Mooneta High School

Mooneta High School
Remember Back


__ADS_3

Dalam buku tersebut disebutkan jika Sofia pernah menempati


salah satu kamar yang berada di lantai tiga. Lebih tepatnya berada pada urutan


kelimat jika dihitung dari lorong paling ujung dekat anak tangga. Posisinya


berada tepat di sebelah kiri. Yang tidak lain dan tidak bukan itu berarti


adalah kamar Oliver dan juga Nhea.


Ternyata mimpi buruk yang terjadi kepadanya selama beberapa


hari belakangan ini merupakan sebuah pertanda. Semesta sedang berusaha untuk


memberinya petunjuk. Namun, Nhea sama sekali tidak menyadari hal tersebut.


Padahal sejak awal ia harus sudah paham jika setiap hal yang berada di dunia


ini memang saling berkaitan. Bahkan dua hal yang tampak jauh sekali pun tidak


terkecuali. Karena pada dasarnya mereka tetap memiliki kedekatan. Entah dari


sisi yang mana satu.


Sekarang ia sudah mengerti. Buku ini menjelaskan semua hal


yang tidak ia ketahui. Setidaknya sekarang semua pertanyaan yang sempat muncul


di dalam kepalanya sudah terjawab. Tidak ada lagi keraguan. Setidaknya sekarang


ia sudah mulai dapat bernapas dengan lega.


Hal yang selama ini ia anggap semabagi misteri, ternyata


bukan misteri seutuhnya. Mereka hanya menyembunyikan sebagian besar fakta.


Sehingga beberapa hal terkesan tidak masuk akal. Bahkan terasa janggal juga. Namun,


sekarang ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut lagi.


“Jadi, kalung itu milik mendiang Sofia?” gumam Nhea.


Gadis itu mendadak teringat kepada sebuah kalung yang


mendadak muncul di lehernya. Padahal Nhea ingat dengan jelas jika ia tidak


pernah menyentuh benda itu lagi. Bahkan gadis itu hampir lupa jika ia pernah


menemukan kalung tersebut sebelumnya.


Penurut penuturan yang berada di buku ini, Sofia memang


sempat meninggalkan beberap barang berharganya. Seperti kalung dan beberapa


pakaiannya di lemari. Bahkan bukan hanya itu saja. Buku pelajaran hingga buku


harian, semuanya masih berada di meja belajarnya pada waktu itu.


Tepat setelah kematiannya yang terasa mengejamkan, pihak


pengelola gedung membersihkan kamar tersebut. Tentu keluarga yang memerintahkannya.


Jika tidak Bibi Ga Eun, pasti Vallery. Pasalnya, hanya mereka berdua yang


memiliki kewenangan di sini pada waktu itu. Bahkan Wilson saja belum termasuk


ke dalamnya.


Sebagian besar barang-barang gadis itu dibakar. Tepat pada

__ADS_1


hari pemakamannya. Mereka bilang jika barang-barang akan membawa energi sang


pemilik bersamanya. Oleh sebab itu, setelah kepergian Sofia mereka begitu


berambisi untuk benar-benar membuatnya menghilang dari tempat ini. Seolah tidak


ada lagi tempat yang tersisa baginya. Hanya ruang penyimpananlah yang bisa ia


gunakan satu-satunya.


Namun, di sisi lain ada hal menarik yang bisa ia temukan di


sini. Sepertinya mereka melewatkan kalung tersebut secara tidak sengaja ketika


membersihkan kamar tersebut. Karena terlalu banyak barang, wajar saja jika


benda kecil tersebut terlewatkan.


Ia sudah meninggal sejak bertahun-tahun yang lalu. Sudah sangat


lama. Tepat pada awal peradaban akademi ini. Kisahnya harus berakhir, tamat


dengan cepat. Padahal ceritanya baru saja dimulai. Sungguh miris. Sepertinya sejak


awal kelahirannya, Dewi Fortuna sama sekali tidak ingin berpihak kepada gadis


itu.


Kini Nhea yakin jika jiwa Sofia masih berada di sekitar


sini. Mungkin, ialah yang memasangkan kalung tersebut kepadanya waktu itu.


