Mooneta High School

Mooneta High School
Spy 2


__ADS_3

Nhea dan Oliver tidak langsung kembali ke kamarnya setelah


acara jamuan makan. Selama beberapa hari belakangan ini mereka selalu kembali


ke sana stelah makan. Tidak ada salahnya jika sekarang mereka mencari sesuatu


yang baru. Kamar sudah menjadi salah satu tempat yang paling sering mereka


datangi, sekaligus menjadi tempat yang paling membosankan sejauh ini.


Keduanya memilih untuk pergi ke taman yang dikelilingi oleh


bangunan akademi ini saja. Lagipula ada cukup banyak orang yang menghabiskan


waktunya di sana. Kalau tidak salah, Oliver pernah mengajaknya ke sini saat


Nhea baru pertama kali datang ke akademi. Jika sebelumnya mereka datang ke


tempat ini dalam formasi lengkap, yang terdiri atas Jongdae, Oliver, Jang Eunbi


dan juga Nhea tentu saja. Namun, saat ini hanya mereka berdua saja. Jongdae dan


Jang Eunbi sedang ada urusan mendadak yang cukup penting. Sehingga tidak bisa


diganggu gugat.


Oliver perlu mempererat kembali hubungannya dengan gadis


ini. Mengingat kemarin ia telah membuat kesalahan yang cukup fatal. Akibatnya,


hubungan mereka menjadi tidak baik-baik saja selama beberapa saat ke depan. Nhea


sama sekali belum bisa melupakan kejadian yang kemarin sebenarnya. Hanya saja,


ia tahu jika merkea tidak bisa terjebak dalam kondisi seperti ini terlalu lama.


Lagipula sekarang suasana hatinya sudah jauh lebih baik dari pada kemarin.


Meski sudah dimaafkan oleh Nhea, gadis itu tetap merasa jika


mereka harus lebih sering menghabiskan waktu bersama. Tentu saja agar hubungan


mereka tidak semakin merenggang. Oliver akan lebih berhati-hati lagi dalam


melakukan segala hal setelah kejadian kemarin.


“Bagaimana kalau kita duduk di sana?” usul Oliver yang


kemudian diangguki dengan cepat oleh Nhea.


Sangat disayangkan jika Jongdae dan Jang Eunbi tidak ikut


dalam kesempata kali ini. Padahal mereka bisa memanfaatkan kesempatan tersebut


untuk meminta maaf. Nhea terkenal sulit untuk ditemui. Keberadaannya sering


kali tak kelihatan oleh ketiga teman-temannya itu. Padahal ia tidak bermaksud


untuk menghilang sama sekali.


Tempat ini memang cukup ramai sekarang. Nyaris separuh dari


total siswa yang tercatat di akademi, sedang menghabiskan waktunya di sini.


Beruntung masih ada tempat duduk yang tersisa. Setidaknya mereka tidak harus


sampai berdiri di tepi jalan karena tidak mendapatkan tempat duduk.


“Omong-omong, kemana kau semalam?” tanya Oliver yang

__ADS_1


memutuskan untuk membuka topik pembicaraan terlebih dahulu.


“Sebenarnya hal ini ingin kutanyakan tadi pagi. Tapi,


sekarang aku baru menemukan waktu yang tepat,” akunya.


Nhea tetap bergeming. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan


gadis itu. Sepertinya Nhea sedang menyusun kata-katanya dengan sedemikian rupa.


Dia tidak ingin salah bicara. Tentu saja agar tidak ada yang salah paham. Nhea


bukan tipikal orang yang akan mengulang penjelasannya sebanyak lebih dari satu


kali. Dia tidak akan melakukan hal itu. Jadi, Nhea akan sangat berhati-hati


dakkam berucap. Maknanya juga harus tegas. Untuk menghindari kesalahpahaman


serta berbagai macam hal serupa lainnya yang peling memungkinkan untuk terjadi.


“Kakak Ji memintaku untuk menemuinya kemarin,” ucap Nhea


secara gamblang. Dia tidak sedang berusaha untuk menutupi apa pun di sini. Semua


yang ia katakan benar dan sesuai dengan fakta. Tidak ada yang dibuat-buat. Atau


bahkan hanya sekedar dipermanis.


