh jatuh cinta


kepada manusia. Peraturan itu telah lama diterapkan tanpa ada alasan yang


jelas.


‘TAP! TAP! TAP!’


Langkah kakinya terdengar dengan jelas di sepanjang koridor.


Tentu saja,karena tempat ini memang sangat sunyi. Mungkin Bibi Ga Eun akan ikut


terbangun karena hal ini. Dia menjadi agak sensitif belakangan ini.


Wilson menjelajahi seluruh penjuru tempat ini, bahkan sampai


sudut terpencil sekalipun. Baunya masih terasa samar. Tapi yang jelas aroma itu


pasti berasal dari lantai yang sama dengan kamar tidurnya. Ini bukan pertama


kalinya pria itu merasakan bau tersebut. Ia sudah pernah menemukannya secara


tidak sengaja di kamar Nhea. Dan sekarang aroma itu berada di sekitar kamar


tidurnya.


Langkan pria itu mendadak berhenti tepat di depan kamar Eun


Ji Hae. Entah kenapa rasanya kini baunya semakin terasa menyengat di tempat


itu. Wilson sangat yakin jika baunya berasal dari kamar gadis itu. Tanpa pikir


panjang lagi, ia segera mengetuk pintu kamar Eun Ji Hae. Sebenarnya Wilson


tidak ingin mengganggu waktu istirahat puterinya. Tetapi ada sesuatu yang perlu


ia selidiki saat ini.


Para anggota klan akan menjadi sangat berbahaya. Tidak ada


yang tahu kapan mereka akan menyerang. Kini dugaan Wilson soal anggota klan


yang berhasil sampai ke sini semakin terasa nyata. Belum sempat Eun Ji Hae


terusik karena suara ketokan itu, tiba-tiba saja baunya menghilang. Sepertinya


Chanwo tahu persis jika dirinya ada di dalam bahaya. Pasalnya, pria itu juga


bisa mencium bau keberadaan Wilson. Itu sebabnya ia bisa segera pergi untuk


menyelamatkan dirinya sendiri. Identitasnya tidak boleh sampai ketahuan sebelum


misinya berhasil.

__ADS_1


__ADS_2