
Hanya tersisa Bibi Ga Eun, Vallery dan juga Wilson di sana.
seperti yang kita semua ketahui jika hubungan mereka sedang tidak baik-baik
saja belakangan ini. Terutama antara Bibi Ga Eun dan juga Vallery. Hal teresebut
menyebabkan suasana yang menjadi begitu canggung sekarang. Situasi kembali
hening setelah Eun Ji Hae memutuskan untuk pergi.
“Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Vallery.
Pertanyaan ini tidak ditujukan kepada orang-orang tertentu
saja. Melainkan kepada siapa saja yng tengah mendengar pertanyaannya barusan. Tapi
sayangnya, tidak ada seorang pun yang berniat untuk menjawabnya. Bahkan hanya
untuk sekedar menganggapi ucapan wanita itu saja enggan.
“Kita bicarakan hal itu nanti saja,” ujar Bibi Ga Eun yang
akan beranjak pergi saat itu juga. Namun berhasil ditahan oleh Vallery.
“Kita tidak punya lebih banyak waktu lagi!” seru Vallery.
Kali ini, nada bicara wanita itu justru malah membuat Bibi Ga
Eun emosi. Namun, ia terus berusaha untuk meningkatkan level kesabarannya. Jika
sampai terjadi sesuatu kepada wanita itu, maka dia dalah orang pertama yang
__ADS_1
disalahkan di sini. Wilson pasti akan menjadi orang pertama yang membelanya
pula. Jika sampapi hal tersebut benar terjadi, maka siapa yang akan membela
Bibi Ga Eun. Dia hanya sendirian di sini. Tidak ada yang bisa ia andalkan
kecuali diirnya sendiri. Jadi lebih baik, tidak perlu cari masalah sama sekali.
“Orang-0rang sedang tidak bica berpikir dengan jernih kali
ini. Memangnya apa yang kau harapkan setelah kejadian tadi?” papar Bibi Ga Eun
dengan panjang lebar.
“Setidaknya biarkan aku untuk ikut mengikstirahatkan isi
kepalaku sebentar saja!” tukasnya.
pula jika ia tetap memaksakan diri untuk terus berpikir keras seperti ini. Padahal,
pada kenyataannya sama sekali tidak membuahkan hasil sedikit pun. Bibi Ga Eun
sudah terlalu banyak berpikir. Sampai kepalanya terasa pusing. Ia telah melakukan
hal tersebut sejak kemarin. Tanpa henti. Jadi wajar saja jika ia ingin meminta
jeda sebentar. Isi kepalanya sudah tak karuan lagi di dalam sana. Semuanya
terlalu berantakan. Bibi Ga Eun perlu waktu untuk menata ulang semuanya. Sama seperti
yang lain juga. Dia hanya seorang manusia biasa. Tidak bisa memaksa.
__ADS_1
Vallery terlihat bungkam setelah mendengar penjelasan dari
wanita itu. Entah memang tidak ada yang perlu ditanggapi lagi di sini, atau
malah karena ia telah mati kutu. Wanit itu sama sekali tidak memiliki ide untuk
memberikan perlawanan. Pasalnya, Bibi Ga Eun sudah jauh lebih unggul saat ini.
Tanpa menunggu balasan dari mereka berdua, Bibi Ga Eun
segera beranjak pergi untuk meninggalkan ruangan tersebut. Tidak ada gunanya
lagi jika ia berlama-lama di sini. apa lagi jika harus berhadapan dengan
Vallery. Hal tersebut hanya akan membuat emosinya semakin terpancing. Wanita
itu melangkah keluar dari aula, kemudian segera menuju sebuah koridkor kecil
yang terhubug secara langsung ke asrama. Untuk sampai di gedung utama, ia harus
melewati bangunan asrama terlebih dahulu.
Tidak bisa dipungkiri jika masalah yang kali ini cukup
membuat semua orang pusing. Pekara yang baru terjadi akhir-akhir ini cukup
menyita banyak hal. Termasuk waktu dan juga pikiran. Tapi, sampai saat ini
mereka bahkan belum menemukan jalan keluarnya. Ini sudah memasuki hari ke dua. Dihitung
sejak awal mula peristiwa ini terjadi kemarin.
__ADS_1