Mooneta High School

Mooneta High School
Waiting


__ADS_3

Pertandingan tidak lagi menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu


sekarang. Yang terpenting sekarang adalah pengumuman. Siapa-siapa saja yang


akan kembali bertanding di babak final nantinya. Tanpa yang satu itu,


pertandingan tidak akan pernah diselenggarakan.


Saat ini perhatian semua orang hanya tertuju kepada podium


kosong yang berada di tengah-tengah arena. Mereka penasaran kapan seseorang


akan naik ke sana dan mengumumkan hasilnya. Sepertinya bukan hanya para peserta


saja yang merasa penasaran sekaligus antusias, namun para penduduk kota yang


datang tampaknya juga merasakan hal yang sama.


Menurut informasi terakhir yang mereka terima dari Eun Ji


Hae, hasil pertandingan babak lalu akan segera diumumkan begitu jarum jam sudah


menunjukkan pukul sebelas. Sekarang baru sekitar pukul sembilan lewat. Pasalnya,


Nhea dan murid-murid yang lainnya baru selesai sarapan.


“Bukankah kita sampai terlalu cepat di sini?” tanya Jang


Eunbi.


“Sekarang bahkan kurasa masih pukul sembilan pagi,”


timpalnya kemudian.

__ADS_1


Nhea yang mendengar pernyataan tersebut tidak langsung


meresponnya. Bahkan, ia sama sekali tidak memiliki niat sedikit pun untuk


menanggapinya. Gadis itu hanya membenarkan kalimat yang diucapkan oleh temannya


tadi di dalam hati.


Sepertinya mereka memang datang terlalu awal. Lebih tepatnya


dua jam lebih awal dari waktu yang seharusnya. Meski begitu, tetap saja arena


sudah ramai. Banyak orang yang bahkan sudah tidak kebagian tempat duduk pada


jam-jam segini. Padahal biasanya tidak terlalu ramai seperti ini. Mungkin karena


bertepatan dengan hari pengumuman menuju babak final. Sehingga banyak orang


yang memiliki rasa ingin tahu tinggi. Orang-orang seperti itu tidak akan


Memangnya siapa yang tidak penasaran. Festival ini hanya


berlangsung selama lima tahun sekali. Tidak bisa dijumpai setiap tahun. Oleh sebab


itu, mereka tidak boleh sampai melewatkan bagian-bagian penting dari acara. Atau


mereka akan menyesal karena tidak ada di sana pada saat itu. Melewatan momen


tersebut sama saja dengan melewatkan kesempatan emas. Belum tentu jika semua


orang akan memiliki keberuntungan yang sama.


Sebenarnya Nhea malas berada di sini. Apalagi sampai harus

__ADS_1


menunggu selama beberapa jam ke depan. Semua orang tahu jika menunggu adalah


pekerjaan yang membosankan. Terkadang hasilnya malah nihil. Tidak sesuai


ekspektasi sama sekali. Tapi, terkecuali untuk situasi yang satu ini. Mungkin,


hal yang mereka tungguh adalah sesuatu yang pasti. Kecil kemungkinan untuk terjadi


hal yang tidak diinginkan. Tapi, tetap saja Nhea benci jika harus diminta untuk


menunggu. Kalau boleh menolak untuk tidak melakukannya, mungkin ia tidak akan


pikir panjang lagi. Tapi, sayangnya tidak ada opsi yang satu itu sekarang.


Tidak ada hal lain yang bisa mereka lakukan saat ini selain


menunggu. Sungguh, Nhea membencinya. Terkhusus untuk hari ini, mau tak mau ia


harus melakukannya. Ia menghela napasnya kasar. Setidaknya beban pikiran yang


sedang ia rasakan saat ini akan menjadi sedikit berkurang. Seseorang pernah


berkata kepadanya jika pola pernapasan akan sangat mempengaruhi emosi kita.


Tidak jarang juga mereka diajarkan tentang hal tersebut pada


saat kelas mantra berlangsung. Tidak bisa dipungkiri jika pola napas memang


lumayan penting dalam beberapa aspek kehidupan. Ringkasnya begini. Kau adalah


seseorang yang akan mengendalikan dirimu sendiri. Pemegang kendali tertinggi


atas dirimu. Kau tidak bisa membiarkan orang lain untuk mengambilnya. Jangan

__ADS_1


sampai pernah hal itu terjadi. Fatal akibatnya.


__ADS_2