Mooneta High School

Mooneta High School
Girl Fight


__ADS_3

Hanya tersisa Bibi Ga Eun, Vallery dan juga Wilson di sana.


seperti yang kita semua ketahui jika hubungan mereka sedang tidak baik-baik


saja belakangan ini. Terutama antara Bibi Ga Eun dan juga Vallery. Hal teresebut


menyebabkan suasana yang menjadi begitu canggung sekarang. Situasi kembali


hening setelah Eun Ji Hae memutuskan untuk pergi.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Vallery.


Pertanyaan ini tidak ditujukan kepada orang-orang tertentu


saja. Melainkan kepada siapa saja yng tengah mendengar pertanyaannya barusan. Tapi


sayangnya, tidak ada seorang pun yang berniat untuk menjawabnya. Bahkan hanya


untuk sekedar menganggapi ucapan wanita itu saja enggan.


“Kita bicarakan hal itu nanti saja,” ujar Bibi Ga Eun yang


akan beranjak pergi saat itu juga. Namun berhasil ditahan oleh Vallery.


“Kita tidak punya lebih banyak waktu lagi!” seru Vallery.


Kali ini, nada bicara wanita itu justru malah membuat Bibi Ga


Eun emosi. Namun, ia terus berusaha untuk meningkatkan level kesabarannya. Jika


sampai terjadi sesuatu kepada wanita itu, maka dia dalah orang pertama yang

__ADS_1


disalahkan di sini. Wilson pasti akan menjadi orang pertama yang membelanya


pula. Jika sampapi hal tersebut benar terjadi, maka siapa yang akan membela


Bibi Ga Eun. Dia hanya sendirian di sini. Tidak ada yang bisa ia andalkan


kecuali diirnya sendiri. Jadi lebih baik, tidak perlu cari masalah sama sekali.


“Orang-0rang sedang tidak bica berpikir dengan jernih kali


ini. Memangnya apa yang kau harapkan setelah kejadian tadi?” papar Bibi Ga Eun


dengan panjang lebar.


“Setidaknya biarkan aku untuk ikut mengikstirahatkan isi


kepalaku sebentar saja!” tukasnya.


pula jika ia tetap memaksakan diri untuk terus berpikir keras seperti ini. Padahal,


pada kenyataannya sama sekali tidak membuahkan hasil sedikit pun. Bibi Ga Eun


sudah terlalu banyak berpikir. Sampai kepalanya terasa pusing. Ia telah melakukan


hal tersebut sejak kemarin. Tanpa henti. Jadi wajar saja jika ia ingin meminta


jeda sebentar. Isi kepalanya sudah tak karuan lagi di dalam sana. Semuanya


terlalu berantakan. Bibi Ga Eun perlu waktu untuk menata ulang semuanya. Sama seperti


yang lain juga. Dia hanya seorang manusia biasa. Tidak bisa memaksa.

__ADS_1


Vallery terlihat bungkam setelah mendengar penjelasan dari


wanita itu. Entah memang tidak ada yang perlu ditanggapi lagi di sini, atau


malah karena ia telah mati kutu. Wanit itu sama sekali tidak memiliki ide untuk


memberikan perlawanan. Pasalnya, Bibi Ga Eun sudah jauh lebih unggul saat ini.


Tanpa menunggu balasan dari mereka berdua, Bibi Ga Eun


segera beranjak pergi untuk meninggalkan ruangan tersebut. Tidak ada gunanya


lagi jika ia berlama-lama di sini. apa lagi jika harus berhadapan dengan


Vallery. Hal tersebut hanya akan membuat emosinya semakin terpancing. Wanita


itu melangkah keluar dari aula, kemudian segera menuju sebuah koridkor kecil


yang terhubug secara langsung ke asrama. Untuk sampai di gedung utama, ia harus


melewati bangunan asrama terlebih dahulu.


Tidak bisa dipungkiri jika masalah yang kali ini cukup


membuat semua orang pusing. Pekara yang baru terjadi akhir-akhir ini cukup


menyita banyak hal. Termasuk waktu dan juga pikiran. Tapi, sampai saat ini


mereka bahkan belum menemukan jalan keluarnya. Ini sudah memasuki hari ke dua. Dihitung


sejak awal mula peristiwa ini terjadi kemarin.

__ADS_1


__ADS_2