Mooneta High School

Mooneta High School
Another Discussion


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga diminta untuk menghadiri rapat tertutup yang akan dilaksanakan malam ini. Hanya anggota keluarga saja yang diundang. Bahkan para petinggi sekolah tidak dilibatkan dalam rapat kali ini. Benar-benar bersifat rahasia. Barang siapa yang tidak memiliki hubungan langsung dengan anggota keluarga tidak akan diperkenankan masuk.


Do Yen Sae adalah satu-satunya perwakilan dari Reodal. Selain dirinya, tidak ada orang lain yang merupakan anggoa keluarga selain dirinya. Kedua orang tua Do Yen Sae yang sebelumnya berada di sini juga sedang melakukan perjalanan ke Eropa. Mereka mungkin akan pulang dalam beberapa bukang ke depan. Mengingat waktu yang dipakai untuk pelayaran tidak sebentar.


Hanya tersisa Do Yen Sae sebagai anggota keluarga satu-satunya. Gadis itu adalah orang yang paling diandalkan oleh keluarga sendiri. Mau bagaimana pun juga, Do Yen Sae tetap akan menggantikan Ayahnya dalam meneruskan kepengurusan di Reodal. Semua keputusan ada di tangannya. Nasib Reodal juga sesungguhnya tengah dipertaruhkan oleh Do Yen Sa juga. Sekali lagi, semuanya tergantung kepada gadis itu.


Kali ini, yang mengikuti rapat hanya Bibi Ga Eun, Vallery dan juga tentu saja Eun Ji Hae. Ketiga wanita ini juga sudah bersiap untuk menyerang Do Yen Sae habis-habisan. Mereka akan saling beradu argument dan mempertahankan pendapatnya sendiri. Wilson tidak ikut dalam rapat kali ini. Katanya ia sedang tidak enak badan dan ingin istirahat saja untuk sementara waktu. Pasti karena efek samping dari pertarungannya dengan Chanwo tadi.


Nhea juga tidak ikut dalam rapat meski ia termasuk kepada anggota keluarga Mooneta. Bahkan posisinya jauh lebih penting dan kuat dari pada Eun Ji Hae. Mengingat jika gadis itu merupakan anak kandung dari Vallery dan juga Wilson. Nhea memiliki darah murni. Berbeda dengan Eun Ji Hae.


Nhea bukan orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain, apa lagi sampai memusingkannya. Dia bukan tipikal orang yang seperti itu. Sehingga akan sangat jarang melihat Nhea terlibat dalam urusan Mooneta. Dia akan tetap menjalani hidupnya sebagai seorang siswa biasa. Gadis itu menolak untuk disebut sebagai anggota keluarga. Lagi pula Eun Ji Hae sudah melarangnya. Mereka akan tetap menyembunyikan fakta itu dari Reodal sampai waktu yang tidak ditentukan. Setidaknya sampai keadaannya mulai membaik.


Rapat kali ini masih sama seperti pertemuan mereka sebelumnya. Sama-sama bersifat rahasia. Awalnya Do Yen Sae hanya ingin membicarakan permasalahan ini dengan Eun Ji Hae saja. Tapi, gadis itu malah memintanya untuk melibatkan para anggota keluarga juga. Tentu saja ia harus memenuhi permintaan gadis itu kali ini. Jika tidak, Eun Ji Hae pasti akan menaruh rasa curiga kepadanya.


Sebelumnya, Do Yen Sae sempat berbicara dengan Bibi Ga Eun tadi siang. Jauh sebelum Eun Ji Hae datang. Tidak ada yang tahu pasti apa yang mereka bicarakan pada saat itu. Do Yen Sae membawa Bibi Ga Eun ke ruangannya juga pada waktu itu, dengan alasan keamanan.

__ADS_1


Namun, pertemuan mereka yang kali ini tidak dilaksanakan di dalam ruangan Do Yen Sae lagi. Tidak ada tempat duduk lebih yang bisa menampung mereka semua. Seperti yang semua orang ketahui jika hanya ada satu tempat duduk yang dikhususkan untuk para tamu. Do Yen Sae tidak pernah menerima tamu lebih dari satu untuk masuk ke dalam ruangannya.


