Mooneta High School

Mooneta High School
Hilang


__ADS_3

Tidak ada seorang pun yang melihat Nhea sejak tadi siang.


Gadis itu mendadak menghilang tanpa jejak. Tepat setelah ia memutuskan untuk


pergi dari tenda dan tidak ikut berdiskusi dengan tim. Lagipula memangnya hal


penting macam apa yang perlu mereka diskusikan saat ini? Permainan bahkan sudah


berakhir. Sekarang diskusi bahkan tidak ada gunanya lagi.


Semua orang bertanya-tanya, kemana perginya gadis itu. Ia


bahkan tidak sempat menitipkan pesan sebelum pergi kepada salah satu dari


mereka. Nhea datang dan pergi sesukanya saja. Paling tidak ia harus berpamitan


agar tidak membuat orang lain cemas seperti ini.


Sejak tadi siang batang hidungnya sama sekali tak terlihat.


Mungkin ia memang perlu waktu sendiri. Mereka semua tahu jika berdamai dengan


diri sendiri bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, di sisi lain terkadang manusia


juga tidak bisa mengatasi semuanya sendiri. Mereka tetap memerlukan bantuan


dari orang lain.


Manusia tidak bisa hidup sendiri. Mereka adalah mahluk


sosial. Sama dengan klan  serigala yang


selalu bersama anggotanya. Begitu pula dengan mahluk hidup lainnya yang hidup


berkelompok. Rasanya mustahil jika mereka bisa hidup sendiri. Bahkan anggota


klan saja tidak bisa melakukannya.


“Apa kau sudah menemukannya?” tanya Oliver saat mereka


berkumpul kembali.


“Tidak sama sekali,” balas Jondae kemudian ikut diangguki


oleh yang lainnya.


Keempat temannya yang lain memutuskan untuk mencari


keberadaan gadis itu. Tentu mereka sedang sangat mencemaskan Nhea sekarang. Ia


bisa berbuat apa saja dengan kondisi emosionalnya yang cenderung tidak stabil. Bahkan


tidak menutup kemungkinan jika ia akan melakukan hal berbahaya yang berpotensi


untuk mengancam nyawanya sekali pun.


Jongdae, Chanwo, Oliver dan Jang Eunbi telah berkeliling


tempat ini untuk mencari Nhea. Namun, hasilnya tetap saja nihil. Tidak ada tanda-tanda


yang menunjukkan hal positif untuk sekarang. Mereka memutuskan untuk kembali


berkumpul di titik awal.


Tadi, Jang Eunbi sempat memberikan keterangan. Gadis itu


menceritakan semua hal yang ia lihat selama mereka berada di dalam tenda tadi.


Termasuk tentang perlakuan kasar Eun Ji Hae kepada adiknya. Eun Ji Hae terus


menyudutkan Nhea, seolah dialah yang paling bersalah. Padahal tidak sama

__ADS_1


sekali. Jika ditinjau kembali, sebenarnya Nick jauh lebih bersalah jika


dibandingkan dengan gadis itu. Mungkin Eun Ji Hae memang sengaja membela pria


tersebut secara tidak langsung.


Dari kejadian yang diceritakan oleh Jang Eunbi, dapat


disimpulkan jika Nhea pasti merasa sakit hati. Memangnya siapa yang tidak


terpukul jika mendapatkan perlakuan seperti itu. Terlebih yang melakukannya


bukan orang asing. Melainkan salah satu dari anggota keluarganya sendiri.


“Arghh!!!!” gerutu Chanwo sambil mengacak-acak rambutnya.


Ia merasa sebal karena tidak dapat melakukan tugas yang


terbilang mudah. Padahal dirinya adalah seorang pemimpin. Setidaknya sekarang


Chanwo sudah memimpin lebih dari seratus orang dalam dua klan.


“Kenapa aku tidak bisa mengandalkan indera penciumanku?”


batinnya dalam hati.


Seharusnya Nhea masih berada di sekitar sini. Sehingga aroma


gadis itu masih terdeteksi oleh indera penciumannya. Namun, pada kenyataannya


ternyata tidak sama sekali.


Sekarang ia mulai panik. Kemungkinan terburuknya bisa saja


terjadi. Bagaimana jika Nhea sungguh pergi jauh dari sini? Tapi, memangnya


kemana ia pergi? Paling jauh, ia juga akan berada di kota ini. Gadis itu belum


memiliki nyali yang cukup untuk melakukan perjalanan keluar kota sendirian.


