
Setelah berhasil mendapatkan apa yang ia mau, Nhea berusaha
untuk membawanya turun dengan hati-hati. Tentu untuk mencegah hal buruk
terjadi. Mahkota tersebut tidak boleh sampai lecet, apalagi rusak. Ia harus
siap-siap untuk mendapatkan masalah baru setelah ini.
“Wah!!!” gumam Nhea.
Pandangannya masih terpaku kepada perhiasan yang satu
tersebut. Bahkan, sepertinya mahkota yang satu ini bukan hanya sekedar hiasan
saja. Nhea yakin betul jika ada kisah tersebunyi di baliknya. Orang-orang yang
sudah tahu lebih dulu, berusaha untuk menyembunyikan kebenarannya. Mereka kira
rahasia itu aman jika berada di balik pintu kayu jati tebal tersebut. Bahkan
kotak kaca ini saja tidak cukup untuk membuatnya tetap menjadi rahasia.
Hari ini Nhea sudah mengetahui salah satunya. Mungkin besok
akan bertambah lagi. Tidak menutup kemungkinan jika aka nada semakin banyak
informasi bersifat rahasia yang terkuak. Terlebih lagi belakangan ini memang
Nhea menjadi lebih sering berkunjung kemari. Entah sejak kapan ruangan tanpa
penghuni ini menjadi tempat yang menarik baginya. Padahal nyaris tidak ada
orang yang pergi berkunjung ke sana selain dirinya. Mungkin anggota keluarga.
Itu pun hanya sesekali.
Jika dikatakan sebagai salah satu orang yang pemberani, maka
tidak juga. Nhea hanya merasa penasaran saja. Dan ia memang harus menuruti
naluri alami yang satu itu. Dengan begitu, semua rasa penasarannya akan
terjawab.
Kalau ditanya kenapa ia masih sering datang kemari, itu
hanya karena dirinya beruntung. Gadis itu sama sekali tidak sadar jika
belakangan ini Dewi Fortuna sedang berpihak kepada dirinya. Buktinya ia tidak
pernah tertangkap basa saat sedang berada di dalam ruangan penyimpanan. Padahal,
besar kemungkinan jika Nhea akan ketahuan. Pasalnya anggota keluarga yang lain
juga pasti sering berlalu lalang di sekitar sini. Terlebih kamar mereka berada
di lantai yang sama dengan ruangan tersebut.
Tidak menutup kemungkinan sama sekali jika ia akan
tertangkap pada akhirnya. Meski tidak ada yang bisa memastikan, kapan hal
tersebut akan terjadi. Yang jelas, Nhea sama sekali tidak mengkhawatirkan hal
tersebut. Sejauh ini ia masih aman.
Dengan sangat hati-hati, ia membuka kotak kaca penutup
mehkota tersebut. Rasanya tidak sabar untuk segera melihatnya secara langsung. Wajar
__ADS_1
saja jika mereka menggunakan perlindungan ekstra seperti ini. Mahkota bukan
sesuatu yang biasa. Barang tersebut sangat berharga.
“Aku baru tahu jika di akademi sihir Mooneta memiliki sistem
yang hampir mirip dengan kerajaan,” ucapnya secara gamblang.
Kedua bola mata gadis itu masih terpaku menatapnya. Entah kenapa
sejak tadi mahkota tersebut masih tetap mencuri perhatian gadis itu. Padahal bisa
dikatakan jika ini bukan pertama kalinya Nhea melihat beda tersebut. Sudah
sejak tadi. Tapi, ia masih tetap terkagum.
“Apa ini terbuat dari emas asli?” gumamnya.
Sementara itu, matanya masih menyoroti mahkota. Mengamati benda
tersebut dari berbagai sisi. Untuk memastikan apakah dugaannya benar atau
tidak. Ternyata memang benar adanya.
Ukurannya tidak terlalu besar. Modelnya juga sangat
sederhana, namun begitu memikat. Tidak ada yang terlihat berlebihan apalagi
mencolok di sini. Meski begitu, tetap saja kehadirannya pasti akan menyita
perhatian semua orang yang melihatnya.
Nhea mendadak begitu antusias. Padahal sebelumnya ia
termenung saat mengetahui jika eluruh dunia menyalahkannya untuk sesuatu yang
bahkan tidak ia perbuat. Tapii, setidaknya sekarang ia bisa melupakan masalah
tidak baik bagi kesehatannya jika memikirkan masalah terlalu lama.
