Mooneta High School

Mooneta High School
Cemas


__ADS_3

Mungkin kisah tentang Sofia adalah salah satu cerita paling


menyedihkan yang pernah ia dengar sejauh ini. Terlepas dari kisah itu


benar-benar nyata atau hanya fiksi belaka. Membaca buku yang satu ini


benar-benar menguras habis emosinya. Padahal, ia belum sempat menghabiskan


lebih dari setengah isi buku.


Gadis itu memutuskan untuk jeda sebentar. Ia perlu mengumpulkan


kembali kewarasannya. Bisa-bisa kondisi emosional dirinya malahh semakin


memburuk. Sepertinya Nhea telah mengambil keputusan yang salah dengan masuk ke


dalam buku. Berpura-pura seolah kau berada di dalamnya. Mengamati setiap


perilaku si tokoh utama. Itu adalah kesalahan yang sangat fatal baginya


sekarang. Nhea bahkan tidak pernah tahu jika akan begini pada akhirnya.


“Oming-omong, sudah pukul berapa sekarang?” gumam Nhea.


Bagaimana bisa ia barus menyadari hal tersebut sekarang. Ia sudah


menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk membaca buku tersebut. Bahkan waktu


sebanyak itu saja tidalah cukup untuk menamatkan buku tersebut.


Gadis itu memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya.


Kemudian beralih ke arah jendela utama yang sekaligus menjadi satu-satunya


jendela di ruangan ini. Di luar sana sudah tampak sepi. Tidak ada seorang pun


yang berlalu-lalang seperti biasanya. Bahkan kelas ikut ditiadakan khusus malam


ini.


Acara sudah selesai. Mungkin sudah usai sejak beberapa jam


yang lalu dan Nhea sama sekali tidak menyadarinya. Meski tidak terlibat secara


langsung dalam upacara penutupan, gadis itu yakin betul jika akademi mereka


kembali menduduki peringkat pertama. Seperti biasanya. Tidak ada yang bisa


menggeser posisi akademi sihir Mooneta hingga babak akhir. Bahkan kekalahan tim


mereka tadi sama sekali tidak memberikan pengaruh serius terhadap perubahan


nilai.


“Sekarang mereka semua pasti sudah tidur,” ucap gadis itu.


“Aku bahkan tidak tahu jika mereka sudah kembali ke sini


sejak tadi,” lanjutnya.


Nhea melakukan beberapa peregangan untuk melenturkan kembali


otot-otot tubuhnya yang terasa tegang. Diam dalam posisi yang sama untuk


beberapa jam memang membuat tubuhnya terasa kaku. Bahkan beberapa pusat


persendian yang ada di tubuhnya mulai terasa pegal. Ia tidak bisa terus-terusan


diam seperti ini. Mungkin berkeliling ruangan ini sebentar akan membantu


mengurangi rasa sakit tersebut. Siapa tahu ia juga akan menemukan rahasia

__ADS_1


lainnya yang selama ini belum pernah terungkap.


Entah sejak kapan ia menjadi sepenasaran ini. Jiwa


petualangnya mendadak muncul secara otomatis begitu menginjakkan kaki di ruang


penyimpanan. Sekarang Nhea tidak jauh berbeda dengan seorang bajak laut pemburu


harta karun.


Atmosfir ruangan ini sepertinya berhasil memberikan energi


tersendiri terhadap Nhea. Pasalnya, kepribadian gadis itu banyak berubah begitu


berada di sini. Bahkan sikap serta tingkah lakunya saja ikut berubah. Namun,


hal sebaliknya malah terjadi di luar. Ia kembali bersikap normal seperti


biasanya begitu keluar dari ruangan ini.


Ia tidak pernah merasa bosan selama berada di sini. Walaupun


bisa dikatakan jika tempatnya hanya begitu-begitu saja. Ruangannya juga tidak


terlalu besar. Namun setiap kali masuk ke sini, pasti selalu ada saja hal baru


yang ia temukan. Sampai-sampai, ia sering bertanya aka nada kejutan macam apa


lagi setelah ini.


Ruang penyimpanan selalu mempunyai cara untuk membuat Nhea


terkagum-kagum. Bahkan tempat ini telah menjadi salah satu tempat favoritnya. Tempat


yang penuh dengan misteri ini berhasil mengambil tempat tersendiri di hati


gadis itu.


