
Setelah membahas beberapa hal yang perlu dibahas dalam rapat, akhirnya mereka keluar dari tempat itu secara satu-persatu. Ada beberapa rencana cadangan yang mereka siapkan juga untuk menghadapi serangan Ify. Untuk sementara initak banyak orang yang tahu soal rencana ini, hanya orang-orang yang tadinya ikut rapat saja.
Tadi mereka sempat mernbicarakan satu rencana utama yang kemungkinan akan mereka gunakan nanti. Jadi begini konsep rencana yang mereka bicarakan tadi. Jika Ify berhasil menembus portal dengan kekuatan dua kali lipat itu, maka mau tak mau mereka harus melakukan ini. Sebagian siswa akan sembunyi di ruangan bawah tanah, yang tak pernah diketahui oleh Ify selama ia tinggal di sini. Sementara itu pasukan terkuat akan berjaga-jaga di balik atap, sisanya akan memantau kondisi sekitar melalui menara pemantau.
Jika Ify berhasil masuk ke area sekolah ini, maka gadis itu pasti akan mencari seseorang untuk ditamatkan riwayat nya. Saat Ify masuk dan tak menemukan seorangpun di dalam sekolah ini, pasti gadis itu akan berpikir jika seluruh sekolah tengah mengungsi ke sebuah tempat. Dengan begitu Ify akan segera meninggalkan tempat ini, sementara di depan nanti para Griffin dan Pegasus akan menghalangi jalannya untuk keluar. Para hewan itu akan menghabisi Ify, dibantu dengan kekuatan yang ditransfer seluruh siswa kepada mereka.
Jadi tahun ini tak akan ada korban jiwa, dan tak akan ada lagi kesedihan. Tak akan ada duka yang dilambangkan dengan bunga krisanthemum lagi. Tak akan ada lagi upacara pemakaman yang digelar tahun ini.
“Ayo! Kita lihat bagaimana kondisi anak kesayangan kita,” ajak Wilson sambil merangkul pundak istrinya tersebut.
“Aku takut jika semuanya tidak sesuai dengan apa yang selama ini ku harapkan,” lirih wanita itu dengan suara parau.
Hari ini kondisi Vallery tak begitu baik. Kemarin ia tak tidur selama semalaman, Vallery menghabiskan waktunya hanya untuk menangis. Tak jarang juga wanita itu merutuki dirinya sendiri. Ia begitu marah dengan dirinya yang selama ini sama sekali tak becus dan tak bisa diandalkan sama sekali. Matanya terlihat bengkak dan sedikit merah. Suaranya juga menjadi agak serak dan nyaris hilang tak terdengar lagi.
Jika Vallery terus-terusan seperti ini, maka kondisinya bisa ikut-ikutan nge-drop dan malah berakibat buruk bagi kesehatannya. Nhea adalah satu-satunya jalan bagi wanita ini untuk mengembalikan semangatnya.
__ADS_1
“Jangan pesimis dulu,” ucap Wilson yang berusaha menguatkan wanita tersebut.
Tentu saja ia tak ingin jika wanita yang dicintainya ini kenapa-kenapa. Sudah cukup Nhea yang nyaris menghilang dari kehidupannya. Namun jangan sampai dengan Vallery, wanita yang paling ia cintai lebih dari apapun. Mereka telah bersama, lebih dari dua puluh tahun. Jadi pastinya sudah terlalu banyak kenangan yang tak bisa dilupakan begitu saja.
‘KRIETTT!!!’
Vallery adalah orang pertama yang menghampiri Nhea dengan perasaan yang campur aduk. Bahkan tak ada lagi kalimat yang sesuai untuk mendeskripsikan perasaannya saat ini. Untuk saat ini hanya para keluarga yang diizinkan untuk melihatkondisi gadis ini.
Wanita ini nyaris menangis tersedu-sedu melihat kondisi Nhea yang tak kunjung sadarkan diri itu. Ia tak tahu sampai kapan kejadian ini akan berlangsung kepada putri kesayangannya ini. Untuk saat ini Vallery tak bisa melakukan apapun, selain menangis seperti orang bodoh. Meskipun wanita ini berusaha untuk berpikir keras dengan memutar otaknya habis-habisan, tapi tetap saja hasilnya nihil.