Pertanyaan yang bagus, jika dipadukan dengan jawaban yang


bagus pula. Mungkin itu akan menjadi salah satu opsi untuk solusi terbaru. Paling


tidak mereka harus memiliki beberapa rencana. Untuk berjaga-jaga, jika


sewaktu-waktu terjadi kendala. Setiap hal bisa saja terjadi di luar dari


rencana. Sama sekali tidak terduga. Oleh sebab itu kita harus selalu waspada.


“Dia bisa pergi kemana saja pada saat seperti ini,” ungkap


Oliver.


“Suasana hatinya sedang berantakan. Kita tidak pernah tahu


kemana ia akan membawa kakinya,” jelas gadis itu kemudian.


Menjadi teman satu kemar Nhea ternyata sama sekali tidak


sia-sia. Dengan begitu hubungan mereka akan semakin dekat. Oliver bahkan sampai


tahu beberapa informasi yang tidak semua orang tahu tentang Nhea. Setidaknya,


untuk saat ini hal seperti itu akan sangat berguna. Informasi sekecil apa pun,


pasti akan tetap berguna pada akhirnya.


“Lalu, apa yang harus kita lakukan?” tanya Jang Eunbi dengan


nada lemah.

__ADS_1


Tampaknya ia mulai pasrah saat belum mendapati titik terang.


Harapan serta semangatnya nyaris habis.


“Yang jelas, kita harus menemukan Nhea!” tegas Chanwo sekali


lagi.


“Paling tidak jika kita tidak bisa mendekatinya, maka kita


bisa mengamati Nhea dari kejauhan. Dengan begitu, kita bisa memastikan dia agar


tetap aman walaupun dirinya sedang kacau,” jelas pria itu dengan panjang lebar.


Usulan dari Chanwo cukup bagus. Tidak ada salahnya jika


dicoba. Pasalnya, kemungkinan besar ia memang tidak ingin bertemu dengan siapa


pun untuk sementara. Beberapa orang perlu waktu untuk berbicara dengan dirinya


sendiri. Termasuk Nhea salah satunya.


Ia tidak perlu siapa pun untuk membantunya keluar dari


masalah tersebut. Satu-satunya hal yang ia perlukan di sini adalah ketenangan.


Dengan begitu, maka otaknya pasti bisa berpikir jernih. Terkadang masalah yang


sulit tidak perlu solusi yang rumit pula. Hanya dengan cara yang sederhana


saja, mungkin bisa membantu.


Seperti yang dilakukan oleh Nhea saat ini. Ia memutuskan


untuk berdiam diri di ruang penyimpanan. Benar, gadis itu kembali ke akademi


sihir Mooneta. Menurutnya hanya ruang penyimpanan saja yang aman dari semua opsi


yang ia miliki sejauh ini. Tidak aka nada orang yang mengganggunya jika berada


di sana. Pasti juga tidak akan terlintas di dalam pikiran mereka untuk menyusul


Nhea sampai ke sana.


Gadis itu tahu betul bagaimana caranya untuk menghindari


orang-orang. Ia hanya akan menghindari mereka yang tengah berusaha ikut campur.


Bahkan Nhea sama sekali tidak berniat untuk lari dari masalahnya. Hanya seorang


pengecut yang melakukan hal tersebut. Beberapa waktu lalu, ia nyaris


melakukannya. Namun, sekarang Nhea sudah memantapkan diri untuk tetap memenghadapi


apa pun yang akan terjadi ke depannya.


Mungkin perjalanan menuju titik final tersebut tidak akan berjalan


mudah. Setidaknya pasti ada satu atau dua rintangan yang harus ia hadapi. Atau bahkan


beberapa orang yang mencoba untuk menghentikannya. Termasuk Eun Ji Hae yang


selalu menghambat langkahnya.


“Mereka semua sama saja,” gumam Nhea sambil menghela napas.


Ia menempatkan dirinya di salah


satu sudut ruangan. Duduk termenung sambil memeluk kedua kakinya. Sungguh tidak


ada orang lain yang bisa mengeti tentang dirinya. Tidak ada kecuali dirinya

__ADS_1


sendiri. Bahkan Chanwo saja tidak cukup paham dengannya. Mereka tidak akan


pernah bisa memahami manusia lainnya.


__ADS_2