
Kelas akan dimulai sedikit lebih terlambat hari ini. Lebih
tepatnya empat jam lebih lama dari yang biasanya. Mereka harus beristirahat
sebentar sebelum kembali masuk ke kelas. Kemarin dan tadi pagi benar-benar
melelahkan bagi seluruhnya.
Eun Ji Hae langsung kembali ke kamarnya untuk berisiap. Ia
tidak akan masuk kelas hari ini. Gadis itu sudah lulsus sejak bertahun-tahun
yang lalu. Tepat sebelum ia mendapatkan hukuman dari Bibi Ga Eun. Kali ini Eun
Ji Hae akan ikut membantu wanita itu untuk bertugas. Hal itu akan menjadi
pekerjaan tetapnya mulai sekarang. Ia tidak bisa pergi kemana-mana tanpa seizin
Bibi Ga Eun. Setelah ini Eun Ji Hae akan langsung bergegas pergi ke ruangan
wanita itu. Dia tidak boleh sampai terlambat, atau Bibi Ga Eun akan memarahinya
lagi. Yang artinya, masalah baru akan datang.
Sementara yang lain sibuk dengan urusannya masing-masing,
Neha dan teman-temannya juga berbuat demikian. Mereka duduk bersama di kuris
yang telah disediakan. Nhea, Oliver, Jongdae dan juga Jang Eunbi masuk ke kelas
lebih dulu. Bukan karena mereka terlalu bersemangat untuk memulai kelas. Tapi
hanya ada satu alasan yang membuat keempatnya bisa sampai ke sini.
Mengingat sekarang sedang musin dingin, mereka tidak mungkin
pergi ke taman. Meski biasanya anak-anak itu selalu menghabisakan waktu
luangnya di tempat itu. Tapia da sebuah pengecualian untuk hari ini dan
beberapa hari ke depan. Aturan tersebut akan tetap berlaku sampai akhir musim
dingin.
“Jangan lupakan kalau hari ini kita ada praktik dasar-dasar
keterampilan sihir,” ujar Oliver yang membuka suara lebih dulu.
“Tenang saja, itu hal mudah!” balas Jang Eunbi.
“Kita lihat saja nanti,” timpalnya.
Hal tersebut memangcing gelak tawa keduanya, yaitu Nhea dan
juga Jongdae. Kelakuan mereka berdua benar-benar seperti anak kecil yang sedang
saling bertaruh.
Mungkin ujian kali ini akan terasa mudah bagi sebagian besar
orang. Namun tidak dengan Nhea. Ia baru beberapa hari saja di sini. Bahkan
sihir yang ia pelajari sejauh ini saja belum terlalu banyak. Lantas, bagaiamana
ia bisa melewati ujian kali ini dengan selamat. Tidak akan ada yang bisa
membantunya. Bahkan Nhea sudah pasrah jika ia harus mendapatkan nilai rendah pada
ujian kali ini.
“Aku yakin kalian semua pasti akan berhasil pada ujian kali
__ADS_1
ini!” celetuk Nhea secara tiba-tiba.
“Kalian semua adalah orang yang hebat,” lanjutnya.
Kalimat yang tadi lebih terdengar seperti sebuah pengakuan
bagi Nhea. Namun mungkin akan terdengar jauh berbeda di telinga ketiganya. Bisa
jadi mereka malah menganggap perkataan gadis ini tadi sebagai sebuah pujian.
Agaknya kalimat itu memang memiliki arti ganda. Tapi tidak masalah selama
maknanya masih dalah ranah yang benar. Tidak lari dari konsep.
“Lo juga orang hebat kok,” ujar Jongdae sambil menepuk pelan
pundak gadis itu.
Mendapatkan perlakuan yang begitu bersahabat dari
orang-orang di sekitarnya, membuat Nhea merasa jauh lebih percaya diri. Tapi
bukan berarti ia berpikir jika dirinya akan mampu untuk melewati ujian kali
ini. Kedua sudut bibir gadis itu terangkat ke atas, membuat sebuah senyuman
tipis mengembang di wajahnya.
“Eh, kalian tau nggak?” celetuk Oliver secara tiba-tiba.
Kini semua mata tertuju ke arahnya. Gadis itu berhasil
mengalihkan perhatian mereka dengan cepat. Oliver telah mencuri atensi
orang-orang di sekitarnya.
