Mooneta High School

Mooneta High School
Rapat Besar


__ADS_3

Semua orang tmapak menikmati sarapan mereka. Meski pun porsi


yang disediakan kali ini termasuk lebih sedikit dari pada yang sebelumnya,


orang-orang tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut sama sekali. Buktinya mereka


tengah menyantap hidangan yang tersaji di hadapannya masing-masing dengan


begitu lahap.


Tidak jauh berbeda dengan Nhea. Ia juga merasakan hal yang


sama. Tidak ada yang perlu dipermasalahkan sama sekali di sini. Lagi pula


semuanya terjadi dengan dilandasi alasan yang jelas. Tidak perlu protes atau


buka suara sama sekali. Mereka tengah terjebak di dalam situasi yang rumit. Sulit


untuk bertahan hidup di saat seperti ini. Semua orang tengah dipaksa untuk


memutar otak dan mencari jalan keluarnya. Jika mereka tidak bisa melakukan hal


tersebut, maka sama saja dengan mereka telah siap untuk mati. Ini adlaah


konsekuensinya.


Seleksi alam adahal hal paling buruk sekaligus kenyataan yang


paling berat untuk diterima oleh umat manusia. Mereka terlalu terobsesi dengan


dunia, sampai lupa jika roda akan terus bergulir. Semesta akan kembali pada


prinsipnya semula untuk melaksanakan seleksi alam secara rutin. Tidak ada


seorang pun yang bisa melawan hukum alam tersebut. Tidak ada yang bisa menulis


ulang takdir. Karena pada dasarnya, memang begitu cara semesta bekerja.


“Aku sudah selesai,” ucap Nhea kemudian beranjak dari tempat


duduknya dan meninggalkan gadis itu sendirian di sana.


Kali ini Nhea menyelesaikan sarapannya jauh lebih cepat jika


dibandingkan dengan Oliver. Gadis itu pergi lebih dulu untuk membereskan


perlengkapan makannya. Ia harus meletakkannya sendiri ke tempat piring kotor


yang kemudian akan dicuci oleh para petugas nanti. Mereka harus tetap bersikap


mandiri setidaknya dalam beberapa hal.


Tidak perlu khawatir, ia tidak akan pergi kemana-mana. Nhea


akan segera kembali lagi ke tempat duduknya begitu menyelesaikan semua


pekerjaannya. Satu lagi aturan yang perlu diingat di sini. Tidak ada seorang


pun yang boleh pergi dari tempat ini lebih dulu dari yang lain. Mereka harus


tetap menunggu sampai orang terakhir selesai. Setelah itu baru mereka boleh


membubarkan diri.


Biasanya setelah sarapan, mereka akan langsung pergi ke

__ADS_1


kelasnya masing-masing untuk memulai proses pembelajaran. Tapi karena satu dan


lain hal yang telah dipertimbangkan dan diputuskan bersama, kegiatan belajar


mengajar di sekolah ini akan dihentikan untuk sementara waktu. Ini demi


keselamatan dan kepentingan mereka bersama juga. Ada banyak hal yang


dipertimbangkan dengan matang-matang sebelum keputusan ini diumumkan.


Jadi pada intinya, kegiatan belajar mengajar akan dihentikan


sampai waktu yang tidak ditentukan. Mereka diminta untuk tetap berada di kamar


asramanya masing-masing. Tidak ada yang boleh keluar jika tidak memiliki urusan


yang tidak penting sama sekali. Tentu saja hal ini memiliki kaitan erat dengan


fenomena salju abadi yang tengah terjadi sekarang.


Sepertinya bukan hanya Sekolah Mooneta saja yang tengah


dilanda badai salju selebat ini kemarin. Tapi ada beberapa daerah yang juga


mengalami kejadian serupa. Mereka mendengar kabar tersebut dari beberapa orang


yang berada di luar sana.


