Mooneta High School

Mooneta High School
Pretend


__ADS_3

Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia mau, Nhea berusaha


untuk membawanya turun dengan hati-hati. Tentu untuk mencegah hal buruk


terjadi. Mahkota tersebut tidak boleh sampai lecet, apalagi rusak. Ia harus


siap-siap untuk mendapatkan masalah baru setelah ini.


“Wah!!!” gumam Nhea.


Pandangannya masih terpaku kepada perhiasan yang satu


tersebut. Bahkan, sepertinya mahkota yang satu ini bukan hanya sekedar hiasan


saja. Nhea yakin betul jika ada kisah tersebunyi di baliknya. Orang-orang yang


sudah tahu lebih dulu, berusaha untuk menyembunyikan kebenarannya. Mereka kira


rahasia itu aman jika berada di balik pintu kayu jati tebal tersebut. Bahkan


kotak kaca ini saja tidak cukup untuk membuatnya tetap menjadi rahasia.


Hari ini Nhea sudah mengetahui salah satunya. Mungkin besok


akan bertambah lagi. Tidak menutup kemungkinan jika aka nada semakin banyak


informasi bersifat rahasia yang terkuak. Terlebih lagi belakangan ini memang


Nhea menjadi lebih sering berkunjung kemari. Entah sejak kapan ruangan tanpa


penghuni ini menjadi tempat yang menarik baginya. Padahal nyaris tidak ada


orang yang pergi berkunjung ke sana selain dirinya. Mungkin anggota keluarga.


Itu pun hanya sesekali.


Jika dikatakan sebagai salah satu orang yang pemberani, maka


tidak juga. Nhea hanya merasa penasaran saja. Dan ia memang harus menuruti


naluri alami yang satu itu. Dengan begitu, semua rasa penasarannya akan


terjawab.


Kalau ditanya kenapa ia masih sering datang kemari, itu


hanya karena dirinya beruntung. Gadis itu sama sekali tidak sadar jika


belakangan ini Dewi Fortuna sedang berpihak kepada dirinya. Buktinya ia tidak


pernah tertangkap basa saat sedang berada di dalam ruangan penyimpanan. Padahal,


besar kemungkinan jika Nhea akan ketahuan. Pasalnya anggota keluarga yang lain


juga pasti sering berlalu lalang di sekitar sini. Terlebih kamar mereka berada


di lantai yang sama dengan ruangan tersebut.


Tidak menutup kemungkinan sama sekali jika ia akan


tertangkap pada akhirnya. Meski tidak ada yang bisa memastikan, kapan hal


tersebut akan terjadi. Yang jelas, Nhea sama sekali tidak mengkhawatirkan hal


tersebut. Sejauh ini ia masih aman.


Dengan sangat hati-hati, ia membuka kotak kaca penutup


mehkota tersebut. Rasanya tidak sabar untuk segera melihatnya secara langsung. Wajar

__ADS_1


saja jika mereka menggunakan perlindungan ekstra seperti ini. Mahkota bukan


sesuatu yang biasa. Barang tersebut sangat berharga.


“Aku baru tahu jika di akademi sihir Mooneta memiliki sistem


yang hampir mirip dengan kerajaan,” ucapnya secara gamblang.


Kedua bola mata gadis itu masih terpaku menatapnya. Entah kenapa


sejak tadi mahkota tersebut masih tetap mencuri perhatian gadis itu. Padahal bisa


dikatakan jika ini bukan pertama kalinya Nhea melihat beda tersebut. Sudah


sejak tadi. Tapi, ia masih tetap terkagum.


“Apa ini terbuat dari emas asli?” gumamnya.


Sementara itu, matanya masih menyoroti mahkota. Mengamati benda


tersebut dari berbagai sisi. Untuk memastikan apakah dugaannya benar atau


tidak. Ternyata memang benar adanya.


Ukurannya tidak terlalu besar. Modelnya juga sangat


sederhana, namun begitu memikat. Tidak ada yang terlihat berlebihan apalagi


mencolok di sini. Meski begitu, tetap saja kehadirannya pasti akan menyita


perhatian semua orang yang melihatnya.


Nhea mendadak begitu antusias. Padahal sebelumnya ia


termenung saat mengetahui jika eluruh dunia menyalahkannya untuk sesuatu yang


bahkan tidak ia perbuat. Tapii, setidaknya sekarang ia bisa melupakan masalah


tidak baik bagi kesehatannya jika memikirkan masalah terlalu lama.


Ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Daripada


menatapinya begitu saja, Nhea lantas memutuskan untuk mencobanya. Tidak ada


salahnya bukan? Bukankah ia juga berhak atas mahkota ini? Jika tidak bisa


memilikinya suatu saat nanti, paling tidak Nhea pasti berhak untuk mencobanya. Menyadari


jika dirinya tidak akan mendapatkan kesempatan yang sama di lain waktu, ia


tidak mau menunda lebih lama lagi.


Dengan sangat hati-hati, ia meraih mahkota tersebut. Kemudian


membawanya ke atas kepala untuk dicocokkan di sana. Nhea memang harus melakukan


segalanya dengan hati-hati. Bergerak sedikit saja bisa merubah segalanya. Yang terpenting


adalah, jangan sampai merusak mahkotanya. Bisa habis ia jika smapai hal


tersebut benar terjadi. Kali ini orang-orang pasti tidak akan memaafkannya


lagi. Terutama anggota keluarga. Tidak akan ada ampunan dalam bentuk apa pun


lagi bagi Nhea. Bahkan pembelaan diri yang ia keluarga juga tidak akan berlaku.


Ia merasa begitu anggun. Mendadak setelah memakai mahkota


itu, jati dirinya berbeda. Kepribadiannya berbeda jauh dengan yang sebelumnya.

__ADS_1


Nhea melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin. Ia mengamati sosok di


dalam sana dengan begitu seksama.


“Apa ini sungguh aku?” tanyanya dengan nada bergetar.


Sangking berbedanya dengan Nhea yang biasa ia lihat saja,


gadis itu sampai nyaris tidak percaya jika ini adalah dirinya.


“Aku sungguh terlihat seperti seorang pemimpin,” ucapnya


kemudian.


Bukan hanya Nhea yang mengakui hal tersebut. Siapa pun itu


pasti akan mengakuinya. Seorang pemimpin sejati memang memiliki aura yang


berbeda dari kebanykan orang. Sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Tapi,


yang pasti mereka tampak berbeda.


Andai saja ia bisa memakai mahkota ini sepanjang waktu, maka


Nhea pasti akan melakukannya. Kenapa tidak? Selama itu tidak dilarang dan ia


bisa menjaganya. Namun, ada satu hal yang berhasil mematahkan asumsinya saat


ini. Nyatanya semesta memang tidak selalu berjalan searah dengan kita. Beberapa


hal tidak ditakdirkan untuk dimiliki. Mungkin akan lebih tepat jika tidak semua


manusia bisa memiliki hal yang sama. Semesta tidak selalu menuruti apa yang


mereka mau.


Pertentangan antara manusia dan semesta. Sebenarnya hal ini


suadh berlangsung sejak lama. Mungkin sejak awal sekali. Namun, sama sekali


tidak dituliskan pada sejarah peradaban manusia. Semesta dan sisanya juga ingin


menyembunyikan beberapa hal. Karena memang tidak semua hal harus diketahui oleh


semua orang. Terkadang lebih baik jika kau tidak mengetahui apa pun, daripada


harus tahu sesuatu lebih cepat dari siapa pun.


Ringkasnya, Nhea hanya bisa memakai mahkota tersebut selama


berada di dalam ruangan penyimpanan. Ia bisa berlakon seolah dirinya adalah


seorang putri atau bahkan ratu. Tapi, semua itu hanya bisa ia lakukan di sini. Ruangan


tersebut membatasi geraknya dengan alasan keamanan. Nhea sendiri juga tidak


mungkin keluar dengan penampilan demikian. Tidak sebelum ia mendapatkan


pengakuan dari orang lain.


“Nhea adalah seorang pemimpin yang sesungguhnya.”


Hanya kata-kata itu yang


perlukan. Namun, Nhea juga bisa saja naik dan mempertahankan posisinya tanpa


pengakuan lisan seperti itu. Selama orang-orang yang mendukungnya jauh lebih


banyak dari pada jumlah orang yang menjatuhkannya, maka kemungkinan besar jika

__ADS_1


Nhea akan mengambl alih akademi sihir Mooneta jauh lebih cepat dari Eun Ji Hae.


__ADS_2