
Nhea dan Oliver tidak langsung kembali ke kamarnya setelah
acara jamuan makan. Selama beberapa hari belakangan ini mereka selalu kembali
ke sana stelah makan. Tidak ada salahnya jika sekarang mereka mencari sesuatu
yang baru. Kamar sudah menjadi salah satu tempat yang paling sering mereka
datangi, sekaligus menjadi tempat yang paling membosankan sejauh ini.
Keduanya memilih untuk pergi ke taman yang dikelilingi oleh
bangunan akademi ini saja. Lagipula ada cukup banyak orang yang menghabiskan
waktunya di sana. Kalau tidak salah, Oliver pernah mengajaknya ke sini saat
Nhea baru pertama kali datang ke akademi. Jika sebelumnya mereka datang ke
tempat ini dalam formasi lengkap, yang terdiri atas Jongdae, Oliver, Jang Eunbi
dan juga Nhea tentu saja. Namun, saat ini hanya mereka berdua saja. Jongdae dan
Jang Eunbi sedang ada urusan mendadak yang cukup penting. Sehingga tidak bisa
diganggu gugat.
Oliver perlu mempererat kembali hubungannya dengan gadis
ini. Mengingat kemarin ia telah membuat kesalahan yang cukup fatal. Akibatnya,
hubungan mereka menjadi tidak baik-baik saja selama beberapa saat ke depan. Nhea
sama sekali belum bisa melupakan kejadian yang kemarin sebenarnya. Hanya saja,
ia tahu jika merkea tidak bisa terjebak dalam kondisi seperti ini terlalu lama.
Lagipula sekarang suasana hatinya sudah jauh lebih baik dari pada kemarin.
Meski sudah dimaafkan oleh Nhea, gadis itu tetap merasa jika
mereka harus lebih sering menghabiskan waktu bersama. Tentu saja agar hubungan
mereka tidak semakin merenggang. Oliver akan lebih berhati-hati lagi dalam
melakukan segala hal setelah kejadian kemarin.
“Bagaimana kalau kita duduk di sana?” usul Oliver yang
kemudian diangguki dengan cepat oleh Nhea.
Sangat disayangkan jika Jongdae dan Jang Eunbi tidak ikut
dalam kesempata kali ini. Padahal mereka bisa memanfaatkan kesempatan tersebut
untuk meminta maaf. Nhea terkenal sulit untuk ditemui. Keberadaannya sering
kali tak kelihatan oleh ketiga teman-temannya itu. Padahal ia tidak bermaksud
untuk menghilang sama sekali.
Tempat ini memang cukup ramai sekarang. Nyaris separuh dari
total siswa yang tercatat di akademi, sedang menghabiskan waktunya di sini.
Beruntung masih ada tempat duduk yang tersisa. Setidaknya mereka tidak harus
sampai berdiri di tepi jalan karena tidak mendapatkan tempat duduk.
“Omong-omong, kemana kau semalam?” tanya Oliver yang
__ADS_1
memutuskan untuk membuka topik pembicaraan terlebih dahulu.
“Sebenarnya hal ini ingin kutanyakan tadi pagi. Tapi,
sekarang aku baru menemukan waktu yang tepat,” akunya.
Nhea tetap bergeming. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan
gadis itu. Sepertinya Nhea sedang menyusun kata-katanya dengan sedemikian rupa.
Dia tidak ingin salah bicara. Tentu saja agar tidak ada yang salah paham. Nhea
bukan tipikal orang yang akan mengulang penjelasannya sebanyak lebih dari satu
kali. Dia tidak akan melakukan hal itu. Jadi, Nhea akan sangat berhati-hati
dakkam berucap. Maknanya juga harus tegas. Untuk menghindari kesalahpahaman
serta berbagai macam hal serupa lainnya yang peling memungkinkan untuk terjadi.
“Kakak Ji memintaku untuk menemuinya kemarin,” ucap Nhea
secara gamblang. Dia tidak sedang berusaha untuk menutupi apa pun di sini. Semua
yang ia katakan benar dan sesuai dengan fakta. Tidak ada yang dibuat-buat. Atau
bahkan hanya sekedar dipermanis.
“Aku juga melihatmu dicegah oleh Kakak Ji kemarin di ujung
koridor,” ungkap Oliver.
