Mooneta High School

Mooneta High School
Cegah


__ADS_3

Mereka saling melempar pandangan satu sama lain secara


bergantian. Entah apa maksudnya. Hanya mereka yang tahu.


“Pergilah sekarang juga!” perintah Eun Ji Hae.


Kali ini ia merasa jauh lebih tenang dari pada sebelumnya. Bahkan


gadis itu sengaja mengatur intonasi bicaranya dengan sedemikian rupa agar tidak


dapat didengar oleh Wilson. Tapi tetap saja hasilnya nihil. Pria itu sungguh


menepati perkataannya. Ia tidak akan membiarkan mereka berdua lepas dengan


mudah kali ini. Terutama Chanwo. Bukan pekara gampang untuk menemukan seseorang


yang selama ini ia anggap sebagai biang kerok atas semua kejadian sial yang menimpa


akademi sihir Mooneta. Akan lebih tepat jika disebut sebagai kutukan. Wilson


sangat yakin jika pria dari klan vampir itu adalah penyebabnya. Hatinya terus


berkata seperti itu, meski ia sama sekali tidak memiliki bukti.


Tentu saja Wilson tidak setuju dengan pendapat Eun Ji Hae.


Ia langsung menutup pintu gerbangnya rapat-rapat untuk mencegah mereka berdua


melarikan diri dari tempat ini. Chanwo menggeram kesal begitu mendapati dirinya


kembali terjebak. Ia kalah cepat.


‘BAMM!!!’


Kejadian tadi menyisakan suara debaman yang cukup kuat.


Gendang telinga mereka nyaris pecah. Bahkan karena sangking kerasnya, benda


yang berada di sekitarnya sampai ikut bergetar pelan. Pertarungan mereka kali


ini bisa membangunkan seluruh Reodal jika begini caranya. Sebentar lagi pasti


akan ada rumor yang menyebar. Lihat saja nanti.


Pria itu segera membalikkan tubuhnya lagi ke arah Wilson. Ia


sudah tidak tahan lagi. Chanwo mengepal tangannya dengan erat-erat. Tampak


dengan jelas pembuluh darahnya yang mulai timbul. Kesabaran Chanwo sungguh


diuji di sini. Wilson sudah keterlaluan. Tidakannya sudah melampaui batas wajar


yang bisa ditoleransi oleh Chanwo.


Pria itu tidak akan mendapatkan ampunan lagi dari sang raja.


Selain Hwang Ji Na, Wilson merupakan orang kedua yang berani bermain-main


dengan pewaris tahta. Tidak bisa dipungkiri jika nyali yang dimiliki oleh pria


ini cukup besar. Sampai ia berani mencari masalah dengan sang raja. Jika sampai


para anggota kerajaan atau bahkan penduduk biasa tahu soal kabar ini, maka


nyawa Wilson tengah berada di dalam bahaya. Seluruh kaum kegelapan pasti akan


memburunya. Mereka tidak akan membiarkan seorang pun menyakiti pemimpin mereka.


Jangankan menyakiti, menyentuh saja tidak diperbolehkan.

__ADS_1


“Kau belum menjawab pertanyaanku yang satu itu wahai anak


muda,” ujar Wilson.


Entah berapa kali lagi Chanwo harus mengatakan jika ia sama


sekali tidak tertarik dengan topik obrolan mereka. Lagi pula bukan urusan


Wilson. Pria itu tidak berhak untuk tahu bagaimana caranya ia bisa keluar dari


hutan kegelapan dan sampai di sini dengan selamat.


“Dan omong-omong, kenapa gadis werewolf ini bersamamu?”


tanya Wilson.


“Apa kalian memliki hubungan khusus?” tegasnya.


Alih-laih sebuah pertanyaan. Kalimat barusan terdengar


seperti sebuah tuduhan yang mengarah kepada pria itu secara langsung. Wilson


memang ahli dalam mengrangkai kata-kata. Pantas saja Vallery bisa jatuh hati


kepadanya.


Wilson kini mulai mengenali wajah Hwang Ji Na. Karena,


bagaimana pun juga ia telah berusaha untuk menunjukkan eksistensinya tadi. Wilson


harus mengapresiasi keberaniannya. Sekaligus ia mungkin akan berterima kasih


nanti jika diperlukan.


Pria itu yakin jika mereka bertiga memiliki hubungan. Eun Ji


Hae, Hwang Ji Na dan Chanwo. Memangnya siapa lagi. Paling tidak mereka pasti


itu.