“Tau apa?” tanya Nhea.
“Kemarin malam pas aku mau balik ke kamar asrama, enggak
“Malam-malam ke menara pengawas ngapain? Emangnya ada
sesuatu yang terjadi? Ada hal buruk?” tanya Jang Eunbi.
“Mana ku tau!” tukas seorang gadis yang memulai topik
pembicaraan ini terlebih dahulu.
Mendapatkan respon demikian, membuat Jang Eunbi menjadi
kesal. Ia memutar bola matanya malas.
“Aku liat dia jalan ngendap-ngendap gitu,” ungkap Oliver.
Kalimat yang baru saja ia ucapkan itu, berhasil mengundang
rasa curiga orang-orang. Pasalnya, untuk apa ia berjalan dengan mengendap-endap
seperti itu. Dia adalah bagian dari sekolah ini. Bahkan Eun Ji Hae adalah salah
satu orang yang cukuo dihormati keberadaannya. Lantas, kenapa ia malah bertidak
seperti seorang pencuri saja.
Mereka sangat yakin jika ada sesuatu yang sedang berusaha
disembunyikan dari banyak orang. Itu sebabnya Eun Ji Hae keluar malam-malam.
Pada saat tempat ini sepi dan semua orang sedang terlelap. Ia memanfaatkan
kesempatan tersebut untuk menjalankan aksinya.
“Hayo, kalian pada mikir apa?!” goda Jongdae.
“Udah lah! Enggak mungkin Kakak Ji punya niat jahat sama
__ADS_1
kita kan? Apalagi dia udah tinggal di sini selama bertahun-tahun. Bahkan jauh
lebih lama dari kita,” jelas pria itu dengan panjang lebar.
“Semua itu mungkin aja,” sanngah Nhea yang kelihatannya tidak
terlalu setuju dengan pendapat pria itu.
Kini semua fokus teralihkan kepadanya. Mereka semua menatap
gadis ini dengan tatapan aneh yang sulit untuk dijelaskan apa maksudnya.
Mungkin orang lain tidak akan berani untuk menyalahkah Eun Ji Hae sekalipun ia
bersalah. Posisinya di sekolah ini jauh lebih berpengaruh dari pada apapun. Ia
bisa mendapatkan segalanya dengan hak istimewa yang ia miliki. Pasalnya, tidak
semua orang bisa mendapatkan hal yang serupa.
Posisi Eun Ji Hae saat ini membuat gadis itu aman. Tidak akan
ada orang yang berani membuat berita buruk tentangnya. Apalagi sampai merusak
reputasi gadis itu. Tentu Eun Ji Hae tidka akan diam saja jika diperlakukan
seperti itu. Ini adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan kekuatannya
tersebut.
“Shtt!!! Jangan bicara yang aneh-aneh soal Kakak Ji!”
peringati Jang Eunbi.
“Kenapa? Aku enggak ada bicara yang aneh soal dia,” tepis
Nhea dengan cepat.
“Semua orang memiliki potensi yang sama untuk salah. Enggak
ada perlakuan khusus,” jelas gadis itu.
“Tapi tetap aja, semua itu akan menjadi sebuah pengecualian
bagi Kakak Ji,” cicit Oliver.
“Seluruh anggota keluarga kebal hukum di tempat ini. Mereka
memiliki hak khusus. Semua orang memperlakukan mereka secara khusus,” jelas
gadis itu.
“Kalian enggak akan dianggap salah di sekolah ini, meskipun
pernah berbuat salah sebelumnya,” lanjutnya.
Perkataan Oliver berhasil membuat gadis yang juga berasal dari
keluarga itu membungkam mulutnya. Apa yang dikatakan oleh gadis itu tadi memang
benar. Selama ini selalu seperti itu fakta yang terjadi di lapangan. Tidak ada
yang bisa menyangkalnya. Bahkan Nhea bisa langsung memahami hal tersebut begitu
ia sampai di sini. Nhea telah mengamati semuanya.
Tapi mendadak, sebuah peristiwa berhasil mematahkan asumsi
Oliver. Siapa lagi jika bukan Nhea yang menemukannya.
“Lalu, apakah yang terjadi kepada Ify dan juga Eun Ji Hae
belum cukup untuk membuktikan jika anggota keluarga tidak selamanya kebal
hukum?” terang Nhea.
__ADS_1