
Eun Ji Hae hampir saja kelepasan dan akan menghabisi gadis
itu sekarang. Tapi untungnya ia memiliki kendali yang bagus atas dirinya
sendiri.
“Lupakan soal itu,” ucap Eun Ji Hae sambil menahan marah.
“Lain kali bawakan aku kabar baik,” lanjutnya.
Gadis yang menjadi lawan bicaranya pada saat itu hanya
mengangguk pelan. Ia tidak berani untuk buka suara sedikitpun. Choi Ara mati
ketakutan. Tangannya bergetar hebat saat ini. Dengan bersusah payah ia berusaha
untuk menenangkan dirinya sendiri.
Malam itu berlalu dengan begitu saja. Baik Eun Ji Hae maupun
Choi Ara, mereka tenggelam di dalam pikirannya masing-masing hingga terlelap.
Jika kalian pikir semua orang telah pergi tidur pada saat ini, maka kalian
salah besar. Biar ku beritahu sebuah fatka mengejutkan. Ada satu orang lagi
yang masih belum terlelap pada jam segini. Bukan Bibi Ga Eun. Tapi yang
lainnya. Dia bukan penghuni asli tempat ini.
Jika kalian masih belum bisa menebaknya, biar ku beri tahu
saja siapa namanya. Chanwo. Benar, priaitu akan berjaga sepanjang malam
menggantikan para griffin. Tadi ia sempat melihat Eun Ji Hae membebaskan gadis
itu dari menara pengawas. Tanpa pikir panjang lagi, Chanwo segera mengikuti
langkah mereka. Seperti biasanya, ia bersembunyi di dalam bayangan orang lain
agar tidak ada yang merasa curiga. Sejauh ini penyamarannya masih belum
terbongkar. Tidak ada satupun yang menyadari hal tersebut.
Chanwo memutuskan untuk mengikuti mereka berdua, karena tahu
jika ada sesuatu yang tidak beres di sini. Eun Ji Hae tengan berusaha untuk
menyembunyikan sesuatu. Dan yang benar saja, semua dugaan pria itu benar. Tidak
ada yang meleset sedikitpun. Ia masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa Eun Ji
Hae memiliki niat tidak baik kepada Nhea. Padahal gadis itu adalah adiknya
sendiri. Meskipun bukan adik kandung yang memiliki hubungan darah, tapi tetap
saja mereka dibesarkan di dalam keluarga yang sama.
Chanwo sempat mengira jika gadis itu adalah orang yang baik.
Tapi ternyata apa yang selama ini apa yang ia lihat tidak melulu benar. Benar
apa yang orang katakan. Kita tidak bisa menilai sesuatu hanya dari tampak
luarnya saja. Karena apa yang tampak di luar belum tentu sama dengan yang di
__ADS_1
dalam. Tak jarang mereka malam memiliki kepribadian yang bertolak belakang.
Mungkin Chanwo mengira jika dirinya akan tetap aman selama
berada di sini. Tapi tidak sampai ia tahu kenyataannya, jika Wilson sama dengan
dirinya. Mereka berdua berasal dari klan yang sama. Jadi jangan salahkan Wilson
jika suatu saat nanti ia berhasil tertangkap oleh pria itu. Semoga saja Wilson
tidak akan mengungkap kebenaran soal latar belakang Chanwo. Meskipun Chanwo
adalah seorang pemimpin pada saat ini, Wilson tidak akan mempedulikan soal hal
tersebut. Baginya, Chanwo bukan apa-apa saat ini. Ancamannya tidak berlaku di
sini. Karena sesungguhnya, ini bukan daerah kekuasaan Chanwo. Ia tidak berhak
untuk memerintah, apalagi bertindak dengan sesuka hati sini. Pria itu tidak
memiliki hak apapun. Tempat ini sepenuhnya telah menjadi daerah kekuasan
Wilson. Sehingga jika ia berani macam-macam di sini, maka tamatlah riwayatnya
di tangan Wilson. Satu hal yang perlu ia ingat di sini. Chanwo harus tetap
berhati-hati selama masih berada di Sekolah Mooneta.