“Kelihatannya kau begitu penasaran dengan kehidupan


pribadiku,” sindir Chanwo.


“Dari pada sibuk mengurusi kehidupan orang lain, sebaiknya


kau mulai menata hidupmu sendiri!” tukas pria itu.


Sontak perkataan Chanwo barusan nyaris membuat Wilson naik


pitam. Anak muda sekarang memang tidak tahu sopan santun. Lihat saja apa yang


baru saja ia terima dari Chanwo. Bukan hanya Chanwo saja. Ia bahkan sudah


merasakannya lebih dulu dari Eun Ji Hae. Tidak menutup kemungkinan bagi Hwang


Ji Na untuk bersikap kurang ajar juga kepada pria itu. Pada dasarnya usia


mereka tidak jauh berbeda. Jadi, pasti sikapnya sama saja.


Bagaimana bisa mereka mendadak bersikap seperti ini.


Terutama Eun Ji Hae. Apakah Wilson tidak pernah mengajarinya soal sopan santun?


Tentu saja pernah. Semua orang juga tahu jika sopan santun dan tata krama


adalah pelajaran dasar yang harus dikuasai semua orang di akademi sihir


Mooneta. Terlebih Eun Ji Hae adalah anggota keluarga. Jelas ia harus bisa

__ADS_1


bersikap lebih sopan dari pada yang lainnya. Namun, tepat pada hari ini ia


mematahkan semuanya.


Eun Ji Hae akan kembali menjadi dirinya sendiri. Ia tak


perlu berpura-pura lagi. Gadis itu akan bersikap tergantung bagaimana orang


sekitar memperlakukannya. Jadi, semua kembali lagi ke mereka. Keputusan ada di


tangan setiap orang. Eun Ji Hae hanya perlu melanjutkan permainan yang telah


mereka ciptakan saja.


Jika dilihat berdasarkan jumlah kekuatan yang dihimpun,


sudah jelas jika Wilson yang akan kalah. Pasalnya, ketiga anak mudah itu telah


sepakat untuk berada di dalam tim yang sama. Eun Ji Hae bahkan tidak lagi


memihak ayahnya sekarang. Dia sudah terlalu muak dengan pria itu. Jika saja Eun


Ji Hae berada di pihak Wilson saat ini, maka mereka pasti sembang. Sulit untuk


menentukan siapa yang akan menang nantinya.


***


Chanwo dan Hwang Ji Na tidak bisa melarikan diri kemana-mana


lagi saat ini. Mereka sudah terjebak. Pintunya sudah terkunci. Tidak ada jalan


keluar yang tersisa. Wilson sepertinya benar-benar memiliki dendam yang


mendalam kepada pria itu.


“Sebaiknya biarkan mereka pergi sebelum kau mendapatkan


ganjarannya!” peringati Eun Ji Hae.


“Memangnya siapa dia berani mengancamku?!” komentar Wilson


yang terdengar agak menantang Chanwo.


Ia ingin sekali membuka jati dirinya. Menyatakan di depan


semua orang jika ia adalah raja di hutan terkutuk itu. chanwo adalah pemimpin


bagi seluruh kaum kegelapan. Termasuk klan bayangan juga. Jadi, sebenarnya


posisi Wilson saat ini tidak ada apa-apanya dengan dirinya. Mereka bahkan tidak


berasal dari latar belakang keluarga yang sama. Tapi, entah kenapa pria itu


selalu beranggapan jika ia jauh lebih unggul dari pada Chanwo.


Chanwo ingin sekali melakukan semua hal itu. Tapi, ia tidak


boleh mengungkap jati dirinya dengan sesuka hati seperti ini. Terlebih di


tempat umum. Ada banyak ancaman tersembuni yang tidak ia ketahui. Bisa saja


Chanwo malah terjebak dalam bahaya yang lebih parah lagi jika menyatakan kalau


dirinya adalah seorang raja. Sebaiknya jangan dulu. Ini bukan saat yang tepat.


Suasana semakin tegang tanpa ada sepatah kata pun yang


terucap dari bibir mereka. Semua orang memilih untuk bungkam. Mereka saling

__ADS_1


mengamati satu sama lain. Seolah sedang mencari titik kelemahan lawan dan


beriap untuk menyerangnya secara tiba-tiba.


__ADS_2