
Suasana semakin memanas saat ini, meskipun belum terjadi pertarungan sama sekali. Hwang Ji Na merasakan sebuah dorongan dari dalam dirinya untuk menyerang. Mungkinkah ini adalah suatu naluri alami yang ia miliki sebagai kau werewolf pada umumnya.
Di sisi lain, Eun Ji Hae sendiri masih tetap memperhatikan setiap gerak-gerik kawanan serigala yang berada tepat di depan mereka saat ini. Gadis itu tengah mengandalkan sebagian besar dari intuisinya saat ini untuk menerka apa yang sedang terjadi di sana. Sampai sesuatu berhasil menarik perhatian Eun Ji Hae secara tidak sengaja. Yaitu bekas luka di telinga kanan serigala putih, yang tak lain dan tak bukan adalah Hwang Ji Na.
Gadis itu mengerutkan dahinya. Ia tidak terlalu yakin dengan tebakannya sendiri. Eun Ji Hae masih terus memperhatikan serigala putih di depannya dengan seksama. Mencoba untuk memastikan jika dugaannya benar.
“Itu benar Hwang Ji Na,” batin Eun Ji Hae di dalam hati.
Tapi, apa yang dilakukan oleh gadis itu di tempat ini? Bukankah seharusnya ia berada di dalam hutan dan melatih para prajurit di halaman belakang istana seperti biasanya? Kegiatan semacam itu sudah menjadi rutinitasnya hampir setiap hari.
__ADS_1
Sungguh tidak masuk akal jika Hwang Ji Na berkeliaran di hutan yang sama sekali bukan merupakan daerah teritorialnya. Terlebih lagi saat ini sedang musim dingin. Ia tidak mungkin berada di sekitar sini jika tanpa ada tujuan yang jelas. Hwang Ji Na tidak pernah meninggalkan hutan kegelapan sebelumnya.
Tanpa pikir panjang lagi, Eun Ji Hae segera beranjak dari tempatnya berdiri semula. Namun, dengan cepat Bibi Ga Eun segera menahannya. Ia hendak berusaha keluar dari dalam portal pada saat itu. Tentu saja aksi berbahaya tersebut akan mengancam nyawanya sendiri.
“Apa yang sedang kau lakukan?!” tanya wanita itu dengan nada bicara yang semakin meninggi.
“Apa kau sudah gila?!” sarkas wanita tersebut.
Eun Ji Hae bahkan saat ini sudah tidak peduli sama sekali. Ia tak mau ambil pusing terhadap hal yang sama sekali tidak penting. Baginya, komentar kasar seperti itu bukan sesuatu yang mengejutkan lagi. ini bukan yang pertama kali bagi Eun Ji Hae menerima perlakuan serupa. Sejauh ini ia sudah cukup terbiasa.
__ADS_1
Eun Ji Hae adalah tipikal orang yang keras kepala dan sulit untuk dikendalikan. Dia bukan gadis yang penurut dan mengikuti aturan. Ia berbeda dengan kebanyakan gadis pada umumnya. Kepribadiannya sungguh tidak biasa.
Secara mengejutkan, Eun Ji Hae buru-buru menyingkirkan tanyan wanita itu darinya. Ia mberhasil memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik. Secepat kilat, ia melangkah keluar dari portal. Segala macam mara bahaya bahkan sudah tidak sempat lagi untuk terlintas di dalam kepala gadis ini.
“Hei!” sahut Bibi Ga Eun begitu menyadari hal tersebut.
Namun, ia terlambat. Lagi-lagi Bibi Ga Eun kalah berpacu dengan waktu yang selalu membuatnya tertinggal jauh. Tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan saat ini. Eun Ji Hae sudah terlanjur kluar dari portal. Semuanya sudah terjadi begitu saja.
Meskipun dihadapkan dengan situasi yang serba salah dan sangt berbahaya, sama sekali tidak membuat gadis itu merasa gentar. Ia malah semakin merasa tertantang untuk menyelesaikan semuanya sendiri dan membuktikan kemampuannya kepada semua orang.
__ADS_1