
Tidak ada seorang pun yang melihat Nhea sejak tadi siang.
Gadis itu mendadak menghilang tanpa jejak. Tepat setelah ia memutuskan untuk
pergi dari tenda dan tidak ikut berdiskusi dengan tim. Lagipula memangnya hal
penting macam apa yang perlu mereka diskusikan saat ini? Permainan bahkan sudah
berakhir. Sekarang diskusi bahkan tidak ada gunanya lagi.
Semua orang bertanya-tanya, kemana perginya gadis itu. Ia
bahkan tidak sempat menitipkan pesan sebelum pergi kepada salah satu dari
mereka. Nhea datang dan pergi sesukanya saja. Paling tidak ia harus berpamitan
agar tidak membuat orang lain cemas seperti ini.
Sejak tadi siang batang hidungnya sama sekali tak terlihat.
Mungkin ia memang perlu waktu sendiri. Mereka semua tahu jika berdamai dengan
diri sendiri bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, di sisi lain terkadang manusia
juga tidak bisa mengatasi semuanya sendiri. Mereka tetap memerlukan bantuan
dari orang lain.
Manusia tidak bisa hidup sendiri. Mereka adalah mahluk
sosial. Sama dengan klan serigala yang
selalu bersama anggotanya. Begitu pula dengan mahluk hidup lainnya yang hidup
berkelompok. Rasanya mustahil jika mereka bisa hidup sendiri. Bahkan anggota
klan saja tidak bisa melakukannya.
“Apa kau sudah menemukannya?” tanya Oliver saat mereka
berkumpul kembali.
“Tidak sama sekali,” balas Jondae kemudian ikut diangguki
oleh yang lainnya.
Keempat temannya yang lain memutuskan untuk mencari
keberadaan gadis itu. Tentu mereka sedang sangat mencemaskan Nhea sekarang. Ia
bisa berbuat apa saja dengan kondisi emosionalnya yang cenderung tidak stabil. Bahkan
tidak menutup kemungkinan jika ia akan melakukan hal berbahaya yang berpotensi
untuk mengancam nyawanya sekali pun.
Jongdae, Chanwo, Oliver dan Jang Eunbi telah berkeliling
tempat ini untuk mencari Nhea. Namun, hasilnya tetap saja nihil. Tidak ada tanda-tanda
yang menunjukkan hal positif untuk sekarang. Mereka memutuskan untuk kembali
berkumpul di titik awal.
Tadi, Jang Eunbi sempat memberikan keterangan. Gadis itu
menceritakan semua hal yang ia lihat selama mereka berada di dalam tenda tadi.
Termasuk tentang perlakuan kasar Eun Ji Hae kepada adiknya. Eun Ji Hae terus
menyudutkan Nhea, seolah dialah yang paling bersalah. Padahal tidak sama
__ADS_1
sekali. Jika ditinjau kembali, sebenarnya Nick jauh lebih bersalah jika
dibandingkan dengan gadis itu. Mungkin Eun Ji Hae memang sengaja membela pria
tersebut secara tidak langsung.
Dari kejadian yang diceritakan oleh Jang Eunbi, dapat
disimpulkan jika Nhea pasti merasa sakit hati. Memangnya siapa yang tidak
terpukul jika mendapatkan perlakuan seperti itu. Terlebih yang melakukannya
bukan orang asing. Melainkan salah satu dari anggota keluarganya sendiri.
“Arghh!!!!” gerutu Chanwo sambil mengacak-acak rambutnya.
Ia merasa sebal karena tidak dapat melakukan tugas yang
terbilang mudah. Padahal dirinya adalah seorang pemimpin. Setidaknya sekarang
Chanwo sudah memimpin lebih dari seratus orang dalam dua klan.
“Kenapa aku tidak bisa mengandalkan indera penciumanku?”
batinnya dalam hati.
Seharusnya Nhea masih berada di sekitar sini. Sehingga aroma
gadis itu masih terdeteksi oleh indera penciumannya. Namun, pada kenyataannya
ternyata tidak sama sekali.
Sekarang ia mulai panik. Kemungkinan terburuknya bisa saja
terjadi. Bagaimana jika Nhea sungguh pergi jauh dari sini? Tapi, memangnya
kemana ia pergi? Paling jauh, ia juga akan berada di kota ini. Gadis itu belum
memiliki nyali yang cukup untuk melakukan perjalanan keluar kota sendirian.