“Aku juga melihatmu dicegah oleh Kakak Ji kemarin di ujung


koridor,” ungkap Oliver.


Kedua bola mata gadis ini membulat dengan sempurna. Ia hampir


tidak percaya dengan ucapan Oliver barusan. Bagaimana mungkin ia bisa tahu.


dulu setelah jam pelajarannya selesai. Sedangkan Nhea dan Chanwo menjadi


satu-satunya orang yang keluar paling akhir dari kelas. Tidak ada siapa-siapa


lagi setelah mereka.


“Bagaimana kau bisa tahu soal hal itu?” tanya Nhea.


“Bukannya kemarin kau telah pergi lebih dulu meninggalkan


kelas bersama dengan yang lainnya?” lanjutnya.


Kini Nhea menaruh atensinya kepada Oliver. Menunggu jawaban


dari gadis itu dengan sedikit was-was. Ia berasumsi jika Oliver sempat


mengawasinya kemarin. Lantas, bagaimana jika gadis itu sampai mendengar semua


pembicaraannya dengan Eun Ji Hae. Tidak mungkin. Eun Ji Hae bukan orang yang


ceroboh seperti itu. Dia pasti telah mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum


bertindak.


Lagipula mana mungkin Oliver mengikuti mereka sampai ke


gedung utama. Tidak, kecuali jika ia memang benar-benar ingin cari masalah


dengan para penghuninya. Seperti yang semua orang ketahui jika tidak sembarang


orang bisa masuk ke dalam sana. hanya orang-orang tertentu saja yang diberikan


akses masuk ke dalam gedung utama.

__ADS_1


Pada dasarnya, tempat itu terdiri dari tiga lantai dengan


fungsi yang berbeda. Lantai pertama digunakan sebagai ruang perjamuan makan. Seluruh


penghuni akademi sihir Mooneta bisa datang ke sana tanpa terkecuali. Tapi, hanya


pada jam-jam tertentu saja. Mereka tidak boleh menginjakkan kaki di sana lewat


dari jadwal yang sudah di tetapkan oleh akademi.


Sementara itu, lantai dua yang diperuntukkan sebagai pusat


bekerja para staff, hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Berlum


pernah ada siswa yang masuk ke sana. Kecuali jika mereka memang benar-benar


dipanggil secara khusus untuk menemui para petinggi akademi di ruangan pribadi


mereka. Biasanya para staff serta anggota keluarga akan berkumpul di lantai itu


untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.


Dan yang terakhir adalan lantai ketiga. Kali ini lebih


spesifik kali. Hanya anggota keluarga serta petinggi akademi yang bisa


menginjakkan kakinya di sana. Karena di lantai tiga, seluruh ruangannya


merupakan kamar pribadi para petinggi dan juga anggota keluarga. Sementara,


untuk staff biasa akan dipisahkan lagi gedungnya.


Area di lantai tiga ini akan terbagi dua. Jika menaiki


tangga utama, maka akan langsung disuguhkan oleh tiga jalan bercabang. Lorong


sebelah kanan akan langsung mengarah ke kamar tidur para anggota keluarga.


Sementara, jika berbelok ke sebelah kiri akan langsung tertuju kepada


kamar-kamar petinggi akademi. Mereka adalah orang-orang terhormat yang telah


mencapai posisi tertentu.


Ada satu jalan lagi. Jika kau berjalan lurus dari tangga


utama , maka tepat di ujung jalan akan terdapat sebuah balkon. Tempat itu


selalu terbuka ketika siang hari. Menghantarkan seberkas sinar matahari untuk


menerangi tempat ini. Lorong yang satu itu akan menuju langsung ke balkon utama


yang besarnya tidak main-main. Siapa saja bebas untuk berkunjung ke sana untuk


sekedar menghirup udara segar atau bahkan menikmati pemandangan yang


disuguhkan. Selama mereka adalah penghuni lantai tiga, maka hal tersebut tidak


akan menjadi masalah sama sekali.


Anggota keluarga adalah orang


yang memiliki hak paling istimewa di antara semua orang yang tinggal di sini.


Salah satunya adalah akses tanpa batas itu tadi. Mereka tidak akan dilarang sama


sekali untuk mengunjungi tempat-tempat terlarang sekali pun yang berada di


daerah ini.

__ADS_1


__ADS_2