Mooneta High School

Mooneta High School
Kejutan Lain


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin malam, Hwang Ji Na tidak


benar-benar langsung pergi ke istana. Ia baru saja sampai. Perjalanan dari


tempat itu hingga kemari membutuhkan waktu selama kurang lebih empat hari jika


berjalan kaki. Kau tak akan sanggup jika harus terus berlari selama seharian


penuh dalam waktu jangka waktu empat hari. Bahkan seekor serigala saja tidak


bisa melakukan hal tersebut secara terus-menerus.


Gadis itu memilih untuk beristirahat di atas langit-langit


kamar Chanwo. Ada sedikit ruang yang bisa ia gunakan di sana. Meskipun suhu


ruangannya pasti jauh lebih rendah dari pada ruangan yang ada di bawahnya. Tapi


tidak masalah. Ia hanya perlu mengumpulkan kembail tenaganya.


Hari ini semua orang bangun lebih awal dari pada biasanya. Bukan


karena hari telah siang. Melainkan karena ada kabar yang tak kalah mengejutkan


lagi. Bibi Ga Eun menerima kabar dari penjaga jika ada seseorang yang mencuri


abu Ify. Guci keramik tersebut sudah tidak ada lagi di tempat semula saat


penjaga tempat pemakaman akan membersihkan tempat itu seperti biasanya.


Padahal mereka barusa aj membuka kelopak matanya, namun


sudah disuguhkan dengan berita yang seperti ini. Bukan kabar baik sama sekali. Melainkan


sebaliknya. Bukan ini yang mereka harapkan. Setiap hari selalu ada saja masalah


baru. Sementara itu, salju di luar sana semakin menebal. Suhu udara selalllu


berada di bawah rata-rata setiap harinya akibat salju abadi. Mereka harus


memutrs otak dengan cepat untuk mencari jalan keluar bagi setiap masalah ini. Dan


yang terpenting adalah, mereka harus bisa bertahan hidup.


Semua orang disambut dengan rasa kebingungan sekaligus


ketakutan begitu melangkah keluar dari kamarnya masing-masing. saat ini mereka


tengah berkumpul di gedung utama, tepat di lantau satu untuk melaksanakan


jamuan makan seperti biasanya. Namun, ada satu yang membuat mereka


bertanya-tanya di sini. Yaitu Bibi Ga Eun dan juga Eun Ji Hae. Mereka berdua


tidak ada di ruangan ini sejak tadi. Padahal semua orang telah berkumpul.


Saat ini semua orang hanya tinggal menunggu keduanya untuk


datang. Setelah itu baru jamuan makan bisa dimulai. Aturan ada untuk dipatuhi


dan bukan malah sebaliknya.


“Apa  berita itu


benar?” tanya Nhea kepada Oliver.


“Aku juga belum tahu pasti,” kata Oliver.

__ADS_1


“Tapi kelihatannya benar,” timpal gadis itu.


Kebetulan saat ini mereka berempat duduk di meja yang sama


dengan posisi berdekatan. Bahkan mereka saling berhadap-hadapan satu sama lain.


Akan sangat sulit untuk menemukan posisi yang tepat seperti ini. Karena biasanya


jarang ada tempat duduk yang tersisa dalam jumlah banyak jika mereka datang


terlambat. Tapi jika datang lebih awal, hal itu mungkin saja terjadi.


“Mereka sudah datang!” seru salah satu siswa sambil menujuk


ke arah pintu masuk.


Otomatis seluruh mata kini hanya tertuju kepada mereka


berdua. Mereka tidak perlu mengantri untuk mengambil makanan lagi, karena pada


dasarnya makanan mereka telah disiapkan sejak awal. Orang-orang terpandang yang


memiliki jabatan serta peran besar di sekolah ini akan mendapatkan hak istimewa


yang tidak bisa semua orang dapatkan. Tidak perlu merasa heran. Lagi pula mereka


memang pantas untuk mendapatkannya. Pengaruh mereka terhadap sekolah ini bukan


main-main.


“Cepatlah duduk!” ujar Vallery.


Semua orang telah menunggu mereka di sini. jamuan makan


tetap tidak akan digelar tanpa kehadiran keduanya.


angkatnya.