Apa yang ditakutkan selama ini benar terjadi. Wilson mulai
menyadari keberadaan sang pangeran. Indera penciumannya berhasil menangkap
sesuatu. Ia terus mengendus dengan mata yang masih tertutup. Memastikan aroma
Wilson bangkit dari posisinya saat ini. Ia langsung terjaga
dengan cepat. Tidak perlu waktu lama untuk mengumpulkan kembali semua
kesadarannya. Kedua bola matanya membulat dengan sempurna. Wilson mengedarkan
pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Ia hanya mendapati istrinya yang
tengah terlelap tepat di sampingnya. Tidak ada yang terlihat aneh sedikitpun.
Namun kenapa ia merasa jika ada orang lain di tempat ini.
“Bukankah ini aroma klan?” gumamnya.
Pria itu menyingkirkan selimut yang semula menutupi
tubuhnya. Ia beranjak dari tempat tidur, kemudian berjalan ke arah pintu. Awalnya
ia sempat merasa ragu untuk keluar. Rasanya tidak mungkin jika ada anggota klan
lain yang bisa sampai berada di sini. Mereka telah mendapatkan kutukan abadi
untuk tetap berada di hutan terlarang. Hal itu membuat mereka tidak mungkin
bisa kemana-mana. Terlebih para klan tidak akan bertahan lama di bawah sinar
matahari secara langsung.
Tapi di satu sisi, ia masih merasa khawatir sekaligus
penasaran. Jika ada bau klan yang tercium olehnya, itu artinya mereka sedang
__ADS_1
berada tak jauh dari sini. Ia harus tetap berhati-hati. Wilson telah memutuskan
untuk keluar dan mencari tahu darimana sumber aroma ini berasal. Jika benar
dari klan, maka ia tidak akan segan-segan untuk menghabisinya.
Baginya, saat ini mereka bukan lagi sebuah keluarga. Para
anggota klan membuangnya begitu saja begitu tahu jika ia tengah jatuh cinta
kepada seorang gadis. Memang apa salahnya. Dia juga berhask untuk jatuh cinta.
Meskipun sebenarnya hal itu dilarang. Para anggota klan tidak boleh jatuh cinta
kepada manusia. Peraturan itu telah lama diterapkan tanpa ada alasan yang
jelas.
‘TAP! TAP! TAP!’
Langkah kakinya terdengar dengan jelas di sepanjang koridor.
Tentu saja,karena tempat ini memang sangat sunyi. Mungkin Bibi Ga Eun akan ikut
terbangun karena hal ini. Dia menjadi agak sensitif belakangan ini.
Wilson menjelajahi seluruh penjuru tempat ini, bahkan sampai
sudut terpencil sekalipun. Baunya masih terasa samar. Tapi yang jelas aroma itu
pasti berasal dari lantai yang sama dengan kamar tidurnya. Ini bukan pertama
kalinya pria itu merasakan bau tersebut. Ia sudah pernah menemukannya secara
tidak sengaja di kamar Nhea. Dan sekarang aroma itu berada di sekitar kamar
tidurnya.
Langkan pria itu mendadak berhenti tepat di depan kamar Eun
Ji Hae. Entah kenapa rasanya kini baunya semakin terasa menyengat di tempat
itu. Wilson sangat yakin jika baunya berasal dari kamar gadis itu. Tanpa pikir
panjang lagi, ia segera mengetuk pintu kamar Eun Ji Hae. Sebenarnya Wilson
tidak ingin mengganggu waktu istirahat puterinya. Tetapi ada sesuatu yang perlu
ia selidiki saat ini.
Para anggota klan akan menjadi sangat berbahaya. Tidak ada
yang tahu kapan mereka akan menyerang. Kini dugaan Wilson soal anggota klan
yang berhasil sampai ke sini semakin terasa nyata. Belum sempat Eun Ji Hae
terusik karena suara ketokan itu, tiba-tiba saja baunya menghilang. Sepertinya
Chanwo tahu persis jika dirinya ada di dalam bahaya. Pasalnya, pria itu juga
bisa mencium bau keberadaan Wilson. Itu sebabnya ia bisa segera pergi untuk
menyelamatkan dirinya sendiri. Identitasnya tidak boleh sampai ketahuan sebelum
misinya berhasil.
__ADS_1