
Sejauh Ini hanya mereka berlima saja yang mengetahui
informasi tersebut. Selain orang-orang yang telah merencanakan upacara ini
sebelumnya tentunya. Kelima siswa ini sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam
urusan apa pun. Tapi, jangan pernah meremehkan mereka. Sebab kelima anak itu
selalu bisa mendapatkan apa yang mereka mau hanya dalam satu kedipan mata.
Eun Ji Hae sendiri bahkan tidak bisa menghentikan atau
bahkan mencegah mereka, meskipun ia tahu. Mereka tidak bisa dipandang sebelah
mata. Terlebih lagi ketika saat ini Chanwo sudah bergabung. Pria itu memutuskan
untuk menjadi salah satu bagian dari mereka. Jauh sebelum kedatangannya kemari,
Eun Ji Hae sudah mengenal pria itu dengan baik. Dia bukan orang sembarangan.
Chanwo merupakan orang yang terbilang paling penting di dalam lingkaran
pertemanan itu.
Baik Chanwo, Jongdae, Jang Eunbi, Oliver serta Nhea, mereka
tetap menghadiri acara jamuan makan siang seperti biasanya. Sejauh ini mereka
masih bersikap biasa saja. Seolah tidak ada apa-apa. Padahal situasinya tidak
benar-benar baik seperti apa yang sedang mereka bayangkan.
Tenang saja. Mereka sedang tidak merencanakan apa pun. Tidak
ada satu hal pun yang akan mereka lakukan secara berkelompok hari ini. Namun,
sama sekali tidak menutup kemungkinan untuk rencana perorangan. Jika boleh
jujur, maka sebenarnya Nhea sendiri memiliki sedikit kejutan untuk gadis itu.
Sepertinya ia perlu berterima kasih kepada Eun Ji Hae karena telah menamparnya
beberapa hari lalu. Atau mungkin malah menamparnya balik.
Pilihan berada di tangan Eun Ji Hae. Sementara itu, Nhea
hanya bertugas untuk menawarkannya saja. Keputusan murni berada di tangan gadis
itu. Nhea berjanji untuk tidak ikut campur terlalu jauh kali ini. Biarkan Eun
Ji Hae sendiri yang memilih apa yang dia rasa terbaik bagi dirinya.
‘TAP! TAP! TAP!’
Suara langkah kaki mereka berhasil memecah kesunyian di
sepanjang lorong bangunan. Entah kenapa mendadak tempat ini tampak begitu sepi.
Padahal sekarang sudah memasuki jam makan siang. Mereka yakin betul soal yang
satu itu. Tidak mungkin salah.
Meski merasa sedikit aneh, tapi kelima anak itu tetap
melanjutkan perjalanannya. Ruang makan sudah berada tepat di depan sana. Hanya
tinggal beberapa langkah lagi, maka mereka akan mencapai ambang pintu.
“Kenapa sepi?” gumam Oliver sembari melihat sekelilingnya.
__ADS_1
Sejak masuk ke lorong yang satu ini, mereka sama sekali
tidak menemukan seorang pun. Biasanya selalu berpapasan dengan siswa lain.
Namun, kali ini cukup berbeda. Mendadak bangunan ini seperti tidak berpenghuni
sama sekali.
Ketika semua orang menghentikan langkahnya tepat di depan
ambang menuju pintu masuk, Nhea malah sebaliknya. Ia menjadi satu-satunya orang
yang memberanikan diri untuk melangkah masuk lebih dulu.
“Selamat datang nona!” sambut salah satu staff dapur yang
kebetulan sedang berada di dalam ruangan tersebut.
Mereka hanya begitu kepada Nhea saja. Mengingat jika gadis
itu merupakan salah satu anggota keluarga juga. Bagaimanapun juga, mereka tetap
harus menghormati gadis itu. Tidak peduli jika usianya jauh lebih muda daripada
mereka. Seperti yang sudah pernah disinggung sebelumnya, jika kekuasaan
termasuk kepada salah satu faktor yang akan mempengaruhi bagaimana cara orang
lain memandangmu.
Posisi Nhea saat ini sebenarnya cukup menguntungakan bagi
dirinya sendiri. Setidaknya, kekuatan tersebut mutlak. Dengan begitu tidak
sembarang orang bisa menyingkirkannya.
saalah satu staff.
