
Apa yang dikatakan oleh gadis ini barusan memang ada
benarnya. Manusia tidak harus selalu menjadi kelici percobaannya kali ini. Nhea
juga tahu jika hal itu cukup beresiko. Ia tidak ingin menyeret orang lain yang
tidak bersalah ke dalam masalah ini.
“Bagaimana jika kita menggunakan mahluk hidup lain, seperti
tikus misalnya?” usul gadis itu.
Mereka tidak lansung menanggapinya. Melainkan diam sebentar
untuk mempertimbangkan saran dari gadis itu.
“Tapi, dimana kita bisa mendapatkan hewan itu?” tanya Eun Ji
Hae.
“Mudah saja,” balasnya.
“Mereka ada dimana-mana. Kita bisa menemukannya dengan mudah
di tempat seluas ini. Hewan-hewan pengerat itu berkeliaran dimana-mana. Di saluran
air, bahkan langkah kakinya saja terdengar di langit-langit kamarku,” jelas
Nhea dengan panjang lebar.
“Satu lagi, sebelum aku lupa untuk menyampaikannya!” ucap
gadis itu.
“Sepertinya kita perlu membasmi mereka. Populasi tikus yang
berlebihan akan mengganggu kehidupan para penghuni asrama serta menyebabkan
kerugian lainnya,” usulnya sekali lagi.
“Itu saja saran yang bisa ku sampaikan untuk kali ini,”
tukasnya.
Nhea sudah selesia bicara. Ia telah menyampaikan semuanya
hingga tidak ada lagi yang tersisa di dalam sana. Sekarang giliran yang lainnya
untuk menanggapi atau bahkan memberikan usulan lain.
Semua orang juga sudah tahu tujuan utama dari rapat ini dan
apa yang akan dibahas di dalamnya nanti. Itu sebabnya kenapa Bibi Ga Eun
langsung meminta pendapat mereka tanpa menjelaskan tujuan rapatnya terlebih
dahulu. Dia hanya tidak ingin membuang-buang waktu dengan mengulangi hal yang
sama. Waktunya akan jauh lebih efektif serta efisien jika mereka langsung ke
bagian intinya saja. tidak perlu mengulang kembali awalan yang sudah diketahui
oleh semua peserta rapat.
Sebenarnya, ini adalah rapat lanjutan dari yang kemarin. Karena
situasi yang tidka memungkinkan, maka rapat kemarin terpaksa ditutup dan akan
dilanjutkan di kemudian hari. Beruntung Eun Ji Hae dan Bibi Ga Eun segera mengambil
keputusan yang paling tepat untuk menyelenggarakan rapat hari ini juga. Semakin
__ADS_1
lama mereka menundanya, maka semakin lama pula solusinya ditemukan. Hal itu
sama saja dengan membuat diri mereka terjebak di tempat ini bersama dengan
bahaya.
Beruntung rapat kali ini berhasil untuk mendapatkan titik
terang. Tidak seperti rapat yang diselenggarakan kemarin yang sama sekali tidak
menghasilkan apa pun. Wajar saja sebenarnya jika hal itu terjadi. Karena kemarin
semua orang masih begitu shock. Jadi tidak
ada yang bisa mereka pikirkan sama sekali.
Tapi sekarang semuanya telah berubah. Selain Nhea, ada
beberapa orang lainnya yang juga memberikan pendapat mereka. Jika dirangkum,
maka kesimpulannya akan menjadi seperti ini. Pertama-tama mereka perlu untuk
memastikan apakah benar yang sedang terjadi di sini saat ini adalah salju abadi
atau bukan. Ada dua opsi yang ditawarkan di sini. Jika benar itu adalah salju
abadi, maka mereka perlu untuk mencari solusi lainnya dengan mengadakan rapat
baru lagi yang akan membahas hal tersebut secara khusus. Tapi jika hasilnya
malah sebaliknya, maka mereka hanya perlu menyingkirkan salju tumpukan salju
itu dari seluruh sekolah. Tidak ada yang perlu ditakuti lagi kali ini.
