
Mungkin kisah tentang Sofia adalah salah satu cerita paling
menyedihkan yang pernah ia dengar sejauh ini. Terlepas dari kisah itu
benar-benar nyata atau hanya fiksi belaka. Membaca buku yang satu ini
benar-benar menguras habis emosinya. Padahal, ia belum sempat menghabiskan
lebih dari setengah isi buku.
Gadis itu memutuskan untuk jeda sebentar. Ia perlu mengumpulkan
kembali kewarasannya. Bisa-bisa kondisi emosional dirinya malahh semakin
memburuk. Sepertinya Nhea telah mengambil keputusan yang salah dengan masuk ke
dalam buku. Berpura-pura seolah kau berada di dalamnya. Mengamati setiap
perilaku si tokoh utama. Itu adalah kesalahan yang sangat fatal baginya
sekarang. Nhea bahkan tidak pernah tahu jika akan begini pada akhirnya.
“Oming-omong, sudah pukul berapa sekarang?” gumam Nhea.
Bagaimana bisa ia barus menyadari hal tersebut sekarang. Ia sudah
menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk membaca buku tersebut. Bahkan waktu
sebanyak itu saja tidalah cukup untuk menamatkan buku tersebut.
Gadis itu memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya.
Kemudian beralih ke arah jendela utama yang sekaligus menjadi satu-satunya
jendela di ruangan ini. Di luar sana sudah tampak sepi. Tidak ada seorang pun
yang berlalu-lalang seperti biasanya. Bahkan kelas ikut ditiadakan khusus malam
ini.
Acara sudah selesai. Mungkin sudah usai sejak beberapa jam
yang lalu dan Nhea sama sekali tidak menyadarinya. Meski tidak terlibat secara
langsung dalam upacara penutupan, gadis itu yakin betul jika akademi mereka
kembali menduduki peringkat pertama. Seperti biasanya. Tidak ada yang bisa
menggeser posisi akademi sihir Mooneta hingga babak akhir. Bahkan kekalahan tim
mereka tadi sama sekali tidak memberikan pengaruh serius terhadap perubahan
nilai.
“Sekarang mereka semua pasti sudah tidur,” ucap gadis itu.
“Aku bahkan tidak tahu jika mereka sudah kembali ke sini
sejak tadi,” lanjutnya.
Nhea melakukan beberapa peregangan untuk melenturkan kembali
otot-otot tubuhnya yang terasa tegang. Diam dalam posisi yang sama untuk
beberapa jam memang membuat tubuhnya terasa kaku. Bahkan beberapa pusat
persendian yang ada di tubuhnya mulai terasa pegal. Ia tidak bisa terus-terusan
diam seperti ini. Mungkin berkeliling ruangan ini sebentar akan membantu
mengurangi rasa sakit tersebut. Siapa tahu ia juga akan menemukan rahasia
__ADS_1
lainnya yang selama ini belum pernah terungkap.
Entah sejak kapan ia menjadi sepenasaran ini. Jiwa
petualangnya mendadak muncul secara otomatis begitu menginjakkan kaki di ruang
penyimpanan. Sekarang Nhea tidak jauh berbeda dengan seorang bajak laut pemburu
harta karun.
Atmosfir ruangan ini sepertinya berhasil memberikan energi
tersendiri terhadap Nhea. Pasalnya, kepribadian gadis itu banyak berubah begitu
berada di sini. Bahkan sikap serta tingkah lakunya saja ikut berubah. Namun,
hal sebaliknya malah terjadi di luar. Ia kembali bersikap normal seperti
biasanya begitu keluar dari ruangan ini.
Ia tidak pernah merasa bosan selama berada di sini. Walaupun
bisa dikatakan jika tempatnya hanya begitu-begitu saja. Ruangannya juga tidak
terlalu besar. Namun setiap kali masuk ke sini, pasti selalu ada saja hal baru
yang ia temukan. Sampai-sampai, ia sering bertanya aka nada kejutan macam apa
lagi setelah ini.
Ruang penyimpanan selalu mempunyai cara untuk membuat Nhea
terkagum-kagum. Bahkan tempat ini telah menjadi salah satu tempat favoritnya. Tempat
yang penuh dengan misteri ini berhasil mengambil tempat tersendiri di hati
gadis itu.
