
Setelah kejadian kemarin malam, Hwang Ji Na tidak
benar-benar langsung pergi ke istana. Ia baru saja sampai. Perjalanan dari
tempat itu hingga kemari membutuhkan waktu selama kurang lebih empat hari jika
berjalan kaki. Kau tak akan sanggup jika harus terus berlari selama seharian
penuh dalam waktu jangka waktu empat hari. Bahkan seekor serigala saja tidak
bisa melakukan hal tersebut secara terus-menerus.
Gadis itu memilih untuk beristirahat di atas langit-langit
kamar Chanwo. Ada sedikit ruang yang bisa ia gunakan di sana. Meskipun suhu
ruangannya pasti jauh lebih rendah dari pada ruangan yang ada di bawahnya. Tapi
tidak masalah. Ia hanya perlu mengumpulkan kembail tenaganya.
Hari ini semua orang bangun lebih awal dari pada biasanya. Bukan
karena hari telah siang. Melainkan karena ada kabar yang tak kalah mengejutkan
lagi. Bibi Ga Eun menerima kabar dari penjaga jika ada seseorang yang mencuri
abu Ify. Guci keramik tersebut sudah tidak ada lagi di tempat semula saat
penjaga tempat pemakaman akan membersihkan tempat itu seperti biasanya.
Padahal mereka barusa aj membuka kelopak matanya, namun
sudah disuguhkan dengan berita yang seperti ini. Bukan kabar baik sama sekali. Melainkan
sebaliknya. Bukan ini yang mereka harapkan. Setiap hari selalu ada saja masalah
baru. Sementara itu, salju di luar sana semakin menebal. Suhu udara selalllu
berada di bawah rata-rata setiap harinya akibat salju abadi. Mereka harus
memutrs otak dengan cepat untuk mencari jalan keluar bagi setiap masalah ini. Dan
yang terpenting adalah, mereka harus bisa bertahan hidup.
Semua orang disambut dengan rasa kebingungan sekaligus
ketakutan begitu melangkah keluar dari kamarnya masing-masing. saat ini mereka
tengah berkumpul di gedung utama, tepat di lantau satu untuk melaksanakan
jamuan makan seperti biasanya. Namun, ada satu yang membuat mereka
bertanya-tanya di sini. Yaitu Bibi Ga Eun dan juga Eun Ji Hae. Mereka berdua
tidak ada di ruangan ini sejak tadi. Padahal semua orang telah berkumpul.
Saat ini semua orang hanya tinggal menunggu keduanya untuk
datang. Setelah itu baru jamuan makan bisa dimulai. Aturan ada untuk dipatuhi
dan bukan malah sebaliknya.
“Apa berita itu
benar?” tanya Nhea kepada Oliver.
“Aku juga belum tahu pasti,” kata Oliver.
__ADS_1
“Tapi kelihatannya benar,” timpal gadis itu.
Kebetulan saat ini mereka berempat duduk di meja yang sama
dengan posisi berdekatan. Bahkan mereka saling berhadap-hadapan satu sama lain.
Akan sangat sulit untuk menemukan posisi yang tepat seperti ini. Karena biasanya
jarang ada tempat duduk yang tersisa dalam jumlah banyak jika mereka datang
terlambat. Tapi jika datang lebih awal, hal itu mungkin saja terjadi.
“Mereka sudah datang!” seru salah satu siswa sambil menujuk
ke arah pintu masuk.
Otomatis seluruh mata kini hanya tertuju kepada mereka
berdua. Mereka tidak perlu mengantri untuk mengambil makanan lagi, karena pada
dasarnya makanan mereka telah disiapkan sejak awal. Orang-orang terpandang yang
memiliki jabatan serta peran besar di sekolah ini akan mendapatkan hak istimewa
yang tidak bisa semua orang dapatkan. Tidak perlu merasa heran. Lagi pula mereka
memang pantas untuk mendapatkannya. Pengaruh mereka terhadap sekolah ini bukan
main-main.
“Cepatlah duduk!” ujar Vallery.
Semua orang telah menunggu mereka di sini. jamuan makan
tetap tidak akan digelar tanpa kehadiran keduanya.
angkatnya.