Kemudian, karena sebentar lagi akhir tahun, maka setidaknya
mereka harus membuat persiapan. Biasanya para warga sekolah akan melaksanakan
ria tepat di malam pergantian tahun. Bersuka cita untuk menyambut tahun yang
baru.
Hal itu hanya akan dilakukan jika yang mereka dapati sama
sekali bukan salju abadi. Tapi untuk sekarang, rasanya semua orang tidak ada
yang memikirkan hal itu sama sekali. Mereka terlalu tegang. Pekara salju abadi
tidak bisa disingkirkan dari pikiran orang-orang barang sebentar saja.
Sepanjang hari mereka hanya memikirkan soal itu sampai lupa untuk beristirahat.
Rapat yang diadakan tadi telah mencapai musyawarah mufakat. Sehingga
tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi di sini. Semuanya sudah jelas dan
beres. Saat ini mereka telah mendapatkan tugasnya masing-masing. Kali ini
mereka akan bekerja sama. Semua orang yang terlibat di dalam proyek kali ini
akan memberikan usaha terbaiknya. Karena bisa dibilang jika ini tidaklah mudah
sama sekali.
Semua orang berkumpul di depan jendela besar yang ada di
aula. Mereka semua akan menyaksikan secara langsung dengan mata kepalanya
sendiri perihal kebenaran yang akan segera terungkap. Siap tidak siap, mereka
memang harus siap. Apa pun yang ada di depan nanti, baik itu hal baik maupun
__ADS_1
hal buruk, mereka harus bisa menerimanya.
Selama pada siswa yang lain ditugaskan untuk mencari
beberapa tikus yang akan dijadikan sebagai kelinci percobaan kali ini, Eun Ji
Hae dan yang lainnya sudah berada di tempat. Eun Ji Hae sibuk untuk mencairkan
es yang ada di sekitar jendela ini. Hal itu membuat jendelam menjadi beku dan
tidak bisa terbuka sama sekali. Butuh sedikit suhu hangat untuk membuatnya
mencari.
Tidak perlu waktu lama bagi Eun Ji Hae untuk memecahkan
masalah tersebut. Ini adalah hal yang mudah baginya.
“Kami sudah mendapatkannya!” seru salah satu siswa yang
membawa kantung kecil berisikan dua buah tikus.
“Cepat bawa ke sini!” sahut Bibi Ga Eun sambil melambaikan
tangannya.
“Buka jendelanya!” perintah Eun Ji Hae kepada beberapa orang
lainnya yang sudah bersiap.
Jendela yang berada di ruangan aula ini cukup besar dan
tentu saja berat. Kekuatan satu orang saja tidak kan cukup untuk membuatnya
terbuka lebar. Oleh sebab itu mereka membutuhkab bantuan dari beberapa orang
lainnya. Kerja sama adalah suatu bagian pentin yang ada di sini. Misi ini tidak
akan berhasil tanpa kerja sama tim yang bagus.
“Ini nyonya,” ujar salah satu siswa yang memegang kantong
tersebut.
Dia segera menyerahkan kantong coklat berisikan dua ekor
tikus itu. Terlihat jelas jika saat ini keduanya masih sama-sama bernyawa. Pasalnya,
mereka terus memberontak untuk memaksa keluar dari dalam kantong. Tapi tentu
saja tidak akan semudah itu bagi mereka untuk melarikan diri.
Kantong tersebut sudah diikat dengan kuat, sehingga sangat tidak
memungkinkan bagi mereka untuk lepas. Seperti yang semua orang tahu jika
manusia akan berpikir selangkah lebih mau dibandingkan dengan mahluk hidup
lainnya. Itu sebabnya kenapa manusia disebut sebagai mahluk hidup yang paling sempurna. Meski pada kenyataannya sama sekali tidak begitu.
Bukan pekara mudah untuk menangkap hewan pengerat itu. Mereka
terlalu lincah. Ia akan langsung melarikan diri dengan berlari
sekecang-kencangnya untuk menghindari lawannya. Butuh usaha serta kerja keras
untuk menangkap mereka. Bahkan untuk mendapatkan satu saja butuh kesabaran
tingkat tinggi. Karena mereka tidak akan bisa mendapatkannya dalam waktu yang
sebentar.
__ADS_1