“Kalian adalah orang pertama yang sampai ke sini,” ungkap
staff dapur tersebut.
Mendengar jawaban tersebut, Nhea hanya mengangguk-anggukkan
kepalanya. Tanpa pikir panjang lagi, ia segera melanjutkan perjalanannya untuk
mengambil jatah makanan. Ini bukan yang pertama kalinya bagi Nhea untuk sampai
di tempat ini paling awal. Mungkin sudah beberapa kali, walau tidak sering.
Sesuai dengan perkataan staff tadi, maka Nhea dan
teman-temannya mendapatkan giliran pertama untuk mengantri. Sehingga mereka
tidak perlu berlama-lama berdiri.
“Sungguh aneh. Biasanya anggota keluarga sampai lebih dulu
daripada yang lain,” gumam Nhea sambil membawa makanannya menuju tempat duduk.
Baru bergerak beberapa langkah dari posisinya semula, Nhea
mendadak teringat akan sesuatu. Bukankah upacara penobatan Eun Ji Hae akan
dilaksanakan tepat setelah acara makan siang? Benar! Mereka pasti sedang sibuk
mempersiapkan segala sesuatunya. Sampai-sampai lupa jika sekarang sudah
memasuki jam makan siang. Sepertinya mereka tampak begitu antusias untuk acara
__ADS_1
kali ini. Termasuk Eun Ji Hae. Nhea yakin betul jika perasaan gadis itu sedang
berada di dalam puncak kesenangan sekarang.
Mari kita lihat saja sampai berapa lama lagi hal baik itu
akan bertahan. Jika sesuatu yang baik serta keberuntungan selalu memihan Eun Ji
Hae, maka gadis itu harus merasakan kebalikannya. Paling tidak sekali seumur
hidup. Bukankah orang-orang bilang jika kita harus menjalani hidup dengan
seimbang? Jika kau selalu berada di atas tanpa pernah merasakan kesulitan, itu
akan terdengar tidak adil bagi seluruh alam semesta. Oleh sebab itu, kini Nhea
akan membuatnya menjadi terlihat jauh lebih adil.
Setelah mendapatkan apa yang mereka mau, Nhea dan
teman-temannya lantas segera mengambil tempat duduk sebelum kehabisan. Sebentar
lagi, tempat ini akan segera dipadati oleh para siswa yang mengantri untuk
mendapatkan makan siang. Sepertinya hari ini memang benar-benar menjadi hari
keberuntungan Nhea. Sebabnya, ada begitu banyak keberuntungan yang menghampiri
dirinya sejak dini hari tadi.
Sembari mengunggu yang lainnya, mereka semua sibuk dengan
isi pikirannya masing-masing. Termasuk Nhea. Tidak ada satu pun dari mereka
yang berminat untuk buka suara. Ruangan ini sungguh hening. Tidak ada suara
sama sekali. Tidak sampai ketenangan itu berhasil dirusak oleh sebuah suara
derap langkah kaki. Mereka bisa mendengarnya dari kejauhan.
Nhea lantas mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara. Jika
tebakannya tidak salah, pasti sebentar lagi akan ada beberapa orang yang muncul
dari balik pintu ini. Nhea bgitu yakin. Sebab ia mendengar jika suara langkah
kakinya lebih dari satu. Mungkin ada tiga sampai empat orang.
Semakin ke sini, suaranya terasa semakin jelas. Ia tidak
sabar melihat siapa orang yang akantiba di sini berikutnya setelah mereka. Mungkin
murid biasa, atau malah anggota keluarga. Kemungkinannya hanya ada dua sejauh
ini.
Dan yang benar saja, ternyata tebakan gadis itu tidak
meleset jauh. Ada empat orang baru yang datang ke ruangan ini untuk bergabung
bersama mereka dalam acara makan siang. Namun, sayangnya orang tersebut tidak
sesuai dengan ekspektasi Nhea sebelumnya.
Di sana ada Eun Ji Hae, Vallery,
Wilson serta Bibi Ga Eun. Mereka berempat baru saja memasuki ruangan ini secara
bersamaan. Melihat wajah mereka saja sukses membuat Nhea kehilangan moodnya.
__ADS_1