Mooneta High School

Mooneta High School
Just Do It


__ADS_3

Malam ini adalah malam kemenangan, sekaligus malam duka cita. Penyebabnya berasal dari sumber yang sama. Yaitu Ify. Kepergiannya menjadi sesuatu yang serba salah kini. Entah sampai kapan situasi ini akan berlangsung. Tapi yang jelas, semua orang sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.


Banyak tenaga yang terkuras setelah pertempuran tadi. Orang-orang yang berkumpul di sini sudah dalam kondisi lemah tak berdaya. Terutama Bibi Ga Eun. Sisa tenaganya pasti tidak banyak lagi. Oa harus segera istirahat setelah pemakaman ini selesai.


Begitu jasad Ify dibaringkan di atas tumpukan kayu bakar, banyak orang yang tak kuasa menahan tangis. Termasuk Nhea. Gadis itu merasa bersalah. Karena bagaimanapun juga, Ify seperti ini karenanya. Dia menyesali perbuatannya. Tidak seharusnya ia mengikuti perkataan Chanwo.


Tangis Eun Ji Hae pecah saat itu juga. Tangannya mendadak bergetar hebat saat akan bersiap untuk memancarkan api dari dari tangan saktinya itu. Eun Ji Hae tidak tega. Tapi bagaimanapun juga, jasad Ify harus tetap dikremasi. Hanya itu satu-satunya cara untuk menguburkannya secara layak.

__ADS_1


Ada beberapa jasad yang dimakamkan di pemakaman sekolah ini memang. Jumlahnya selaku bertambah setiap musim dingin. Tentu saja Ify penyebabnya. Tapi biasanya hal itu hanya akan dilakukan jika salju tidak turun terlalu lebat. Untuk saat ini, seluruh tanah pemakaman telah diselimuti oleh salju. Warna hijau yang seharusnya berada di sana, kini telah berubah menjadi serba putih. Pasalnya, pemakaman itu memang tidak termasuk ke dalam perlindungan portal buatan ini. Karena tidak ada sesuatu yang harus dilindungi di sana.


"Lakukan lah!" perintah Bibi Ga Eun.


Ia berusaha untuk tetap teelihat tegar di depan semua orang. Menyembunyikan air matanya yang akan keluar pada saat itu juga. Tapi semua itu percuma saja. Semua orang yang ada di sini tahu jika sedang bersedih. Tidak ada yang akan melarangnya jika ia menangis tersedu-sedu sekalipun. Hal itu wajar. Dia hanya manusia biasa. Sama seperti yang lainnya.


"A-aaa-aku tidak bisa melakukannya," ungkap Eun Ji Hae.

__ADS_1


"Demi ify..." lirihnya.


Gadis itu tengah berterus terang. Ia memang tidak akan bisa melakukannya sampai kapanpun. Suaranya bergetar saat berbicara. Emosinya sedang tidak stabil.


Eun Ji Hae merobohkan dirinya saat itu juga. Ia duduk bersimpuh tepat di hadapan gadis itu. Seolah tak kuasa menahan semua beban emosi yang ia rasakan. Tangisan Eun Ji Hae semakin menjadi-jadi, sebelun akhirnya ia membakar jasad Ify.


Gadis itu sama sekali tidak pernah mengira jika ia benar-benar akan melakukan hal ini. Sesuatu dari dalam dirinya melarang keras Eun Ji Hae untuk melakukannya. Namun di sisi lain, sesuatu dari dalam dirinya juga memberikannya dorongan untuk berbuat demikian.

__ADS_1


Tidak ada pilihan lain. Karena pada akhirnya ia tetap harus melakukan hal itu. Jasad Ify harus segera dikremasi sebelum fajar datang. Tidak ada yang bisa membantah perintah tersebut. Aturan ini telah ditetapkan sejak awal tercipta dunia sihir.


Kabarnya menurut salah aatu buku legendaris yang ditulis oleh salah satu penyihir terkenal pada masanya, sihir paling ajaib hanya akan bekerja tepat pada tengah malam, sampai waktu sebelum matahari muncul. Kekuatan sihir akan bekerja secara optimal pada waktu-waktu tertentu seperti itu. Terutama saat siklus bulan purnama muncul.


__ADS_2