Eun Ji Hae mengangguk-anggukkan kepalanya untuk mengiyakan


perkataan wanita itu. Tadi ia pergi ke sana bersama Bibi Ga Eun untuk mengecek


tempat tersebut. Dan yang benar saja, guci abu miliki Ify sudah tidak ada lagi


di sana. Siapa yang berani mengambilnya dari tempat itu. Padahal ruangan abu


selalu dijaga sepanjang hari hingga malam. Sehingga tidak ada yang luput dari


pengawasan mereka seharusnya. Tapi untuk kali ini, mereka berhasil kecolongan


begitu saja.


Bibi Ga Eun tampak sedang emosi. Dia terlihat tengah menahan


amarahnya. Wanita itu tidak akan melampiaskan masalahnya kepada orang lain yang


tak ada sangkut pautnya terhadap hal ini sama sekali. Itu sebabnya kenapa


Vallery tidak ingin menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Bibi Ga Eun.


Karena ia tahu jika wanita itu sedang berada dalam kondisi yang sama sekali


tdak baik-baik saja sekarang.


“Kita mulai saja jamuan makannya,” ujar Bibi Ga Eun.


“Kalian pasti telah menunggu lama. Maafkan aku,” lanjutnya. Kemudian

__ADS_1


ikut diangguki oleh Eun Ji Hae.


Apa yang dikatakan oleh Bibi Ga Eun barusan sudah cukup


untuk mewakili dari apa yang ingin ia sampaikan sebelumnya.


Tanpa berlama-lama lagi, mereka segera memulai acara jamuan


makannya. Tidak ada alasan untuk menunda kegiatan tersebut lagi kali ini. Semua


orang sudah berada di sana. mereka sudah lengkap. Termasuk Chanwo. Ini adalah


hari kedua dimana ia harus meulai terbiasa untuk memakan makanan manusia. Sebenarnya


ia bisa saja bertahan hidup tanpa makan hingga berbulan-bulan. Bahkan sampai


bertahun sekalipun. Seumur hidupnya ia hanya pernah makan tiga kali. Tapi sekarang


ia terpaksa harus mulai membiasakan diri dengan frekuensi makan yang lebih


sering serta makan makanan manusia.


Pria itu harus tetap bersikap seperti layaknya manusia pada


umumnya, jika tidak ingin orang lain merasa curiga. Dia memang harus


mengorbankan hal itu agar tetap bisa berada di tempat ini. Sejauh ini hanya


Wilson satu-satunya orang yang mencurigai hal tersebut. Ia menduga jika ada


anggota klan yang berhasil menyusup masuk ke dalam sekolah ini tanpa


sepengetahuannya. Bahkan anggota klan tersebut juga ikut beraktivitas di


sekitar mereka seperti biasa. Namun pria itu sama sekali belum mengetahui jika


anggota klan yang ia maksud di sini adalah Chanwo.


Sejauh ini ia berhasil menutupi jati diri yang sebenarnya


dengan baik. Sehingga tidak ada seorang pun yang merasa curiga, kecuali Wilson.


Mungkin jika Wilson bukan termasuk sebagai salah satu anggota klan, mungkin ia


juga tidak akan menyadari hal tersebut. Bahwa tidak semua siswa yang berada di


sini adalah manusia. Bukan hanya itu saja. Bahkan manusia serigala dari klan


alpha saja sudah berhasil menyusup ke dalam tempat ini tanpa perlu takut


ketahuan. Ada banyak akses untuk keluar masuk yang bisa mereka gunakan. Salju


abadi bukan penghalang sama sekali. Hal itu tidak menjadi alasan bagi mereka


untuk berhenti. Hal tersebut bisa didapatkan secara bebas dan mudah bagi mereka


yang tahu bagaimana cara memanfaatkan kesempatannya.


***


Ini sudah hari kedua pula bagi Wilson untuk menemukan


kejanggalan yang sama. Ia sungguh mencium aroma itu lagi kali ini. Malah sekarang


jauh lebih menyengat. Itu berarti anggota klan yang sedang ia cari itu sedang


duduk tak jauh darinya.

__ADS_1


__ADS_2