Mooneta High School

Mooneta High School
New


__ADS_3

Bertahun-tahun berlalu begitu saja, tanpa memperdulikan kenangan pahit yang masih membekas. Waktu terus berjalan, karena ia tak ingin menunggu siapapun yang berada di sekitarnya. Ia tak akan memperdulikan siapapun yang sedang butuh jeda untuk istirahat. Ya memang agak terkesan egois dan mau seenaknya saja, tapi itulah cara kerja sang waktu.


Hari-hari penuh luka itu kini mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih berarti. Setidaknya inilah yang membuat Nhea lebih bisa bersyukur dan lebih menghargai hidupnya. Tak apa jika ia harus tinggal berdua saja dengan sang bibi di rumah sebesar itu. Semesta masih memberinya kesempatan untuk merasakan indahnya dunia.


Nhea mulai lupa dan perlahan menghapus semua memori mengerikan yang selalu membayang-bayanginya itu. Semuanya nyaris saja tak tersisa lagi, ketika seorang pria datang menyapa dunianya. Namanya Eunwo, dan mereka sempat berpacaaran sebelum akhirnya pria itu juga meninggalkannya sama seperti yang lain.


Eunwo meninggal karena kecelakaan bis yang ia tumpangi saat itu. Dan semua orang seolah menuduh Nhea sebagai pelakunya. Bahkan semesta yang selama ini ia percaya, turut berbalik menyerangnya secara tiba-tiba. Dunia menjadi sangat kejam padanya saat itu. Tragis memang jika dibayangkan.


Banyak orang yang mengait-ngaitkan jika Nhea adalah keponakan dari seorang ahli sihir. Teman-temannya juga mengatakan jika kejadian menghilangnya ayah dan ibu Nhea itu terjadi secara misterius. Hampir semua orang mengatakan jika itu adalah ulah dari bibinya yang mereka anggap sebagai seorang penyihir.

__ADS_1


“Ternyata memang benar jika bibi adalah seorang penyihir, tapi itu semua bukan perbuatan bibi Ga Eun.”


“Ini adalah dunia baru yang kutahu. Dunia yang sebelumnya kuanggap remeh saja, bahkan nyaris taka da di dalam pikiranku. Ku kira itu semua hanya sekedar dongeng atau cerita fiksi saja. Tapi ternyata dunia itu benar-benar ada, berdampingan dengan duniaku selama ini.”


Dunia memang selalu aneh dan tak pernah bisa ia tebak akan seperti apa jadinya besok. Setidaknya bibinya telah mengakui jika ia adalah seorang penyihir dari sebuah sekolah sihir ternama. Terdengar agak konyol memang, tapi lagi-lagi harus diakui jika itu nyata.


Setidaknya Nhea bisa bernapas lega, setelah bibinya mengakui semuanya hari ini. Walaupun di sisi lain, ia harus menghadapi kenyataan ini. Di masa depan tentu akan lebih banyak orang yang menggunjing dirinya soal ini.


“Kenapa begitu? Apa kau tak berani menghadapi mereka?” balas Ga Eun.

__ADS_1


“Bukan itu, hanya saja aku takut akan melukai semua orang,” jelas Nhea dengan apa adanya.


“Seharusnya kau menghawatirkan dirimu sendiri yang akan terluka karena mereka,” ucap Ga Eun dengan lembut.


“Apa ayah dan ibu juga terluka sama sepertiku, sehingga mereka memilih pergi?” tanya gadis itu dengan sangat hati-hati.


“Jangan pikirkan itu sayang,” dalih Ga Eun.


Nhea hanya menurut saja dengan ucapan bibinya barusan. Lagipula benar yang ia katakana, tak ada gunanya memikirkan mereka yang telah menelantarkanmu. Untuk apa memusingkan mereka yang tak pernah memusingkan kondisimu saat ini seperti apa.

__ADS_1


Meskipun sebenarnya gadis ini belum tahu apa alasan mereka berdua meninggalkan Nhea begitu saja, setelah badai berlalu. Bahkan ia sering menerima rumor tak jelas tentang kedua orang tuanya itu. Bibi Ga Eun juga pernah bilang kalau  mereka berdua telah berpisah dan resmi bercerai sejak hari itu. Tapi lagi-lagi, alasannya tak pernah jelas sama sekali sampai saat ini.


__ADS_2