
Semua orang tmapak menikmati sarapan mereka. Meski pun porsi
yang disediakan kali ini termasuk lebih sedikit dari pada yang sebelumnya,
orang-orang tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut sama sekali. Buktinya mereka
tengah menyantap hidangan yang tersaji di hadapannya masing-masing dengan
begitu lahap.
Tidak jauh berbeda dengan Nhea. Ia juga merasakan hal yang
sama. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan sama sekali di sini. Lagi pula
semuanya terjadi dengan dilandasi alasan yang jelas. Tidak perlu protes atau
buka suara sama sekali. Mereka tengah terjebak di dalam situasi yang rumit. Sulit
untuk bertahan hidup di saat seperti ini. Semua orang tengah dipaksa untuk
memutar otak dan mencari jalan keluarnya. Jika mereka tidak bisa melakukan hal
tersebut, maka sama saja dengan mereka telah siap untuk mati. Ini adlaah
konsekuensinya.
Seleksi alam adahal hal paling buruk sekaligus kenyataan yang
paling berat untuk diterima oleh umat manusia. Mereka terlalu terobsesi dengan
dunia, sampai lupa jika roda akan terus bergulir. Semesta akan kembali pada
prinsipnya semula untuk melaksanakan seleksi alam secara rutin. Tidak ada
seorang pun yang bisa melawan hukum alam tersebut. Tidak ada yang bisa menulis
ulang takdir. Karena pada dasarnya, memang begitu cara semesta bekerja.
“Aku sudah selesai,” ucap Nhea kemudian beranjak dari tempat
duduknya dan meninggalkan gadis itu sendirian di sana.
Kali ini Nhea menyelesaikan sarapannya jauh lebih cepat jika
dibandingkan dengan Oliver. Gadis itu pergi lebih dulu untuk membereskan
perlengkapan makannya. Ia harus meletakkannya sendiri ke tempat piring kotor
yang kemudian akan dicuci oleh para petugas nanti. Mereka harus tetap bersikap
mandiri setidaknya dalam beberapa hal.
Tidak perlu khawatir, ia tidak akan pergi kemana-mana. Nhea
akan segera kembali lagi ke tempat duduknya begitu menyelesaikan semua
pekerjaannya. Satu lagi aturan yang perlu diingat di sini. Tidak ada seorang
pun yang boleh pergi dari tempat ini lebih dulu dari yang lain. Mereka harus
tetap menunggu sampai orang terakhir selesai. Setelah itu baru mereka boleh
membubarkan diri.
Biasanya setelah sarapan, mereka akan langsung pergi ke
__ADS_1
kelasnya masing-masing untuk memulai proses pembelajaran. Tapi karena satu dan
lain hal yang telah dipertimbangkan dan diputuskan bersama, kegiatan belajar
mengajar di sekolah ini akan dihentikan untuk sementara waktu. Ini demi
keselamatan dan kepentingan mereka bersama juga. Ada banyak hal yang
dipertimbangkan dengan matang-matang sebelum keputusan ini diumumkan.
Jadi pada intinya, kegiatan belajar mengajar akan dihentikan
sampai waktu yang tidak ditentukan. Mereka diminta untuk tetap berada di kamar
asramanya masing-masing. Tidak ada yang boleh keluar jika tidak memiliki urusan
yang tidak penting sama sekali. Tentu saja hal ini memiliki kaitan erat dengan
fenomena salju abadi yang tengah terjadi sekarang.
Sepertinya bukan hanya Sekolah Mooneta saja yang tengah
dilanda badai salju selebat ini kemarin. Tapi ada beberapa daerah yang juga
mengalami kejadian serupa. Mereka mendengar kabar tersebut dari beberapa orang
yang berada di luar sana.