Sejauh ini hanya Nhea yang diajak berinteraksi dengannya. Belum ada orang lain


yang mengetahui eksistensi jiwa Sofia di tempat ini. Bahkan, jangan-jangan


mereka juga tidak tahu kalau sebenarnya ada seorang siswa yang bernama Sofia


Selama ini mereka telah menutupi beitu banyak hal dari semua


orang. Nhea yakin jika anggota keluarga adalah pelakunya. Mereka berperang


besar dalam menggerakkan rencana ini. Seperti yang kita ketahui bersama, jika


tidak ada orang yang lain yang memiliki akses sebanyak anggota keluarga. Hanya anggota


keluarga yang memiliki akses tanpa batas di akademi sihir ini.


Beruntung Nhea merupakan salah satunya. Sehingga ia bisa


memasuki ruang penyimpanan, tanpa perlu takut terkena masalah. Meski sebenarnya


kemungkinan besar jika ia akan mendapatkan masalah. Tapi, hal tersebut tidak


akan terjadi jika ia bisa menghindar. Nhea cukup ahli dalam mengontrol situasi.


Sementara orang lain tidak mengetahui keberadaannya, maka gadis itu akan tetap


aman.


“Apa Sofia begitu mempercayaiku?” tanya Nhea kepada dirinya


sendiri.


Kemudian ia mengalihkan pandangannya dengan segera ke arah


mahkota tersebut. Sejak kemarin ia sama sekali belum menyentuhnya. Padahal Nhea


berniat untuk menurunkannya lagi kemarin. Hanya sekedar untuk memandanginya

__ADS_1


kembali dari jarak yang jauh lebih dekat. Namun, pada kenyataannya buku Sofia


berhasil mengalihkan perhatiannya. Sampai Nhea nyaris tidak ingat lagi dengan


mahkota tersebut.


“Apa mahkota ini sungguh milikku?” batinnya dalam hati,


sambil tetap menyoroti benda tersebut dengan lamat-lamat.


Sejujurnya ia masih tidak begitu yakin untuk mengklain


mahkota tersebut sebagai miliknya. Maksudnya, bagaimana bisa ia mengetahui


kalau benda tersebut benar miliknya? Bagaimana jika ternyata itu adalah milik


orang lain. Terakhir kali mahkota tersebut digunakan pada saat acara pernikahan


Vallery.


Pihak keluarga inti kerajaan memiliki salah satu langganan


untuk menempah perhiasan. Namanya Tuan Ferdy. Dia memutuskan untuk tinggal di


negeri ini, setelah sebelumnya sempat mengalami konflik yang cukup besar


bersama keluarga besarnya. Tuan Ferdy pindah dari Inggris dan memulai kehidupan


baru di sini.


Sepertinya sekarang ia sudah meninggal. Atau malah masih


tetap hidup. Tidak ada yang tahu tentang keberadaannya sekarang. Keluarga mereka


sudah lama tidak berhubungan dengan Tuan Ferdy. Sudah lebih dari sepuluh tahun


yang lalu mereka tidak berkomunikasi satu sama lain. Jadi, wajar saja jika


tidak ada yang tahu soal kabar terbaru pria itu.


Awalnya, mahkota tersebut memang sengaja dibuatkan sebagai


hadiah pernikahan Vallery dari keluarga besar mereka. Setelahnya wanita itu


berencana untuk menyimpannya dan kemudian memberikan mahkota tersebut kepada


anaknya suatu saat nanti. Namun, sekarang Vallery tidak tahu harus


memberikannya ke siapa. Hanya ada dua pilihan, Eun Ji Hae atau Nhea.


Sebenarnya Nhea adalah orang yang paling berhak jika


dibandingkan dengan Eun Ji Hae. Gadis itu bahkan tidak memiliki hubungan darah


sama sekali dengan Vallery. Bagaimanapun juga, Eun Ji Hae tetap hanya sebagai


anak angkat. Tidak lebih.


Meski terdengar terlalu kasar dan tidak beretika sama


sekali, tapi itulah kebenarannya. Baik Nhea mau pun Eun Ji Hae harus tahu. Mereka


berhak untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah sebagai keluarga


kita harus saling terbuka dan merasa sakling percaya satu sama lain? Lantas


kenapa masih ada yang ditutup-tutupi? Sebenarnya mereka sungguh menganggap


hubungan mereka sebagai sebuah keluarga, atau tidak sama sekali?

__ADS_1


Andai semua orang tahu lebih cepat, pasti akan jauh lebih


baik. Eun Ji Hae tidak perlu terus berharap lebih kepada mereka.


__ADS_2