
Pertandingan tidak lagi menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu
sekarang. Yang terpenting sekarang adalah pengumuman. Siapa-siapa saja yang
akan kembali bertanding di babak final nantinya. Tanpa yang satu itu,
pertandingan tidak akan pernah diselenggarakan.
Saat ini perhatian semua orang hanya tertuju kepada podium
kosong yang berada di tengah-tengah arena. Mereka penasaran kapan seseorang
akan naik ke sana dan mengumumkan hasilnya. Sepertinya bukan hanya para peserta
saja yang merasa penasaran sekaligus antusias, namun para penduduk kota yang
datang tampaknya juga merasakan hal yang sama.
Menurut informasi terakhir yang mereka terima dari Eun Ji
Hae, hasil pertandingan babak lalu akan segera diumumkan begitu jarum jam sudah
menunjukkan pukul sebelas. Sekarang baru sekitar pukul sembilan lewat. Pasalnya,
Nhea dan murid-murid yang lainnya baru selesai sarapan.
“Bukankah kita sampai terlalu cepat di sini?” tanya Jang
Eunbi.
“Sekarang bahkan kurasa masih pukul sembilan pagi,”
timpalnya kemudian.
__ADS_1
Nhea yang mendengar pernyataan tersebut tidak langsung
meresponnya. Bahkan, ia sama sekali tidak memiliki niat sedikit pun untuk
menanggapinya. Gadis itu hanya membenarkan kalimat yang diucapkan oleh temannya
tadi di dalam hati.
Sepertinya mereka memang datang terlalu awal. Lebih tepatnya
dua jam lebih awal dari waktu yang seharusnya. Meski begitu, tetap saja arena
sudah ramai. Banyak orang yang bahkan sudah tidak kebagian tempat duduk pada
jam-jam segini. Padahal biasanya tidak terlalu ramai seperti ini. Mungkin karena
bertepatan dengan hari pengumuman menuju babak final. Sehingga banyak orang
yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Orang-orang seperti itu tidak akan
Memangnya siapa yang tidak penasaran. Festival ini hanya
berlangsung selama lima tahun sekali. Tidak bisa dijumpai setiap tahun. Oleh sebab
itu, mereka tidak boleh sampai melewatkan bagian-bagian penting dari acara. Atau
mereka akan menyesal karena tidak ada di sana pada saat itu. Melewatan momen
tersebut sama saja dengan melewatkan kesempatan emas. Belum tentu jika semua
orang akan memiliki keberuntungan yang sama.
Sebenarnya Nhea malas berada di sini. Apalagi sampai harus
__ADS_1
menunggu selama beberapa jam ke depan. Semua orang tahu jika menunggu adalah
pekerjaan yang membosankan. Terkadang hasilnya malah nihil. Tidak sesuai
ekspektasi sama sekali. Tapi, terkecuali untuk situasi yang satu ini. Mungkin,
hal yang mereka tungguh adalah sesuatu yang pasti. Kecil kemungkinan untuk terjadi
hal yang tidak diinginkan. Tapi, tetap saja Nhea benci jika harus diminta untuk
menunggu. Kalau boleh menolak untuk tidak melakukannya, mungkin ia tidak akan
pikir panjang lagi. Tapi, sayangnya tidak ada opsi yang satu itu sekarang.
Tidak ada hal lain yang bisa mereka lakukan saat ini selain
menunggu. Sungguh, Nhea membencinya. Terkhusus untuk hari ini, mau tak mau ia
harus melakukannya. Ia menghela napasnya kasar. Setidaknya beban pikiran yang
sedang ia rasakan saat ini akan menjadi sedikit berkurang. Seseorang pernah
berkata kepadanya jika pola pernapasan akan sangat mempengaruhi emosi kita.
Tidak jarang juga mereka diajarkan tentang hal tersebut pada
saat kelas mantra berlangsung. Tidak bisa dipungkiri jika pola napas memang
lumayan penting dalam beberapa aspek kehidupan. Ringkasnya begini. Kau adalah
seseorang yang akan mengendalikan dirimu sendiri. Pemegang kendali tertinggi
atas dirimu. Kau tidak bisa membiarkan orang lain untuk mengambilnya. Jangan
__ADS_1
sampai pernah hal itu terjadi. Fatal akibatnya.