Sementara itu, di sisi lain Oliver masih belum bisa tenang.
Sejak tadi ia gelisah. Begitu pula dengan teman-temannya yang lain. Jongdae,
Chanwo, Jang Eunbi sama saja. Bagaimana tidak gelisah, mereka bahkan tidak bsa
menemukan gadis itu sejak tadi. Bagaimana jika sampai terjadi sesuatu yang
buruk kepada Nhea.
Terakhir kali Oliver pernah berpesan kepada gadis itu untuk
tetap berada di sisinya. Nhea tidak boleh kemana-mana. Sebab semua orang tahu
jika ia termasuk kepada orang yang cukup ceroboh. Untuk yang kesekian kalinya,
Nhea lepas begitu saja dari pengawasan gadis itu. Sekarang, bagaimana bisa ia
tetap bersikap santai.
Oliver bahkan tidak bisa memejamkan matanya sebentar saja.
Kepalanya terasa begitu berisik. Ia bahkan tidak bisa menyingkirkan hal tersebut
dari dalam kepalanya. Kabar menghilangnya Nhea kali ini berhasil membuat semua
orang merasa kebingungan sekaligus panik.
Mereka sudah mencari ke semua tempat. Tapi, tetap saja
hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa ia temukan di sana. Nhea tidak ada
dimana-mana. Entah berada di mana gadis itu saat ini. Semoga Nhea segera
__ADS_1
kembali. Dengan begitu kekhawaritan ini akan segera usai.
Oliver dan teman-temannya yang lain masih terjaga sampai
sekarang. Padahal ini sudah lewat tengah malam. Mereka tidak merasakan kantuk
sama sekali. Oliver sendiri sudah mondar-mandir di dalam kamarnya sejak tadi. Sesekali
memperhatikan kasur Nhea yang kosong melompong tanpa penghuninya di sana.
“Arghh!!!” gerutu gadis itu sebal.
Ini bukan pertama kalinya Oliver merasa tidak bisa
mengandalkan dirinya sendiri. Sungguh mengecewakan rasanya. Ketika orang lain
selalu mengandalkan Oliver dalam berbagai urusan, karena hanya ia satu-satunya
orang yang dipercaya. Namun, bagaimana bisa ia tidak bisa menolong dirinya
sendiri pada saat genting seperti ini.
Oliver tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai Nhea
kenapa-kenapa. Sejak awal hubungan mereka mulai membaik, gadis itu bertekad
untuk menjaga Nhea sepenuhnya. Gadis itu masih terlalu polos. Ia terlalu lemah
untuk melindungi dirinya sendiri. Sementara, di luar sana ada begitu banyak
orang yang ingin membuatnya celaka dengan berbagai macam alasan.
“Kemana lagi aku harus mencarinya?” tanya Oliver kepada
dirinya sendiri.
Sejauh ini belum ada petunjuk sama sekali. Atau bahkan
tanda-tanda yang menunjukkan kemana Nhea pergi. Mereka sudah mendatangi setiap
tempat yang paling sering dikujungi oleh gadis itu. Namun, tetap saja Nhea
tidak berada di sana.
Nhea sungguh menghilang secara tiba-tiba. Lebih tepatnya
seperti ditelan bumi. Hingga tidak ada satu orang pun yang tahu kemana ia
pergi. Padahal mereka masih berada di dalam tempat yang sama. Radiusnya bahkan
tidak terlalu jauh. Nhea hanya sedang bersembuyi di balik sekat-sekat ruangan
saja. Sehingga ia tidak bisa dilihat oleh orang lain.
Mungkin ia akan keluar dari tempat ini beberapa hari lagi.
Jangan khawatir soal makanan, ia bisa pergi ke lantai dasar sebentar untuk
mencarinya. Pasti masih ada beberapa sisa makanan untuk acara jamuan tadi
malam. Mereka selalu melebihkan masakannya sebanyak lima porsi. Untuk berjaga-jaga
jika memang perlu tambahan.
Jadi, tidak perlu merassa cemas.
Nhea bahkan sudah memikirkan setiap hal penting di dalam kepalanya. Melarikan
diri sama saja dengan percobaan bertahan hidup. Paling tidak, ia harus tetap
bernapas sampai hari dimana dirinya merasa bebas. Menghadapi masalah juga perlu
__ADS_1
energi yang banyak.