Mooneta High School

Mooneta High School
Muse Fall


__ADS_3

Ada banyak pertanyaan yang mendadak muncul begitu saja di


dalam kepalanya. Tapi, bukan itu masalahnya. Melainkan tentang bagaimana ia


bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan tersebut dalam waktu yang secepat


mungkin.


Nhea memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar tempat itu


terlebih dahulu. Sebelum pada akhirnya akan kembali. Meski Nhea tidak


benar-benar tahu bagaimana caranya untuk kembali. Beberapa saat yang lalu, gadis


itu memang sempat berpikiran untuk kabur atau bahkan melarikan diri dari


Mooneta. Bahkan Nhea sama sekali tidak pernah berpikir jika semesta akan


mewujudkan keinginannya yang satu itu dengan cara seperti ini.


Sepertinya, lain kali ia harus membuat permohonan secara


lebih detail. Tentu untuk menghindari kesalahan tidak terduga seperti ini.


Gadis itu sama sekali tidak pernah memprediksi hal tersebut. Tidak pernah


terlintas did alam pikirannya jika ia benar-benar meninggalkan Mooneta.


Awalnya, Nhea hanya mengira jika itu cuma sekedar angan-angan saja.


Beberapa hal memang sering terjadi di luar dugaan kita.


Manusia mungkin bisa memprediksi, tapi tak pernah benar-benar akurat. Hanya dalam


beberapa hal tertentu saja.

__ADS_1


“Kapan aku sampai ke sini?” gumamnya.


Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada sambil


memandang ke batas cakrawala. Ia menghela napasnya dengan kasar. Meski tampak


begitu tenang di luar, diam-diam isi kepalanya sedang sangat berisik. Ia nyaris


kehilangan kendali atas kepalanya sendiri. Tubuhnya terlihat berdiam diri di


satu tempat untuk sekarang ini memang. Namun, tidak dengan isi kepalanya yang


bahkan sudah sampai ke dimensi lain.


Jika dipikir-pikir kembali, seharusnya tempat ini tidak


terlalu jauh letaknya dari akademi sihir Mooneta. Sebab, ia baru tertidur


sekitar pukul tiga pagi tadi. Butuh waktu setidaknya tiga puluh menit sampai


tidak akan bangun lagi untuk beberapa jam ke depan.


“Bagaimana cara mereka membawaku kemari?” tanya gadis itu


kepada dirinya sendiri.


Tidak mungkin jika Nhea digendong. Berat badan gadis itu


terlalu tidak memungkinkan untuk dibawa sampai ke sini dengan cara seperti itu.


Meski sebenarnya Nhea tidak terlalu berlebihan beratnya untuk ukuran seorang


wanita. Bisa dibilang jika itu termasuk ideal.


Tapi, tetap saja membawa seseorang ke sini dengan cara

__ADS_1


seperti itu pasti akan menguras banyak energi. Tidak hanya sampai di situ saja


masalahnya. Pelakunya tidak mungkin melakukan hal tersebut sendirian. Mustahil.


Setidaknya ia pasti memerlukan bantuan dari orang lain. Manusia itu mahluk


sosial. Tidak mudah bagi mereka untuk benar-benar hidup sendirian. Sebab,


secara tidak langsung mereka akan saling membutuhkan satu sama lain.


Nhea masih tetap mematung di tempat. Ia tidak berpindah


kemana pun. Masih tetap bergeming, bahkan dengan posisi yang sama.


Setelah memutar otak sekian lama, hasilnya tetap saja nihil.


Gadis itu sama sekali tidak menemukan jalan keluar. Paling tidak satu saja.


Setidaknya itu akan sangat membantu. Daripada tidak sama sekali. Nhea begitu


antusias memang untuk keluar dari akademi sihir Mooneta. Tapi, bukan dengan


cara seperti ini. Masih banyak cara lain yang bisa ia lakukan. Tentunya jauh


lebih baik.


‘PLAK!’


Secara mendadak Nhea menepuk jidatnya pelan. Sepertinya ia


baru menyadari sesuatu yang bersifat sangat penting. Sampai-sampai reaksinya


terbilang terlalu berlebihan seperti ini.


“Bagaimana bisa aku melupakan yang satu itu?” gumam Nhea

__ADS_1


dengan penuh penekanan.


__ADS_2