Untuk sementara waktu, belum ada yang bisa memastikan apakah
yang terjadi saat ini benar salju abadi atau bukan. Hanya ada satu cara untuk
membuktikannya. Yaitu dengan melemparkan salah stu mahluk hidup yang masih
bernafas ke hamparan kapas putih itu. Dan cara tersebut adalah yang paling
salju abadi akan membekukan mahluk hidup apa pun yang berada di sekitarnya. Komponen
terkecil dari salju abadi akan bereaksi begitu bertemu dengan sel hidup secara
langsung. Hal tersebut membuat penurunan suhu secara drastis yang akan
mengakibatkan proses pembekuan.
“Perhatian kepada semuanya!” seru Eun Ji Hae.
Suara gadis itu menggelegar hingga ke sudut terujung sekali
pun. Volumenya menyebar secara merata ke seluruh penjuru ruangan ini. Tidak ada
satu pun yang tidak mendengar kalimat Eun Ji Hae barusan. Ia berhasil memecah
keriuhan suasan yang tengah terjadi di sini. semua orang menjadi bungkam dan
menghentikan kegiatannya dalam sekejap mata.
Eun Ji Hae berhasil menyita perhatian mereka hanya dalam
waktu kurang dari satu menit. Kini gadis itu telah menjadi pusat perhatian. Semua
mata tertuju ke arahnya pada saat ini.
“Jangan ada yang keluar dari tempat ini lebih dulu. Karena
kita akan mengadakan rapt besar yang melibatkan kalian semua,” papar gadis itu.
__ADS_1
“Rapat akan kita laksanakan sekarang juga di ruangan ini,”
tukasnya.
Eun Ji Hae tidak memerlukan balasan dari mereka sama sekali.
Yang lain juga sepertinya tampak tidak ingin memberikan balasan apa pun
terhadap gadis itu. Mereka tidak begitu terbiasa untuk mengobrol secara
non-formal dengan Eun Ji Hae dan para anggota keluarga lainnya.
Eun Ji Hae merupakan salah satu alumni tertua yang masih
bertahan di tempat ini. Jadi ia begitu dihormati oleh para murid di sini.
Selain itu, fakta bahwa Eun Ji Hae merupakan salah satu anggota keluarga
membuat mereka semakin menruh rasa hormat terhadap gadis itu.
Satu-satunya orang yang bisa diajak untuk bicara dengan
santai tanpa harus merasa takut akan segala konsekuensi yang mungkin akan
terjadi adalah Nhea. Gadis itu merupakn salah satu anggota keluarga yang paling
dekat dengan para siswa. Bahkan ia juga bergaul dengan mereka. Nhea bukan
tipikal orang yang terlalu pemilih dalam dunia pertemanan. Dia akan menerima
siapa saja yang ingin membuat relasi secara khusus dengannya. Tidak ada batasan
sama sekali.
Selain itu, Nhea juga lebih sering menghabiskan waktunya
untuk bergaul bersama dengan para siswa yang lain. Jauh lebih sering ketimbang
ia menghabiskan waktunya untuk bercengkrama dengan kelaurga besarnya yang
selama ini ia rindukan kehadirannya.
Mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh Eun Ji Hae,
membuat semua orang yang belum selesai segera menghabiskan makanannya. Mereka tidak
mau membuat orang-orang yang posisinya jauh lebih tinggi di atas mereka itu
harus menunggu. Tidak sopan sama sekali. Sebab, semua anggota kelaurga dan juga
para petinggi sekolah telah selesai makan. Hanya tersisa beberapa murid yang masih sibuk berkutat dengan
sarapan paginya.
Pikiran Bibi Ga Eun dan juga Eun Ji Hae mendadak berubah. Mereka
berencana untuk mengadakan rapat lagi hari ini. Sesuai dengan isi pikiran Nhea
tadi. Padahal ia sama sekali belum menyampaikan usulan tersebut kepada salah
satu dari mereka. Baik itu Bibi Ga Eun mau pun Eun Ji Hae. Mereka telah
berhasil membaca isi pikiran gadis itu agaknya. Padahal Nhea baru saja
berencana akan menyampaikannya begitu selesai acara. Mereka akan bicara empat
__ADS_1
mata untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin saja akan terjadi jika
terlalu banyak orang yang berada di sana pada saat itu.