Demi keamanan dan kenyamanan bersama, Do Yen Sae mengarahkan ketiga wanita itu untuk menuju ruangan rapat pribadi yang biasanya digunakan oleh ia dan juga keluarganya. Tentu saja tempat ini tidak kalah aman dengan ruangan pribadinya. Bisa dipastikan jika tidak ada seseorang yang bisa menguping pembicaraan mereka. Ternyata tingkat keamanannya jauh lebih tinggi dari pada yang pernah dibayangkan oleh Eun Ji Hae sebelumnya.


“Silahkan masuk!” ucap Do Yen Sae.


Ia mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam ruangan yang tidak pernah digunakan oleh orang lain sebelumnya. Gadis itu tetapa berdiri di ambang pintu sampai mereka semua masuk. Setelah itu, ia kembali menutup pintu dan ikut berkumpul bersama yang lainnya. Do Yen Sae berhak untuk duduk dimana saja ia mau. Tapi, kali ini gadis itu memilih untuk duduk di kursi paling depan. Tempat itu biasanya selalu digunakan oleh Ayahnya untuk memimpin rapat. Tapi, kali ini Do Yen Sae yang akan menggantikan posisi pria itu.


“Omong-omong, kenapa kau mengundang kami ke sini?” tanya Vallery antusias.


“Dia memintaku untuk membahas maslaah ini bersama kalian juga,” jelasnya kemudian.


Vallery hanya mengangguk pelan untuk menanggapi perkataan gadis itu tadi. Ia tak mau bertanya lebih jauh. Karena pada akhirnya, jawaban dari semua permasalahan ini akan segera diungkap sebentar lagi begitu rapatnya dimulai. Ia hanya perlu bersabar saja.


Sementara Bibi Ga Eun tampak tidak tertarik sama sekali. Dia juga tidak akan mau datang ke sini jika tidak diundang oleh Do Yen Sae. Tapi karena sudah mendapatkan undangan tersebut, ia jadi tidak bisa menolaknya. Mau tak mau Bibi Ga Eun tetap harus datang meski agak terpaksa.

__ADS_1


“Baiklah, apa kita bisa memulainya sekarang?” tanya Do Yen Sae.


Ia menatap ketiga wanita yang tengah berada di hadapannya itu secara bergantian. Kilau matanya sulit untuk ditangkap apa maksudnya.


“Sepertinya kita sudah bisa memulai diskusi kita kali ini bukan?” tanya Vallery yang kemudian ikut diangguki oleh semua orang.


“Sudah tidak ada yang perlu kita tunggu lagi,” balas Eun Ji Hae.


“Lebih cepat lebih baik,” timpal Bibi Ga Eun.


Semua orang sudah setuju untuk langsung memulai rapat. Mereka akan langsung kepada intinya saja. Tidak mau membuang-buang waktu secara percuma. Lagi pula ini sudah larut malam. Bahkan sudah lewat dari tengah malam. Kelas baru saja usai beberapa menit yang lalu. Sementara Mooneta masih belum masuk ke kelas sama sekali. Mereka butuh adaptasi dengan lingkungan sekitarnya.


Reodal baru akan mmasuki libur musim dingin kurang lebih sepekan lagi. Jadi, bisa dibilang jika ini adalah minggu terakhir mereka untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Setelahnya, semua orang bisa bebas melakukan apa saja yang mereka mau. Tidak akan ada yang melarang. Semua orang berhak untuk menikmati liburan musim dingin mereka. Tanpa terkecuali.


“Jadi, bagaimana menurut kalian?” tanya Do Yen Sae.

__ADS_1


Untuk yang kesekian kalinya dalam hari ini, gadis itu melontarkan pertanyaan yang sama. Semoga saja penjelasannya barusan berhasil mempengaruhi pikiran keluarga Mooneta. Meski ia tahu jika ketiga wanita itu cukup sulit untu ditaklukkan begitu saja. Mereka tidak akan mudah untuk percaya kepada sembarang orang. Hal itu terlalu beresiko.


__ADS_2