Untuk sementara waktu, belum ada yang bisa memastikan apakah


yang terjadi saat ini benar salju abadi atau bukan. Hanya ada satu cara untuk


membuktikannya. Yaitu dengan melemparkan salah stu mahluk hidup yang masih


bernafas ke hamparan kapas putih itu. Dan cara tersebut adalah yang paling


salju abadi akan membekukan mahluk hidup apa pun yang berada di sekitarnya. Komponen


terkecil dari salju abadi akan bereaksi begitu bertemu dengan sel hidup secara


langsung. Hal tersebut membuat penurunan suhu secara drastis yang akan


mengakibatkan proses pembekuan.


“Perhatian kepada semuanya!” seru Eun Ji Hae.


Suara gadis itu menggelegar hingga ke sudut terujung sekali


pun. Volumenya menyebar secara merata ke seluruh penjuru ruangan ini. Tidak ada


satu pun yang tidak mendengar kalimat Eun Ji Hae barusan. Ia berhasil memecah


keriuhan suasan yang tengah terjadi di sini. semua orang menjadi bungkam dan


menghentikan kegiatannya dalam sekejap mata.


Eun Ji Hae berhasil menyita perhatian mereka hanya dalam


waktu kurang dari satu menit. Kini gadis itu telah menjadi pusat perhatian. Semua


mata tertuju ke arahnya pada saat ini.


“Jangan ada yang keluar dari tempat ini lebih dulu. Karena


kita akan mengadakan rapt besar yang melibatkan kalian semua,” papar gadis itu.

__ADS_1


“Rapat akan kita laksanakan sekarang juga di ruangan ini,”


tukasnya.


Eun Ji Hae tidak memerlukan balasan dari mereka sama sekali.


Yang lain juga sepertinya tampak tidak ingin memberikan balasan apa pun


terhadap gadis itu. Mereka tidak begitu terbiasa untuk mengobrol secara


non-formal dengan Eun Ji Hae dan para anggota keluarga lainnya.


Eun Ji Hae merupakan salah satu alumni tertua yang masih


bertahan di tempat ini. Jadi ia begitu dihormati oleh para murid di sini.


Selain itu, fakta bahwa Eun Ji Hae merupakan salah satu anggota keluarga


membuat mereka semakin menruh rasa hormat terhadap gadis itu.


Satu-satunya orang yang bisa diajak untuk bicara dengan


santai tanpa harus merasa takut akan segala konsekuensi yang mungkin akan


terjadi adalah Nhea. Gadis itu merupakn salah satu anggota keluarga yang paling


dekat dengan para siswa. Bahkan ia juga bergaul dengan mereka. Nhea bukan


tipikal orang yang terlalu pemilih dalam dunia pertemanan. Dia akan menerima


siapa saja yang ingin membuat relasi secara khusus dengannya. Tidak ada batasan


sama sekali.


Selain itu, Nhea juga lebih sering menghabiskan waktunya


untuk bergaul bersama dengan para siswa yang lain. Jauh lebih sering ketimbang


ia menghabiskan waktunya untuk bercengkrama dengan kelaurga besarnya yang


selama ini ia rindukan kehadirannya.


Mendengar berita yang baru saja disampaikan oleh Eun Ji Hae,


membuat semua orang yang belum selesai segera menghabiskan makanannya. Mereka tidak


mau membuat orang-orang yang posisinya jauh lebih tinggi di atas mereka itu


harus menunggu. Tidak sopan sama sekali. Sebab, semua anggota kelaurga dan juga


para petinggi sekolah telah selesai makan. Hanya tersisa beberapa  murid yang masih sibuk berkutat dengan


sarapan paginya.


Pikiran Bibi Ga Eun dan juga Eun Ji Hae mendadak berubah. Mereka


berencana untuk mengadakan rapat lagi hari ini. Sesuai dengan isi pikiran Nhea


tadi. Padahal ia sama sekali belum menyampaikan usulan tersebut kepada salah


satu dari mereka. Baik itu Bibi Ga Eun mau pun Eun Ji Hae. Mereka telah


berhasil membaca isi pikiran gadis itu agaknya. Padahal Nhea baru saja


berencana akan menyampaikannya begitu selesai acara. Mereka akan bicara empat

__ADS_1


mata untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin saja akan terjadi jika


terlalu banyak orang yang berada di sana pada saat itu.


__ADS_2