Kedua bola mata gadis ini membulat dengan sempurna. Ia hampir
tidak percaya dengan ucapan Oliver barusan. Bagaimana mungkin ia bisa tahu.
dulu setelah jam pelajarannya selesai. Sedangkan Nhea dan Chanwo menjadi
satu-satunya orang yang keluar paling akhir dari kelas. Tidak ada siapa-siapa
lagi setelah mereka.
“Bagaimana kau bisa tahu soal hal itu?” tanya Nhea.
“Bukannya kemarin kau telah pergi lebih dulu meninggalkan
kelas bersama dengan yang lainnya?” lanjutnya.
Kini Nhea menaruh atensinya kepada Oliver. Menunggu jawaban
dari gadis itu dengan sedikit was-was. Ia berasumsi jika Oliver sempat
mengawasinya kemarin. Lantas, bagaimana jika gadis itu sampai mendengar semua
pembicaraannya dengan Eun Ji Hae. Tidak mungkin. Eun Ji Hae bukan orang yang
ceroboh seperti itu. Dia pasti telah mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum
bertindak.
Lagipula mana mungkin Oliver mengikuti mereka sampai ke
gedung utama. Tidak, kecuali jika ia memang benar-benar ingin cari masalah
dengan para penghuninya. Seperti yang semua orang ketahui jika tidak sembarang
orang bisa masuk ke dalam sana. hanya orang-orang tertentu saja yang diberikan
akses masuk ke dalam gedung utama.
__ADS_1
Pada dasarnya, tempat itu terdiri dari tiga lantai dengan
fungsi yang berbeda. Lantai pertama digunakan sebagai ruang perjamuan makan. Seluruh
penghuni akademi sihir Mooneta bisa datang ke sana tanpa terkecuali. Tapi, hanya
pada jam-jam tertentu saja. Mereka tidak boleh menginjakkan kaki di sana lewat
dari jadwal yang sudah di tetapkan oleh akademi.
Sementara itu, lantai dua yang diperuntukkan sebagai pusat
bekerja para staff, hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Berlum
pernah ada siswa yang masuk ke sana. Kecuali jika mereka memang benar-benar
dipanggil secara khusus untuk menemui para petinggi akademi di ruangan pribadi
mereka. Biasanya para staff serta anggota keluarga akan berkumpul di lantai itu
untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.
Dan yang terakhir adalan lantai ketiga. Kali ini lebih
spesifik kali. Hanya anggota keluarga serta petinggi akademi yang bisa
menginjakkan kakinya di sana. Karena di lantai tiga, seluruh ruangannya
merupakan kamar pribadi para petinggi dan juga anggota keluarga. Sementara,
untuk staff biasa akan dipisahkan lagi gedungnya.
Area di lantai tiga ini akan terbagi dua. Jika menaiki
tangga utama, maka akan langsung disuguhkan oleh tiga jalan bercabang. Lorong
sebelah kanan akan langsung mengarah ke kamar tidur para anggota keluarga.
Sementara, jika berbelok ke sebelah kiri akan langsung tertuju kepada
kamar-kamar petinggi akademi. Mereka adalah orang-orang terhormat yang telah
mencapai posisi tertentu.
Ada satu jalan lagi. Jika kau berjalan lurus dari tangga
utama , maka tepat di ujung jalan akan terdapat sebuah balkon. Tempat itu
selalu terbuka ketika siang hari. Menghantarkan seberkas sinar matahari untuk
menerangi tempat ini. Lorong yang satu itu akan menuju langsung ke balkon utama
yang besarnya tidak main-main. Siapa saja bebas untuk berkunjung ke sana untuk
sekedar menghirup udara segar atau bahkan menikmati pemandangan yang
disuguhkan. Selama mereka adalah penghuni lantai tiga, maka hal tersebut tidak
akan menjadi masalah sama sekali.
Anggota keluarga adalah orang
yang memiliki hak paling istimewa di antara semua orang yang tinggal di sini.
Salah satunya adalah akses tanpa batas itu tadi. Mereka tidak akan dilarang sama
sekali untuk mengunjungi tempat-tempat terlarang sekali pun yang berada di
daerah ini.
__ADS_1