Eun Ji Hae mengangguk-anggukkan kepalanya untuk mengiyakan
perkataan wanita itu. Tadi ia pergi ke sana bersama Bibi Ga Eun untuk mengecek
tempat tersebut. Dan yang benar saja, guci abu miliki Ify sudah tidak ada lagi
di sana. Siapa yang berani mengambilnya dari tempat itu. Padahal ruangan abu
selalu dijaga sepanjang hari hingga malam. Sehingga tidak ada yang luput dari
pengawasan mereka seharusnya. Tapi untuk kali ini, mereka berhasil kecolongan
begitu saja.
Bibi Ga Eun tampak sedang emosi. Dia terlihat tengah menahan
amarahnya. Wanita itu tidak akan melampiaskan masalahnya kepada orang lain yang
tak ada sangkut pautnya terhadap hal ini sama sekali. Itu sebabnya kenapa
Vallery tidak ingin menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Bibi Ga Eun.
Karena ia tahu jika wanita itu sedang berada dalam kondisi yang sama sekali
tdak baik-baik saja sekarang.
“Kita mulai saja jamuan makannya,” ujar Bibi Ga Eun.
“Kalian pasti telah menunggu lama. Maafkan aku,” lanjutnya. Kemudian
__ADS_1
ikut diangguki oleh Eun Ji Hae.
Apa yang dikatakan oleh Bibi Ga Eun barusan sudah cukup
untuk mewakili dari apa yang ingin ia sampaikan sebelumnya.
Tanpa berlama-lama lagi, mereka segera memulai acara jamuan
makannya. Tidak ada alasan untuk menunda kegiatan tersebut lagi kali ini. Semua
orang sudah berada di sana. mereka sudah lengkap. Termasuk Chanwo. Ini adalah
hari kedua dimana ia harus meulai terbiasa untuk memakan makanan manusia. Sebenarnya
ia bisa saja bertahan hidup tanpa makan hingga berbulan-bulan. Bahkan sampai
bertahun sekalipun. Seumur hidupnya ia hanya pernah makan tiga kali. Tapi sekarang
ia terpaksa harus mulai membiasakan diri dengan frekuensi makan yang lebih
sering serta makan makanan manusia.
Pria itu harus tetap bersikap seperti layaknya manusia pada
umumnya, jika tidak ingin orang lain merasa curiga. Dia memang harus
mengorbankan hal itu agar tetap bisa berada di tempat ini. Sejauh ini hanya
Wilson satu-satunya orang yang mencurigai hal tersebut. Ia menduga jika ada
anggota klan yang berhasil menyusup masuk ke dalam sekolah ini tanpa
sepengetahuannya. Bahkan anggota klan tersebut juga ikut beraktivitas di
sekitar mereka seperti biasa. Namun pria itu sama sekali belum mengetahui jika
anggota klan yang ia maksud di sini adalah Chanwo.
Sejauh ini ia berhasil menutupi jati diri yang sebenarnya
dengan baik. Sehingga tidak ada seorang pun yang merasa curiga, kecuali Wilson.
Mungkin jika Wilson bukan termasuk sebagai salah satu anggota klan, mungkin ia
juga tidak akan menyadari hal tersebut. Bahwa tidak semua siswa yang berada di
sini adalah manusia. Bukan hanya itu saja. Bahkan manusia serigala dari klan
alpha saja sudah berhasil menyusup ke dalam tempat ini tanpa perlu takut
ketahuan. Ada banyak akses untuk keluar masuk yang bisa mereka gunakan. Salju
abadi bukan penghalang sama sekali. Hal itu tidak menjadi alasan bagi mereka
untuk berhenti. Hal tersebut bisa didapatkan secara bebas dan mudah bagi mereka
yang tahu bagaimana cara memanfaatkan kesempatannya.
***
Ini sudah hari kedua pula bagi Wilson untuk menemukan
kejanggalan yang sama. Ia sungguh mencium aroma itu lagi kali ini. Malah sekarang
jauh lebih menyengat. Itu berarti anggota klan yang sedang ia cari itu sedang
duduk tak jauh darinya.
__ADS_1