Pertanyaan yang bagus, jika dipadukan dengan jawaban yang
bagus pula. Mungkin itu akan menjadi salah satu opsi untuk solusi terbaru. Paling
tidak mereka harus memiliki beberapa rencana. Untuk berjaga-jaga, jika
sewaktu-waktu terjadi kendala. Setiap hal bisa saja terjadi di luar dari
rencana. Sama sekali tidak terduga. Oleh sebab itu kita harus selalu waspada.
“Dia bisa pergi kemana saja pada saat seperti ini,” ungkap
Oliver.
“Suasana hatinya sedang berantakan. Kita tidak pernah tahu
kemana ia akan membawa kakinya,” jelas gadis itu kemudian.
Menjadi teman satu kemar Nhea ternyata sama sekali tidak
sia-sia. Dengan begitu hubungan mereka akan semakin dekat. Oliver bahkan sampai
tahu beberapa informasi yang tidak semua orang tahu tentang Nhea. Setidaknya,
untuk saat ini hal seperti itu akan sangat berguna. Informasi sekecil apa pun,
pasti akan tetap berguna pada akhirnya.
“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” tanya Jang Eunbi dengan
nada lemah.
__ADS_1
Tampaknya ia mulai pasrah saat belum mendapati titik terang.
Harapan serta semangatnya nyaris habis.
“Yang jelas, kita harus menemukan Nhea!” tegas Chanwo sekali
lagi.
“Paling tidak jika kita tidak bisa mendekatinya, maka kita
bisa mengamati Nhea dari kejauhan. Dengan begitu, kita bisa memastikan dia agar
tetap aman walaupun dirinya sedang kacau,” jelas pria itu dengan panjang lebar.
Usulan dari Chanwo cukup bagus. Tidak ada salahnya jika
dicoba. Pasalnya, kemungkinan besar ia memang tidak ingin bertemu dengan siapa
pun untuk sementara. Beberapa orang perlu waktu untuk berbicara dengan dirinya
sendiri. Termasuk Nhea salah satunya.
Ia tidak perlu siapa pun untuk membantunya keluar dari
masalah tersebut. Satu-satunya hal yang ia perlukan di sini adalah ketenangan.
Dengan begitu, maka otaknya pasti bisa berpikir jernih. Terkadang masalah yang
sulit tidak perlu solusi yang rumit pula. Hanya dengan cara yang sederhana
saja, mungkin bisa membantu.
Seperti yang dilakukan oleh Nhea saat ini. Ia memutuskan
untuk berdiam diri di ruang penyimpanan. Benar, gadis itu kembali ke akademi
sihir Mooneta. Menurutnya hanya ruang penyimpanan saja yang aman dari semua opsi
yang ia miliki sejauh ini. Tidak aka nada orang yang mengganggunya jika berada
di sana. Pasti juga tidak akan terlintas di dalam pikiran mereka untuk menyusul
Nhea sampai ke sana.
Gadis itu tahu betul bagaimana caranya untuk menghindari
orang-orang. Ia hanya akan menghindari mereka yang tengah berusaha ikut campur.
Bahkan Nhea sama sekali tidak berniat untuk lari dari masalahnya. Hanya seorang
pengecut yang melakukan hal tersebut. Beberapa waktu lalu, ia nyaris
melakukannya. Namun, sekarang Nhea sudah memantapkan diri untuk tetap memenghadapi
apa pun yang akan terjadi ke depannya.
Mungkin perjalanan menuju titik final tersebut tidak akan berjalan
mudah. Setidaknya pasti ada satu atau dua rintangan yang harus ia hadapi. Atau bahkan
beberapa orang yang mencoba untuk menghentikannya. Termasuk Eun Ji Hae yang
selalu menghambat langkahnya.
“Mereka semua sama saja,” gumam Nhea sambil menghela napas.
Ia menempatkan dirinya di salah
satu sudut ruangan. Duduk termenung sambil memeluk kedua kakinya. Sungguh tidak
ada orang lain yang bisa mengeti tentang dirinya. Tidak ada kecuali dirinya
__ADS_1
sendiri. Bahkan Chanwo saja tidak cukup paham dengannya. Mereka tidak akan
pernah bisa memahami manusia lainnya.