Mooneta High School

Mooneta High School
First Action


__ADS_3

Apa yang dikatakan oleh gadis ini barusan memang ada


benarnya. Manusia tidak harus selalu menjadi kelici percobaannya kali ini. Nhea


juga tahu jika hal itu cukup beresiko. Ia tidak ingin menyeret orang lain yang


tidak bersalah ke dalam masalah ini.


“Bagaimana jika kita menggunakan mahluk hidup lain, seperti


tikus misalnya?” usul gadis itu.


Mereka tidak lansung menanggapinya. Melainkan diam sebentar


untuk mempertimbangkan saran dari gadis itu.


“Tapi, dimana kita bisa mendapatkan hewan itu?” tanya Eun Ji


Hae.


“Mudah saja,” balasnya.


“Mereka ada dimana-mana. Kita bisa menemukannya dengan mudah


di tempat seluas ini. Hewan-hewan pengerat itu berkeliaran dimana-mana. Di saluran


air, bahkan langkah kakinya saja terdengar di langit-langit kamarku,” jelas


Nhea dengan panjang lebar.


“Satu lagi, sebelum aku lupa untuk menyampaikannya!” ucap


gadis itu.


“Sepertinya kita perlu membasmi mereka. Populasi tikus yang


berlebihan akan mengganggu kehidupan para penghuni asrama serta menyebabkan


kerugian lainnya,” usulnya sekali lagi.


“Itu saja saran yang bisa ku sampaikan untuk kali ini,”


tukasnya.


Nhea sudah selesia bicara. Ia telah menyampaikan semuanya


hingga tidak ada lagi yang tersisa di dalam sana. Sekarang giliran yang lainnya


untuk menanggapi atau bahkan memberikan usulan lain.


Semua orang juga sudah tahu tujuan utama dari rapat ini dan


apa yang akan dibahas di dalamnya nanti. Itu sebabnya kenapa Bibi Ga Eun


langsung meminta pendapat mereka tanpa menjelaskan tujuan rapatnya terlebih


dahulu. Dia hanya tidak ingin membuang-buang waktu dengan mengulangi hal yang


sama. Waktunya akan jauh lebih efektif serta efisien jika mereka langsung ke


bagian intinya saja. tidak perlu mengulang kembali awalan yang sudah diketahui


oleh semua peserta rapat.


Sebenarnya, ini adalah rapat lanjutan dari yang kemarin. Karena


situasi yang tidka memungkinkan, maka rapat kemarin terpaksa ditutup dan akan


dilanjutkan di kemudian hari. Beruntung Eun Ji Hae dan Bibi Ga Eun segera mengambil


keputusan yang paling tepat untuk menyelenggarakan rapat hari ini juga. Semakin

__ADS_1


lama mereka menundanya, maka semakin lama pula solusinya ditemukan. Hal itu


sama saja dengan membuat diri mereka terjebak di tempat ini bersama dengan


bahaya.


Beruntung rapat kali ini berhasil untuk mendapatkan titik


terang. Tidak seperti rapat yang diselenggarakan kemarin yang sama sekali tidak


menghasilkan apa pun. Wajar saja sebenarnya jika hal itu terjadi. Karena kemarin


semua orang masih begitu shock. Jadi tidak


ada yang bisa mereka pikirkan sama sekali.


Tapi sekarang semuanya telah berubah. Selain Nhea, ada


beberapa orang lainnya yang juga memberikan pendapat mereka. Jika dirangkum,


maka kesimpulannya akan menjadi seperti ini. Pertama-tama mereka perlu untuk


memastikan apakah benar yang sedang terjadi di sini saat ini adalah salju abadi


atau bukan. Ada dua opsi yang ditawarkan di sini. Jika benar itu adalah salju


abadi, maka mereka perlu untuk mencari solusi lainnya dengan mengadakan rapat


baru lagi yang akan membahas hal tersebut secara khusus. Tapi jika hasilnya


malah sebaliknya, maka mereka hanya perlu menyingkirkan salju tumpukan salju


itu dari seluruh sekolah. Tidak ada yang perlu ditakuti lagi kali ini.