Sementara sosok yang diajak bicara hanya sibuk sendiri dan tak menggubris ucapan Vallery sama sekali. Pria ini mendadak dibuat kaget bukan main dengan sesuatu yang tak biasa ini. Wilson mengendus pelan, di setiap sudut ruangan dengan sangat hati-hati. Ia bisa merasakan jika ada sesuatu yang tak beres di ruangan ini. Sesuatu yang ia rasa asing dan tak biasanya untuk ditemui di sini. Padahal kemarin ia sama sekali tak merasakan hal semacam ini, kali ini semuanya yang terjadi terasa sangat aneh.
“Seperti bau dari kaum kegelapan,” batinnya dalam hati.
Pria ini yakin jika penciumannya tak salah lagi. Ia berasal dari kaum itu, jadi tentu saja ia mengenali seperti apa bau kaumnya tersebut. Wilson terlalu mudah untuk dikelabui seperti ini, mereka pikir ia adalah seorang anak-anak yang sangat polos.
__ADS_1
Wilson tak ingin istrinya ini tahu soal jati dirinya sendiri. Ini adalah sebuah rahasia besar yang tak akan pernah ia beritahu dengan siapapun. Bahkan istrinya sendiri yang begitu ia sayangi. Rasa sayangnya lah yang menjadi ketakutan terbesarnya untuk kehilangan Vallery. Selama ini Vallery mengenal Wilson sebagai seorang pemuda kota yang ia temui di halte bis. Padahal Vallery tak pernah tahu alasan yang sebenarnya, kenapa Wilson bisa menjadi seorang lelaki kota yang selama ini ia kenal.
“Tapi dari baunya kelihatannya, dia bukan orang biasa. Baunya sangat kuat dan pekat, kemungkinan orang ini berasal dari kaum terhormat dan terpandang,” batin pria tersebut dalam hati.
Wilson mengendus aroma yang tertangkap oleh indera penciumannya tersebut dengan sangat teliti. Ia berusaha menebak siapa kiranya salah satu dari kaum kegelapan yang tengah brsembunyi di sini. Bagaimana bisa kaum itu keluar dengan begitu mudahnya dari hutan terkutuk itu. Pria ini takut jika terjadi sesuatu dengan Nhea. Apalagi jika ia sampai tahu kalau semua itu adalah perbuatan kaumnya sendiri. Ia tak akan segan-segan untuk menghabisi atau bahkan memerangi mereka semua.
“Wilson, lihat!” teriak Vallery sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Pria itu lantas mengalihkan perhatiannya sejenak kepada wanita itu. Pasti ada sesuatu yang termat penting, sampai-sampai ia memanggil Wilson dengan begitu bersemangat. Kaum kegelapan itu pasti bisa menunggu untuk beberapa saat, sampai pria ini kembali lagi dan telah selesai dari urusannya yang satu ini. Lagipula penyusup itu tak akan pergi kemana-mana, di saat matahari sedang bersinar terik seperti ini.
“Lihat, Nhea mulai sadarkan diri,” ujar Vallery dengan antusias.
Kedua mata pria ini membulat dengan sempurna. Bukan hanya Wilson yang dibuat terkejut bukan main, namun Vallery sepertinya juga merasakan hal yang sama. Kedua orang tersebut dibuat tak percaya dengan apa yang barusan mereka lihat. Keajaiban ini benar-benar terjadi kepada putri mereka Nhearsya Clastisia. Harapan yang tadinya nyaris mati itu, kembali melanjutkan hidupnya dengan harapan-harapan baru.
Dengan perlahan dan sangat hati-hati, gadis itu mulai membuka kedua kelopak matanya. Ini adalah pertama kalinya dia kembali melakukan hal ini, setelah beberapa hari sama sekali tak pernah melakukannya. Nhea mengedipkan matanya untuk beberapa kali, karena pandangannya belum terlalu jelas.
__ADS_1