Ia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Daripada
menatapinya begitu saja, Nhea lantas memutuskan untuk mencobanya. Tidak ada
salahnya bukan? Bukankah ia juga berhak atas mahkota ini? Jika tidak bisa
memilikinya suatu saat nanti, paling tidak Nhea pasti berhak untuk mencobanya. Menyadari
jika dirinya tidak akan mendapatkan kesempatan yang sama di lain waktu, ia
tidak mau menunda lebih lama lagi.
Dengan sangat hati-hati, ia meraih mahkota tersebut. Kemudian
membawanya ke atas kepala untuk dicocokkan di sana. Nhea memang harus melakukan
segalanya dengan hati-hati. Bergerak sedikit saja bisa merubah segalanya. Yang terpenting
adalah, jangan sampai merusak mahkotanya. Bisa habis ia jika smapai hal
tersebut benar terjadi. Kali ini orang-orang pasti tidak akan memaafkannya
lagi. Terutama anggota keluarga. Tidak akan ada ampunan dalam bentuk apa pun
lagi bagi Nhea. Bahkan pembelaan diri yang ia keluarga juga tidak akan berlaku.
Ia merasa begitu anggun. Mendadak setelah memakai mahkota
itu, jati dirinya berbeda. Kepribadiannya berbeda jauh dengan yang sebelumnya.
__ADS_1
Nhea melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin. Ia mengamati sosok di
dalam sana dengan begitu seksama.
“Apa ini sungguh aku?” tanyanya dengan nada bergetar.
Sangking berbedanya dengan Nhea yang biasa ia lihat saja,
gadis itu sampai nyaris tidak percaya jika ini adalah dirinya.
“Aku sungguh terlihat seperti seorang pemimpin,” ucapnya
kemudian.
Bukan hanya Nhea yang mengakui hal tersebut. Siapa pun itu
pasti akan mengakuinya. Seorang pemimpin sejati memang memiliki aura yang
berbeda dari kebanykan orang. Sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Tapi,
yang pasti mereka tampak berbeda.
Andai saja ia bisa memakai mahkota ini sepanjang waktu, maka
Nhea pasti akan melakukannya. Kenapa tidak? Selama itu tidak dilarang dan ia
bisa menjaganya. Namun, ada satu hal yang berhasil mematahkan asumsinya saat
ini. Nyatanya semesta memang tidak selalu berjalan searah dengan kita. Beberapa
hal tidak ditakdirkan untuk dimiliki. Mungkin akan lebih tepat jika tidak semua
manusia bisa memiliki hal yang sama. Semesta tidak selalu menuruti apa yang
mereka mau.
Pertentangan antara manusia dan semesta. Sebenarnya hal ini
suadh berlangsung sejak lama. Mungkin sejak awal sekali. Namun, sama sekali
tidak dituliskan pada sejarah peradaban manusia. Semesta dan sisanya juga ingin
menyembunyikan beberapa hal. Karena memang tidak semua hal harus diketahui oleh
semua orang. Terkadang lebih baik jika kau tidak mengetahui apa pun, daripada
harus tahu sesuatu lebih cepat dari siapa pun.
Ringkasnya, Nhea hanya bisa memakai mahkota tersebut selama
berada di dalam ruangan penyimpanan. Ia bisa berlakon seolah dirinya adalah
seorang putri atau bahkan ratu. Tapi, semua itu hanya bisa ia lakukan di sini. Ruangan
tersebut membatasi geraknya dengan alasan keamanan. Nhea sendiri juga tidak
mungkin keluar dengan penampilan demikian. Tidak sebelum ia mendapatkan
pengakuan dari orang lain.
“Nhea adalah seorang pemimpin yang sesungguhnya.”
Hanya kata-kata itu yang
perlukan. Namun, Nhea juga bisa saja naik dan mempertahankan posisinya tanpa
pengakuan lisan seperti itu. Selama orang-orang yang mendukungnya jauh lebih
banyak dari pada jumlah orang yang menjatuhkannya, maka kemungkinan besar jika
__ADS_1
Nhea akan mengambl alih akademi sihir Mooneta jauh lebih cepat dari Eun Ji Hae.