Kemudian, karena sebentar lagi akhir tahun, maka setidaknya


mereka harus membuat persiapan. Biasanya para warga sekolah akan melaksanakan


ria tepat di malam pergantian tahun. Bersuka cita untuk menyambut tahun yang


baru.


Hal itu hanya akan dilakukan jika yang mereka dapati sama


sekali bukan salju abadi. Tapi untuk sekarang, rasanya semua orang tidak ada


yang memikirkan hal itu sama sekali. Mereka terlalu tegang. Pekara salju abadi


tidak bisa disingkirkan dari pikiran orang-orang barang sebentar saja.


Sepanjang hari mereka hanya memikirkan soal itu sampai lupa untuk beristirahat.


Rapat yang diadakan tadi telah mencapai musyawarah mufakat. Sehingga


tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi di sini. Semuanya sudah jelas dan


beres. Saat ini mereka telah mendapatkan tugasnya masing-masing. Kali ini


mereka akan bekerja sama. Semua orang yang terlibat di dalam proyek kali ini


akan memberikan usaha terbaiknya. Karena bisa dibilang jika ini tidaklah mudah


sama sekali.


Semua orang berkumpul di depan jendela besar yang ada di


aula. Mereka semua akan menyaksikan secara langsung dengan mata kepalanya


sendiri perihal kebenaran yang akan segera terungkap. Siap tidak siap, mereka


memang harus siap. Apa pun yang ada di depan nanti, baik itu hal baik maupun

__ADS_1


hal buruk, mereka harus bisa menerimanya.


Selama pada siswa yang lain ditugaskan untuk mencari


beberapa tikus yang akan dijadikan sebagai kelinci percobaan kali ini, Eun Ji


Hae dan yang lainnya sudah berada di tempat. Eun Ji Hae sibuk untuk mencairkan


es yang ada di sekitar jendela ini. Hal itu membuat jendelam menjadi beku dan


tidak bisa terbuka sama sekali. Butuh sedikit suhu hangat untuk membuatnya


mencari.


Tidak perlu waktu lama bagi Eun Ji Hae untuk memecahkan


masalah tersebut. Ini adalah hal yang mudah baginya.


“Kami sudah mendapatkannya!” seru salah satu siswa yang


membawa kantung kecil berisikan dua buah tikus.


“Cepat bawa ke sini!” sahut Bibi Ga Eun sambil melambaikan


tangannya.


“Buka jendelanya!” perintah Eun Ji Hae kepada beberapa orang


lainnya yang sudah bersiap.


Jendela yang berada di ruangan aula ini cukup besar dan


tentu saja berat. Kekuatan satu orang saja tidak kan cukup untuk membuatnya


terbuka lebar. Oleh sebab itu mereka membutuhkab bantuan dari beberapa orang


lainnya. Kerja sama adalah suatu bagian pentin yang ada di sini. Misi ini tidak


akan berhasil tanpa kerja sama tim yang bagus.


“Ini nyonya,” ujar salah satu siswa yang memegang kantong


tersebut.


Dia segera menyerahkan kantong coklat berisikan dua ekor


tikus itu. Terlihat jelas jika saat ini keduanya masih sama-sama bernyawa. Pasalnya,


mereka terus memberontak untuk memaksa keluar dari dalam kantong. Tapi tentu


saja tidak akan semudah itu bagi mereka untuk melarikan diri.


Kantong tersebut sudah diikat dengan kuat, sehingga sangat tidak


memungkinkan bagi mereka untuk lepas. Seperti yang semua orang tahu jika


manusia akan berpikir selangkah lebih mau dibandingkan dengan mahluk hidup


lainnya. Itu sebabnya kenapa manusia disebut sebagai mahluk hidup yang paling sempurna. Meski pada kenyataannya sama sekali tidak begitu.


Bukan pekara mudah untuk menangkap hewan pengerat itu. Mereka


terlalu lincah. Ia akan langsung melarikan diri dengan berlari


sekecang-kencangnya untuk menghindari lawannya. Butuh usaha serta kerja keras


untuk menangkap mereka. Bahkan untuk mendapatkan satu saja butuh kesabaran


tingkat tinggi. Karena mereka tidak akan bisa mendapatkannya dalam waktu yang


sebentar.

__ADS_1


__ADS_2