Sementara itu, di sisi lain Oliver masih belum bisa tenang.


Sejak tadi ia gelisah. Begitu pula dengan teman-temannya yang lain. Jongdae,


Chanwo, Jang Eunbi sama saja. Bagaimana tidak gelisah, mereka bahkan tidak bsa


menemukan gadis itu sejak tadi. Bagaimana jika sampai terjadi sesuatu yang


buruk kepada Nhea.


Terakhir kali Oliver pernah berpesan kepada gadis itu untuk


tetap berada di sisinya. Nhea tidak boleh kemana-mana. Sebab semua orang tahu


jika ia termasuk kepada orang yang cukup ceroboh. Untuk yang kesekian kalinya,


Nhea lepas begitu saja dari pengawasan gadis itu. Sekarang, bagaimana bisa ia


tetap bersikap santai.


Oliver bahkan tidak bisa memejamkan matanya sebentar saja.


Kepalanya terasa begitu berisik. Ia bahkan tidak bisa menyingkirkan hal tersebut


dari dalam kepalanya. Kabar menghilangnya Nhea kali ini berhasil membuat semua


orang merasa kebingungan sekaligus panik.


Mereka sudah mencari ke semua tempat. Tapi, tetap saja


hasilnya nihil. Tidak ada yang bisa ia temukan di sana. Nhea tidak ada


dimana-mana. Entah berada di mana gadis itu saat ini. Semoga Nhea segera

__ADS_1


kembali. Dengan begitu kekhawaritan ini akan segera usai.


Oliver dan teman-temannya yang lain masih terjaga sampai


sekarang. Padahal ini sudah lewat tengah malam. Mereka tidak merasakan kantuk


sama sekali. Oliver sendiri sudah mondar-mandir di dalam kamarnya sejak tadi. Sesekali


memperhatikan kasur Nhea yang kosong melompong tanpa penghuninya di sana.


“Arghh!!!” gerutu gadis itu sebal.


Ini bukan pertama kalinya Oliver merasa tidak bisa


mengandalkan dirinya sendiri. Sungguh mengecewakan rasanya. Ketika orang lain


selalu mengandalkan Oliver dalam berbagai urusan, karena hanya ia satu-satunya


orang yang dipercaya. Namun, bagaimana bisa ia tidak bisa menolong dirinya


sendiri pada saat genting seperti ini.


Oliver tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai Nhea


kenapa-kenapa. Sejak awal hubungan mereka mulai membaik, gadis itu bertekad


untuk menjaga Nhea sepenuhnya. Gadis itu masih terlalu polos. Ia terlalu lemah


untuk melindungi dirinya sendiri. Sementara, di luar sana ada begitu banyak


orang yang ingin membuatnya celaka dengan berbagai macam alasan.


“Kemana lagi aku harus mencarinya?” tanya Oliver kepada


dirinya sendiri.


Sejauh ini belum ada petunjuk sama sekali. Atau bahkan


tanda-tanda yang menunjukkan kemana Nhea pergi. Mereka sudah mendatangi setiap


tempat yang paling sering dikujungi oleh gadis itu. Namun, tetap saja Nhea


tidak berada di sana.


Nhea sungguh menghilang secara tiba-tiba. Lebih tepatnya


seperti ditelan bumi. Hingga tidak ada satu orang pun yang tahu kemana ia


pergi. Padahal mereka masih berada di dalam tempat yang sama. Radiusnya bahkan


tidak terlalu jauh. Nhea hanya sedang bersembuyi di balik sekat-sekat ruangan


saja. Sehingga ia tidak bisa dilihat oleh orang lain.


Mungkin ia akan keluar dari tempat ini beberapa hari lagi.


Jangan khawatir soal makanan, ia bisa pergi ke lantai dasar sebentar untuk


mencarinya. Pasti masih ada beberapa sisa makanan untuk acara jamuan tadi


malam. Mereka selalu melebihkan masakannya sebanyak lima porsi. Untuk berjaga-jaga


jika memang perlu tambahan.


Jadi, tidak perlu merassa cemas.


Nhea bahkan sudah memikirkan setiap hal penting di dalam kepalanya. Melarikan


diri sama saja dengan percobaan bertahan hidup. Paling tidak, ia harus tetap


bernapas sampai hari dimana dirinya merasa bebas. Menghadapi masalah juga perlu

__ADS_1


energi yang banyak.


__ADS_2